Seri e-SPT PPN 1111 – 6. Cara Input Pajak Keluaran

Postingan ini masih satu rangkaian dari postingan sebelumnya tentang cara mengisi faktur pajak masukan. Sekarang cara mengisi faktur pajak keluaran di e-SPT PPN 1111. Salah satu yang harus sudah dipunyai PKP sebelum mengisi pajak keluaran adalah nomor faktur elektronik. Karena faktur pajak yang diterbitkan harus sudah menggunakan nomor faktur yang dijatah dari DJP.

Contoh transaksinya sebagai berikut di bulan agustus 2013:

    • 8 Agustus 2013 menjual 2 unit printer kepada Koh Guan (NPWP 06.418.161.3-953.000) sebesar Rp 30.000.000 dengan nomor faktur 010.900-13.22200001
    • 15 Agustus 2013 Koh Guan mengembalikan 1 unit printer senilai Rp 15.000.000 dengan nomor nota retur SNR-00012
    • Selama bulan Agustus melakukan penjualan eceran produk lain (Faktur Pajak Digunggung) senilai Rp 40.000.000

Posting Data faktur Pajak Keluaran

media_1380008345263.png

Urutan langkah posting

  1. Cek dahulu jumlahnya mungkin ada salah ketik angka
  2. Klik Posting
  3. Sesuaikan dengan masa SPT
  4. Pajak Masukan ada 2 karena dari postingan sebelumnya saya input dua pembelian, PK ada 2 yang menggunakan faktur

Buka Menu Pajak Masukan

Caranya mirip dengan di artikel sebelumnya. Jika dulu untuk membuka menu pajak masukan, sekarang lewat Input Data > Pajak Keluaran. Kemudian sesuaikan bulan dan klik Tampilkan dan klik tombol Baru untuk mulai mengisi pajak keluaran

Isian untuk Transaksi 8 Agustus 2013

media_1380005135427.png

Penjelasan urutan langkah

  1. Cukup Jelas
  2. Cukup Jelas (karena PPN-nya kita setor sendiri)
  3. Cukup Jelas
  4. Tinggal input nomor NPWP
  5. Pastikan nomor faktur pajak keluar sesuai dengan yang diinput di Referensi > Jatah Faktur Pajak, jika tidak sama pasti muncuk notifikasi error
  6. Pilih tanggal penerbitan faktur
  7. Isi harga penjualannya
  8. Simpan

Isian Untuk Transaksi Tanggal 15 Agustus 2013

media_1380006478865.png

Penjelasan urutan langkah

  1. Cukup Jelas
  2. Cukup Jelas
  3. Karena pengembalian maka pilih Nota Retur/ Nota Pembatalan
  4. Dokumen yang diretur atas faktur
  5. Pilih WP-nya
  6. Isi dengan nomor nota retur
  7. Isi dengan faktur pajak yang dretur
  8. Tanggal nota retur
  9. Jumlah yang diretur
  10. Simpan

Persiapan Menginput Penjualan Tanpa Faktur Pajak (FP Digunggung)

media_1380076743890.png

klik Setting > Setting SPT PPN 1111 dan akan muncul box seperti diatas, kemudian pilih masa agustus dan ikuti klik seperti yang ditunjukkan angka

Buka Lampiran AB Untuk Mengisi Transaksi Digunggung

media_1380076910908.png

Klik SPT > Lampiran SPT 1111 > Lampiran AB

Masukkan Nilai Digungung Pada Lampiran AB

media_1380077103475.png

Urutan Langkah:

  1. Masukkan nilai DPP transaksi eceran/yang digunggung pada B.2 di kolom DPP (Rupiah) dan tekan Enter sekali
  2. Jika tidak ada transaksi lain bisa langsung klik tab Bagian III agar fungsi tombol Simapan aktif
  3. Klik Simpan
  4. Klik Cetak (jika ingin)
  5. Klik Keluar untuk menyudahi

Input PPN Kurang Bayar di Bagian II Induk SPT PPN

media_1380077476388.png

Untuk membuka Induk SPT PPN 1111

  1. Klik SPT
  2. Klik Induk SPT 1111
  3. Klik Bagian II
  4. Lihat apakah PPn tersebut kurang bayar/nihil atau LB
  5. Isi di G. PPN yang kurang bayar dilunasi tanggal, klik di Kotak kecil

Cara Isi SSP Kurang Bayar

media_1380079468564.png

Sebelum isi ini pastikan PPN kurang bayar telah disetor terlebih dahulu dan mintalah nomor NTPN di lembar Bukti Penerimaan Negara yang diberikan Kantor Pos atau Bank Persepsi.
Pada Menu Input SSP Yang Telah Dibayar

  1. Pilih Kode Akun Pajak yang sesuai (100 untuk PPN yang dipungut sendiri)
  2. Input NTPN dari BPN (Bukti Penerimaan Negara)
  3. Masukkan pajak kurang bayar
  4. isi sesuai tanggal validasi di SSP
  5. Simpan
  6. Keluar
  7. Klik Tab Bagian VI, di bagian bawah ada kotak kosong untuk mengisi Kota tempat dibuatnya SPT dan tanggal SPT akan dilaporkan di kantor pajak
  8. Simpan dan
  9. Cetak

Cetak Induk SPT PPN dan Buat CSV PPN

media_1380080048883.png

Cetak Induk SPT tidak ada masalah berarti tinggal; klik ikon print
Untuk membuat CSV, masih sama dengan pembuatan CSV PPN Nihil seperti yang pernah saya bahas disini.

  1. Klik SPT > Buat CSV
  2. Sesuaikan dengan masa PPN
  3. Klik SImpan
  4. Pilih Yes (disitu terlihat nilai SSP dengan PPN apakah sudah benar atau masih selisih)
  5. Pilih direktori tempat meyimpan file CSV (saya lebih suka 1 folder 1 satu masa PPN, biar rapi)

Share this Story

Related Posts

27 Comments

  1. jasmin

    Thursday, 3 April, 2014 at 17:16

    Sore mas,saya mau nanya sejak Thn 2014 uda berapa bulan nie saya input pajak keluaran tapi d induknya tidak terbaca,,jika saya simpan di bagian lampiran AB pasti di induknya untuk pajak keluaran tidak terbaca tapi low lampiran AB-nya tidak di simpan baru mau terbaca,,apa ada masalah sama databasenya y…..Thank,s

    Reply

    • Dwi Utomo

      Friday, 4 April, 2014 at 16:01

      Coba pastikan aplikasi e-SPT PPN sudah diupdate ke versi 1.5. Kejadian ini saya belum pernah mengalami mbak, seharusnya pada lampiran AB kan berisi ringkasan PK-PM=KB. Jika CSV bisa disimpan (setelah input SSP) maka nggak ada masalah. Mungkin langsung ke KPP terdekat dengan bawa laptop bisa diidentifikasi lebih lanjut problemnya

      Reply

  2. Dwi Satria Hamonangan

    Wednesday, 12 March, 2014 at 23:12

    selamat malam pak,sy mau belajar pajak sm bpk.
    kl cara membuat lapran spt pph 21 bulana tanpa ada transaksi masukan dan pengeluaran ( 0 ) bagaimana,terima kasih sebelumnya.

    dwi,

    Reply

    • Dwi Utomo

      Thursday, 13 March, 2014 at 08:46

      Malam bung Satria
      Ini e-SPT masa nihil untuk PPN atau PPh 21, tapi saya kasih dua-duanya aja
      Untuk PPN disini
      Untuk PPh 21 disini

      Reply

  3. fajar amri

    Friday, 7 March, 2014 at 00:45

    saya pernah ada tagihan ke bendahara dinas bulan februari saya mengeluarkan faktur pajak dan ssp ke dinas bulan februari pembayaran dinas ke kppn bulan maret dan untuk pengisian pajak keluaran di spt TANGGAL DOKUMEN diisi tanggal faktur saya ke dinas bulan februari atw diisi pembayaran dinas ke kppn?

    Reply

    • Dwi Utomo

      Thursday, 13 March, 2014 at 15:13

      Tanggal FP itu adalah tanggal pembuatan faktur pajaknya, mestinya saat FP dikirmkan ke dinas

      Reply

  4. fitri

    Thursday, 27 February, 2014 at 21:30

    Selamat malam Pak Dwi, saya mempunyai kesulitan untuk input pajak keluaran di espt. Pelanggan kami adalah non PKP. Ketika saya masukkan npwp 00000000000. Ketika akan disimpan dibilang nomor seri faktur pajak tidak sesuai jatah. Padahal sudah saya input sesuai dengan jatahnya. Bagaimana solusinya untuk ini ya Pak. Sementara utk pelanggan yg punya nomor npwp, tidak ada masalah.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Friday, 28 February, 2014 at 15:00

      Selamat sore bu Fitri.
      Setahu saya kesalahan itu memang karena ketidaksesuaian penginputan jatah nomor FP. Pastikan cek kembali atau kalau perlu hapus dan input lagi jatahnya, karena saya udah coba barusan dengan kondisi seperti diatas dan berhasil buatnya.

      Reply

  5. TYA

    Tuesday, 25 February, 2014 at 23:33

    Malam Pak, saya sudah coba ikuti. tapi saat membuka spt induk tidak ada angkanya(semua “0″). padahal saya sudah posting.
    itu bagaimana y???

    Reply

  6. Fara Dewi

    Monday, 17 February, 2014 at 18:04

    Sore mas Dwi,
    Sejak tahun 2012 perusahaan ditempat saya bekerja menerbitkan invoice dengan PPN dan juga tidak dikenakan PPN. Untuk invoice dengan PPN selama ini tetap saya laporkan sebagai pajak yang tidak digunggungkan. Yang jadi persoalan bagaimana dengan penjualan yang tidak dikenakan PPN apakah wajib dilaporkan sebagai faktur pajak yang tidak digunggungkan ya mas? Dalam hal ini kami melakukan penjualan non PPN kepada orang pribadi dan juga badan.
    Mohon bantuannya ya mas

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 17 February, 2014 at 19:54

      Sore mbak Fara
      Yg tidak ada PPN-nya tetap di input pada menu pajak keluaran tetapi detail transaksinya sesuaikan apakah dibebaskan PPN atau tidak dipungut dsb.

      Reply

  7. yanto

    Tuesday, 4 February, 2014 at 14:02

    Maaf mas, mo tanya nihh “perusahaan saya konstruksi, saya udh input di INPUT PAJAK KELUARAN dgn detail transaksi no.2 dan 3 yaitu Pemungut bendaharawan dan pemungut selain bendaharawan yg mo saya tanyakan, apakah emang gk diperlukan lagi Input SSP ya soalnya gk mau diinput lagi Penghitungan PPn kurang bayar/lebih bayarnya dengan petunjuk/informasi “Hanya SPT KURANG BAYAR yang bisa Input SSP
    Makasih sebelumnya

    Reply

    • Dwi Utomo

      Wednesday, 5 February, 2014 at 16:40

      Jika PPN-nya karena transaksi dengan bendahara dan dipungut bendahara maka tidak ada PPN kurang bayar, makanya inputan SSP tidak bisa dan tidak perlu diiput pak Yanto

      Reply

  8. Dini

    Friday, 24 January, 2014 at 16:05

    siang pak. saya mau tanya kenapa ya saat saya menginput tanggal setor pada SSP yang telah dibayar tidak bisa tanggal 23 Januari sesuai pembayaran pajaknya? tapi kalo tanggalnya saya ganti desember bisa. tapi itu masa pajak desember jadi kan tidak mungkin kalo saya input tanggalnya desember.
    terimakasih..

    Reply

    • Dwi Utomo

      Tuesday, 28 January, 2014 at 09:48

      Saya barusan coba skenario gini:
      SPT PPN Agustus 2013 KB 5.000.000 kemudian di isian SSP saya bikin tgl SSP-nya 17/09/2013 dan bisa bu Dini.
      Apakah seperti itu kondisinya?

      Reply

  9. devi

    Thursday, 2 January, 2014 at 12:58

    pagi..
    mau nanya saya mau posting pajak keluaran..tetapi tidak bisa tersimpan karna no seri faktur pajak tidak sesuai dengan jatah katanya.. sementara no faktur pajaknya sudah sesuai

    Reply

    • Irfan (co-admin)

      Friday, 3 January, 2014 at 19:18

      mohon maaf, apakah jatah nomor faktur telah direkam?
      jika belum maka memang akan keluar notifiaksi seperti itu.
      kalau belum, silakan direkam dulu di aplikasi e-SPT PPN.
      caranya: masuk menu tools<referensi<jatah faktur pajak<baru.
      kalau sudah pernah direkam, coba dicek lagi kebenarannya. barangkali kemarin ada salah ketik.
      caranya: masuk menu tools<referensi<jatah faktur pajak<dicentang dahulu, lalu klik ubah.
      demikian, semoga berhasil.

      Reply

  10. lia nur

    Monday, 23 December, 2013 at 16:55

    Siang Pak….
    maaf mo tanya gimana cara posting untuk kode pajak 080 yang bukan subjek pajak ?
    karena begitu saya posting, sistem meminta NPWP sedangkan untuk yang bukan sujek pajak tidak mempunyai NPWP.
    trims

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 23 December, 2013 at 17:29

      Sore bu Lia
      Untuk yg tidak punya NPWP bisa diisi dengan 00.000.000.0-000.000
      Semoga bisa

      Reply

  11. ica

    Monday, 2 December, 2013 at 13:38

    Cara/prosedur pengembalian no faktur pajak yang tidak terpakai bagaimana ya??
    Terima kasih

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 2 December, 2013 at 14:20

      Siang bu Ica Ada formatnya untuk surat pemberitahuan nomor faktur yg tidak terpakai. Dalam bulan ini akan saya buatkan panduannya bu, terima kasih atas masukannya.
      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      Ini artikel pemberitahuan nomor faktur yang tidak terpakai bu. Baca disini

      Reply

  12. Liling Kridawati

    Thursday, 31 October, 2013 at 18:28

    saya, entry data untuk pajak keluaran cocok semua hanya npwpnya yang salah, namun sudah terlanjur saya posting dan sudah laporkan ke kantor pajak. bagaimana cara pembetulannya?

    Reply

    • Dwi Utomo

      Friday, 1 November, 2013 at 08:44

      Pagi Bu
      Bisa buat SPT Pembetulan. Tapi sebelumnya rubah dulu data lawan transaksi yang salah NPWP-nya. Bisa dibetulkan di Tools >> Referensi >> Lawan Transaksi
      Setelah itu buat SPT pembetulannya dan saat masuk di menu pajak keluaran, tinggal klik faktur yang salah dan rubah pada NPWP-nya
      Tentang pembetulan bisa dibaca disini

      Reply

  13. Wina

    Tuesday, 28 January, 2014 at 17:20

    Ini sebenarnya ada yang bisa jawab tidak sih?
    Thank’s..

    Reply

  14. Dwi Utomo

    Thursday, 30 January, 2014 at 16:16

    Waduh yg mana ya mbak pertanyaannya biar sy coba bantu jika mampu..

    Reply

  15. singgih

    Friday, 28 March, 2014 at 11:17

    Apakah Faktur Pajak yang digunggung hanya berlaku untuk pengusaha Eceran. Untuk pengusaha yang
    melakukan penjualan dengan cara eceran dan bukan dengan eceran apakan diperbolehkan membuat faktur pajak yang digunggung dan bagaimana penggunaan no seri faktur pajaknya

    Reply

  16. Dwi Utomo

    Monday, 7 April, 2014 at 09:58

    FP digunggung adalah FP yg tidak lengkap isinya pak, misalkan nota, invoice. Dan peruntukannya memang untuk pedagang ecera. Termasuk PKP yg jual barangnya ada yg menerbitkan FP dan aada juga yg digunggung.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To create code blocks or other preformatted text, indent by four spaces:

    This will be displayed in a monospaced font. The first four 
    spaces will be stripped off, but all other whitespace
    will be preserved.
    
    Markdown is turned off in code blocks:
     [This is not a link](http://example.com)

To create not a block, but an inline code span, use backticks:

Here is some inline `code`.

For more help see http://daringfireball.net/projects/markdown/syntax

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Search / Cari artikel

Newsletter Amsyong

Ingin berlangganan email info pajak gratis? Klik Disini Yaa

Share your support

Close
Dukung Blog Ini
Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini