Pajak (Tidak Final) atas Hadiah, Penghargaan, Bonus

Di postingan sebelumnya saya telah menulis pajak final atas hadiah undian Disana dijelaskan atas hadiah undian dikenakan pajak 25% yang bersifat final dan penyelenggara undian wajib memotong hadiahnya dulu 25% dan membuatkan bukti potong finalnya. kali ini adalah pajak atas hadiah yang tidak final, artinya nanti pajaknya bisa dijadikan kredit ataupun memberikan pengaruh terhadap SPT Tahunan si penerima hadiah. Dan di akhir artikel ada penjelasan hadiah mana saja yang tidak dikenakan pajak/hadiah bebas pajak.

HADIAH YANG DIKENAKAN PPh YANG BERSIFAT TIDAK FINAL

  1. Hadiah atau penghargaan perlombaan, penghargaan, dan hadiah sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan lainnya (bersifat tidak final)
  • Atas hadiah atau penghargaan perlombaan, penghargaan, dan hadiah sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan lainnya dikenakan PPh dengan ketentuan sebagai berikut :  (Pasal 2 ayat (2) KEP-395/PJ/2001)

a. Dalam hal penerima penghasilan adalah orang pribadi Wajib Pajak dalam negeri, dikenakan PPh Pasal 21 sebesar tarif Pasal 17 UU No. 36 Tahun 2008

      • Hadiah atau penghargaan perlombaan adalah hadiah atau penghargaan yang diberikan melalui suatu perlombaan atau adu ketangkasan
      • Berdasarkan  pasal 3 huruf f PER-31/PJ/2012 Orang Pribadi ini dikategorikan sebagai peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan.
      • Penghitungan PPh Pasal 21 nya adalah Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh X jumlah penghasilan bruto untuk setiap kali pembayaran yang bersifat utuh dan tidak dipecah, yang diterima oleh peserta kegiatan (Pasal 16 ayat (2) huruf b PER-31/PJ/2012)
      • Hadiah sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan lainnya adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh penerima hadiah

b. Dalam hal penerima penghasilan adalah Wajib Pajak luar negeri selain BUT, dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%  dari jumlah bruto dengan memperhatikan ketentuan dalam P3B yang berlaku

c. Dalam hal penerima penghasilan adalah Wajib Pajak badan termasuk BUT, dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 15% dari jumlah penghasilan bruto

MAP: 411124
KJS: 100

HADIAH YANG TIDAK DIKENAKAN PPH (Pasal 3 KEP-395/PJ/2001)

  1. Hadiah langsung dalam penjualan barang atau jasa sepanjang diberikan kepada semua pembeli atau konsumen akhir tanpa diundi, dan
  1. Hadiah tersebut diterima langsung oleh konsumen akhir pada saat pembelian barang atau jasa.

Kesimpulannya:

-Jika WP OP maka kena PPh Psl 21 seperti huruf a

-Jika WP LN kena PPh Psl 26 20%

-Jika WP Badan kena PPh Psl 23 15%

-Jika terima hadiah langsung saat beli barang (misal beli motor dapat helm, beli HP dapat antigores, beli rumah dapat TV) maka tidak dikenakan pajak atas hadiah tersebut

Apapun hadiahnya adalah berkah jadi nggak perlu ngedumel kalau dipotong pajak 🙂

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini