Tata Cara Pengembalian Atas Kelebihan Pembayaran Pajak Yang Seharusnya Tidak Terutang

Kembali isi postingan kali ini terinspirasi dari pertanyaan seorang pembaca

“Selamat siang pak Dwi.
Saya mau nanya nih pak, kalau terjadi double pembayaran atas PIB pph pasal 22, bisa dilakukan pbk (kompensasi) tidak ya pak? Saya pernah coba mengajukan pbk nya ke kpp,tapi ditolak pak.” (from septian)

Sejujurnya saya nggak kebagian mengawasi Wajib Pajak yang bidang usahanya ekspor impor, tetapi ada beberapa yang saya ketahui tentang PIB, salah satunya dari wikipedia

“Untuk mengambil barangnya maka importir diwajibkan membuat pemberitahuan impor barang (PIB) atau disebut sebagai pemberitahuan pabean atau dokumen pabean sedangkan invoice, B/L, COO (certificate of origin), disebut sebagai dokumen pelengkap pabean. Tanpa PIB maka barang impor tersebut tidak dapat diambil oleh importir.”

Untuk kasus diatas Wajib Pajak akan tepat meminta kelebihan pembayaran dan untuk kemudian bisa dikompensasikan ke pajak lain atau dimintakan restitusi dengan melalui permohonan pengembalian kelebihan pajak yang tidak terhutang. Dasar hukumnya ada di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK.03/2013.

Pada pasal 2 PMK Nomor 10/PMK.03/2013 dijelaskan penyebab apa saja yang bisa dimintakan kembali atas kelebihan pembayaran

Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang kepada Direktur Jenderal Pajak dalam hal:

  1. Terdapat pembayaran pajak oleh Wajib Pajak yang bukan merupakan objek pajak yang terutang atau yang seharusnya tidak terutang;
  2. Terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang mengakibatkan pajak yang dipotong atau dipungut lebih besar daripada pajak yang seharusnya dipotong atau dipungut;
  3. Terdapat kesalahan pemotongan atau pemungutan yang bukan merupakan objek pajak; atau
  4. Terdapat kelebihan pembayaran pajak oleh Wajib Pajak yang terkait dengan pajak-pajak dalam rangka impor.

Tata cara permohonannya ada pada pasal 7 PMK 10/PMK.03/2013

  1. Permohonan untuk memperoleh pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diajukan atas suatu bukti pembayaran, bukti pemotongan/pemungutan pajak, faktur pajak atau dokumen lain yang dipersamakan dengan faktur pajak.
  2. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan format sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
  3. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus ditandatangani oleh Wajib Pajak atau pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6.
  4. Dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak, permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilampiri dengan surat kuasa khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang KUP

Lampiran yang diperlukan pada surat permohonan pengembalian untuk pembayaran yang terkait dengan Pasal 2 huruf d:

  1. Fotokopi bukti pembayaran pajak berupa surat setoran pabean cukai dan pajak atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan surat setoran pabean cukai dan pajak;
  2. Fotokopi keputusan keberatan, putusan banding, dan putusan peninjauan kembali yang terkait dengan SPTNP, SPKTNP, SPKPBM, SPP, atau dokumen yang berisi pembatalan impor yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang;
  3. Perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang; dan
  4. Alasan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang.

Rincian diatas adalah lebih fokus untuk menjawab kasus pembayaran ganda atas PIB yang sama, tetapi jika ada pembaca yang mengalami kesalahan diluar PIB seperti rincian penyebab diatas, maka format surat permohonan ini bisa juga dipakai.

Contoh kasus yang bisa diselesaikan dengan permohonan ini seperti WP telah melunasi STP nomor 001xxx dan tanpa disadari melunasi kembali atas nomor STP yang sama

 

Download Format Surat Permohonan Pengembalian Atas Kelebihan Pembayaran

Download PMK 10/PMK.03/2013

 

Tags:, ,

9 Comments

  1. fia Nov 17, 2016
    • Dwi Utomo Nov 29, 2016
  2. OTNAY Dec 20, 2013
    • Dwi Utomo Dec 20, 2013
      • OTNAY Dec 21, 2013
        • Dwi Utomo Dec 23, 2013
          • OTNAY Dec 23, 2013
            • Dwi Utomo Dec 23, 2013
          • OTNAY Dec 23, 2013

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini