Pajak 1% ? Saatnya Anda Tahu! PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3)

Di artikel sebelumnya sudah saya ceritaan sedikit tentang siapa saja yang harus melakukan setoran 1% atas omsetnya dan yang tidak. Kali ini saya akan paparkan tata cara setoran dari PPh Final 1% atas omset. Setoran disini tentunya menggunakan SSP seperti biasa, atau kalau pembaca mau bisa saja menyetornya menggunakan billing system biar gak ribet dan repot, toh semuanya sama saja yang penting ada tanda validasinya yaitu nomor NTPN (Nomor Tanda Penerimaan Negara).

 

Pengisian di SSP untuk Pajak UKM 1%

Pengisian di SSP untuk Pajak UKM 1%

 

Cara pengisian SSP masih sama dengan penetoran pajak lainnya

  • Kode Akun Pajak diisi 411128
  • Kode Jenis Setoran diisi 420
  • Uraian Pembayaran diisi Penghasilan Usaha WP yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu
  • Tahun Pajak diisi tahun pajaknya

 

Lalu bagaimana dengan batas waktu penyetoran PPh Final 1%? Jangka waktunya adalah paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, jadi jika ada pembaca yang ingin membayar PPh Final atas omset juli 2013, bisa dilakukan paling lambat sampai dengan tangal 15 Agustus 2013, karena bulan Agustus 2013 bertepatan dengan libur lebaran, bisa juga diantisiasi dengan membayar melalui billing system, atau membayar pajak secara online.

Bagaimana jika pembaca ternyata sudah ada yang membayar untuk masa Juli dengan kode angsuran PPh 25 (411125-100 atau 411126-200)? Pajak tersebut bisa diajukan pemindahbukuan ke masa pajak yang sama namun tetap harus memperhatikan hitungan atas 1% tersebut apakah pajak yang salah setor tersebut nilainya lebih kecil atau lebih besar. Jika angsuran PPh 25 lebih kecil daripada hitungan atas 1% omset, maka perlu setor kembali untuk selisihnya dengan menggunakan contoh SSP 1% seperti diatas, tetapi jika nilai angsuran lama lebih besar daripadahitungan atas 1% omset, maka bisa dipindahbukukan ke masa berikutnya jika ada kelebihan setoran.

160 replies
  1. yen
    yen says:

    Saya mendapat surat teguran untuk menyampaikan spt tahunan psl 25/29 org pribadi tahun pajak 2016 dari kpp daerah batas waktu 31/03/2017.
    padahal pph masa tiap bulan udah saya bayar dgn pph final 1% karena usahanya adalah pedagang ecer gas elpiji omset <4.8M tentunya.
    Tetapi ada masa pajak yg terlewati pada januari dan juni 2016, karena saat itu banyak pengeluaran keuangan. bagaimana langkah yang harus saya lakukan dalam hal ini.
    Mohon pencerahannya.  Trimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi rekan Yen
      Dari yang rekan sampaikan ada 2 hal berbeda sebenarnya. Yang pertama adalah tegura untuk menyampaikan SPT tahunan dan kedua adalah keterlambatan untuk pembayaran pajak masa januari s.d juni.
      Utuk teguran yang terbit adalah pengingat dari KPP agar rekan segera melaporkan SPT tahunan untuk tahun pajak 2016. Sebelum SPT 2016 dilaporkan tentu jika ada pajak yang terlewat (bulan 1 s.d. 6) haruslah dibayar terlebih dahulu kemudian baru bisa lapor SPT tahunannya. Untuk teknis cara pembayaran dan pelaporan bisa dengan menghubungi AR atau ke layanan helpdesk di KPP terdekat.

      Balas
      • yen
        yen says:

        Makasih banyak pak.
        hari udah bayar masa dan setor spt tahunan, beres.
        cuman urusan yg bayarnya telat telat itu yg masih jadi pertanyaan. entah bagaimana.

        Balas
        • yen
          yen says:

          Makasih banyak pak.hari ini udah saya bayar masa dan setor spt tahunan, beres.cuman urusan yg bayarnya telat telat itu yg masih jadi pertanyaan. entah bagaimana.

          Balas
  2. Achmad
    Achmad says:

    Mau tanya pak,bolehkah jika pembayaran PPh PP 46 1% di bayar di awal tahun langsung 1 tahun? Bukan setiap bulan,trims jawabanya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Ahmad
      Tidak ada dasar hukum yang mengatur hal tersebut, hanya jatuh tempo saja yang diatur. Dibuat per bulan agar tidak membebankan WP dan menyesuaikan dengan kemajuan usaha tiap bulan. Seharusnya boleh dibayar di awal tahun, hanya saja setiap bulan juga harus dicek apakah setoran yang sudah dibayar sudah sesuai atau berlebih atau malah kurang dibanding omset usaha. Jika berlebih maka bapak ajukan pemindahbukuan, jika yang sudah disetor lebih kecil dari pajak 1% terutang maka segera tambahkan pembayaran sebelum jatuh tempo. Jadinya malah gak praktis karena dua kali kerja untuk setoran pajak 1%-nya.

      Balas
  3. heri
    heri says:

    Selamat Siang pak Dwi,  untuk pp 46, setiap pendapatan per bulannya saya bayar pajak 1%, dan dibayarkan sebelum tgl 15 setiap bulannya,  bila saya tidak ada pendapatan atau nihil bulan kemarin, apakah tetap saya wajib lapor,  kalau tidak lapor, apakah nanti dikenakan denda.  terima kasih pak.

    Balas
  4. juli
    juli says:

    selamat pagi pak DWi ,saya mau nanya,perusahaan saya bulan mei yang lalu meminta legalisasi skb dan katanya harus bayar 1% dari omset jika ingin minta legalisasi ,saya akhirnya membuat e billing untuk membayar 1% tersebut ,dan saya sudah dapat legalisasinya tetapi yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya untuk melapor 1% itu yang saya bayar melalui e billing?nanti pembayaran 1% tersebut saya masukkan kemana?mohon penjelasannya trimaksih,

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Untuk pembayaran pajak 1% tidak perlu disertai laporan pak, selama setelah bayar sudah ada nomor NTPN di bukti setornya maka tanggal setor dianggap sama dengan tanggal lapor.

      Balas
  5. I WAYAN SUARSA
    I WAYAN SUARSA says:

    Pagi Pak…

    Mohon petunjuk atas usaha dagang saya kaitannya dengan pajak Pak….selama 2016 saya sudah membayar pajak 1% dg mata anggaran 411128 jenis setoran 420….selama ini hanya itu yang saya lakukan…hal apa lagi yang perlu saya lakukan kaitannya dengan pajak…? mohon diberi petunjuk tentang prosedur perpajakan dengan izin UD…sedangkan saya seorang PNS…NPWP      dagang saya  sama dengan NPWP PNS….

    Balas
  6. Dhede
    Dhede says:

    Selamat Siang Pak,

     

    Saya mau bertanya, perusahaan tempat kami bekerja baru berdiri feb 2015, kami baru bisa menerapkan PP 46 di januari 2017, karena menurut info kami dapat PP 46 baru bisa diterapkan satu tahun berjalan, tidak bisa serta merta feb 2015 kami berdiri, maret 2015 kami sudah beroperasi, lantas maret 2016 kami menerapkan PP 46. tetapi kami sudah terlanjur menyetor dan melaporkan 1% dari omzet kami karena ketidaktahuan kami sebelumnya. saat ini kami akan melaporkan SPT Tahunan Badan. Apakah kami harus melaporkan yang 1% tersebut dilampiran 1771-IV atau bagaimana?

    Mohon bantuannya.Terima kasih

    Balas
  7. laksana
    laksana says:

    Dear Pa Dwi, saya mau bertanya kalau dari Jan-Oct (pekerjaan bebas) saya setor setiap bulan utk kode pajak 411128-420 & padaNov saya mulai kerja dengan mendapatkan form 1721-A1 dari kantor, bagaimana cara melaporkan SPT Tahunan saya dengan 2 sumber penghasilan yang berbeda ini. Thanks.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Bapak bisa menggunakan formulir 1770 atau 1770S. Jika menggunakan 1770, maka penghasilan dari usaha diisi pada 1770-III bagian A dan dari kantor diisikan pada 1770-II bag. A. Jika menggunakan 1770S, penghasilan usaha diisi pada 1770S-II bag.A dan dari kantor diisi pada 1770S-I bag. C

      Balas
  8. Edi Santoso
    Edi Santoso says:

    Slamat siang pak
    Saya seorang wiraswasta (pedagang) yg stiap bulan menjalankan kewajiban menyetor PPh Final (411128) – 420 (1% pendapatan)
    Saya hendak melaporkan SPT tahunan via e-SPT namun saat hendak input “rekam surat setoran pajak” kode yg sudah terpatri dalam sistem a/ 411125 dan tidak bisa saya ubah
    Apa yg harus saya lakukan?
    Tks

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Pak Edi
      Untuk e-SPT 1770 yg PP 46 tidak perlu input SSP pak, karena pajak tahunannya sudah disetor dengan membayar Pajak 1% setiap bulannya. Jadi penghasilan bruto bapak setahun dan pajak 1% setahun diinput di lampiran 1770-IV bag. A saja

      Balas
  9. Desi
    Desi says:

    Selamat pagi pak, saya mau bertanya, kalau kurang bayar pp 46 masa nov itu harus gimana ya pak? Sedangkan saya sdh setor yg bln des. Setelah saya buat spt thn 2016 ternyata omset 1 th kurang Bayar. Saya harus setor lagi atau gimana pak? Mohon pencerahannya. Thx

    Balas
  10. Irmawan
    Irmawan says:

    Malam pak Dwi, saya ingin tanya, saya punya cv dan baru sekarang mau laporin SPT tahunan 2015. Omset kurang 4,8 M apakah kena pajak 1% ? Untuk isi SPT 1770 apakah harus ada laporan keuangannya pak untuk jan-des? Rencananya saya mau ikut tax amnesty

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Irmawan
      Dengan asumsi omset 2014-2015 masih <4.8M maka tentu terutang pajak 1% kecuali usahanya konstruksi fisik. Laporan SPT untuk CV adalah formulir 1771 dan laporan keuangan tahun tersebut wajib dilampirkan. Untuk TA bapak dapat memanfaatkan setelah laporan SPT 2015-nya masuk. Salam

      Balas
  11. Marcel
    Marcel says:

    Kalo telat bayar pajak 411128 (420) bulannya. Bayar denda nya gmn perhitungan nya ya. Mohon info. Pembayaran online nya kode akun apa yah. Thx before!

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Prosedur pembayaran atas bunga keterlambatan setoran pajak adalah dengan melunasi Surat Tagihan Pajak (STP), STP itu sendiri akan diterbitkan KPP Pak Marcell, jika belum terima silahkan ditanyakan di AR bapak. Terkait denda ada artikelnya di sini

      Balas
  12. Marudut Tambunan
    Marudut Tambunan says:

    selamat siang Pak Dwi, saya ingin baertanya ,apabila setelah saya lapor pph final UKM 1% , apakah saya lapor pph 25?

    Balas
  13. maria
    maria says:

    slamat siang pak,

    mautanya jika ada salah stu perusahaan mengalami kesalahan pembayaran untuk PPH pasal 4 ayat (2),
    yang seharusnya 300rb dibayar sebesar 500rb,
    apakah ada pembetulan ?, dan tanggal berapa pembetulan itu harus di laporkan ?

    terima kasih.

    Balas
  14. rudi
    rudi says:

    malam pak Dwi Utomo, saya mau bertanya tentang pajak orang tua saya. jadi begini pak, bapak saya wajib pajak yang statusnya sudah meninggal terus setoran pajaknya masih saya lanjut sampai sekarang. kira-kira solusi dari pak Dwi gimana ya? apa saya teruskan setoran pajaknya atau saya tutup npwp punya bapak saya? sekian pak pertanyaannya, mungkin pak Dwi bisa memberikan solusinya, terima kasih sebelum dan sesudahnya.

    Balas
  15. Mey
    Mey says:

    Pak, jika dari bulan januari-februari saya belum bayar Pajak final 1%, apakah dikenakan denda untuk pembayaran di bulan April? Kalau iya, dendanya berapa persen per bulan?

    Balas
  16. Diana
    Diana says:

    Yth, Pak Dwi
    Sebelumnya mohon maaf bila pertanyaan saya sudah pernah juga dipertanyakan oleh bapak/ibu yang lain dan mohon bapak berkenan menjawab sedikit pertanyaan saya.
    Saya ingin menanyakan bila setelah dihitung pada saat pembuatan SPT Badan terkait PPh 1% untk tahun 2015 terdapat kurang bayar atas masa pajak januari – desember 2015, bagaimana cara melaporkan/membayar kurang bayar tersebut dan kode pajk berapa yang harus saya masukan dalam sspnya dan apakah ssp tersebut dibuat perbulan untuk masa yang terdapat kurang bayarnya ataukah cukup satu ssp saja?
    terimakasih atas waktu dan jawabannya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika sudah ganti tahun dan ada pajak yang kurang di suatu bulan tertentu maka dibuat SSP susulan/billing untuk masa pajak-masa pajak yang kurang, tidak dirapel ya, jadinya terpisah.

      Balas
  17. waty
    waty says:

    siang pak Dwi,
    mohon bantuannya,pekerjaan saya mencarikan tki untuk pt org lain,saya hanya dapat komisi per tki yg saya dpt,apakah saya tiap bulan harus stor pajak 1%?atau di tahunan aja..kalau di tahuan saja saya harus pakai tarif norma ya pak dan berapa % tarif nya untuk jenis pekerjaan saya ,tq

    Balas
  18. pongki
    pongki says:

    Permisi pak…

    Jika PT. A mendapatkan omset bulan juli pada tgl 26 bulan Agustus apakah pajak omset 1% nya langsung di setor selambatnya tgl15 di bulan Agustus? sedangkan omset bulan Juli baru turun pada tgl 26 Agustus

    Mohon pncerahannya pak, Terimakasih 🙂

    Balas
  19. pongki
    pongki says:

    Permisi pak, sya btuh pencerahan, jika pt.A mendapatkan omset bulan juli di tgl 26 bulan agustus apakah pajak 1% nya sudah terlebih dahulu disetor dan dilaporkan pada tgl selambatnya 15 agustus ?

    mohon pencerahannya
    Terimakasih

    Balas
  20. Hesty
    Hesty says:

    Siang Pak, mau tanya perusahaan saya mulai th 2015 setor 1% dari omset. untuk laporan tahunannya gimana ya pak? cukup perbulan itu saja, atau direkap seluruhnya kemudian dilaporkan? dan menggunakan form yg mana? trims.

    Balas
  21. Hesty
    Hesty says:

    Siang Pak, mau tanya perusahaan saya mulai th 2015 setor !% dari omset. untuk laporan tahunannya gimana ya pak? cukup perbulan itu saja, atau direkap seluruhnya kemudian dilaporkan? dan menggunakan form yg mana? trims.

    Balas
  22. bona
    bona says:

    Siang pak.saya pengusaha toko sembako dipasar tradisional.keuntungan kotor yg saya peroleh sekitar 20jtaan.misalkan keuntungan kotor saya mencapai 23jt.berapa saya harus membayar pajak setiap bulannya.kebetulan saya wp baru dan berjalan selama 3bulan.terimakasih

    Balas
  23. bona
    bona says:

    Pagi pak. saya punya usaha toko sembako.omzet keuntungan kotor saya 20jtaan setiap bulanny blm dipotong biaya2.bagaimana cara perhitungan pajaknya.apakah kena omzet kotor itu dikalikan 1%.pmohon diberikan contoh.trims

    Balas
  24. Mangatas
    Mangatas says:

    Siang Pak Dwi,

    Saya sudah dapat kode verifikasi tapi setelah saya masukan tdk dikenali ? kenapa ya pak ? apakah karena server sedang down ?

    Balas
  25. MufitHN.
    MufitHN. says:

    Tanya PP No.46 Tahun 2013 ; Kode Akun 411128 Kode Setor : 420
    Apakah tarif 1% ini berlaku untuk semua bentuk usaha baik tetap maupun tidak tetap… termasuk untuk pelayaran… saya tahunya untuk pelayaran domestik dikenakan tarif pasal 15 final (1.2%)
    Seandainya omzet pelayaran ini dibawah 4.8M yang digunakan itu pasal 15 atau pasal 4(2) PP 46/2013.
    Benarkah yg saya ketahui ini “Jika sudah menggunakan pasal 4(2) PP 46/2013 maka untuk PPN, Pasal25/29 sudah tidak bayar lagi”
    Untuk PPN, PPh Ps.25/29 apa juga wajib lapor/setor.

    Mohon Pencerahannya Bapak Dwi..
    Terima Kasih

    Balas
  26. MufitHN.
    MufitHN. says:

    Dear Bapak Dwi,
    Kalau Kita sudah bayar PP 46, apakah kita juga bayar pasal 29 tahunan dengan tarif pasal 17
    Bagaimana kalau kita merugi….
    Mohon pencerahannya?

    Balas
  27. Joko
    Joko says:

    Selamat siang
    Pak saya masih awam tidak mengerti soal pajak. Saya ada buka toko aksesoris setahun ini . Saya tahun 2010 resign jadi npwp ga pernah lapor pajak lg. Sekarang kalau saya mau lapor pajak buat toko saya isi ssp kode akun pajak 411128 dan kode jenis setoran 420. Tiap bulan terus jumlah nya saya hitungin ya 1 persen dari omset . Benar ga pak kode nya ? Omset say di bwh 4,8m

    Mohon bantuan nya terima kasih

    Balas
  28. Dian
    Dian says:

    Maaf sebelumnya pak.saya masih awam sekali di bidang perpajakan.Pak saya baru buka usaha resto.omset 25-30jt per bulan.krn ini usaha dadakan.saya baru mau mengurus NPWP.berkas saya sdh dimasukkan.dan diminta kembali lg untuk mengambil NPWP tsb dengan membawa slip bukti setoran pajak 1% di bank mana saja katanya.terus saya tanya apa ada formnya khusus atau no kode khusus untuk menyetor? Katanya tdk ada.langsung setor bgt aja.bilang aja katanya pajak 1%.sebenarnya saya masih kurang paham.mohon penjelasannya pak.terima kasih

    Balas
  29. gisna
    gisna says:

    Selamat pagi pak, 

    Saya sudah membaca artikel yg bapak buat dan itu sangat membantu untuk saya yg masih awam tentang pajak. Saya Kerja dan punya toko kecil perorangan bersama suami menjual accecories. Dan udh berjalan sekitar 2taun, tp selama 2taun kmrn saya bayarnya itu lsg dilaporkan pertahun di spt tahunan. Gak pernah cicil perbulannya. Di spt masuk di penghasilan lain2.

    Nah pertanyaan saya, jika tahun ini saya ingin penghasilan lain2 yg ada di spt untuk bayar pajak final 1%  saja bagaimana ya pak? 

    Karena dr januari sampai agustus 2015 ini saya blom pernah setor pajak. 

    Apa periode januari sampai agustus nya masuk ke penghasilan lain2 spt dulu? 

    Baru mulai september2015 ini saya bayar 1%? 

    Karena memang bulan ini saya ingin pph final 1%  itu pak. 

    Oh ya 1pertanyaan lg. 

    Saya ada jual barang yg bayar PPN dr pabrik, tp saya kan bukan PKP jd kan ga bisa terbit faktur lg. 

    Nah untuk itungan omset saya gak bole peduliin PPN keluaran dr pabrik itu ya? 

    Jd tetap itungan saya dr omset saja penjualannya ato bole dr DPP yg barang pabrik + keuntungan x 1% ? 

    Mohon bantuannya. Terima kasih. 

    Balas
  30. reni
    reni says:

    Pak, knp yah saya sdh berkali kali buka SSE utk pph final 1% kode setornya 420 tetap saja tdk muncul2 yah…. saya baca salah satu komentar dan bapak jawab mgkn sdg loading, tapi ini tetap tdk muncul yah… mohon informasinya.

    Balas
  31. Lasria
    Lasria says:

    Pa punten mau tanya ..
    kita kan sudah pengajuan SKB, dan SKB telah di terbitkan . kemudian saya mengajukan permohonan legalisasi .. nah itu kan harus membayar 1% dari peredaran bruto .. tetapi pada uraian SSP saya mengisinya dengan kata “SETORAN PPH FINAL PASAL 4 AYAT 2” bukan peredaran Bruto gitu pa .. apa itu bakal jadi masalah atau tidak ?? kemudian mekanisme untuk pelaporan nya bagaimana pa ??

    Balas
  32. rulli
    rulli says:

    saya memiliki usaha dgn omzet dibawah 4,8 milyar per thn kalau sudah terlanjur dipotong pph 23 apakah bisa itu dianggap pengganti pp 46 tapi dgn tarip lebih tinggi ?

    Balas
  33. rulli
    rulli says:

    selamat siang pak dwi

    saya punya jasa maklon yg sudah dipotong pph 23 sebesar 2 % oleh pelanggan saya , omzet +- 3 milyar,
    apakah saya harus setor pp46 ?(mengingat saya sudah dipotong 2% pph23) saya sudah memiliki npwp pribadi

    mohon sarannya pak dwi , terimakasih

    Balas
  34. Joe
    Joe says:

    Mohon pencerahan pak. Saya kerja di toko komputer berbentuk CV dan sdh PKP. Tidak semua omset/transaksi pakai PPN. Apakah pembayaran pph final 1% hrs sama/sesuai dgn omset yg pakai PPN atau boleh beda sesuai total omset? Dan Apa konsekuensinya bila berbeda? Trims.

    Balas
  35. iman
    iman says:

    Pak, agak bingung nih mohon dijawab ya..
    Saya baru daftar NPWP bulan april 2015 ini. Saya usaha bisnis buku secara online, tidak ada karyawan. Krn baru bbrp bulan, selama ini omset masih di bawah 2jt per bulannya. Bahkan ada yg 1 bulan omset nol.

    Apakah saya sudah wajib langsung membayar pajak 1% ini? Atau menunggu 1 tahun dulu atau baru juli 2015 nanti? Maaf krn saya agak bingung..
    Jika omset 0 / nihil apakah saya tetap lapor ke kantor pajak atau saya tidak perlu lapor? Baru lapor nanti begitu ada omset..
    Jika omzet di bulan ini di bawah 500rb apa tetap harus dibayar 1% nya?
    Jika saya telat melapor (setelah tgl 15) apakah kena denda, bunga atau bagaimana?
    Jika saya tidak melapor apa NPWP saya akan dicabut atau bagaimana?

    Terima kasih atas infonya.. Webnya sangat bermanfaat sekali..

    Balas
  36. surisman
    surisman says:

    Pak dwi numpang tanya jika slma 1 th tdk pernah byr 1% apakah bisa di jadikan 1 SSP utk bayar 1% selama 1 th, jika bisa artinya di kolom bulan di SSP di contreng smuanya Jan s/d des betulkah..? mohon pencerahanya.Trmksh

    Balas
  37. ameliyya
    ameliyya says:

    bapak saya mau tanya, kan laporan tahunan 2014 skarang kan pake PP.46
    nah kita kan sudah mbayar pph 22,23, nah brarti kita harus mbayar pajak dobel?
    dan apakah pph 1% itu bisa di kreditkan?

    kalo bisa di kreditkan bagaimana caranya ?

    Balas
  38. Tunjung
    Tunjung says:

    Pak saya usaha dibidang pengadaan barang , hanya dilingkungan pemerintah, omzet pertahun dibawah 4,8 milyard , pajak kan ikut yang pp 46 2013, kenapa bendaharawaan masih motong, 1,5% ada juga yang 2 %, emang sih kami belum mengajukan skb, kami mohon untuk pajak final 1 % tidak usah harus pakai skb untuk kegiatan yang berkaitan ke pemerintah , kami tetap akan membayaran pajak final 1 % , toh nanti kelihatan dari omzet kita dengan pelaporan PPNnya , biar mempermudahakan WP membayaran Pajak , karena kegiatan kami dlm sebulan itu transaksinya berbeda – beda , ada yang 3,5 juta, ada yang 6 Juta dan ada juga yang ratusan juta, kami harus mondar mandir ke kantor pajak untuk legailasi , kami mohon pak untuk dipermudah , bir waktu bisa dipergunakan untuk kerja lainnya , karena jarak kekantor pajak cukup jauh , padahal setiap pencairan harus legalisasi SKB , mohon dipertimbangkan

    Balas
  39. Gwilthyunman
    Gwilthyunman says:

    Selamat pagi. Saya mau tanya Pak. selama Jan sampai dengan Des 2014 saya masih menyetor pajak dgn kode akun 411125 100, juga SPT tahun 2014 saya byr dgn akun 411125 200. Dan saya diberitahu teman kalau skg hrs byr pajak final 1% utk omzet dibwh 4,8M dgn kode 411128 420. Gmn caranya agar pembyran pajak saya selama ini yg salah kode akunnya bs dibetulkan? Jg mengenai pelaporan SPT Tahun 2014 ini apakah diisi nihil krn skg tiap bulan kita sdh byr 1% sesuai omset? Terimakasih

    Balas
  40. SYAWAL
    SYAWAL says:

    Assalamu’alaikum Pak,..
    Mohon di bantu Pak,..
    Saya belum pernah melakukan pembayaran SSP
    Untuk pembayaran PPh Jual Beli Bangunan, kode akun pajak dan kode jenis setorannya berapa ya Pak..??

    Tolong dibantu ya Pak,..
    Terima Kasih

    Balas
  41. Maya
    Maya says:

    Pak, saya mau tanya,
    Entah bagaimana Dirjen Pajak salah mencatat nilai PPH Final yang saya setorkan. Pajak dari bulan 1 sampai 10 jumlahnya 2 kali lipat dari yang saya setorkan. Hal ini mengakibatkan saya menerima surat himbauan dikarenakan terdapat penurunan pajak. Itu bagaimana ya pak?

    Balas
  42. Linda
    Linda says:

    malam pak,
    Karena belum tau ada peraturan pajak UMKM yang sudah berlaku sejak juli 2013, SPT Tahunan 2013 sy masih pake norma perhitungan dan PPh ps.25 yang sy bayar di tahun 2014 masih berdasarkan norma perhitungan. apa yang harus sy lakukan? apakah SPT 2013 perlu dikoreksi dan bagaimana caranya. Kalo SPT 2014 sy pakai aturan pajak UMKm yg baru, lalu bagaimana angs pph ps. 25 yg sudah dibayar? mohon penjelasannya. dan terimkasih sebelumnya

    Balas
  43. altim
    altim says:

    Pak, mau nanya..
    Pt a thn 2014 dari bln 1 sd 5 blm mengurus SKB, trus dipotong pph 23 selama 5 bulan itu. Baru dari juni dapat skb. Bagaimana pengakuannya di spt tahunan, apakah tetap di kreditkan? Bagaimana 0cara pembuatan spt nya ya pak?
    Trus boleh gak pake SPT nihil untuk urus SKB? Karena pembukuan setahun blm beres…

    Balas
  44. novi
    novi says:

    Pak mau tanya, dari bulan 1-5 yang ayah saya salah masukin jenis kode pajak, beliau buat untuk PPh 25, padahal jenis usaha masih dalam golongan PP 46. Cara pemindah bukuannya gimana ya? Terima Kasih.

    Balas
  45. satulo
    satulo says:

    Selamat siang pak dwi, saya mau nanya pak,,perusahaan kami bergerak dibidang makanan penjualan roti tapi omset setahun masih kurang dari 4,8 M dan outlet kami ada dibeberapa kota, apakah kita tetap bayar PPH final 1% dan bayarnya didaerah dimana tempat usaha atau bisa dibayar di KKP Kantor Pusat Di Jakarta.
    Mohon Pencerahaannya Pak, Makasih Sebelumnya Pak..

    Balas
  46. dwi ayu
    dwi ayu says:

    Dear pak dwi,,,

    pak saya mau menanyakan,,, jika perusahaan saya sejak berdiri baru ada omset pada bulan november 2014,,, apakah saya harus setor pph final 12% pada bulan desember 2014??sebenarnya pp 46 dibayar per bulan atau setahun ya pak??thanks

    Balas
  47. chinda
    chinda says:

    Selamat siang pak,
    Pak saya mau nanya saya usaha toko accesories handphone, baru buka september 2014 kemarin dan belum pernah setor pajak,
    Kalau saya mau setor dari September – Desember bagaimana caranya?
    Dan sekrang sudah tanggal 27 apakah terkena denda adm?

    Terima kasih

    Salam,
    Chinda

    Balas
  48. sulis
    sulis says:

    saya mau tanya pak, saya membantu di bagian keuangan sebuah koperasi , karena kurang begitu paham tentang perpajakan maka saya baru mau membayar pajak untuk laba (SHU koperasi dari bulan januari – november di bulan desember 2014) kira – kira gimana ya pak, padahal paling lambat kan pembayaran tanggal 15 bulan berikutnya. kode akun dan kode setorannya brp? terima kasih

    Balas
  49. syahril
    syahril says:

    Met mlm pak, PPh 1% final omzet tdk melebih 4,8 m mulai juli 2013, pertanyaannya perusahaan ada penjualan barang apakah PPN keluarnya di perhitungkan juga Pak krn menurut Peraturan Perusahaan Omzet tdk melebih 4,8 m PKP-nya di cabut. apakah perusahaan membayar, menyetor, melaporakan ?

    terima kasih

    Balas
  50. haries
    haries says:

    Selamat pagi pak,,,, Perusahaan saya terdapat lebih bayar yang banyak atas setoran PPh 25 badan di tahun 2013 atas kurangnya informasi sy terhadap PPh 4 ayat 2 sebesar 1% dari peredaran bruto. Yang saya mau tanyakan, apakah kelebihan bayar perusahaan saya di PPh 25 Badan Tahun 2013 dapat di PBK ke PPh 4 ayat 2 Tahun 2014???lalu Apakah perusahaan saya sudah tidak diwajibkan lagi setor PPh 25 Badan jika telah melakunan Setoran PPh 4 ayat 2 ??? mohon bantu pencerahannya kepada saya.,,,,
    terima kasih

    Balas
  51. siwi
    siwi says:

    Saya mau tanya, cara mengitungnya bagaimana? Apakah sebelum dimasukan PPN atau sesudah dimasukan PPN
    Sebelumya terima kasih

    Balas
  52. octa
    octa says:

    malam pak dwi,

    saya mau bertanya, sya buka usaha berbentuk PT. dan sudah PKP, selama ini hanya membayarn PPN saja,
    usaha saya ini sudah berjalan sejak januari 2014, tapi saya baru tahu pajak final 1% hari ini, bulan depan yaitu bulan desember saya akan bayarkan pajak 1% dari penghasilan bruto, namun bagaimana kelanjuta pengisian SPT tahunan nya karena selama bulan januari sampai november saya belum bayar..
    mohon pencerahannya terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi pak Okta
      Jika di tahun 2014 ini memang memenuhi ketentuan sebagai pengusaha kecil yg wajib PPh final 1% maka sejak januari-november atas penghasilan kotor bulanan juga disetorkan 1% sebagai pajak UKM-nya

      Balas
  53. Nita
    Nita says:

    Selamat Pagi pak Dwi,

    Tolong dibantu Pak, Perusahaan di tempat saya bekerja menggunakan PP 46 dimana terdapat PPH 23 dan PP 46 kurang bayar. Untuk PP 46 bisa terjadi kurang bayar karena kesalahan hitung pihak admin. Yang menjadi persoalan bagaimana cara mensiasati lebih bayar pada saat lapor SPT tahunan? Apakah perusahaan tempat saya bekerja tidak perlu membayar PP 46 yang kurang bayar sampai pada saat lapor SPT tahunan agar tidak terjadi lebih bayar dengan konsekuensi kena denda admin ?
    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas jawabannya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam bu Nita
      Jika SSP PPh 23 yang disetor pemotong tersebut jumlahnya hanya atas perusahaan ibu saja, maka bisa diajukan Pbk. Namun jika PPh 23 yg dipotong atas beberapa rekanan maka perusahaan ibu tetap harus setor kekurangan pajak 1%-nya. dan dimungkinkan SPT Tahunannya jadi lebih bayar. Ibu nggak perlu khawatir selama administrasi pajak perusahaan baik, pasti akan direstitusi tanpa ada kendala.

      Balas
  54. umaryanto
    umaryanto says:

    Saya punya CV belum setahun dan omset bruto perbulan sekitar dibawah 20 jt, saya belum bayar dari awal sampai sekarang, apa yang harus saya lakukan pak ,Tks

    Balas
  55. puji sri lestari
    puji sri lestari says:

    Pak kalau usaha kita di luar daerah sementara kitanya di jakarta utk pembayaran pajak 1% nya di lokasi usaha atau lokasi pemilik NPWP pak ? terima kasih atas jawabannya

    Balas
  56. eli
    eli says:

    pa saya mau bayar pajak PPH pinal UKM yg 1% secara online, tetapi saya tidak faham gimana cara terbitkan kode billingnya, cara input data ini gimana? Format: No Urut/Jenis SKP/Tahun Pajak/Kode KPP/Tahun Terbit ? terimakaish sebelumnya 🙂

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan Eli
      Sepengetahuan saya untuk billing system, yg perlu diinpu adalah memilih jenis pajak, jenis setoran dan masa pajak. Sedangkan yg perlu diisi adalah Tahun pajak, No SK (Jika ada STP atau SKPKB) dan jumlah rupiah yg akan dibayar.
      Namun jika rekan membutuhkan sesuai data diatas maka isikan tahun pajak, dan kode KPP. Saya belum pernah tahu untuk yg isian nomor urut atau SKP seperti yg saudara Eli alami

      Balas
  57. Elsa
    Elsa says:

    Pak, mau nanya..
    Pph final 1% ini apakah dihitung dari omzet sebelum Pajak?
    dan jika transaksinya dalam USD, apakah perhitungan utk pembayaran nya dikalikan rate Pajak pd saat FP diterbitkan atau atau menggunakan rat epajak pada saat pembayaran?
    Mohon pencerahaannya. Terima kasih

    Balas
  58. andrew
    andrew says:

    pak,

    kalau saya ada kerja di PT dan dapat gaji

    tapi di luar kerjaan tetap saya juga ada usaha sampingan dengan omset di bawah 4.8 milyar

    apa kah saya bisa pakai PP46 atau harus pakai norma utk hasilan tambahan saya?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Andrew
      Untuk pekerjaan diluar sebagai karyawan itu bidang usahanya sebagai apa pak? jika sebagai pekerja bebas maka menggunakan norma, selain pekerjaan bebas maka setor pajak 1%.

      Balas
      • andrew
        andrew says:

        jual baju pak lewat kaskus.

        di SPT jadinya gimana kita lapor? dan gimana hitung laba yang jadi sah uang pemasukan yang kami laporkan di SPT selain dari gaji?

        Balas
  59. andrew
    andrew says:

    siang pak,

    saya mau tanya . apa bila saya kerja di PT yang terima gaji

    saya juga ada usaha beli/jual baju di luar pekerjaan saya

    apa kah pp 46 masih berlaku?

    omzet sekitar 50 jt per bulan

    Balas
  60. Ibu Tina
    Ibu Tina says:

    Pak saya mau bertanya..perusahaan saya adalah Pengembang Perumahan Sederhana..dari omzet penjualan rumah jika setahun tidak melebihi 4.8 M maka saya diharuskan membayar 1% dari bruto omzet mohon penjelasannya pak

    Balas
  61. doni
    doni says:

    saya ada 3 penjualan kena pajak pada bulan mei 2014, 2 oleh swasta dan 1 pemerintah, oleh pemerintah saya dikenakan pasal 22, saya belum menggunakan SKB (dalam proses), untuk menghitung omset untuk pengenaan pph final 1% apakah semuanya (ketiga-tiganya) atau yang swasta saja? thanks

    Balas
  62. Sore pak Dwi, saya mau tanya.. Saya Penyedia Barang (Alkes dan Obat) yang bertransaksi dengan bendahara pemerintah mengenai pph pasal 22 apa saya bisa minta SKB di KPP, trus saya tidak perlu lagi dipotong oleh bendahara pemerintah 1,5%.. karena saya terle
    Sore pak Dwi, saya mau tanya.. Saya Penyedia Barang (Alkes dan Obat) yang bertransaksi dengan bendahara pemerintah mengenai pph pasal 22 apa saya bisa minta SKB di KPP, trus saya tidak perlu lagi dipotong oleh bendahara pemerintah 1,5%.. karena saya terle says:

    Sore pak Dwi, saya mau tanya.. Saya Penyedia Barang (Alkes dan Obat) yang bertransaksi dengan bendahara pemerintah mengenai pph pasal 22 apa saya bisa minta SKB di KPP, trus saya tidak perlu lagi dipotong oleh bendahara pemerintah 1,5%.. karena saya terlebih dahulu membayar pph pasal 4 ayat 2 (PP 46) mohon pencerahannya Pak?

    Balas
  63. IDA
    IDA says:

    Selamat siang pak ! saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor & supplier ! danomset kami masi dibawah 4.8 M ! apakah kami harus membayar 1% tersebut kan pendapatan dari kontraktor sudah dipotong PPH

    THANKS

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam bu Ida
      Untuk kontraktor atau penghasilan ug sudah dikenakan final (konstruksi/jual/sewa tanah bangunan) tidak perlu dikenakan PP 46 lagi. Itu pengecualian dari pengenaan PP 46

      Balas
  64. teguh
    teguh says:

    selamat pagi pak Dwi,
    mau tanya mengenai pajak PPh final 1%, CV kantor saya bekerja bergerak dalam usaha perdagangan/supplier, berdiri tahun 2009, omset sampe dengan sekarang masih dibawah 4,8M setahun. apakah CV kami wajib bayar Pajak PPh final 1 % ?, soalnya sampe sekarang kami belum pernah membayar PPh final 1% tersbut, dan baru sekarang akan membayarnya.

    atas pencerahannya, sebelumnya sy ucapkan matur nuwun

    Balas
  65. Bony
    Bony says:

    Pak, apabila omset dibawah 4,8 masih bisa pake sistem pembukuan atau pasal 25 (berdasarkan perhitungan yang lama)…?
    berhubung yang baru sangat merugikan pengusaha kecil..trims

    Balas
  66. Hermanto
    Hermanto says:

    Pak, kalau tidak ada omset dalam satu bulan (sudah tidak beroperasional). Apakah WP tetap harus laporkan SSP Nihil

    Terima kasih

    Balas
  67. yoppie
    yoppie says:

    pak, bulan juli-des 2013 udah setor pph25.. tapi seteleh di hitung untuk pajak 1% dr omzet ternyata kurang bayar.. apakah hanya perlu setor lagi kekurangannya saja (pakai 6ssp) dan tidak perlu pemindhbukuan? mohon pencerahan

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi pak Yoppie, tetep harus ajukan Pbk pak, karena jika tidak ya KPP hanya membaca setoran PPh final tsb hanya dari selisih kurangnya saja.

      Balas
  68. Ulfa
    Ulfa says:

    Pak, jika saya sebelumnya pd periode juli-des belum menyetorkan pph final 1% (OP) dan baru sekarang ingin membayarnya, apakah pengisian SSP nya bisa diakumulasikan (Jul-Des) atau harus 6 SSP (SSP/bulan). Mohon pencerahannya pak… TQ

    Balas
  69. Sumarna
    Sumarna says:

    Malem Pak, saya pemasok/ rekanan instansi pemerintah. mohon pencerahan apakah pindah bukuan dari pph 22 ke 1% ada batas waktunya ?
    saya sudah mengajukan SKB tapi tidak disetujui karena(kesulitan melengkapi lampiran SPK yang biasanya proses pembuatannya terlambat. Kemudian Jumlah yang dipindahbukukan itu sejumlah PPH 22 yang 1,5% atau cukup 1 % saja. kami tunggu balasan. Terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Marna
      Yang jadi lampiran Pbk adalah SSP lembar ke-1 asli, tanpa SPK gpp. Jumlah yg dipindahkan kan 1,% jadi yg ke PP 46 1% sisany bisa pajak/masa lain. 5 tahun sepertinya untuk jangka waktunya, selama PPh 22 tsb belum jadi kredit pajak, maka bisa dipindahbukukan.

      Balas
  70. Alfian
    Alfian says:

    Selamat siang Pak Dwi, mau nanya sedikit mengenai SSP. Kalau untuk PPh Badan yang kurang bayar, apakah masa pajak yang ada di SSP disilang semua ? Atau hanya masa Desember saja, karena ada beberapa teman saya yang memberi silang pada semua masa pajak di SSP. Untuk kodenya sendiri tetap 411126-200 ? Mohon pencerahannya pak. Terima kasih sebelumnya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Alfian
      Untuk penyetoran pajak tahunan tidak perlu disilang pada salah satu masa pajak atau seluruh masa pajak, karena kode akhiran 200 ketika diinput teller pos/bank maka sudah menandakan bahwa itu pajak tahunan.

      Balas
  71. Fidah
    Fidah says:

    Pak, saya mu tanya dan mohon solusi nya.

    Saya belum pernah setor pajak pp46 dari bulan juli 2013 s.d jan 2014. karena saya bukan berasal dari pajak tetapi mendapatkan amanat untuk ngurus pajak maka saya suka telat mendapat kabar ttg update pajak terbaru. Selama bulan juli 2013 – jan 2014 saya setor pajak 25 (dan angsuran nya lebih kecil dari pp 46, biasanya saya setor Rp.56.890, berarti klo dihitung dari bulan juli 2013 s.d jan 2014 total yang sudah saya setor untuk pph psl 25 itu sebesar Rp. 398.230) Dan selama bulan juli 2013 s.d jan 2014 ada pemasukan sebanyak 4 kali yaitu pd bulan juli 2013 sebesar 6jt, sep 50 jt, des 64 (plus PPN) dan jan 2014 40jt. klo seperti ini, bagaimana cara pemindahan buku nya ya pak? dan apakah jika sudah dsetor harus dilaporkan?

    Mohon penjelasannya pak. klo bisa, mohon kasih contoh srt pemindahan bukuna jika kasus seperti ini.

    terima kasih banyak.

    Balas
  72. anggie
    anggie says:

    pak,

    omzet masuk kategori PP 46, tidak pernah bayar pajak 1%, belum menyampaikan SKB, pajak jan – juni 2013 nihil karena laporan keuangan rugi tahun kemarin. Untuk PP 46 apakah bisa diakumulasikan dan dibayar jan 2014 ini?…cara setor dan pelaporannya bagaimana??….

    Balas
    • tere
      tere says:

      pak , saya ingin tanya kalau pajak motor itu paling lambat bayar bulan apa yah ?
      apakah dia sama dengan kita ambil tgl motor ?
      atau sama dengan spt tahunan ? dan lewat dari jatuh tempo kena denda ?
      apakah seperti itu ?
      atau apak berpendapat lain ?

      Balas
      • Dwi Utomo
        Dwi Utomo says:

        Siang bu Tere
        Pajak motor itu bagian dari pajak daerah, sementara pajak tahunan itu masuk kategori pajak pusat. Untuk pajak motor (deadline, sanksi) saya kurang tahu bu, bisa ditanyakan di samsat/dispenda atau mungkin ada pembaca lain yg mengerti 🙂
        Untuk pajak tahunan (pribadi) jatuh tempo akhir bulan ke-3 dan ada sanksi Rp.100.000 atas keterlambatan pelaporan.

        Balas
  73. Lia
    Lia says:

    Siang Pak Dwi, Perusahaan saya termasuk yang memiliki peredaran bruto tertentu, kalo sudah terlanjur dipotong pph 22 dan 23 bisa dipindah bukukan ke pph final nggak ya Pak ?… ( mengacu 88/KMK.04/1991 )mohon pencerahannya.. terimakasih..

    Balas
  74. agus
    agus says:

    slamat siang pak dwi…minta tlong mw tanya..apakah untuk selisih lebih bayar pph 25 atas PPh final 1% bulan sekarang bisa di PBK untuk selisih kurang bayar bulan sebelumnya ? terima kasih.. 🙂

    Balas
  75. Melin
    Melin says:

    Selamat siang…
    Kalau sudah dikukuhkan sebagai PKP apakah wajib memungut PPN?, misal sebuah perusahaan jasa konsultan. kalau ada PPN, bukankah hanya akan ada PPN keluaran saja dan PPN masukanya tidak ada?
    Terima kasih

    Balas
  76. I Putu Adnyana
    I Putu Adnyana says:

    Selamat Pagi Pak Dwi,seandainya saya telah menyetor Pajak Bulan Juli 2013,dengan Kode (411125)(100) tetapi kalau dihitung ternyata jumlahnya lebih besar dari perhitungan omset Juli dikalikan 1% apa boleh dikompensasi/dipindah bukukan ke masa Pajak Nopember dan Desember?
    dan bagaimana format pemindahbukuan untuk kejadian tersebut diatas?

    Balas
  77. Firdaus
    Firdaus says:

    Yth pak Dwi,

    Perusahaan saya PKP, omzet usaha dibawah 4,8M pajaknya 1%. Akan tetapi setiap invoice yang dikeluarkn dipotong pph 23 sebesar 2%. Apakah pph 23 bisa diperhitungkan agar tidak bayar sebesar total 3%. Terima kasih

    Salam,

    Firdaus

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi yth pak Firdaus
      Terlanjur dipotong PPh 23 2% bisa jadi karena bapak tidak menyerahkan legalisir SKB ke rekanan. Jika seperti itu, maka solusinya tetap menjadi kredit pajak di SPT Tahunan, kecuali pak Firdaus sudah punya SKB PPh 23 dan sudah menyerahkan legalisirnya juga tetapi masih dipotong, makauangnya bisa diminta kembali. Untuk dipindahbukukan tidak bisa pak

      Balas
  78. DFA
    DFA says:

    Mohon maaf pa’ saya mau nanya kalau misalnya kita sudah setor SSP bulan september misalnya tapi masih ada yang ketinggalan dan baru dibayar pada bulan oktober, bagaimana cara lapornya pa’

    mohon infonya.

    tks

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore rekan
      Untuk membuat SPT pembetulan, bayar dulu pajaknya jika ada yang kurang, kemudian buat SPT pembetulan, lampirkan SSP tsb di SPT pembetulan, dan kopi kembali arsip SPT yg salah. Dan laporkan ketiganya (SPT pembetulan, SSP kurang bayar, SPT sebelumnya). Bisa baca disini pak.

      Balas
  79. Theodorus
    Theodorus says:

    Pak dwi bin salabin hilang 2 per tanya anda atau di jawab?
    gimana ptpk untuk PP 46?
    limit omset berapa harus bayar Rp.236350000/bln ?
    tntu
    jaangan prok 2 x ayo dibantu yah?
    biar jelas dan terbuka

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam pak Theo
      Mohon maaf tadi saya ada kerjaan, jadi baru bisa balas sekarang.

      Saya bingung yg pertanyaan hilang yg mana pak?
      Untuk PTKP tidak diperhitungkan pada PP 46 karena omset pada juli-des sudah disetor 1% secara final yang artinya pajak 1% sudah tidak perlu dhitung lagi. Tetapi karena aturan ini mulai berlakunya sejak juli, maka ada penghasilan yang tetap dikurangkan dengan PTKP, yaitu penghasilan jan-jun. Makanya itulah kenapa ada 2 hitungan pajak untuk tahun pajak 2013 ini. Bisa dilihat disini praktek hitungannya pak

      Balas
  80. vina
    vina says:

    salam kenal pak dwi..
    saya ingin bertanya sedikit tentang pp 46 ini, saya salah satu pelaku umkm, untuk masa juli dan agustus saya salah setor, dengan menyetorkan pph mekanisme biasa bukan final 1%, seperti yang Bapak jelaskan diatas mengenai pemindahbukuan tsb, apa bisa bapak jelaskan lbh lanjut bagaimana cara melakukannya? lalu karena masih bingung akhirnya masa september belum saya setor apapun, tolong solusinya pak..trims

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Vina, salam kenal juga
      Ibu harus hitung dulu pajak 1% atas bulan juli & agustus, bandingkan mana yang lebih besar. Jika lebih besar PPh 25 (misal PPh 25 juli 1jt, PP 46 juli 500rb) maka bisa di-Pbk ke 411128-420 Juli 500rb dan sisanya bisa di Pbk juga ke agustus 500rb.
      Di postingan saya ada contoh penulisan di permohonannya juga, sika masih kurang jelas, silahkan saja berkirim email langsung ke dwiut86@gmail.com

      Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pak Han
      Sudah saya coba barusan dan ada, setelah pilih 411128, tungguin sebentar nanti dibawahnya akan muncul termasuk kode 420. Lagi loading perkiraan saya, jika koneksi internet lancar pasti bisa me-load.
      ini screenshootnya

      Balas
  81. agustinah
    agustinah says:

    Tq ada Blog ini, Pak,gimana dengan kita yg punya perusahaan Konstruksi tapi ada dapat kerjaan pengadaan karena perusahaan kita bukan konstruksi murni.Gimana penyetoran PPH Final Pasal 4 ayat 2 nya?????

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Untuk yang penghasilan konstruksi tetap dikenakan PPh Final dengan tarif konstruksi. Sedangkan dari kegiatan pengadaan dikenakan PP 46. Penyetoran tetep sama seperti artikel diatas, atas omset non konstruksi kalikan dengan 1% dan disetor sesuai contoh. Untuk pelaporannya di SPT nanti ada dua yang diisi, penghasilan dari final dan penghasilan lainnya (PP 46)

      Balas
  82. Henry
    Henry says:

    Siang Pak,
    tolong tanya, kalau saya memiliki lebih dari 1 toko, pembayaran 1% omset ini digabung dalam satu ssp?
    terima kasih sebelumnya.

    Balas
      • Henry
        Henry says:

        terima kasih pak, cepat sekali responsnya 🙂
        Lalu, di form SSP ada isian NOP dan Nomor ketetapan apakah ini dibiarkan kosong?

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Kebetulan lagi senggang & online pak 🙂
          Dikosongkan saja pak.
          NOP diisi jika ada pelunasan PBB dan No. Ketetapan diisi jika ada pelunasan Surat ketetapan Pajak atau Surat Tagihan Pajak

          Balas
  83. ruslan
    ruslan says:

    Met malam Pak Dwi, Bagaimana dengan usaha persewaan tenda dan kursi yang merupakan usaha perorangan/pribadi. Apakah juga mengikuti aturan PP no 46 tahun 2013 tersebut ? terimakasih sebelumnya

    Balas
  84. Ade
    Ade says:

    Saya masih belum ngerti pajak.. Saya punya toko UKM (baru setahun) didatangi ama orang pajak (AO) suruh bayar pph 25 tiap bulan (0,75% x omzet bruto bulan) & setor rutin via kantor pos (sejak Feb’13-Sep’13). Terus kemarin, diberitahu teman tentang peraturan baru ini PP No. 4 / 2013, yg skrg setornya 1%, apa yg sy lakukan ? Brarti bln ini sy harus setor 1% x omzet bruto (artinya yg kmarin 0,75% naik jadi 1% ?) atau dobel bayarnya ? Sy mau isi di SSP takut salah, liat contoh di halaman Anda tdk bisa (error). Mohon bantuannya.. Thx.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika pak Ade dihimbau untuk setor 1% artinya usaha bapak bisa dikategorikan wajib PP 46. Jadi ke depannya cukup setor 1% dulu. Tidak perlu dua-duanya/dobel.
      Terimakasih atas masukannya pak, gambar sudah saya perbaiki, bisa dilihat diatas

      Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] bagaimana? Apakah sebelum dimasukan PPN atau sesudah dimasukan PPN Sebelumya terima kasih Download Pajak 1% ? PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3 … | […]

  2. […] diinpu adalah memilih jenis pajak, jenis setoran dan masa pajak. Sedangkan yg perlu diisi … Download Pajak 1% ? PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3 … | […]

  3. […] diinpu adalah memilih jenis pajak, jenis setoran dan masa pajak. Sedangkan yg perlu diisi … Download Pajak 1% ? PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3 … | […]

  4. […] diinpu adalah memilih jenis pajak, jenis setoran dan masa pajak. Sedangkan yg perlu diisi … Download Pajak 1% ? PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3 … | […]

  5. […] diinpu adalah memilih jenis pajak, jenis setoran dan masa pajak. Sedangkan yg perlu diisi … Download Pajak 1% ? PP 46 Tahun 2013 –Tata Cara Setor? (3 … | […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *