Format Baru SKB Baru (PER-32/PJ/2013)

JEBBREETT !! :mrgreen: Pyuhh.. ๐Ÿ˜†

Terjawab sudah penantian bagi para pegiat usaha. Setelah sekian lama WP bertanya-tanya apakah ada peraturan baru tentang format SKB terkait dengan PP 46? Di PMK 107/PMK.11/2013 disebutkan permohonan SKB mengikuti PER-1/PJ/2011, dan itu pula yang membuat saya memposting tata cara permohobnan SKB disini, tetapi disebutkan juga di PMK 107 akan diterbitkan Perdirjen baru tentang SKB dan itu terwujud melalui PER-32/PJ/2013 tentang TATA CARA PEMBEBASAN DARI PEMOTONGAN DAN ATAU PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN BAGI WAJIB PAJAK YANG DIKENAI PAJAK PENGHASILAN BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI USAHA YANG DITERIMA ATAU DIPEROLEH WAJIB PAJAK YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU yang baru terbit tanggal 25 september kemarin.

Pertanyaan berikutnya apakah format SKB diย PER-1/PJ/2011 dianggap tidak berlaku/dihapus? Surat Keterangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-1/PJ/2011 bagi Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, tetap berlaku sampai dengan akhir tahun pajak bersangkutan. Artinya terhitung sejak 25 September 2013, permohonan SKB menggunakan format sesuai Per-32.

Selanjutnya bagaimana cara mengajukan SKB baru ini?

Cara Mengajukan SKB PPh Format Baru (pasal 4 ayat 1 PER-32/PJ/2013)

  1. Diajukan ke KPP tempat Wajib Pajak Menyampaikan SPT Tahunan
  2. Telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak sebelum Tahun Pajak diajukan permohonan, untuk Wajib Pajak yang telah terdaftar pada Tahun Pajak sebelum Tahun Pajak diajukannya Surat Keterangan Bebas
  3. Menyerahkan surat pernyataan yang ditandatangani Wajib Pajak atau kuasa Wajib Pajak yang menyatakan bahwa peredaran bruto usaha yang diterima atau diperoleh termasuk dalam kriteria untuk dikenai Pajak Penghasilan bersifat final disertai lampiran jumlah peredaran bruto setiap bulan sampai dengan bulan sebelum diajukannya Surat Keterangan Bebas, untuk Wajib Pajak yang terdaftar pada Tahun Pajak yang sama dengan Tahun Pajak saat diajukannya Surat Keterangan Bebas;
  4. Menyerahkan dokumen-dokumen pendukung transaksi seperti Surat Perintah Kerja, Surat Keterangan Pemenang Lelang dari Instansi Pemerintah, atau dokumen pendukung sejenis lainnya.
  5. Ditandatangani oleh Wajib Pajak, atau dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Undang-Undang KUP.

Apakah Satu SKB Boleh Untuk Beberapa Kali Pemotongan?

Berdasarkan pasal 4 ayat (1) PER-32/PJ/2013 diajukan untuk setiap pemotongan dan/atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21, Pasal 22, Pasal 22 impor, dan/atau Pasal 23. Misalkan ada SKB untuk PPh 22, kemudian ajukan lagi SKB untuk PPh 23 dst.

 

Berapa Lama Proses Penerbitan SKB?

5 (lima) hari sejak surat permohonan diterima lengkap (pasal 5 ayat 1 PER-32/PJ/2013)

 

Kapan Kadaluarsa/ Jatuh Tempo / Masa Berlaku SKB Yang Dikabulkan ?

Surat Keterangan Bebas berlaku sampai dengan berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan (pasal 6 PER-32/PJ/2013)

 

SKB Asli atau Fotokopi Yang Diberikan ke Pemotong?

Fotokopi SKB yang telah dilegalisasi KPP (pasal 7 ayat 1 PER-32/PJ/2013)

 

Bagaimana Cara Meminta Fotokopi SKB Legalisir? (pasal 7 ayat 2 PER-32/PJ/2013)

  1. Permohonan legalisasi fotokopi Surat Keterangan Bebas diajukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak menyampaikan kewajiban Surat Pemberitahuan Tahunan dengan syarat:
  2. Menunjukkan Surat Keterangan Bebas sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (1);
  3. Menyerahkan bukti penyetoran Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu untuk setiap transaksi yang akan dilakukan dengan pemotong dan/atau pemungut berupa Surat Setoran Pajak lembar ke-3 yang telah mendapat validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara, kecuali untuk transaksi yang dikenai pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas:
    1. Impor;
    2. Pembelian bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan pelumas;
    3. Pembelian hasil produksi industri semen, industri kertas, industri baja, industri otomotif dan industri farmasi;
    4. Pembelian kendaraan bermotor di dalam negeri;
  4. Mengisi identitas Wajib Pajak pemotong dan/atau pemungut Pajak Penghasilan dan nilai transaksi pada kolom yang tercantum dalam Surat Keterangan Bebas.
  5. Ditandatangani oleh Wajib Pajak, atau dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Undang-Undang KUP.

 

Berapa Banyak Fotokopi SKB Yang Bisa Diajukan Legalisasi ?

Fotokopi Surat Keterangan Bebas diajukan dalam rangkap 3 (tiga), yaitu: (pasal 7 ayat 3 PER-32/PJ/2013)

  1. Satu lembar untuk Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak menyampaikan kewajiban Surat Pemberitahuan Tahunan;
  2. Satu lembar untuk diserahkan Wajib Pajak kepada Wajib Pajak pemotong dan/atau pemungut;
  3. Satu lembar untuk diserahkan kepada Kantor Pelayanan Pajak tempat pemotong dan/atau pemungut terdaftar

 

Berapa Lama Proses Legalisasi Diproses?

Legalisasi fotokopi Surat Keterangan Bebas dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja sejak permohonan legalisasi diterima lengkap (pasal 7 ayat 4 PER-32/PJ/2013)

 

Dimana Saya Bisa Download Surat Permohonan, Surat Pernyataan, Surat Legalisir SKB?

Silahkan..

Semoga bermanfaat bagi pembaca semua ๐Ÿ™‚

76 Comments

  1. ismail Nov 29, 2016
    • Dwi Utomo Nov 29, 2016
  2. Ares Jun 6, 2016
  3. passa Nov 5, 2014
    • Dwi Utomo Nov 18, 2014
  4. RINI AFRIANI Oct 30, 2014
    • Dwi Utomo Oct 30, 2014
  5. meynia Oct 23, 2014
    • Dwi Utomo Oct 28, 2014
  6. Jual Rumah di Jakarta Oct 22, 2014
    • Dwi Utomo Oct 28, 2014
  7. farida Oct 9, 2014
    • Dwi Utomo Oct 9, 2014
  8. umar hadi Oct 3, 2014
    • Dwi Utomo Oct 3, 2014
  9. umar hadi Jun 27, 2014
    • Dwi Utomo Jul 2, 2014
  10. umar hadi Jun 27, 2014
    • Dwi Utomo Jul 2, 2014
  11. ambar May 13, 2014
    • Dwi Utomo May 13, 2014
  12. irhamsoni Apr 2, 2014
    • Dwi Utomo Apr 3, 2014
  13. indri Jan 30, 2014
    • Dwi Utomo May 16, 2014
  14. Agustin Dec 31, 2013
    • Dwi Utomo May 16, 2014
  15. wiwin Dec 13, 2013
    • Dwi Utomo Dec 17, 2013
      • wiwin Dec 17, 2013
        • Dwi Utomo Dec 18, 2013
  16. adi Dec 3, 2013
    • Dwi Utomo Dec 3, 2013
      • irhamsoni Apr 2, 2014
        • Dwi Utomo Apr 3, 2014
  17. putri Nov 20, 2013
    • Dwi Utomo Nov 20, 2013
  18. Diana Nov 18, 2013
    • Dwi Utomo Nov 18, 2013
  19. donita Nov 15, 2013
    • Dwi Utomo Nov 16, 2013
  20. vivi Nov 14, 2013
    • Dwi Utomo Nov 14, 2013
      • vivi Nov 14, 2013
        • Dwi Utomo Nov 15, 2013
          • vivi Nov 15, 2013
            • Dwi Utomo Nov 15, 2013
  21. Tatang Oct 23, 2013
    • Dwi Utomo Oct 23, 2013
  22. Gerald Oct 18, 2013
    • Dwi Utomo Oct 18, 2013
      • Dwi Utomo Oct 22, 2013
  23. Gerald Oct 16, 2013
    • Dwi Utomo Oct 16, 2013
      • Gerald Oct 16, 2013
        • Dwi Utomo Oct 16, 2013
          • Gerald Oct 17, 2013
        • Dwi Utomo Oct 17, 2013
          • Gerald Oct 18, 2013
          • Dwi Utomo Oct 18, 2013
  24. septi Oct 6, 2013
    • Dwi Utomo Oct 7, 2013
  25. Kugy Hartono Oct 5, 2013
    • Dwi Utomo Oct 5, 2013
  26. Lilis Oct 3, 2013
    • Dwi Utomo Oct 3, 2013
      • obi Nov 15, 2013
        • Dwi Utomo Nov 15, 2013
          • obi Nov 15, 2013
          • Dwi Utomo Nov 16, 2013
  27. sigitdwinugroho Oct 2, 2013
    • Dwi Utomo Oct 2, 2013
  28. ariz Sep 27, 2013
    • Dwi Utomo Sep 27, 2013
  29. Adi Sep 27, 2013

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini