Barang dan Jasa yang Tidak Kena PPN (1)

Negatif List BKP

Semua pembaca pasti setuju bahwa tarif Pajak Pertambahan Nilai/PPN adalah sama 10%, hanya dasar pengenaan pajaknya yang berbeda-beda. Saat ini tidak saya bahas dasar pengenaan atas PPN namun akan saya ulang kembali barang/benda dan jasa apa saja yang tidak dikenakan PPN. UU PPN di Indonesia (UU No.  42 th 2009 Pasal 4A) menganut sistem negatif list. Artinya semua barang dan jasa yang terdapat di negatif list berarti tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai /PPN. Saya sendiri tidak tahu awal mula istilah negatif list, kenapa kok nggak menggunakan istilah blacklist atau whitelist 😆 . Dengan sendirinya kita tahu jika ada barang atau jasa yang tidak sesuai dengan rincian di negatif list berarti mereka adalah objek PPN dan harus dikenai PPN. Nah apa saja barang dan jasa yang ada di negatif list:

A. Negatif List Barang Kena Pajak/BKP PPN

  1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, meliputi:
    • minyak mentah (crude oil);
    • gas bumi, tidak termasuk gas bumi seperti elpiji/LPG tabung;
    • asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur dll (bahan tambang galian c)
    • batubara sebelum diproses menjadi briket batubara; dan
    • bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta bijih bauksit.
  2. Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, meliputi:
    • Beras;
    • Gabah;
    • Jagung;
    • Sagu;
    • Kedelai;
    • Garam
    • Daging
    • Telur
    • Susu
    • Buah-buahan
    • Sayur-sayuran
  3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya
    • meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering.
    • Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghindari pengenaan pajak berganda karena sudah merupakan objek pengenaan Pajak Daerah. (PPD dan PPN sama-sama 10% sehingga kadang orang salah mengira PPN restoran 10% padahal yang benar PPD 10%)
  4. Uang, emas batangan, dan surat berharga

B. Negatif List Jasa Kena Pajak /JKP PPN

Bersambung disini 😆

12 replies
  1. pingkan
    pingkan says:

    pak mau tanya jasa iklan ke luar negri kena pajak ga jika dilakukan oleh perusahaan kena pajak. dan kalau kena pajak berapa persen ya? terimakasih

    Reply
  2. Suwandi Hasno
    Suwandi Hasno says:

    Pak Dwi saya ingin bertanya, untuk perusahaan yg melakukan pembelian kelapa sawit dari kebun dan menjualnya ke pabrik itu kan dibebaskan dari PPN.
    Kemudian yang dijadikan faktur pengurang ketika ingin menghitung laba rugi di laporan tahunan itu apa ya pak?
    Mohon penerangannya pak

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Suwandi
      Memang benar pak, pembelian bahan baku kelapa sawit tidak terutang PPN, sehingga PPN masukan adalah saat melakukan pembelian bahan/jasa lain yang memang ada PPN-nya. Kalau nggak ada sama sekali BKP/JKP masuk ya nihil jadinya untuk PPN masukannya pak.

      Reply
      • Suwandi Hasno
        Suwandi Hasno says:

        Terima kasih ya pak atas jawaban sebelumnya
        Kemudian msh ad yg ingin saya tanyakan pak, berhubung perusahaan saya hanya bertindak bisa dibilang sebagai perantara saja pak, dalam arti
        1. Saya membeli kelapa sawit / TBS (tandan buah segar) dari pengepul sawit (yang tidak ber-PKP / hanya pedagang biasa)
        2. Kemudian saya menjualnya kembali ke pabrik sawit yang ber-PKP

        Namun yang masih saya bingungkan untuk perusahaan saya ni pak Dwi
        Ketika saya ingin menghitung SPT Tahunan 1771 – I PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO FISKAL
        Itu biaya pembelian atas TBS saya dari pengepul itu dimasukan sebagai HPP atau biaya usaha lainnya?
        Dan apa yang bisa saya jadikan bukti biaya pembelian tersebut ketika melapor SPT tahunan (jika dipanggil AR bila diminta bukti pembelian), sedangkan para pengepul tidak mengeluarkan faktur pajak?
        Apakah hanya sekedar nota atau bagaimana pak ya?
        Tolong dibantu ya pak Dwi,Trims.

        Reply
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Maaf saya koreksi jawaban saya sebelumnya pak. Sawit termasuk objek PPN karena tidak masuk di negatif list seperti artikrl diatas, namun pada kenyataannya pak Suwandi beli sawit dari penjual non PKP, akibatnya pak Suwandi tidak membayar PPN sehingga tidak ada pajak masukan, dan pada akhirnya nihil untuk PM. Saat menjual ke pabrik barulah pak SUwandi bisa membebankan PPN kepada pabrik tsb.
          Jika usaha bapak adalah distributor, maka biaya pembelian masuk pada harga pokok pembelian, dan seharusnya bapak membuatkan kuitansi/nota untuk ditandatangani si pengepul sebagai bukti. Saat pemeriksaan, petugas akan meneliti dokumen fisik (jika ada) dan jika tida ada akhirnya dipakailah adjustment atau perkiraan kevalidan berdasarkan analisa dari petugas itu sendiri.

          Reply
            • Dwi Utomo
              Dwi Utomo says:

              Selamat malam pak Wandi
              Iya pak, terima kasih lagi atas koreksinya. Benar bibit tai, bibit ternak adalah BKP tertentu yg dibebaskan. Sehingga jawaban saya saya anulir lagi. Berarti sudah jelas ya pak untuk status PPN bagi sawit. Terima kasih atas perbaikannya.
              Bukti pembelian tetap dibutuhkan pak, sekalipun sederhana bentuknya.

              Reply
              • Suwandi Hasno
                Suwandi Hasno says:

                Terima kasih banyak pak Dwi ya
                Baru sekali ini ketemu website yg berasa konsultasi sama AR..
                Sekali lgi terima kasih banyak pak Dwi 🙂
                Semoga semakin maju amsyong.com

                Reply
                • Dwi Utomo
                  Dwi Utomo says:

                  Terima kasih pak Wandi
                  Saya suka dengan sikap bapak yang juga ikut mengkroscek jawaban saya, itu sikap kritis yang harus dipertahankan 🙂

                  Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pada lampiran PP No. 7 tahun 2007 disebutkan getah karet yang diproses sederhana dan menghasilkan slab, sheet angin dan lateks pekat termasuk yang PPN-nya dibebaskan.
      Cuma saya masih belum tahu apa bedanya slab dengan lump. Mungkin saudara Teguh bisa bantu jelaskan?

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..