Mari Budayakan Bayar Pajak Melalui Billing System (ATM, Pos, e-Banking)

Tahun lalu saya pernah ditanya seorang wajib pajak.

“Pak, apa saya bisa bayar pajaknya lewat internet banking Mandiri?” tanyanya
“Setahu saya bukannya PBB saja yang bisa pak? itu juga lewat ATM” jawaban setahuku
“Oo.. gitu ya” dengan ekspresi kurang puas

Kejadian itu berlalu saja, walaupun sebenarnya saya tahu ada WP yang bayar pakai media check dan kemudian dicairkan dan ditujukan ke rekening kas negara, hanya saja saya kurang tahu seperti apa teknisnya.

Billing system sebenarnya bukan barang baru hanya sekarang perlu untuk di sounding ulang biar gemanya bisa sampai di wajib pajak. Kalau formulir manual sekarang sudah ada aplikasinya (e-spt), maka SSP manual pun sekarang sudah ada file softcopynya (e-SSP billing system).

Dengan adanya billing system, saya yakin Wajib Pajak nggak perlu beranjak keluar rumah/kantor dan berantri ria di Bank untuk membayar pajak mereka. Cukup cari ATM ataupun buka laptop/tablet dan buka layanan billing system. Sangat praktis dan semua pasti suka 🙂

Saat ini ada 2 pihak yang menyediakan layanan pembayaran pajak online/billing system yaitu Kantor Pos dan Bank Mandiri. tentu saja ini baru tahap awal, nanti saya yakin bank lain akan segera ditambah sehingga makin memudahkan wajib pajak dengan banyak pilihan agent pembayaran.

 

Bagaimana cara membayar pajak melalui billing system?

OK, akan saya uraikan secara garis besar saja. kenapa? karena di akhir artikel ini sudah saya sediakan materi teknis yang berisi cara atau langkah-langkah dalam membayar pajak lewat billing system (ATM, internet banking). Bisa Anda unduh dan bagikan ke teman secara GRATIS. Dan jika ada kesluitan atau hal yang sulit dipahami bisa ditanyakan disini atau langsung datang ke kantor pajak terdekat.

PROSES PENDAFTARAN

Step 1
Buka browser, browse ke http://sse.pajak.go.id
Klik link “Daftar Baru”
Step 2
Masukkan NPWP, e-mail dan user ID yang diinginkan. E-mail harus valid karena akan digunakan untuk validasi.
Klik “register”
Pastikan data sudah benar, klik “OK”

Step 3
Akan muncul notifikasi apabila data berhasil disimpan.
Buka e-mail yang baru saja didaftarkan untuk mengaktifkan account.
Step 4
Ikuti petunjuk yang tertera pada e-mail

PROSES PEMBUATAN BILLING
  1. Login
  2. Gunakan user ID dan PIN yang tertera pada e-mail
  3. Input Data SSP
  4. Setelah login akan muncul form untuk menginput data SSP
  5. Input Data SSP
  6. Terbitkan Kode Billing
  7. Kode Billing Bisa di-Print
  8. Datang ke Kantor Pos dan Lakukan Pembayaran atau
  9. Datang ke Bank Mandiri dan Lakukan Pembayaran

e-SSP

PROSES PEMBAYARAN PEMBAYARAN MELALUI INTERNET BANKING (Bank Mandiri)
  1. Buka https://ib.bankmandiri.co.id
  2. Login Nasabah
  3. Pilih Menu Pembayaran
  4. Pilih Pajak
  5. Masukkan Kode Billing
  6. Konfirmasi Transaksi
  7. Settlement
  8. Bukti Penerimaan Negara Diterbitkan
  9. BPN Juga Otomatis Dikirim Melalui e-Mail
PROSES PEMBAYARAN PEMBAYARAN MELALUI MESIN ATM
  1. Masukkan Kartu
  2. Masukkan PIN
  3. Bayar/Beli
  4. Lainnya
  5. Lainnya (2)
  6. Multi Payment
  7. Masukkan Kode DJP (10035) atau Lihat Daftar
  8. Kode DJP (10035) di Daftar
  9. Masukkan Kode DJP (10035)
  10. Masukkan Kode Billing
  11. Billing Retrieved
  12. Input Angka 1
  13. Konfirmasi
  14. Settlement
  15. Struk ATM
PROSES PELAPORAN

Jenis BPN dalam Billing System

Masih bingung kan? Makanya unduh aja slide PDF dibawah ini, ada sekitar 50an petunjuk lengkap memanfaatkan billing system, juga ada link leaflet dan buku panduan billing system dari situs resmi DJP. Selamat mencoba ! 😀

  1. Sosialisasi Billing System Pajak (cara lengkap didalamnya)
  2. Leaflet Billing System
  3. Buku panduan Billing System
42 replies
  1. agus setiyadi
    agus setiyadi says:

    pak sy mau tanya, sy sudah mendaftar dengan benar tetapi mau mengaktifkan kode aktivasinya tidak bisa. itu kenapa ya pak?

    Balas
  2. wandi
    wandi says:

    maaf pak saya mau tanya, sy sudah registrasi ebilling tetapi email yg sy masukan salah (ada satu huruf yg kurang), kemudian saya registrasi lagi dengan email yang benar ternyata sudah tidak bisa lagi, solusinya bgmn ya pak. mungkin bapak tahu ???

    Balas
  3. coco
    coco says:

    info nya sgt membantu pak, yg maw saya tanyakan:
    1. kalo saya maw mendaftar byk npwp dengan 1 email saja bs tidak?
    2. kl saya tidak mencetak kode billing tetapi menyimpan screenshot nya ke dlm hp…apa bisa ditunjukkan begitu saja via hp saya ke teller bank/kantor pos?

    terima kasih

    Balas
  4. eli
    eli says:

    selamat siang mas, maaf mau nanya, sekranga pilihan di internet banking bank mandiri hanya ada yang ini :
    PBB
    PBB Kota DKI
    PBB Kota Semarang
    Pajak/PNPB/Cukei
    Cetak Bukti Penerimaan Negara
    PPH Final Bruto Tertentu
    E-Samsat

    nah kalau mau bayar pajak UKM yang 1% dari omzet Kode Akun Pajak 411128
    Kode Jenis Setoran 420
    mana yang harus dipilih pa dari pilihan internet banking mandiri? karena kode 10035 sudah tidak ada lagi, terimakasih sebelumnya 🙂

    Balas
  5. sri handayani
    sri handayani says:

    pak dwi mohon pencerahan
    kalo menggunakan id billing untuk setoran pajak..bisa tidak emailnya yg terdaftar itu kita ganti..
    pada waktu daftar saya dibantu CS bank BJB untuk kecepatan/efisien waktu, CS BJB pakai email bank BJB nah saya ingin merubah menjadi email nya bisa tidak Pak Dwi??

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore ibu Sri
      Sepengetahuan saya, silahkan ibu Sri ajukan permohonan tertulis dengan mendeskripsikan yang ibu maksud dan ajukan ke KPP NPWP terdaftar, nanti petugas pelayanan akan menghubungi pihak teknis di kanor pusat DJP untuk update alamat emailnya. Formatnya bebas aja.

      Terima kasih

      Balas
  6. joni yudho
    joni yudho says:

    selmat siang pak, mau tanya, untuk user baru yg diisikan dikolom nomer NPWP itu nomer pribadi atau perusahaan? tks

    Balas
  7. Yadi
    Yadi says:

    Sore pak Dwi, Mohon dibantu untuk alur pembayaran jika mengunakan BCA(bisnis). Karena menurut info sudah bisa transfer melalui klikbca (bisnis). Trimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Mohon maaf pak yadi untuk teknis penggunaan setoran pajak via BCA saya tidak mengetahui karena belum pernah coba, yg saya tahu beberapa bank nasional sudah memeiliki fasilitas pembayaran pajak yg terintegrasi dengan internet banking masing-masing bank. Untuk teknisnya bisa pak Yadi tanyakan di CS BCA karena itu inovasi dari masing-masing bank untuk memudahkan pembayaran pajak.

      Balas
  8. andrie
    andrie says:

    Siang Pak…
    Mau tanya, klo kita mau pake sse(sudah daftar), dengan kondisi punya 2 nomer NPWP (masing2x untuk setoran jenis pajak yang berbeda).
    Pada saat mengisi sse, bagaimana cara mengganti Nomer NPWP-nya??
    (Bagian Nomer NPWP tidak bisa di rubah atau di-edit).
    Mohon Penjelasannya… Terima Kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Andrie
      Untuk Surat Setoran Elektronik berlaku 1 akun untuk 1 NPWP, jadi untuk NPWP kedua harus bikin akun baru yg berbeda dari sebelumnya.

      Balas
  9. eli
    eli says:

    maaf pa mau tanya, waktu bayar lewat e-banking mandiri muncul kaya gini saat setelah masukin kode dari token mandiri :
    TRANSAKSI TIDAK DAPAT DIPROSES
    No Meter/Id Pelanggan yang anda masukkan salah. Mohon teliti kembali
    kenapa ya? padahal sudah benar saya masukin no NPWP saya, trus cara mengisi NO SK di input data biling gimana? terimakash sebelumnya, ditunggu balasnya ya pa 🙂

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore bu Eli
      ID Billing didapat setelah mengisi form SSP elektronik di sse.pajak.go.id kemudian barulah masuk ke internet banking mandiri, disana pilih menu Bayar >> Pajak dan di pilihan Jenis Pajak pilih Pajak/PNBP/Cukai kemudian isikan Kode Billing tersebut ke kolom yang disediakan kemudian klik Lanjutkan

      Balas
  10. aditya
    aditya says:

    sya mw tnya, sya sdh daftar e-billing sdh isi lengkap ktika mw login, login tidak berhasil..itu knp ya?

    Balas
  11. lenie
    lenie says:

    malam pak dwi… saya kemarin coba bayar pph 25 lewat atm. apakah masi perlu buat biiling sistem? atau sudah cukup simpan saja struk atmnya?
    thx, mohon infonya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam bu Leni
      Seinget saya di ATM yg tersedia saat ini untuk pembayaran PPh final bruto tertentu/pajak 1%, Jika itu yg ibu maksud maka tidak perlu dilaporkan lagi atau dengan billibng system. Simpan dan kalau perlu kopi atau scan struknya untuk arsip.

      Balas
  12. eli
    eli says:

    pa saya waktu bayar lewat e-banking mandiri muncul kaya gini saat setelah masukin kode dari token mandiri :
    TRANSAKSI TIDAK DAPAT DIPROSES
    No Meter/Id Pelanggan yang anda masukkan salah. Mohon teliti kembali
    kenapa ya? padahal sudah benar saya masukin no NPWP saya, trus cara mengisi NO SK di input data biling gimana? terimakash sebelumnya

    Balas
  13. Rufina
    Rufina says:

    Selamat pagi pak Dwi..
    Minggu lalu saya menanyakan penerapan SSE sebagai lampiran SPT di KPP setempat, tapi AR lebih merekomendasikan SSP manual.
    Waktu mengajukan legalisir SKB PPh23 di loket pelayanan mengharuskan lampiran SSP manual, bukan struk ATM/hasil cetak transaksi internet banking.

    Bukannya jenis BPN tersebut disetarakan dengan SSP?
    Apakah pelaporan pajak yang dibayar melalui billing system baru terbatas di wilayah tertentu?
    mohon penjelasannya pak..

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Rufina
      Sepengetahuan saya BPN elektronik/struk sah kedudukannya karena disetarakan dengan SSP/BPN manual. Referensi bisa dibaca disini atau saya kutipkan sebagian dibawah ini:

      “Sebagai bukti pembayaran, Anda akan memperoleh Bukti Penerimaan Negara. Untuk transaksi melalui teller, bukti yang diterbitkan berupa Dokumen Bukti Penerimaan Negara. Apabila transaksi dilakukan melalui ATM, bukti transaksi berupa struk ATM, sementara apabila pembayaran dilakukan melalui Internet banking, Bukti Pembayaran yang diterbitkan dalam format elektronik yang dapat dicetak oleh Wajib Pajak.

      Bukti Penerimaan Negara (BPN) termasuk salinan dan fotokopinya merupakan ‘sarana administrasi lain’ yang kedudukannya disamakan dengan SSP. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2011. Sehingga dalam praktek perpajakan, untuk melakukan pelaporan surat pemberitahuan, pemindahbukuan, bukti pemotongan dan pemungutan, Bukti Penerimaan Negara tersebut mempunyai kedudukan hukum yang setara dengan SSP.”

      Balas
  14. Amelia
    Amelia says:

    Kok saya mau bayar pajak pake SSE dengan e-banking mandiri ga bisa ya dari kemarin, pesan error nya TRANSAKSI TIDAK DAPAT DIPROSES
    PAYMENT GATEWAY ERR CODE:01-GENERAL FAILURE (INFO ONLY)

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Yang ini saya belum tahu ibu Ame, mungkin ada kendala bisa dari bank bisa juga dengan jaringannya. Silahkan dicoba kembali nanti, atau bisa ditanyakan ke kring pajaj

      Balas
  15. Hari
    Hari says:

    malam Pak, saya membayar pajak pasal 46 final 1% via internet banking. apakah saya harus membuat ssp?

    Balas
  16. Oetomo
    Oetomo says:

    Apa betul pembayaran pajak dengan internet banking Mandiri bisa 24 jam dalam seminggu? Barusan saya coba (jumat jam 16) tidak bisa. Trims

    Balas
  17. Henry
    Henry says:

    Pak Dwi, mau tanya tentang bayar pajak UKM 1%, tahun lalu sampai bulan lalu saya masih bisa membayar pajak 1% ini lewat internet banking bank Mandiri. Dan Sore hari ini saat saya coba, pilihan bayar pajaknya cuma PBB. Padahal pagi hari masih ada pilihan macam2, cuma setelah dimasukkan datanya, time out. Apakah sekarang sudah tidak bisa bayar pajak lewat internet mandiri?, lalu dimanakah saya bisa bayar pajak ini? terima kasih sebelumnya

    Balas
  18. Pengurusan Tanah
    Pengurusan Tanah says:

    ini kedengaranya sangat menarik dan lebih efesien apalagi di jaman sekarang ini tentunya waktu sangatlah penting sekali dari pada harus ngantri, apakah ini juga bisa untuk pembayaran ssb waris, jual beli dan lain-lain mohon penjelasannya terimakasih salam kenal perdana

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Salam kenal juga pak
      Saya pribadi belum terlalu paham tentang PBB. Cuma saya cek barusan di sse.pajak.go.id untuk PBB dan BPHTB sudah dikeluarkan dari billing system, karena saat ini PBB dan BPHTB sudah dikelola oleh pemda (Dispenda), jadi yang bisa disetor lewat sse tersebut hanya pajak pusat saja, pajak daerah sebagian harus datang ke dispenda. Tapi kalau bapak ada layanan internet banking pembayaran tersebut bisa dilakukan di e-banking ( yang saya coba dari e-banking mandiri)

      Balas
  19. ali
    ali says:

    sy sdh dftar di billing system dgn menggunakan almat email yahoo.co.id pendaftaran saya sukses tetapi belum ada balasan email yg saya daftar, mohon penjelasannya

    Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Lama sekali saya tak bersua alias ngabsen. Ini “gara-gara” ada anak istri yang datang ke Timika. Saya langsung menikmati peran sebagai ayah bagi anak saya yang masih berusia 4 bulan saat ini alias masih bayi lucu-lucunya, akibatnya disisi lain saya jadi jarang ngenet di depan laptop karena tersita buat main-main sama keluarga. Okelah cukup paragraf pembukanya. Saya juga diingetin istri jangan kelamaan absen ngeblog kasian yg lagi nyari solusi. Baik, artikel kali ini masih seperti yang dulu yaitu tentang billing system. […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..