Pengetahuan Umum PPh Pasal 21

Postingan kali ini saya salin dari situs basis pengetahuan DJP, berisi tanya jawab umum yang berguna bagi pembaca, bahkan diantaranya saya masih belum tahu juga. Boleh dibaca dan disalin untuk keperluan pembaca semua.  Topik kali ini tentang PPh Pasal 21, sering juga disebut pajak gaji dan ini yang sering menjadi polemik antara karyawan (solidaritas pekerja) dengan pengusaha. Simak saja di bawah berikut ini.

  1. Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 21?

Jawaban :

PPh Pasal 21 merupakan pajak:

  1. sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan, yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi Subjek Pajak dalam negeri,
  2. atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun.

(Pasal 1 angka 2 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 26?

Jawaban:

PPh Pasal 26 merupakan pajak:

  1. sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi Subjek Pajak luar negeri,
  2. atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun.

(Pasal 1 angka 3 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26?

Jawaban:

Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan, termasuk bentuk usaha tetap, yang mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak atas Penghasilan Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 26 Undang-Undang Pajak Penghasilan.

(Pasal 1 angka 4 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penyelenggara Kegiatan?

Jawaban:

Penyelenggara kegiatan adalah orang pribadi atau badan sebagai penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran imbalan dengan nama dan dalam bentuk apapun kepada orang pribadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

(Pasal 1 angka 6 PER-31/PJ/2012)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21?

Jawaban:

Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 adalah orang pribadi:

  1. dengan status sebagai Subjek Pajak dalam negeri,
  2. yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang tidak dikecualikan dalam PER-31/PJ/2012, dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan,
  3. termasuk penerima pensiun.

(Pasal 1 angka 7 PER-31/PJ/2012)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 26?

Jawaban:

Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 26 adalah orang pribadi:

  1. dengan status sebagai Subjek Pajak luar negeri,
  2. yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang tidak dikecualikan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan,
  3. termasuk penerima pensiun.

(Pasal 1 angka 8 PER-31/PJ/2012)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Pegawai?

Jawaban:

Pegawai adalah orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja, berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik secara tertulis maupun tidak tertulis, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu dengan memperoleh imbalan yang dibayarkan berdasarkan periode tertentu, penyelesaian pekerjaan, atau ketentuan lain yang ditetapkan pemberi kerja, termasuk orang pribadi yang melakukan pekerjaan dalam jabatan negeri.

(Pasal 1 angka 9 PER-31/PJ/2012)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Pegawai Tetap?

Jawaban:

Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur.

(Pasal 1 angka 10 PER-31/PJ/2012)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Pegawai Tidak Tetap Tetap/Tenaga Kerja Lepas?

Jawaban:

Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

(Pasal 1 angka 11 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penerima Penghasilan Bukan Pegawai?
Jawaban:

Penerima penghasilan Bukan Pegawai adalah orang pribadi:

  1. selain Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas,
  2. yang memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan jasa yang dilakukan berdasarkan perintah atau permintaan dari pemberi penghasilan.

(Pasal 1 angka 12 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Peserta Kegiatan?

Jawaban:

Peserta kegiatan adalah orang pribadi yang terlibat dalam suatu kegiatan tertentu, termasuk mengikuti rapat, sidang, seminar, lokakarya (workshop), pendidikan, pertunjukan, olahraga, atau kegiatan lainnya dan menerima atau memperoleh imbalan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.

(Pasal 1 angka 13 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penerima Pensiun?

Jawaban:

Penerima pensiun adalah orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima atau memperoleh imbalan untuk pekerjaan yang dilakukan di masa lalu, termasuk orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima tunjangan hari tua atau jaminan hari tua.

(Pasal 1 angka 14 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Teratur?

Jawaban:

Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Teratur adalah penghasilan:

  1. bagi pegawai tetap,
  2. berupa gaji atau upah, segala macam tunjangan, dan imbalan dengan nama apapun,
  3. yang diberikan secara periodik berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi kerja, termasuk uang lembur.

(Pasal 1 angka 15 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Tidak Teratur?

Jawaban:

Penghasilan Pegawai Tetap yang Bersifat Tidak Teratur adalah penghasilan:

  1. bagi pegawai tetap selain penghasilan yang bersifat teratur,
  2. yang diterima sekali dalam satu tahun atau periode lainnya, antara lain berupa bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), jasa produksi, tantiem, gratifikasi, atau imbalan sejenis lainnya dengan nama apapun.

(Pasal 1 angka 16 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Upah Harian?

Jawaban:

Upah harian adalah upah atau imbalan yang diterima atau diperoleh pegawai yang terutang atau dibayarkan secara harian.

(Pasal 1 angka 17 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Upah Mingguan?

Jawaban:

Upah mingguan adalah upah atau imbalan yang diterima atau diperoleh pegawai yang terutang atau dibayarkan secara mingguan.

(Pasal 1 angka 18 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Upah Satuan?

Jawaban:

Upah satuan adalah upah atau imbalan yang diterima atau diperoleh pegawai yang terutang atau dibayarkan berdasarkan jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan.

(Pasal 1 angka 19 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Upah Borongan?

Jawaban:

Upah borongan adalah upah atau imbalan yang diterima atau diperoleh pegawai yang terutang atau dibayarkan berdasarkan penyelesaian suatu jenis pekerjaan tertentu.

(Pasal 1 angka 20 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Imbalan kepada Bukan Pegawai?

Jawaban:

Imbalan kepada bukan pegawai adalah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang terutang atau diberikan kepada bukan pegawai sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan penghasilan sejenis lainnya.

(Pasal 1 angka 21 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Imbalan kepada Peserta Kegiatan?

Jawaban:

Imbalan kepada peserta kegiatan adalah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang terutang atau diberikan kepada peserta kegiatan tertentu, antara lain berupa uang saku, uang representasi, uang rapat, honorarium, hadiah atau penghargaan, dan penghasilan sejenis lainnya.

(Pasal 1 angka 22 PMK-252/PMK.03/2008)

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan Masa Pajak Terakhir?

Jawaban:

Masa Pajak terakhir adalah masa Desember atau masa pajak tertentu di mana pegawai tetap berhenti bekerja.

(Pasal 1 angka 23 PMK-252/PMK.03/2008)

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini