Haruskah Setiap PT dan Badan Hukum Lain Diaudit?

SPT BADAN DIAUDIT

Info ini tidak terlalu berguna bagi Anda, tetapi menjelang pelaporan SPT Badan pasti ada saja yang menanyakan tentang ini. Pernahkah ketika mengisi atau membuat SPT tahunan PPh Badan, Anda berhenti sejenak di box bagian bawahnya identitas dan bingung memilih, manakah yang harus diisi untuk bagian pembukuan/LK? Diaudit, Opini Akuntan atau Tidak Diaudit?Ketika saya ditanya WP seperti itu, biasanya saya bertanya balik.

“Memangnya perusahaan bapak pernah diaudit”, jawabannya hampir sebagian besar tidak. Dan sayapun sarankan untuk menyilang kotak “Tidak Diaudit”

Iseng-iseng hari ini saya membuka basis pengetahuan DJP dan menemukan info yang bisa menjawab situasi di atas.

Apakah dasar hukum PT harus diaudit oleh akuntan publik?

pasal 68 UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dijelaskan pada penjelasannya:

Kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan kepada akuntan publik untuk diaudit timbul dari sifat Perseroan yang bersangkutan. Kewajiban untuk menyerahkan laporan keuangan kepada pengawasan ekstern dibenarkan dengan asumsi bahwa kepercayaan masyarakat tidak boleh dikecewakan. Demikian juga halnya dengan Perseroan yang untuk pembiayaannya mengharapkan dana dari pasar modal.

Apa kriteria PT harus diaudit:

  1. Kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun dan/ atau mengelola dana masyarakat;
  2. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat;
  3. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;
  4. Perseroan merupakan persero;
  5. Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah peredaran usaha dengan jumlah nilai paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); atau
  6. Diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Apa risiko jika Laporan Keuangan tidak diaudit?

Pada pasal 68 ayat 2 UU PT

“Dalam hal kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dipenuhi, laporan keuangan tidak disahkan oleh RUPS”

Note: Ketentuan keharusan audit juga berlaku untuk Penanaman Modal Asing (PMA)

 

4 replies
  1. Rara
    Rara says:

    Dari seluruh kriteria PT yang harus diaudit tadi, apakah semua kriteria harus dipenuhi? Atau salah satu kriteria saja sudah cukup?

    Bagaimana apabila omsetnya diatas 50M namun merupakan perusahaan tertutup?

    Balas
  2. ricky setiawinata ng
    ricky setiawinata ng says:

    untuk cv yang tidak wajib laporan keuangan audited, apakah ada referensinya pak? maksudnya apakah ada uu/peraturan yg menyebutkan untuk cv tidak diwajibkan? seperti halnya PT yang sdh diatur dalam UU PT… atas informasinya saya ucpakn terima kasih

    Balas
  3. anjas
    anjas says:

    Bro, sy mau nanya, apakah ada perturan yang mewajibkan CV, Firma atau bentuk perusahaan lain selain PT harus di audit?

    Mohon masukannya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Perlunya diaudit adalah untuk meningkatkan trust bagi para penanam saham dan menjadi wajib sifatnya sesuai dengan UU PT pasal 68 ayat (2) agar bisa disahkan dalam RUPS.
      Sementara jika pada persekutuan, CV, firma boleh tidak diaudit karena struktur modal umumnya dari gabungan pemodal internal, kecuali perlu audit untuk tujuan tetentu maka boleh diaudit, alias nggak wajib.

      Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *