Siapa Subjek dan Bukan Subjek PPh Pasal 21/26

Secara awam subjek bisa saya artikan sebagai pelaku, begitu juga dengan subjek pajak penghasilan yaitu pelaku yang dikenakan pajak karena menerima penghasilan.  Jika di artikel sebelumnya kita sudah membahas dasar-dasar PPh 21/26 dan yang menjadi pemotong atas pajak penghasilan baik PPh Pasal 21 ataupun PPh Pasal 26, maka sekarang akan saya paparkan siapa yang menjadi subjek pajak penghasilan dan yang bukan menjadi subjek panghasilan. Mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya kenapa tidak menggunakan istilah objek pajak penghasilan karena si subjek ini menjadi sasaran dari pengenaan pajak penghasilan? Objeknya disini adalah penghasilan, dan yang menerima adalah subjek. Lalu pemotong sebagai siapa? saya juga nggak tahu hehehe.. Yang pasti ini bukan materi bahasa indonesia yang harus ada minimal Subjek Predikat dalam suatu kalimat :D. Semoga bermanfaat

1. Apa yang dimaksud dengan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21?

Jawaban:

Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 adalah orang pribadi:

  1. dengan status sebagai Subjek Pajak dalam negeri,
  2. yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang tidak dikecualikan dalam PER-31/PJ/2012, dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan,
  3. termasuk penerima pensiun.

(Pasal 1 angka 7 PER-31/PJ/2012)

2. Apa yang dimaksud dengan Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 26?

Jawaban:

Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 26 adalah orang pribadi:

  1. dengan status sebagai Subjek Pajak luar negeri,
  2. yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang tidak dikecualikan dalam PER-31/PJ/2012, dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan,
  3. termasuk penerima pensiun.

(Pasal 1 angka 8 PER-31/PJ/2012)

3. Siapa saja penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26?

Jawaban :

Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah orang pribadi, dengan rincian sebagai berikut:

  • PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG

PPh 21/26KETERANGAN

  1. Pegawai

Pegawai adalah orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja, berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik secara tertulis maupun tidak tertulis, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu dengan memperoleh imbalan yang dibayarkan berdasarkan periode tertentu, penyelesaian pekerjaan, atau ketentuan lain yang ditetapkan pemberi kerja, termasuk orang pribadi yang melakukan pekerjaan dalam jabatan negeri.

 

(Pasal 1 angka 9 PER-31/PJ/2012)

  1. Penerima uang pesangon, pensiun atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua, termasuk ahli warisnya

  1. Bukan Pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pemberian jasa

Penerima penghasilan Bukan Pegawai adalah orang pribadi:

 

  • selain Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas,
  • yang memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan jasa yang dilakukan berdasarkan perintah atau permintaan dari pemberi penghasilan.

(Pasal 1 angka 12 PMK-252/PMK.03/2008)

meliputi:

  1. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
  2. pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis, dan seniman lainnya;
  3. olahragawan;
  4. penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
  5. pengarang, peneliti, dan penerjemah;
  6. pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan;
  7. agen iklan;
  8. pengawas atau pengelola proyek;
  9. pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara;
  10. petugas penjaja barang dagangan;
  11. petugas dinas luar asuransi;
  12. distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya;

 

  1. Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap pada perusahaan yang sama

  1. Mantan pegawai

  1. Peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan

Peserta kegiatan adalah orang pribadi yang terlibat dalam suatu kegiatan tertentu, termasuk mengikuti rapat, sidang, seminar, lokakarya (workshop), pendidikan, pertunjukan, olahraga, atau kegiatan lainnya dan menerima atau memperoleh imbalan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.

 

(Pasal 1 angka 13 PMK-252/PMK.03/2008)

antara lain:

  1. peserta perlombaan dalam segala bidang, antara lain perlombaan olah raga, seni, ketangkasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan perlombaan lainnya;
  2. peserta rapat, konferensi, sidang, pertemuan, atau kunjungan kerja;
  3. peserta atau anggota dalam suatu kepanitiaan sebagai penyelenggara kegiatan tertentu;
  4. peserta pendidikan dan pelatihan;
  5. peserta kegiatan lainnya.

 

(Pasal 3 PER-31/PJ/2012)

4. Siapakah penerima penghasilan yang tidak dipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26?

Jawaban:

Penerima penghasilan yang tidak dipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah:

  1. pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama mereka, dengan syarat:
  • bukan warga negara Indonesia,
  • di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut, dan
  • negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik.
  1. pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dalam PMK-215/PMK.03/2008 stdd PMK-166/PMK.011/2012 dengan syarat:
  • bukan warga negara Indonesia; dan
  • tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia.

(Pasal 4 PER-31/PJ/2012)

Tags:,

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini