Menimbang Plus Minus eSPT PPN dan eNOFA

Ketika Direktorat Jenderal Pajak memutuskan untuk mewajibkan penggunaan nomor faktur baru dan pemakaian e-SPT PPN sebagai pengganti pelaporan manual, saya pribadi mulai puyeng sebagai fiskus. Syukurnya kewajiban memakai nomor faktur baru, diundur deadlinenya sehingga mulai berlaku menjadi selambat-lambatnya 1 Juni 2013. Di sisi lain penggunaan eSPT PPN sebagai aplikasi resmi DJP tetap jalan terus dan disinilah akhirnya fakta lapangan sebagai media pembelajaran terkuak.

Menyenangkan sekali memang bagi DJP jika nanti kelak semua data perpajakan bisa terkumpul, terhitung dan terlapor secara otomatis, jadi nanti wajib pajak tidak perlu bersusah-payah datang ke kantor pajak hanya untuk menyerahkan lembaran kertas yang biasa orang awam sebut SPT. eSPT PPN hanyalah 1 bagian kecil dari goal jangka panjang, tetapi keragaman dan karakteristik wajib pajak di nusantara memberikan arti dalam setiap treatment dari sebuah kebijakan baru.

Seperti dalam teori komunikasi, bad news got a first place then tell good news. Plus minus ini adalah dari sisi WP (berdasarkan pengalaman dari WP)

Minus untuk WP:

  1. Bagi WP yang belum mendapat jatah nomor faktur, harus memohon nomor faktur dulu dan harus disesuaikan dengan rencana penerbitan nomor faktur bila tidak ingin bentrok atau terburu-buru
  2. Untuk menggunakan eSPT, dalam perusahaannya harus ada SDM yang mengerti penggunaan komputer dasar dan pengetahuan PPN
  3. Sebagian WP berharap fitur backup restore lebih user friendly/ mudah digunakan daripada menggunakan fitur export-import faktur PK-PM
  4. WP pada awalnya menyangka aplikasi eSPT bisa dijalankan online dengan harapan tidak perlu lagi datang ke kantor pajak
  5. User eSPT harus menjaga komputernya dari serangan virus agar database tidak berubah/terhapus virus, sayangnya belum ada eSPT untuk linux atau MAC yang terbukti jauh lebih aman dari serangan virus

 

Plus untuk WP:

  1. Paperless, hemat kertas karena tidak perlu mencetak keseluruhan lampiran SPT yang rata-rata isinya kosong untuk WP kecil
  2. Nomor faktur unik bisa menghindarkan WP dari faktur pajak fiktif
  3. Secara otomatis setelah selesai merekam eSPT, WP akan mempunyai data arsipnya yang sewaktu-waktu bisa dicetak ulang jika dibutuhkan
  4. Keseragaman aplikasi memudahkan WP untuk bertukar pendapat troubleshooting aplikasi dengan sesama pengguna
  5. Dimulainya penggunaan aplikasi eSPT PPN akan memaksa WP untuk beradaptasi dengan eSPT-eSPT lainnya di masa mendatang

 

Bagi fiskus keuntungan utama kebijakan diatas adalah semakin cepatnya perekaman data dari eSPT sehingga fiskus bisa segera mengawasi kepatuhan wajib pajak, tetapi bagi KPP yang wilayah kerjanya luas dan (sebagian) terpencil harus segera pro-super aktif untuk mengkampanyekan program ini.

 

Oke,  apapun itu selama WP makin nyaman dan dekat dengan DJP dan fiskus bisa beradaptasi cepat, maka kita jalani saja, toh (lagi-lagi) uang pajak untuk bangsa juga 🙂

Tags:,

2 Comments

  1. irfan Jul 21, 2013
    • Dwi Utomo Jul 21, 2013

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini