Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan (Pbk)

Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan (Pbk)

106 16865

Bapak/ibu pernah salah nabung? Nabungnya sih gak salah maksud saya nomor rekeningnya :) Maunya nabung ke rekening A tetapi salah tulis ke nomor rekening C. Sehingga nasabah minta bantuan customer service bank untuk melakukan pemindahbukuan agar uang tadi masuk ke rekening yang seharusnya.

Yah, kurang lebih seperti itulah proses pemindahbukuan di pajak. WP kadang salah setor SSP karena salah tulis NPWP, tahun pajak, jumlah dan sebagainya. Kesalahan tadi tentu tidak menguntungkan dengan kata lain bikin amsyong. Disinilah hak wajib pajak untuk meminta pemindahbukuan.

Penyebab Pemindahbukuan antara lain meliputi:

  1. Karena salah mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) baik menyangkut Wajib Pajak sendiri maupun Wajib Pajak lain; misal salah tulis NPWP, jumlah setor dll
  2. Karena adanya pemecahan setoran pajak yang berasal dari Surat Setoran Pajak; misal setor 100 juta untuk PPh 21 masa Januari 2013, setelah dihitung harusnya masa Januari 50 juta dan Pebruari 50 juta
  3. Karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau adanya pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang berdasarkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak SKKPP) atau surat keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak;
  4. Karena adanya pemberian bunga kepada WP akibat kelambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak.
    Karena diperolehnya kejelasan Surat Setoran Pajak (SSP) yang semula diadministrasikan dalam Bermacam-macam Penerimaan Pajak (BPP);
  5. Karena adanya pelimpahan PPh Pasal 22 dalam rangka impor atas dasar inden

Apakah pemindahbukuan dapat dilakukan ke jenis pajak yang berlainan? Pemindahbukuan dapat dilakukan:

  • antar jenis pajak yang sama atau berlainan,
  • dari masa atau tahun pajak yang sama atau berlainan,
  • untuk Wajib Pajak yang sama atau berlainan,
  • dalam Kantor Pelayanan Pajak yang sama atau berlainan.

Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan (Pbk)

  1. Dilakukan dengan sendirinya oleh KPP yang menerbitkan SKP; dan tanpa permohonan dari WP, serta tanpa memerlukan persetujuan dari Kanwil DJP atau Direktur Jenderal Pajak. Ini untuk penyebab yang nomor 3 dan 4 diatas
  2. Untuk penyebab Pbk nomor sisanya (1, 2, 5, 6) WP pemegang asli SSP lembar ke-1 harus mengajukan permohonan pemindahbukuan secara tertulis  kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar; Download contoh permohonan pemindahbukuan disini. Permohonan tersebut dilampiri dengan:
  • SSP ASLI yang dimohonkan untuk dipindahbukukan, dengan syarat SSP yang dimohonkan Pbk belum diperhitungkan dengan pajak yang terutang
  • PIB ASLI (jika Pbk dilakukan untuk pembayaran PPh Pasal 22 atau PPN Impor)
    Daftar nominatif wajib pajak yang menerima pemindahbukuan, jika pemecahan SSP dilakukan oleh Bendaharawan/ Pemotong/ Pemungut;
  • Surat pernyataan dari WP yang nama dan NPWP-nya tercantum dalam SSP, jika nama dan NPWP pemegang asli SSP (yang mengajukan permohonan Pbk) tidak sama dengan nama dan NPWP yang tercantum dalam SSP
    Download contoh surat pernyataan pemindahbukuan disini

Apa yang WP terima dari kantor pajak jika pemindahbukuan telah selesai diproses?

  1. Kepala KPP menerbitkan Bukti Pemindahbukuan
  2. SSP lembar ke-1, bukti transfer asli pembayaran dan Bukti Pemindahbukuan dibubuhi cap dan ditandatangani oleh Kepala KPP;
  3. Pada Bukti Pbk dicantumkan tanggal saat berlakunya Bukti Pemindahbukuan sebagai tanggal penerimaan SSP oleh kantor penerima pembayaran

 
Sehubungan dengan diberlakukannya PP 46 / PPh Final 1% / pajak UKM maka dimungkinkan ada sebagian wajib pajak/pembaca yang salah setor karena terlanjur setor angsuran PPh 25 ataupun pajak lain, maka pemindahbukuan bisa dijadikan solusi untuk mengatasinya, tinggal disesuaikan saja antara hitungan pajak 1% dengan pajak yang sudah terlanjur salah setor.

Contoh Pbk yang dipecah-pecah:

WP telah terlanjur setor PPh 25 Masa Agustus 2013 sebesar 3.000.000, seharusnya WP tersebut wajib PP 46 dan jika dihitung dengan tarif 1% berdasarkan omset agustus adalah pajak 1%-nya adalah 1.000.000. WP ingin mengajukan Pbk ke PPh Final 1% untuk masa agustus sebesar 1 juta dan sisanya yang 2 juta juga ingin di Pbk ke PPh 21 masa September 1 juta dan PPN masa agustus 1 juta juga. Bagaimana cara penulisannya di permohonan Pbk?
……………………………………….

Dari:

 

Nama                                    : PT. WP xx

Alamat                                  : Jl. Budi Utomo No. 87, Timika, Papua

NPWP                                   : 01.855.xxx

Jenis Pajak                          : 411126-100

Nomor                                  : –

Masa/Tahun Pajak          : Agustus

Jumlah  (Rp)                       : 3.000.000

 

Ke :

 

Nama                                    : PT. WP xx

Alamat                                  : Jl. Budi Utomo No. 87, Timika, Papua

NPWP                                   : 01.855.xxx

 

Jenis Pajak Masa Pajak/Tahun Pajak No. Ketetapan Jumlah
411128-420 Agustus / 2013 - 1.000.000
411121-100 Agustus / 2013 - 1.000.000
411211-100 Agustus /2013 - 1.000.000

……………………………………….

Contoh kasus lain saya ambil dari pertanyaan pembaca
karena saya sangat awam dengan pajak, apalagi membuat PBK, bisa tidak kasih contoh surat permohonan PBK dengan contoh kasus seperti berikut:

pph yg telah disetor utk masa pajak juli 13 dan agustus 13 adalah pph 25 dengan jumlah masing-2 Rp. 2.200.000 (total 2 x 2.200.000= 4.400.000)

sedangkan pph final 1% belom dibayar di masa pajak tersebut diatas.

nah saya mau tau perician cara membuat pbk nya, jika pph final 1% yang saya harus bayar adalah sebagai berikut:

Juli 13 = 1.220.000 (omzet 122.000.000)
Agustus 13 = 1.075.000 (omzet 107.500.000)

dan karena ada selisih lebih bayar sebesar 2.105.000, bagaimana cara nya agar selisih tersebut bisa di pindahkan untuk pph final bulan selanjutnya. Apa yang harus saya isi di surat pbk nya?

Jawabannya bisa dilihat dibawah ini

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama XYZ

Jl…..

 

Sehubungan dengan kekeliruan salah tulis kode jenis pajak dalam pengisian Surat Setoran Pajak, kami mohon kehadapan saudara agar memindahbukukan Surat Setoran Pajak terlampir

 Dari:

Nama                                    : PT. Perusahaan Anda

Alamat                                  : Jl. Gajah Mungkur No. 97 . Timika

NPWP                                   : 01.342.482.5-953.000

No.

Jenis Pajak

No. Ketetapan

Masa/ Tahun Pajak

Jumlah

1 411126-100 - Juli 2013

2.200.000

2 411126-100 - Agustus 2013

2.200.000

 

Ke :

Nama                                    : PT. Perusahaan Anda

Alamat                                  : Jl. Gajah Mungkur No. 97 . Timika

NPWP                                   : 01.342.482.5-953.000

No.

Jenis Pajak

No. Ketetapan

Masa/ Tahun Pajak

Jumlah

1 411128-420 - Juli 2013

xxx

2 411128-420 - Agustus 2013

xxx

3 411128-420 * - September 2013

xxx

4 411121-100 * - September 2013

xxx

5 411211-100 * - September 2013

xxx

*tambahkan sesuai pajak yang perlu dibayar hingga tidak ada sisa lebih

 

Bersama ini juga kami lampirkan :

  1. SSP asli lembar ke-1 Juli 2013
  2. SSP asli lembar ke-1 Agustus 2013

 

Semoga bermanfaat :)

 

106 Komentar

  1. Pagi Pak Dwi,

    Masih dimungkinkan kah surat PBK yang telah kami terima dimintakan PBK lagi ke PPh pasal lain? (PBK 2 kali)
    Mohon masukannya Pak, terima kasih.

    Rgrds,
    Zoel

    • Pagi pak Zoel
      Mungkin maksudya bukti Pbk yg sudah selesai diproses mau dipindahkan lagi? bisa pak, nanti lampirannya berarti bukti Pbk tsb dalam permohonan

        • Dasar hukumnya di SE-26/PJ.9/1991 butir 1.3 “karena adanya surat keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak” dalam hal ini bisa dicontohkan pada bukti Pbk yang masih ada sisa lebih

  2. slmt siang pak dwi…mau bertanya…apakah boleh wp mengajukan pbk atas kesalahan setor ppn masa april 2013 ke ppn masa mei 2014?? yg jadi rancu adalah krn sudah terlampau jauh jangka wkt nya (1thn).

    Misal setoran ppn masa april 2013 sebesar 15.000.000
    memohon pbk menjadi : ppn masa april 2013 sebesar 5.000.000 dan ppn masa mei 2014 sebesar 10.000.000
    apakah boleh dan tidak menyalah ketentuan?

    terimakasih seblmnya

    • Sore pak Sam
      Jika atas masa april 2013 belum diperiksa maka boleh diajukan Pbk, nggak masalah sekalipun beda 5 tahun asal belum diperiksa/diverifikasi

  3. siang pak dwi.
    saya mau tanya, saya sudah setor pph 25 juli-oktober 2013.
    di bulan agustus nihil pph 4 ayat 2nya .
    nah klau saya mau buat pbk yg agustus. apakah boleh dikompensasikan ke masa juli atau september atau oktober?
    jadi saya buat 3 pbk.
    1 untuk masa juli dan agustus.
    2 untuk masa september
    3 untuk masa oktober.
    nah apakah boleh 1 pbk untuk 2 masa pajak?
    terima kasih sebelumnya . :)

  4. Pak, jika ingin pbk karena salah nulis npwp di SSP
    seperti saya salah tulis kode kpp saja pak, seharusnya saya setorkan pph 21 untuk kantor cabang serang dgn kode kpp 401 namun saya salah tulis menjadi npwp cabang tangerang dgn kode kpp 416, Jadi saya harus pengajuan pbk ke kpp mana pak? serang kah? atau tangerang?

    Terima kasih

  5. pak kalau juli-des13 udah terlanjur bayar sesui pph25, ternyata utk 1% terjadi kurang bayar, bagaimana cara buat surat permohonan pbk, untuk contoh yg diatas saya baca ternyata untuk yg lebih bayar.. mohon pencerhan. terima kasih

  6. malam pak dwi, mau nanya utk pajak bulan juli-des 2013 sudah terlanjur bayar pakai cara pph 25 @300rb per bulan, padahal berdasarkan 1% dari juli-des2013 berkisar dari 350rb-450rb, apakah saya perlu melakukan pbk, atau tinggal setor kekurangannyanya saja pakai ssp..mohon pencerahan.terima kasih

  7. slamat sore p dwi
    pak thn 2013 kami sdh terlanjur bayar pph psl 25 rp 50.000/bln x 12 : 600.000(januari-des 2013)
    stlh kami melaporkan spt nya th 2013 ternyt kami br tau klo ada pph psl 4 ayat 2 / pajak final
    stlh di hitung kembali utk bulan januari – juli kami tidak kena pajak,dan utk juli sampai des 2013 kami punya utang pajak 1.327.050 gitu pak.
    yg mo sy tanyakan klo kami mo bayar yg 1.327.050 apakah yag 600.000 rb bisa di pindah bukukan ke pajak final sehinngga kami bayarnya 1.327.050 – 600.000 :727.050 begitu.
    klo memang bisa begitu,mekanismenya bgmn ya pak….
    maturnuwun….

    • Pagi rekan Bndey
      Bisa dipindahkan atas PPh 25 semester 2 ke pajak final 1%. ya diajukan aja sesuai artikel diatas, dengan membuat 1 permohonan untuk 1 masa pajak dlampiri SSP lembar 1 asli, kemudian atas selisih kurangnya bisa disetor dengan SSP.

  8. slamat pg pak dwi, sy mau konsultasi nih…kalo pembayran pph 25 kan harusnya feb 2014 tetapi dibank salah input malah tulis feb 2013 dan bayarnya tgl 7 maret 2014 nah itu gimana ya dikantor pajak krn dari pihak Bank tdk bisa mengedit…Thanks

    • Salah tulisnya itu di SSP atau di perekaman data mereka? Jika salah tulis di tahun pajak SSP ya bisa diajukan Pbk, tapi jika salah tulisnya karena petugas banknya salah ketik ya tetap bisa dikoreksi dengan pemindahbukuan juga hehe..

  9. sore pak,
    Kasus saya: saya membayar pasal 25 setahun penuh sebelum pp 46 berlaku
    1. kira2 bakal ada masalah ngak kalau kita melakukan pemindahbukuan (pbk) semuanya ( 12 bulan dipindahbukukan)? apakah akan menimbulkan kecurigaan dari pihak pemeriksa?
    2. setelah melakukan pbk, bagaimana cara bayarnya jika pp 46 1% yang kita bayarkan ternyata kurang bayar?
    trims pak

  10. siang pak dwi, mau tanya nih, saya ada masalah tentang pph pasal 25 bulan juli dan agustus, untuk bulan juli dan agustus saya udah bayar 1.500.000 per bulannya. kalo menurut pph final yang menggunakan perhitungan 1% dari penjualan bruto ternyata bulan juli harus bayar 3.551.450 dan untuk yang agustus 489.950. terus kalau mau bayar yang kekurangan bulan juli gimana dan kelebihan dibulan agustus gimana.
    mohon pencerahannya.
    terimakasih

  11. Siang pak dwi, maaf saya mau tanya :
    1.surat pbk yg pph pasal 25 ke pph 4ayat2(hanya salah kode map saja,angkanya sudah benar) atas bulan juli dan agustus 2013 ini harus dapat persetujuan kepala kpp terlebih dulu sebelum kita serahin spt tahunan atau sekalian kita lapor spt tahunan maret 2014? lalu kita dapat buktinya apa dari kpp ?
    2. saya ada main valas lalu untungnya masuk ke penghasilan lainnya yang di 1770-I benar tidak pak ? lalu harus dilampirkan di daftar omzet saya kah hasil perhitungannya?
    trima kasih sebelumnya pak

  12. Sore pak Dwi, saya mau nanya di masa Januari 2014 ini saya ada kedobelan bayar PPh 21.Yg sudah sy laporkan masa ditanggal 20 feb kemarin itu yang 1 SSP, apa bisa yg 1 SSP lagi saya PBK ke masa Februari?

    Terima Kasih pak

      • Kira2 untuk PBK butuh waktu berapa lama ya pak?selain itu apa bisa di PBK-kan di dua masa,yaitu februari dan maret karena ada sisa lebih di februari?

        terima kasih pak

  13. terkait PP 46,untuk bulan Juli- September,saya belum Pbk,karena saya masih pakai pph pasal 25 OP dgn tarif 0,75 % dr omzet.Bagaimana cara pbk untuk 3 bulan tersebut (Juli-Sept ),saya masih belum ngerti pak bagaimana prosedur pemindahannya,mohon infonya,thx.

    • Salam bu Emmy
      Surat permohonan Pbk untuk 1 SSP yg salah, artinya nanti ibu bikin 3 surat permohonan (jul-sept) dengan dilampiri SSP lembar 1 asli bulan masing-masing. Itu saja bu detilnya, tentang isi surat permohonan bisa dilihat di artikel atas.

      • Bagaimana Kalau tidak ada SSP PPh22 nya..?? lembar ke 1 pun hilang, apakah permohonan PBK masih bisa diterima…??

  14. Halo Pak Dwi,,,
    saya mau tanya jika di bulan agustus – september 2013 tidak ada penjualan apakah kita harus setor pph 25 seperti biasa? dan kita sudah terlanjur setor pph 25 selama agustus dan september.
    mohon di reply ya pak,,,

    • Salam, Ibu Nova.
      Sebelumnya, apakah usaha Ibu Nova memenuhi kriteria untuk dikenakan PPh final 1%? Jika iya, berarti tidak perlu. Lebih jelasnya silakan baca artikel mengenai PP-46 di situs ini.

      Namun jika tidak, maka tetap wajib menyetor PPh 25 sesuai dengan perhitungan angsuran pada SPT Tahunan Tahun lalu. Semestinya jika sewaktu bulan agustus-september kemarin dirasa ada penurunan usaha, maka bisa juga untuk meminta penurunan angsuran PPh 25 bulanan. PPh 25 yang telah disetorkan, akan menjadi kredit pajak/pengurang pajak terutang pada SPT Tahunan 2013.
      Demikian.

  15. Usaha kami ini bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa pada bulan Oktober -desember terlanjur dipungut dinas PP 22, kalo bisa diajukan Pbk caranya gimana pak? dan kalo bisa pasti lebih karena PP22 kan 1.5% sedangkan PPh final 1% apa bisa di kreditkan pada SPT tahunan badan 2013 pada masa juli-des?

  16. Pak saya mau tanya, bagaimana Pemindahbukuan kalau SSP Lembar 1 hilang yang ada hanya SSP Lembar 3 saja, padahal sdh dicari tetap tdk ketemu, mohon Solusinya, trimakasih.

    • Bisa minta surat keterangan hilang dari kepolisian pak, kemudian kalau ada data internal perusahaan (catatan, jurnal) atas setoran tsb bisa dilampirkan agar petugas bisa mengkroscek di data sistem.

  17. Yth Pak Dwi,
    Kami terlanjur setor pph pasal 25 dari masa juli-nop 2013 masing per bulan sebesar 800.000.
    Menurut PP 46 kami seharusnya kena PPh Final 1%, dengan rincian sbb:
    Juli: 3.600.000
    Agt:3.200.000
    Sep: 4.100.000
    Okt: 4.800.000
    Nop: 5.100.000
    Bagaimana proses Pbk nya, apakah di pbk per bulan atau sekaligus? Kurang bayarnya disetor dalam 1 SSP atau masing2 per masa pajak?
    Sampai dengan bulan Des ini omset kami sudah melampaui 4,8 M, bagimana cara hitung angsuran pph pasal 25 untuk masa pajak Jan 2014?
    Oya ada 1 hal lagi pak, untuk SPT Tahunan 2013 atas penghasilan Jan-Jun dikurangi dengan PTKP 1 tahun atau 1/2 tahun?
    Terima kasih

    Salam,
    William A

    • Siang pak Willy
      1.Pbk diajukanny per SSP/bulan ya pak, jadi ada 5 permohonan yg dilampiri SSP lembar ke-1 asli untuk masing-masing terkait. Untuk kurang setornya juga per SSP/bulan.
      2.Untuk pertanyaan angsutran PPh 25 2014, saya pending dulu pak
      3.TKP sebagai pengurang menggunakan PTKP penuh setahun

      kalau tahu pak William pakai pembukuan atau norma?

      • Terima kasih Pak Dwi atas jawabannya. Kami sudah menyelenggarakan pembukuan Pak Dwi.
        Untuk kurang setor pph final 1% harus tunggu permohonan pbk disetujui tidak pak?
        Salam,
        William A

    • Mohon Petunjuk,
      Usaha saya bergerak dibidang reparasi kendaraan bermotor.
      di bulan maret ini saya laporkan spt tahunan untuk tahun 2013, tetapi waktu saya lapor spt tahunan op (pajak pribadi) saya dikoreksi oleh pihak kpp pajak, dikatakan ada peraturan terbaru tentang omzet saya dikekan tarif pph final 1% dari bulan juli 2013
      saya rincikan sebagai berikut :
      Bulan Januari sebesar 43.257.499
      Pebruari sebesar 41.527.200
      Maret sebesar 45.919.500
      April sebesar 40.449.090
      Mei sebesar 39.578.616
      Juni sebesar 44.721.600
      Juli sebesar 43.923.000
      Agustus sebesar 43.257.498
      September sebesar 42.158.094
      Oktober sebesar 43.257.498
      Nopember 44.721.600
      Desember 46.318.800
      total keseluruhan omzet 519.089.995
      keseluruhan omzet itu saya hitung dikenakan 20% sesuai tarif lama jadi dapatnya 519.089.995 x20% didapat 103.817.999
      untuk pph terutangnya sudah saya setorkan ke bank sesuai dengan omzet yg saya daptkan selama setahun sebesar 6.016.449
      yang jadi pertanyaan saya :
      1. untuk bulan januari s/d juni 2013 gimana perhitungannya masih pakai tarif lama atau yg baru
      2. untuk bulan juli s/d Desember 2013 apakah saya hitung dengan tarif 1%
      3. kalau ada salah penghitungan tarif itu dan saya sudah setorkan pajak terutangnya, dan hasilnya lebih bayar dan harus saya koreksi dengan pembetulan, bagaimana setoran uang kelebihan itu apakah saya harus Pemindahbukuan ke tahun pajak berikutnya atau dikompensasi? bagaimana caranya…..(purwanto)

      • Sore pak Pur, jumlahkan dahulu jan-jun kemudian kalikan norma

        1. jan-jun 2013 masih pakai tarif lama ya pak
        2. iya bener pak, 1% masing-masing bulan
        3. salah hitung di pajak tahunan atau bulanannya pak? untuk SPT tahunan yg LB nanti akan diteliti lebih bayarnya, dan berujung di restitusi.
        • terus sebaiknya gimana ya pak…..saya tidak mau restitusi…tapi di pemindah ke tahun berikutnya atau saya pembetulan penghitungan di bulan januari s/d Desembernya?…dikarenakan perusahaan saya tidak memakai pembukuan tetapi rekapan omzet perbulan selama setahun.

        • dan saya salah perhitungan pajak tahunannya…..dan pastinya tiap bulannya saya juga salah setor …kelebihan…karna saya masih pakai tarif yang lama 20% dari bulan januari s/d desember 2013.

  18. Mohon petunjuk

    Usaha kami ini bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa
    Di Bulan Oktober kami memenangkan tender senilai Rp. 300.000.000
    Di Bulan November kami memenangkan beberapa tender senilai Rp. 2.500.000.000
    Di Bulan Desember kami memenangkan beberapa tender senilai Rp. 2.150.000.000

    Pertanyaan kami
    1. Apakah kami masih dikenakan PPh Final ?
    2. Untuk tender yang sudah terlanjur terpotong pph 22 oleh bendaharawan apakah masih bisa dipindahbukukan (jika kami dikenakan PPh Final tersebut)

    • Siang pak Dimas
      Sekalipun total omset hingga des berarti 4.950.000, tetap dikenakan hingga akhir desember pak, tetapi sejak januari nanti kembali pakai aturan PPh 25 lagi.
      Untuk yg terlanjur pungut dinas PP 22, bisa diajukan Pbk pak.

      • syarat-syarat pengajuan Pbk gimana pak?
        Apakah harus mengurus SKB terlebih dulu mengingat Pbk Dari PPH 22 ke PPH Final?

  19. Pagi pak Dwi,
    Mau konsultasi . Jika ada kesalahan pengisian npwp untuk ssp PPN transaksi jasa luar negeri ( seharusnya NPWP ditulis 00000. Kode kpp , ternyata tertulis NPWP perusahaan yg memungut). Kode KJS dan MAP sdh benar, apakah bisa dilakukan pemindah bukuan? Makasih. ika

  20. Halo lagi pak Dwi,
    maap pak saya nanya terus, maklum masi belajar dari pak Dwi hehe…
    1. mengenai pbk saya mau tanya pak apa bisa misalnya untuk masa pajak januari dan febuari 2013 untuk kode pajak 411126-100 di pbk-in ke satu masa pajak desember 2013 untuk kode pajak 411128-420..
    2.dan format penulisannya apa sama seperti artikel di atas pak? soalnya saya liat di blog lain ribet banget itu org tulis pbknya…apa ada standard penulisan pbk atau semacam formulir gitu pak?
    mohon di bantu penjelasannya yah pak..thank you

    • Pagi pak Ferdi
      Untuk masa januari-februari tidak perlu di-Pbk ke pajak 1% pak. Tetapi jika yg pak Ferdi tanyakan apakah bisa dari 2 masa pajak dipindahkan ke 1 masa pajak, jawabannya bisa. Berarti nanti ada 2 permohonan yg masing-masing dilampiri SSP bulan terkait.
      Contohnya dari PPh 25 juli & PPh 25 agustus mau diPbk ke PPh Final 1% masa September. Maka ada surat permohonan dari PPh 25 juli ke september, dan bikin lagi PPh 25 agustus ke september.
      Formatnya bisa diunduh disini, silahkan diganti sesuai kondisi usaha pak Ferdi

  21. siang pak dwi,
    bulan juli-agustus kami masih memakai PPh 25,, dan telah mengajukan PBK untuk pemindahbukuan kode akun saja,, sementara kondisi nya kami ada kelebihan bayar (juli-agustus),, yang ingin saya tanyakan
    1. apakah saya harus mengajukan surat PBK lagi dengan alasan ada kelebihan bayar ?
    2. ato bisakah saya kompensasikan langsung (dikreditkan langsung) pada SSP bulan november & desember ini? tanpa membuat PBK lagi?

    sampai saat ini kami belum menerima surat balasan PBK dari kantor pajak
    terima kasih

    • Selamat siang, dengan ibu Hera ya
      1.Untuk kelebihan tsb memang bisa diajukan pemindahbukuan dan tentunya lewat permohonan Pbk. Nah dalam kondisi LB, sisa lebihnya bisa untuk nutupin yg 1% november & desember. Jadi saat Pbk dah selesai diproses, nanti akan mendapat bukti Pbk yg diantaranya adalah bukti bahwa atas 1% nov-des sudah dibayar dari kelebihan juli/agustus. Otomatis gak usah setor lagi.
      2.Proses Pbk waktunya 28 hari, sejak permohonan Pbk diterima lengkap. Ibu bisa tanya ke petugas pelayanan di kantor pajak atau hubungi AR-nya langsung untuk tahu status prosesnya.

  22. siang bp dwi kalau guna norma saya bayar pajak perbulan Rp, 9000 s/d Rp.13000 jika cara pp 46 dengan ptpk k/1 saya hitung nihil apa benar cara 1% dari omzet dikurangi ptpkk/1 yang dibagi 12 bln

  23. Mohon pencerahannya Pak,

    Saya sudah terlanjur setor pph pasal 25 dari juli – oktober 2 juta x 4 bulan = 8 juta. saya baru tahu ttg pp 46 ini. setelah saya cek, ternyata omset dibulan juli 1 milyar x 1 % = 10 juta. AR saya kasih solusi melakukan pemindahbukuan, atau dikreditkan. pertanyaan saya:
    – untuk pemindahbukuannya bagaimana caranya
    – dan kalau dikreditkan, di spt yang mana? pasal 4 (2) atau spt tahunan 2013 nanti.
    – terus, kalau setiap bulannya kita sudah setor pph 1% dari omset. diakhir tahun nanti omset juli-desember perlu disetor lagi ga pak? apakah hanya yg semester pertama saja?
    terima kasih sebelumnya.

    rika

    • Siang bu Rika
      Kesimpulannya PPh 25<Pajak 1%. Sehingga selain di Pbk juga setor lagi atas kekurangannya.

      1.Cara pemindahbukuan sesuai artikel diatas, berarti dari 411126-100 juli 2jt ke 411128-420 juli 2jt. Karena pada juli masih ada selisih kurang sebesar 8 jt. 8jt tsb bisa disetor dengan SSP atau ATM
      2.Sebagai kredit yang dimaksud untuk SPT Tahunannya nanti
      3.Jika ibu sudah setor untuk juli-desember (termasuk yg sebagaian lewat Pbk) maka di akhir tahun tidak perlu dihitung kembali pajak tahunan atas omset semester 2, cukup semester 1 yang dihitung pajak tahunannya

  24. selamat siang pak, maaf pak kalo ada kekeliruan dalam pengisian masa pajak gimana ya pak? jadi kita setor untuk ppn keluaran bulan juni tapi di ssp yg dibayarkan ke bank bulan juli, mohon petunjuk cara lapor ke kpp pa? apa pake pbk ,contoh pbk nya seperti apa ya pak, terimakasih.

    • Sore pak Agus
      Iya bisa dikoreksi dengan Pbk
      Contohnya ya seperti artikel diatas hanya jika artikel diatas tulisan kode jenis pajak yang saya bold, maka pada kasus pak Agus yang perlu dirubah adalah Masa Pajak-nya

  25. Pak Dwi – blog Anda ini benar2 top markotop.

    Mau tanya pak :
    Jika pindah buku ke PPN. Nanti saya akan terima jawabanny berupa apa? Dan apakah di dalam jawaban itu ada NPTN? Sebab untuk isi e-spt PPN, saya wajib memasukkan angka NPTN. Kalau dlm jwaban tidak ada NPTN, maka bagaimana solusi agar saya tetap bisa lapor e-spt PPN?

    Terima kasih banyak pak.

    • Terima kasih atas apresiasinya Pak Yodhia, blog Anda juga memberikan wambahan wawasan bagi saya.

      Nanti setelah bukti Pbk terbit, disana memang tidak terdapat NTPN, adanya no bukti Pbk, tapi nomor tersebut juga tidak bisa diinput di e-SPT PPN, sepertinya bisa untuk e-SPT PPh 21 saja. Jadi nomor NTPN diisi 00000000000. Dan lampirkan fotokopi bukti Pbk tersebut pada pelaporan SPT Masanya.

  26. Slamat siang Pa Dwi,

    mohon maaf saya ingin bertanya mengenai pemindahbukuan, untuk kasus salah pengenaan pajak prosesnya seperti apa? misal pekerjaan jasa yang seharusnya dikenakan PPh 23 tapi terlanjur kena PPh 4(2) selama 2 bln. bagaimana proses reclass nya? mohon pencerahan dari Suhu. terima kasih

    • Sore gan

      Berapa dulu ini untuk tarif PPh final yang salah 2%? 3% atau 4%
      Sama, berapa kode setoran yang tertulis di SSP? 411128-xxx atau 411124-xxx?

      Misal ya
      Dipotong 300rb (3%) dengan kode 411128-xxx seharusnya PPh 23 200rb (2%) dengan kode 411124-xxx

      Ya sama seperti artikel diatas, tinggal disesuaikan kodenya dan jumlahnya dan kalau ada lebih oleh ditaruh di pajak lain yang kurang bayar. Ajukan permohonan dan lampirkan SSP lembar ke-1 yang asli

      Dari
      Jenis pajak: 411128
      Jumlah : 300rb

      Ke
      Jenis pajak : 411124
      jumlah 200rb

      Ke
      jenis pajak :411121
      jumlah 100rb

  27. pagi pak, saya mau tanya ni… amsyong banget ni…
    saya bayar pajak honor ps 21 dan jasa ps 23 bulan juni – juli 2 kali sebesar total 3,5jt. terbayar masa bulan juni dan oktober. alur untuk pbk di bulan nov gmn ya pak?? apa aja yang perlu di lampirkan tuk dibawa ke KPP?

    • Siang bang
      saya agak bingung juga mahamin ini
      Yang pasti lampirannya SSP lembar ke-1 untuk pajak yang tersetor dua kali. Misalkan PPh 21 Juni ingin dipindah ke PPh 21 November, maka urus dulu PBk-nya kemudian jika bukti Pbk sudah terbit, nanti difotokopi untuk SPT PPH 21 November sebagai pengganti SSP.

  28. Apabila kita mengajukan pemindahbukuan untuk kelebihan pembayaran pajak, misal PPN telah dibayar Rp 10jt (kelebihan) seharusnya Rp 8jt. Nah, sisanya akan digunakan untuk membayar PPh pasal 21 Rp 2jt. Bagaimana cara pelaporan kita untuk PPN dan PPh tersebut? Apakah melampirkan surat permohonan pbk? Nuwun

    • Mbak Ana
      Biasanya PPN lebih bayar bisa tahu pas masa desember. Kemungkinan lebih bayarnya itu karena apa dulu? Karena salah setor PPN pada SSP atau karena memang LB karena transaksi bulanan biasa? Jika lebih bayar karena salah tulis/kelebihan setor pada SSP, maka bisa diajukan Pbk. Setelah bukti Pbk terbit, bisa dilampirkan pada SPT PPh 21. Gampangnya, laporkan SPT Masa PPN dengan SSP lembar ke-3 yang kelebihan setor. Kemudian ajukan Pbk dari PPN 10jt ke PPN 8 jt dan PPh 2jt. Nanti akan diterbitkan bukti Pbk yg 2jt & bisa dilampirkan untuk PPh pasal 21

  29. Pagi Pak Dwi…..

    Terima kasih atas comment dan sarannya ya Pak.
    Kalo yang profesi sebagai teknisi freelance gimn ya Pak?

    Thx

    • Selamat siang pak
      Saya tidak melihat teknisi freelance sebagai pengecualian pada PP 46. Bisa dilbaca yang dikecualikan pada 107/PMK.011/2013 pasal 2 ayat (3)

  30. Siang Pak,

    Teknisi mesin freelance, jadi kalo ada panggilan servis baru datang ke tempat.

    Sekalian nih Pak, sprt yg saya baca diatas, kalo ada kelebihan bayar dari psl 25 bln jul-agustus, bs di pbk ke psl 4 ayat 2, nah mslhnya kemungkinan br bs habis sekitar okt/nov, berarti kita ajukan pbk-nya di bln terjadi kurang bayar ya Pak? Dan berarti psl 4 ayat 2 untuk bln sblm terjadi kurang byr (dlm hal ini sept-okt/nov) tidak perlu disetor kan?

    Terima kasih banyak ya Pak atas bantuannya.

    • Malam pak
      Jika selisih lebihnya terlalu banyak, bisa tetap diajukan saat ini untuk bulan november sekalipun, hanya memang dikhawatirkan ketika sudah di-Pbk ternyata 1% di bulan oktober/november tetap masih lebih kecil jadinya Pbk ulang. Jika ada pajak lain yang masih kurang bayar, boleh juga dipindahkan kesitu. Untungnya juli-des tidak ada sanksi karena terlambat setor, jadi opsi wait n see hingga tahu kurang bayarnya terasa lebih bijak.

  31. Sore Pak Dwi,

    Maaf, ikut nimbrung ya, kalo wp pekerjaan bebas sebagai perantara dan teknisi (Freelance), tetap bayar pph ps 25 apa ikut byr pajak 1% omzet?

    Mohon dibantu ya, karena smpe skrg saya msh byr pph ps 25.

    Terima kasih

    • Malam saudara Hun
      Silakan nimbrung saja :)
      Untuk perantara memang dikecualikan dari PP 46. Teknisi ini kalo bisa dijelaskan lebih detil jenis kegiatannya, biar saya bisa menjawabnya dengan lebih akurat.

  32. selamat sore bung dwi, bila sy sdh setor ps 25 ikuti aturan lama bl jul & agt…bila dihitung dg aturan baru,,selisih lebih setor= 2,5 jt …
    1. berapa lama masa berlaku utk kompensasi kelebihan setor tsb boleh di PBK & bgmn caranya / lampiran2nya bila diperbolehkan smp bbrp bln ?
    2. bila KPP antara pph n ppn nya berbeda…bgmn cara ajuan PBK & lampiran2nya ?

    terima kasih,
    amin

    • Selamat sore juga bang Amin
      1. Pbk atas setoran masa bisa di-Pbk hingga 2 atau 5 tahun (saya agak lupa), syaratnya surat permohonan Pbk dan lampirannya SSP lembar pertama asli
      2. Beda KPP, mungkin dari setoran dari KPP A ke KPP B, syaratnya masih sama, nanti oleh KPP A akan dikirimkan berkasnya ke KPP B.

      • terima kasih atas info jawaban kilatnya bung dwi….lanjut pertanyaan sy…
        1. misal setoran di pbk hanya utk pph sj pd KPP yg sm pd bln sept= 500rb / okt=1jt / nov=1jt ( baru smp dgn bl nov / 3 bln habis kompensasinya )….apakah ajuan PBK nya setiap bulan melampirkan tetap SSP (asli) yg sdh dicap KPP pd ajuan sebelumnya ?
        2. bs diberikan contoh surat permohonan pbk bln berikutnya (apakah konsepnya sm dgn ajuan pertama) ?
        3. bgmn dgn lap SPT masa bulanannya yg nihil…apakah hrs melampirkan srt PBK nya ? apakah lap spt masa baru dpt dilaporkan setelah mendapatkan persetujuan srt PBK nya ?
        4. setiap pengajuan PBK apakah wajib/harus disertakan ” Surat Pernyataan PBK ” ?

        • 1. Jika sisa lebihnya baru bisa habis di 3 bulan berikutnya. Cukup pak Amin ajukan sekali saja, contoh:

          Dari:…

          Ke:
          a. PPh 4 (2) 411128-420 Masa September 500.000
          b. PPh 4 (2) 411128-420 Masa Oktober 1.000.000
          c. PPh 4 (2) 411128-420 Masa Oktober 1.000.000

          Lampirannya cukup SSP asli lembar 1 dimana pada masa tersebut muncul sisa lebih. Seingat saya, SSP asli akan dicap oleh KPP sebagai tanda sudah di-Pbk dan akan dibuatkan 3 bukti Pbk lain untuk 3 bulan sisanya.

          2. Tidak perlu mengajukan Pbk kedua atau ketiga pak, cukup sekali permohonan yang tujuan PBk-nya dirinci untuk 3 bulan yang berbeda. Lihat di contoh kasus artikel diatas pak, itu contoh jika ke jenis pajak yang berbeda-beda

          3. Untuk saat ini (masa juli-des 2013), tidak wajib setor dan lapor bagi yang nihil. Seandainya kasus ini terjadi di 2014, idealnya bisa mendapatkan bukti Pbk dulu baru dilampirkan di SPT, jika tidak bisa bisa meminta bantuan AR bapak agar disampaikan kondisinya ke petugas pelayanan (TPT).

          4. Surat pernyataan wajib dibuat hanya JIKA Pbk antara 2 NPWP yang berbeda. Contohnya pajak dari NPWP bapak di Pbk ke NPWP orang lain.

  33. Selamat siang pak Dwi.
    Saya mau nanya nih pak, kalau terjadi double pembayaran atas PIB pph pasal 22, bisa dilakukan pbk (kompensasi) tidak ya pak? Saya pernah coba mengajukan pbk nya ke kpp,tapi ditolak pak.

  34. saudara Dwi, bbrp hari lalu saya sdh ajukan. surat pbk ke 411128-420, saya dpt bukti penerimaan surat, sedangkan hasilnya maks 30hari dan dikirim ke alamat yg tertera.
    Ketika saya tanyakan krg byr(0,25%) yg hrs saya setor ke bank , apakah perlu saya laporkan ke kpp beserta bukti pbk (stlh sy terima) dg form spt masa pph final psl 4(2) , petugas bilang tdk usah, saya jd bingung, bisakah diperjelas saudara Dwi, apakah pelaporan pbk beserta ssp krg byr bukan keharusan? terima kasih

    • -Untuk contoh pengajuan Pbk saya sudah update artikel diatas bu. 1 permohonan Pbk untuk 1 SSP, jika PPh 25-nya ternyata lebih kecil dari pajak 1% maka bisa setor lagi untuk nutupi kekurangannya
      -Untuk pengisian di SPT Tahunan 2013, omset yang januari-juni dihitung dengan aturan PPh umum yang biasanya dan untuk omset juli-des dilaporkan di (jika OP) SPT 1770 formulir 1770-III bagian A nomor 16 “PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL “

  35. iya saya jd lbh paham saudara Dwi…jd seandainya tjd jg kesalahan centang masa pajak bersamaan dg kode pajak dkk,maka isi surat permohonan pbk bs sekalian dimohonkan kan?

    ow iya,formulir spt masa pph final pasal 4 ayat 2 yg perlu saya cetak hanya lembar ke 1? karena link download ketika saya buka cm berisi 1 lembar, apakah bnr?

    trima kasih banyak bimbingannya, sgt membantu ^^

    • SPT PPh final memang hanya 1 lembar isinya yaitu induk saja. Untuk WP yg hanya akan menyetor pajak 1% cukup halaman induk saja yg diisi. Sedangkan lampiran digunakan untuk WP kondisi tertentu saja, misalkan bank melampirkan daftar bukti potong bunga, deposito dsb.
      Senang bisa membantu rekan juga :D

  36. saya sdh membaca artikel pengisian form spt masa pph. pasal 4 ayat 2, yg saya bingunkan adalah jumlah yg hrs saya tulis pd kolom nilai objek pajak–tarif– pph yg dipungut/disetor………apakah sebesar 0,25% saja sesuai dg ssp ke 3 yg krg bayar ataukah jumlah total keseluruhan 1%?? trima kasih banyak atas bantuannya n_n

  37. tambahan pak..

    saya tidak pernah melakukan pemindahbukuan sebelumnya
    pemindahbukuan yang saya lakukan ini karena masa juli masih memakai ps25 bukan sebesar 1% dari omset

    dipindahbukukan dengan jumlah sama

    dan kemudian kekurangan sudah saya bayar. makasih
    jonathan

    • pak saya agak bingung, apakah kl saya keliru dg tarif 0,75% selama 2 bulan, maka saya harus buat surat permohonannya sendiri2 utk masa pjk juli dan agustus?

      setor kurang bayarnya lgsg ke bank dg kode pajak yg baru?? lalu tinggal lampirkan berkas ke 3 ssp dan surat permohonan pbk kita ke kpp?? apakah salah urutan pembetulan kurang bayar saya yg 0,25%?? mohon petunjuknya, trima kasih.

      • Urutannya untuk SSP yg salah setor:
        1. Ajukan 2 Pbk untuk 2 bulan bersangkutan dilampiri masing-masing lembar 1 SSP tersebut
        2. Tanpa harus menunggu proses Pbk selesai. Silahkan lakukan setoran kekurangannya yang 0,25 itu. Dan jika sudah setor maka laporkan lembar 3 ke KPP dengan SPT masa PPh pasal 4 ayat (2).
        3. Misalkan sudah terbit bukti Pbk, maka secara otomatis KPP akan memindahkan setoran yg salah tersebut ke kode dan masa yg benar. Dan rekan tidak perlu melaporkan ulang bukti Pbk tersebut, simpan saja baik-baik

        Semoga cukup jelas rekan. Maaf lama reply-nya :D

  38. Mohon petunjuk pak.

    kalau mengajukan pemindahbukuan apakah akan dilanjutkan dilakukan pemeriksaan ? sama seperti mengajukan restitusi pajak / kelebihan pembayaran / permintaan pencabutan NPWP/pkp

    karena setelah mengajukan pemindahbukuan yang sudah dilampiri ssp asli masih dimintai SPT tahunan yang jelas tidak ada hubungannya.

    makasih
    jonathan

    • Pagi mas Jo
      Pemeriksaan hanya akan dilakukan jika ada SPT lebih bayar. Jadi Pbk tidak akan diikuti dengan proses pemeriksaan.
      Tentang kenapa kok dimintai arsip SPT Tahunan padahal yg akan diproses hanya pembayaran masa? Kemungkinan besar petugas KPP ingin memastikan apakah omset tahun lalu di SPT tahun lalu memang < 4,8 M atau sudah.

Tulis Komentar

To create code blocks or other preformatted text, indent by four spaces:

    This will be displayed in a monospaced font. The first four 
    spaces will be stripped off, but all other whitespace
    will be preserved.
    
    Markdown is turned off in code blocks:
     [This is not a link](http://example.com)

To create not a block, but an inline code span, use backticks:

Here is some inline `code`.

For more help see http://daringfireball.net/projects/markdown/syntax