Pajak 1% PP 46. Masihkah Format SKB 2011 Berlaku?

Perhatian !
Pembaca amsyong.com yang baik hatinya. Telah terbit PER-31/PJ/2013 yang mengatur permohonan SKB dengan format baru, sehingga artikel di bawah ini tidak berlaku sejak 25/09/2013, silahkan baca tata-cara permohonan dan download formulirSKB PPh baru  disini

 

Apa kabar pembaca? Semoga dalam kondisi yang baik sabtu ini, sehingga bisa berakhir pekan dengan keluarga di rumah.
Aetikel ini pernah saya muat sebelumnya disini. Masih tentang PP 46. Saya sendiri masih menunggu-nunggu keluarnya aturan penegas tentang SKB dan teknis perhitungan untuk SPT Tahunan PPh tahun depan. Sementara disisi lain, WP sudah bergerak usahanya namun masih terdapat kesimpangsiuran salah satunya di Surat Keterangan Bebas (SKB).
SKB yang terdapat di PER-1/PJ/2011 terbit dengan tujuan untuk mengantisipasi WP tertentu dalam menghindari pajak lebih bayar. Sementara di PP 46 lebih bayar (bisa) juga terjadi. Yang membuat WP juga bingung adalah, di PER-1/PJ/2011 juga mengharuskan dalam permohonan SKB dilampiri dengan hitungan atas proyeksi pajak hingga akhir tahun yang diprediksi bakal lebih bayar jika terjadi pemotongan-pemungutan oleh pihak lain. Syarat hitungan ini kurang familiar untuk sebagian WP. Maka karena aturan baru tentang SKB belum terbit saya coba tanya ke pimpinan, masih perlukah lampiran hitungan disertakan? Jawaban beliau, “Tulis saja alasan minta SKB karena WP tersebut wajib PP 46”. Akhirnya saya sependapat, walaupun jawaban tersebut bersifat kebijakan tanpa dasar hukum namun memang sesuai dengan konteks pajak si pemohon SKB.
Sekarang kembali lagi ke pembaca sendiri, contoh diatas adalah yang terjadi di tempat kerja saya, bisa jadi di KPP lain berbeda, silahkan dikomunikasikan kembali dengan Account Representative masing-masing. Pada dasarnya SKB diterbitkan untuk mempermudah WP dalam menyusun SPT. Jangan sampai WP sudah berkontribusi membangun bangsa ini tetapi karena keterlambatan aturan terbit malah WP ( ya saya, ya Anda juga) jadi kerepotan melaksanakan kewajiban perpajakannya. Seperti kata pak haji capres bilang “Sungguh ter-la-lu” 😀

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini