Error 522, Newsletter Bulanan dan Bawang Merah.

Dibaca dari judulnya jelas isi postingan ini teramat jauh dari pajak, dan nggak sedikitpun yang berisi info perpajakan makanya saya masukkan di kategori OOT (Out Of Topic).

Awal mula cerita, sejak 2 hari lalu  di jam 16.00 WIT blog ini gagal diakses, saya panik karena secara ilmu networking dan webmastering saya gagal total. Sekilas dari info error ada tulisan error 522, saya googling saya nggak tahu solusinya hanya berdasarkan info di internet kadang error 522 hanya bersifat sementara. Sepuluh menit berlalu belum hilang juga errornya akhirnya saya putuskan mengontak teknisi hosting dan mereka memberi penjelasan bahwa error 522 lebih disebabkan terlalu banyaknya plugin yang dieksekusi dan script yang lama untuk diload. Whatever-lah, intinya saya disuruh mengurangi ketergantungan pada banyak plugin. Demi mengurangi resiko error terjadi lagiakhirnya saya delete beberapa plugin dan script yang tidak perlu diantaranya plugin YAARP, shareholic, links manager dan beberapa widget saya hapus. Sekarang alhamdulillah sudah agak mendingan untuk membuka blog sedehana ane ini hmm.. 😎

That’s bad news. Sekarang berita baiknya adalah saya berencana membuat newsletter/buletin bulanan yang berisi tenatang ringkasan info pajak terutama yang lagi hangat-hangatnya dan perlu dibaca. Sasaran utama adalah para wajib pajak di Timika. Ya Timika Papua maksud saya. Tetapi bagi para pembaca blog saya sangat dibolehkan untuk mendapatkan langganan info caranya tinggal isi saja alamat email, nama depan, nama belakang, pilih format email atau biarkan saja HTML dan klik Berlangganan. Kemudian ada notifikasi untuk mengecek email dan klik link Yes, subscribe me to the list.

langganan info pajakInfo terakhir di Timika saat ini adalah harga sayur mayur dan bawang sedang naik gila-gilaan. Biasanya haraga kangkung 3 ikat kecil hanya Rp.5000 sekarang cuma dapat 1 ikat 🙁 Yang agak miris adalah harga bawang yang notabene hanyalah bagian kecil dari bumbu harganya sudah tembus Rp.120.000 sementara ayam utuh potong harganya “cuma” Rp.110.000 😕

Begitulah hidup di Timika, harga normalpun masih lebih mahal daripada di Jawa tetapi apapun kondisinya ya saya syukuri setidaknya mental hidup saya, jiwa survivor saya lebih tangguh daripada hidup bergelimang di jawa.

Ini hanya curcol berita sekilas pandang 😀

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini