Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan (Pbk)

Bapak/ibu pernah salah nabung? Nabungnya sih gak salah maksud saya nomor rekeningnya 🙂 Maunya nabung ke rekening A tetapi salah tulis ke nomor rekening C. Sehingga nasabah minta bantuan customer service bank untuk melakukan pemindahbukuan agar uang tadi masuk ke rekening yang seharusnya.

Yah, kurang lebih seperti itulah proses pemindahbukuan di pajak. WP kadang salah setor SSP karena salah tulis NPWP, tahun pajak, jumlah dan sebagainya. Kesalahan tadi tentu tidak menguntungkan dengan kata lain bikin amsyong. Disinilah hak wajib pajak untuk meminta pemindahbukuan.

Penyebab Pemindahbukuan antara lain meliputi:

  1. Karena salah mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) baik menyangkut Wajib Pajak sendiri maupun Wajib Pajak lain; misal salah tulis NPWP, jumlah setor dll
  2. Karena adanya pemecahan setoran pajak yang berasal dari Surat Setoran Pajak; misal setor 100 juta untuk PPh 21 masa Januari 2013, setelah dihitung harusnya masa Januari 50 juta dan Pebruari 50 juta
  3. Karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau adanya pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang berdasarkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak SKKPP) atau surat keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak;
  4. Karena adanya pemberian bunga kepada WP akibat kelambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak.
    Karena diperolehnya kejelasan Surat Setoran Pajak (SSP) yang semula diadministrasikan dalam Bermacam-macam Penerimaan Pajak (BPP);
  5. Karena adanya pelimpahan PPh Pasal 22 dalam rangka impor atas dasar inden

Apakah pemindahbukuan dapat dilakukan ke jenis pajak yang berlainan? Pemindahbukuan dapat dilakukan:

  • antar jenis pajak yang sama atau berlainan,
  • dari masa atau tahun pajak yang sama atau berlainan,
  • untuk Wajib Pajak yang sama atau berlainan,
  • dalam Kantor Pelayanan Pajak yang sama atau berlainan.

Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan (Pbk)

  1. Dilakukan dengan sendirinya oleh KPP yang menerbitkan SKP; dan tanpa permohonan dari WP, serta tanpa memerlukan persetujuan dari Kanwil DJP atau Direktur Jenderal Pajak. Ini untuk penyebab yang nomor 3 dan 4 diatas
  2. Untuk penyebab Pbk nomor sisanya (1, 2, 5, 6) WP pemegang asli SSP lembar ke-1 harus mengajukan permohonan pemindahbukuan secara tertulis  kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar; Download contoh permohonan pemindahbukuan disini. Permohonan tersebut dilampiri dengan:
  • SSP ASLI yang dimohonkan untuk dipindahbukukan, dengan syarat SSP yang dimohonkan Pbk belum diperhitungkan dengan pajak yang terutang
  • PIB ASLI (jika Pbk dilakukan untuk pembayaran PPh Pasal 22 atau PPN Impor)
    Daftar nominatif wajib pajak yang menerima pemindahbukuan, jika pemecahan SSP dilakukan oleh Bendaharawan/ Pemotong/ Pemungut;
  • Surat pernyataan dari WP yang nama dan NPWP-nya tercantum dalam SSP, jika nama dan NPWP pemegang asli SSP (yang mengajukan permohonan Pbk) tidak sama dengan nama dan NPWP yang tercantum dalam SSP
    Download contoh surat pernyataan pemindahbukuan disini

Apa yang WP terima dari kantor pajak jika pemindahbukuan telah selesai diproses?

  1. Kepala KPP menerbitkan Bukti Pemindahbukuan
  2. SSP lembar ke-1, bukti transfer asli pembayaran dan Bukti Pemindahbukuan dibubuhi cap dan ditandatangani oleh Kepala KPP;
  3. Pada Bukti Pbk dicantumkan tanggal saat berlakunya Bukti Pemindahbukuan sebagai tanggal penerimaan SSP oleh kantor penerima pembayaran

 
Sehubungan dengan diberlakukannya PP 46 / PPh Final 1% / pajak UKM maka dimungkinkan ada sebagian wajib pajak/pembaca yang salah setor karena terlanjur setor angsuran PPh 25 ataupun pajak lain, maka pemindahbukuan bisa dijadikan solusi untuk mengatasinya, tinggal disesuaikan saja antara hitungan pajak 1% dengan pajak yang sudah terlanjur salah setor.

Contoh Pbk yang dipecah-pecah:

WP telah terlanjur setor PPh 25 Masa Agustus 2013 sebesar 3.000.000, seharusnya WP tersebut wajib PP 46 dan jika dihitung dengan tarif 1% berdasarkan omset agustus adalah pajak 1%-nya adalah 1.000.000. WP ingin mengajukan Pbk ke PPh Final 1% untuk masa agustus sebesar 1 juta dan sisanya yang 2 juta juga ingin di Pbk ke PPh 21 masa September 1 juta dan PPN masa agustus 1 juta juga. Bagaimana cara penulisannya di permohonan Pbk?
……………………………………….

Dari:

 

Nama                                    : PT. WP xx

Alamat                                  : Jl. Budi Utomo No. 87, Timika, Papua

NPWP                                   : 01.855.xxx

Jenis Pajak                          : 411126-100

Nomor                                  : –

Masa/Tahun Pajak          : Agustus

Jumlah  (Rp)                       : 3.000.000

 

Ke :

 

Nama                                    : PT. WP xx

Alamat                                  : Jl. Budi Utomo No. 87, Timika, Papua

NPWP                                   : 01.855.xxx

 

Jenis Pajak Masa Pajak/Tahun Pajak No. Ketetapan Jumlah
411128-420 Agustus / 2013 1.000.000
411121-100 Agustus / 2013 1.000.000
411211-100 Agustus /2013 1.000.000

……………………………………….

Contoh kasus lain saya ambil dari pertanyaan pembaca
karena saya sangat awam dengan pajak, apalagi membuat PBK, bisa tidak kasih contoh surat permohonan PBK dengan contoh kasus seperti berikut:

pph yg telah disetor utk masa pajak juli 13 dan agustus 13 adalah pph 25 dengan jumlah masing-2 Rp. 2.200.000 (total 2 x 2.200.000= 4.400.000)

sedangkan pph final 1% belom dibayar di masa pajak tersebut diatas.

nah saya mau tau perician cara membuat pbk nya, jika pph final 1% yang saya harus bayar adalah sebagai berikut:

Juli 13 = 1.220.000 (omzet 122.000.000)
Agustus 13 = 1.075.000 (omzet 107.500.000)

dan karena ada selisih lebih bayar sebesar 2.105.000, bagaimana cara nya agar selisih tersebut bisa di pindahkan untuk pph final bulan selanjutnya. Apa yang harus saya isi di surat pbk nya?

Jawabannya bisa dilihat dibawah ini

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama XYZ

Jl…..

 

Sehubungan dengan kekeliruan salah tulis kode jenis pajak dalam pengisian Surat Setoran Pajak, kami mohon kehadapan saudara agar memindahbukukan Surat Setoran Pajak terlampir

 Dari:

Nama                                    : PT. Perusahaan Anda

Alamat                                  : Jl. Gajah Mungkur No. 97 . Timika

NPWP                                   : 01.342.482.5-953.000

No.

Jenis Pajak

No. Ketetapan

Masa/ Tahun Pajak

Jumlah

1 411126-100 Juli 2013

2.200.000

2 411126-100 Agustus 2013

2.200.000

 

Ke :

Nama                                    : PT. Perusahaan Anda

Alamat                                  : Jl. Gajah Mungkur No. 97 . Timika

NPWP                                   : 01.342.482.5-953.000

No.

Jenis Pajak

No. Ketetapan

Masa/ Tahun Pajak

Jumlah

1 411128-420 Juli 2013

xxx

2 411128-420 Agustus 2013

xxx

3 411128-420 * September 2013

xxx

4 411121-100 * September 2013

xxx

5 411211-100 * September 2013

xxx

*tambahkan sesuai pajak yang perlu dibayar hingga tidak ada sisa lebih

 

Bersama ini juga kami lampirkan :

  1. SSP asli lembar ke-1 Juli 2013
  2. SSP asli lembar ke-1 Agustus 2013

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

175 replies
  1. titin e
    titin e says:

    pak, saya mau tanya saya bayar pajak harusnya saya bayarkan atas nama wajib pajak ke pt. A tp salah pengisian wajib pajak ke pt. B apa bisa di pindah bukukan ya pak, mohon bantuan untuk solusinya bagaimana? terimakasih

     

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Bu
      Bisa diajukan Pbk bu, nanti selain mengisi formulir Pbk juga melampirkan surat pernyataan dari pihak B yang menyatakan tidak keberatan diajukan Pbk atas pajak yang dia terima

      Balas
  2. Jeanne Raissa
    Jeanne Raissa says:

    Selamat pagi Pak Dwi,

    Saya mau tanya solusi untuk masalah berikut:

    Saya kelebihan bayar PPh 4(2) atas sewa bangunan di masa Oktober 2017 ini, seharusnya PPh yg dibayarkan adalah 9juta, tetapi saya setorkan sebesar ph. brutonya yaitu 90jt.

    Jadi ada kelebihan bayar 81jt untuk PPh 4(2) masa Oktober 2017.

    Apakah atas kelebihan bayar ini bisa diajukan PBK ke PPh 29 OP tahun 2017 ini?

    Saya mau ajukan di masa Oktober ini bisa tidak ya pak? tapi dengan kondisi belum tahu PPh 29 2017 seharusnya berapa, jadi seperti pembayaran pendahuluan begitu pak.

    Lalu kalau misalnya ternyata PPh 29 2017 tidak sampai 81jt, sisanya sebaiknya bgmn perlakuannya ya pak? selain di restitusi ya pak.

    Terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Bu Jean
      Atas kelebihan setor tidak bisa disetorkan ke PPh pasal 29, karena sifatnya yang tahunan. Ibu dapat melakukan pengajuan Pbk ke masa pajak lain misal PPh 25, atau PP 46, dan mungkin saja setelah diajukan Pbk masih saja tetap ada kelebihan bayar. Nantinya bukti Pbk yang masih ada kelebihan bayar dapat diajukan Pbk lagi untuk jenis pajak lain begitu seterusnya hingga habis.

      Balas
  3. Jodi Manopo
    Jodi Manopo says:

    Selamat siang, saya ingin menanyakan tentang pemindah bukuan.

    Saya membayar PPh 21 di KPP wilayah yang sama akan tetapi berbeda KPP Pratama 732.001 dan KP2KP 732.002. Untuk PPh 732.001 nominalnya 9.140.463 sedangkan PPh 732.002 nominalnya 10.620, akan tetapi pada saat pembayaran saya lupa memisahkan, saya gabungkan menjadi pembayaran SSP yaitu pembayaran di KPP 732.001 senilai 9.151.083. Mohon solusi untuk PBK kasus seperti ini.

    Balas
  4. nur khoiriah
    nur khoiriah says:

    Mohon petunjuk pak

    Saya salah mengisi masa pajak. Seharusnya April 2017 tapi saya setor Mei 2017. apakah bisa dilakukan PBk walaupun masanya mundur seperti itu Pak?

    Mohon tanggapannya pak, trims

    Balas
  5. Poetri ESZ
    Poetri ESZ says:

    Sore Pak,

     

    Mau tanya saya ada kelebihan Pembayaran PPh Final PP 46 bulan Maret 2015 seharusnya Rp 646.650, tapi di SSP Rp. 1.442.540. Yang ingin saya tanyakan :

    1. Di surat pemohonan PBK yang ditulis nilainya itu apakah nilai sesuai SSP Rp. 4.936.291. atau kelebihan setornya saja senilai Rp 795.890, karena nilai Rp 646.650 memang benar disetorkan untuk kode jenis pajak PPh final 46 (411128-420).

     

    2. Nilai yang benar disetor Rp 646.650  tidak usah dirincikan lagi di surat permohonannya ?

    3. Kita ada kurang bayar karena salah nilai penyetoran PPh Final 1% bulan April 2015 senilai Rp 100.000, Apakah bisa nilai kelebihan bulan maret 2015 tsb (Rp 795.890) di pbk ke kekurangan bayar Rp 100.000 tsb ?

    Saya lampirkan contoh surat pbk yang sudah saya buat pak :
    Dari:
    Nama                                    : 
    Alamat                                  : 

    NPWP                                   : 
    Jenis Pajak                          : PPh Final (PP 46)  Kode Jenis Pajak: 411128-420
    Nomor  Ketetapan           : –
    Masa/Tahun Pajak          : Maret/ 2015
    Tanggal validasi SSP         :
    NTPN                                    :
    Jumlah  (Rp)                       : Rp.795.860,00
     
    Ke :
    1. Nama                                    : 
    Alamat                                  : 

    NPWP                                   : 
    Jenis Pajak                          : PPh Final (PP 46)  Kode Jenis Pajak: 411128-420
    Nomor  Ketetapan           : –
    Masa/Tahun Pajak          : April/ 2015
     
    Jumlah  (Rp)                       : Rp.100.000,00

    2.  Nama                                    : 
    Alamat                                  : 

    NPWP                                   : 
    Jenis Pajak                          : PPh Ps. 21  Kode Jenis Pajak: 411121100
    Nomor  Ketetapan           : –
    Masa/Tahun Pajak          : Juni/ 2017
     
    Jumlah  (Rp)                       : Rp.695.860,00
    Mohon pencerahannya pak. Apakah sudah benar apa belum?

     

     

    Balas
  6. Adev
    Adev says:

    Selamat Malam Pak Dwi,

    Mohon petunjuk, saya salah mencantumkan Kode Akun Pajak pada SSE, yang sudah dibuat dan dibayarkan itu untuk 411121 – 200, seharusnya adalah 411125 – 200. untuk Orang Pribadi.

    Pertanyaannya,

    1. Apakah harus dilakukan pemindahbukuan?

    2. Apabila harus, dan menerima bukti pemindahbukuan, bagaimana cara input ntpn nya di eSPT Tahunan OP?

    terima kasih atas jawabannya Pak.

    Sukses Selalu

    Balas
  7. Talaud
    Talaud says:

    Mohon petunjuk pak, jika kita sudah melakukan prosedur pemindahbukuan dan juga telah menyetor kurang bayar dari pph pasal 25 ke pph final 1% apakah kita masih dikenakan denda atau sanksi administrasi lainnya untuk SPT tahun pajak 2016 yang baru akan dilaporkan tahun depan 2017?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Denda akan dikenakan atas kekurangan dari 1%-nya saja pak yaitu sebesar 2% atas keterlambatan setorannya. Nanti dari KPP akan menerbitkan STP atas hal tersebut.

      Balas
  8. ayu widia
    ayu widia says:

    selamat sore bapak/ibu
    saya ingin bertanya
    saya punya client baru yang wajib pp 46
    tapi client saya ini idak mengerti tntang alur pp 46 ini
    client saya sudah membayar seluruhnya di awal tahun(sudah bayr pp 46 jan-des dengan 12 ssp sekaligus)
    client sya ini berfikir bhwa pp 46 dapat dikreditkan di akhir tahun sprti angusrn 25
    bagaimana solusinya ya pak/bu
    mohon pencerahannya
    terlebih lagi per 1 juli 2014 wajib e billing
    terimakasih

    Balas
  9. eko apriyanto
    eko apriyanto says:

    Apakah SSP lembar ke1yang dilampirkan pada permohonan bisa kami dapatkan kembali ataukah hanya bukti pemindahbukuannya saja?

    Balas
  10. lydia
    lydia says:

    Selamat malam pak dwi. Saya lydia, mau nanya kalau terjadi kesalahan setor pajak pph 23 misalnya seharusnya 25.000 tp dsetor 35.000 solusinya gmn pak? Apa kita harus setor ulang senilai 25.000 apa bisa dikompensasi?terima kasih.

    Balas
  11. Siska
    Siska says:

    Maaf saya mau tanya, jika saya salah bayar kurang bayar pembetulan pph 21 2015. seharusnya saya bayar per masa tetapi malah saya bayar sekaligus. itu pemindahbukuannya bagaimana ?
    dicantumkan dlm surat permohonan pemindahbukuannya total ssp yg sya bayar akan dibagi ke dalam bulan apa saja yg terkait? stelah itu sya ajukan ke kpp dgn disertai ssp lembar 1 yg asli. begitu pak ?

    Balas
  12. Erik
    Erik says:

    maaf mau tanya nih.
    kalo mau Pbk persyartan harus lampirkan ssp lmb 1, nah kalo lmbr 1 hilang pak gimana apa bisa acukan pbk??
    kesalahan cuma penulisan kode map di SSP harusnya pajak u. PPh25 masa tetapi uang pajaknya ke kode map PPn.
    bagaimana solusinya soalnya perusahann sudah ajukan permohonan Pbk dengan menampirkan ssp lembr 5 asli dan bukti transfer dari Bank beserta NTPPnya. mohon bantuan Bapak Trims.

    Balas
  13. Carsim
    Carsim says:

    Selamat Pagi Pa, Mau tanya kalau Pph Ps 4 ayat 2 itu bisa di PBK ke Ps 25? Perusahaan saya baru berdiri, tapi saya sudah bayrkan Pph Ps 4 ayat 2 nya.. Terima Kasih Pa.

    Balas
  14. miko
    miko says:

    Mohon pencerahan P. Dwi, saya terlanjur setor PPh 21 sebesar 10 jt an, setelah ada peraturan PMK tentang PTKP yang berlaku mulai januari, maka kami kelebihan setor PPh 21 sebesar 10 jt an.
    Apakah kelebihan PPh 21 tersebut bisa dipindah bukukan ke PPN ? karena sampai dg Desember nanti diperkirakan potongan PPh 21 tidak lebih dari 2 juta, sedangan PPN terutang sampai saat ini ada sekitar 12 juta dan belum kami setorkan. Terima kasih

    Balas
  15. M. Rosyis
    M. Rosyis says:

    Pagi pak,
    Saya mau PBK dari PPh 22 ke Pph Final dari KPP Probolinggo sedangkan KPP saya di Surabaya.
    Bagaimana mekanismenya pak? trims.

    Balas
  16. BK
    BK says:

    Pagi Pak,

    Karena perubahan PTKP tahun pajak 2015, perusahaan kami mengalami lebih bayar pph 21 tidak final sebesar +/- 80 juta (total lebih bayar jan-jun 15). Kelebihan bayar ini kami kompensasikan ke bulan pajak juli-sep ’15.

    Masalahnya, di bulan sep 15 kami juga punya kewajiban pph final 21 sebesar +/- 15 juta.
    Apakah kami dapat menggunakan kelebihan bayar pph tidak final sebesar 80 juta untuk mengimpaskan hutang pph final?

    Salam, BK

    Balas
  17. H. Tambunan
    H. Tambunan says:

    Selamat siang Pak Dwi,

    Saya mau minta bantu, perusahaan kami yang tahun sebelumnya kena PP 46, setelah lapor SPT Tahunan ternyata beralih ke PPH 25 (omset diatas 4,8 M) sehingga harus PBK ke angsuran PPH 25. setelah kita hitung PBK s.d. Desember 2015 setorannya masih ada sisa. Boleh kah kami PBK kan ke PPN DN? terus kalau sudah disetujui dan keluar SKEP nya, bagaimana penginputan No. NTPN pada SPT Masa nya?

    Mohon penjelasannya Pak, Bantuan Bapak saya ucapkan terima kasih.

    Salam kenal,

    H. Tambunan

    Balas
  18. akbar
    akbar says:

    Dear Pak Dwi,

    Semangat pagi,

    mohon solusinya pak, saya kedapatan salah post antara PPh 23 dan PPh Final, dimana nominal Rp2.200.000,- dimasukan ke PPh Final tetapi saya laporkan di PPh 23,

    mohon pencerahannya pak step by stepnya.

    mohon maaf jika sudah ada yang pernah bertanya

    Regards
    akbar

    Balas
  19. putri
    putri says:

    halo mas dwi, saya mau tanya pph 25 dan pph pasal 4 ayat 2 apa perbedaannya. tahun 2014 di ssp pph 25 di thn 2015 dari januari-maret masih pph 25 tapi di bulan april-juni di ssp untuk pph pasal 4 ayat 2. nominal rupiah untuk pembayarn juga sama. yg beda hanya pph 25 dan pph pasal 4 ayat 2. saya bingung jadinya. terima kasih sblum nya mas dwi

    Balas
  20. puguh
    puguh says:

    Siang Pak Dwi,
    Saya mau bertanya,
    Saya punya pekerjaan dan di berkas saya atas nama CV. A sedangkang saya salah menuliskan di SSP saya dengan CV. B. bagaimana pak saya solusinya?
    gimana cara meindah bukukannya?
    dan syarat apa saja yang harus saya bawa??
    Terima Kasih.

    Balas
  21. puguh
    puguh says:

    siang pak,

    saya mau tanya,,
    saya salah punya pekerjaan dan berkas itu saya kasih nama cv. A sedangkan saya menuliskan di SSP dengan nama cv. B.. bagai mana cara membukukannya ya pak?? mohon solusinya.
    dan apa aja yang harus saya bawa buat mengurus pembukuan?
    Terima Kasih Pak.

    Balas
  22. aries
    aries says:

    semangat pagi pak, saya mau tanya..
    sebelumnya saya jelaskan dulu perusahaan saya bergerak dibidang jasa, karena katerbatasan pengetahuan si orang akunting tentang bisnis jasa ini dan sekian kali perpindahan tangan orang akunting sehingga suatu hari pph badan kami diaudit dan ditemukan kurang bayar, akhirnya kami mencari orang akunting yang kompeten dibidang ini untuk melakukang perbaikan, setelah diperbaiki justru kami ada kelebihan bayar.
    pertanyaan saya, apakah kelebihan bayar ini bisa di pbk? mengingat jumlahnya cukup besar, hampir 100jt..

    ketika konsul dengan AR kami ybs mengatakan tidak bisa di pbk karena peraturan pajak pemindahbukuan adalah di bendahara negara bukan bagian Kantor Pajak, bagaiman tanggapan bapak mengenai hal ini?

    Balas
  23. alfons
    alfons says:

    Mohon petunjuk Pak Dwi,

    Pak, apakah bukti potong pph pasal 23 bisa dipindah bukukan ke pph final?
    Juga apabila pada bulan yang sama omzet kita hanya berasal dari pekerjaan yg dikenakan pph pasal 23 dan sudah dipotong, apakah kita masih harus menyetor pph final ? atau pph pasal 23 tsb bisa kita minta pindahbukukan ke pph final?

    Persyaratan pemindahbukuannya bagaimana?

    Terima kasih

    Balas
  24. anissa
    anissa says:

    malam pak,pak mohon bantuanya saya ada beberapa kasus
    1.saya transaksi dg bendaharawan bulan sep 2014 tp dissp ppn ditulis agustus dibayar dijanuari dan pd bulan april kita pbkkan kok ditolak itu kenapa ya pak? apa krn spmnya januari ya

    pada bulan maret 2015 dg bendaharawan lagi ssp ppn nys benar tp nppn( pihak banknya yg salah) karena dibayar juni sama bang masanya jd juni kira” yg ini bisa dipbkkan g ya
    pada bulan april 2015 pihak bendaharawanya salah tulis masa jd maret pihak banknya salah masanya jd juni kira kira bisa dipindah bukukan g ya krn spmnya juni

    Balas
  25. echa
    echa says:

    selamat siang pak, saya mau bertanya, saya mau bayar PPH Final atas nama J sebesar 50 jta, kemudian yg di Bayar atasa nama M sebesar 33 jta, saya sudh proses PBK ke kantor Pajak yg tertera di NPWP atas nama M, setelah proses sampai 1 bulan saya tidk pernah di hubungi Oleh KPP nya, ataupun AR nya,sampai pada akhirnya kantor saya bayarkan pajak PPh Final sebesar 50 jta, yg saya mau tanyakan apakah bisa saya proses pemindahbukuan atas nama M ke NPWP perusahaan saya? kalau bisa bagaimana cara nya? dan apabila mau cabut berkas yg saya sudah saya berikan bagaimana cara nya, karena Pihak J untuk pending PBK ini. terima kasih, mohon jawabnnya.

    Balas
  26. ibu erna
    ibu erna says:

    Kesaksian tentang bagaimana saya ditawari pinjaman tanpa agunan hanya 2% bunga.
    Nama saya Erna Wati, saya tinggal di sini di Indonesia dan saya saksi hidup dari kabar baik tentang Anita Lason Badan Kredit.
    Silahkan saya ingin Anda mendengarkan saya sangat hati-hati, diinformasikan bahwa tidak ada pemberi pinjaman di sini adalah bersedia untuk membantu Anda, bukan mereka hanya di sini untuk merobek Anda uang Anda sulit diperoleh. Suami saya dan saya sedang mencari pinjaman dari lender online yang berbeda tetapi pada akhirnya, kami ditipu dan merobek uang kita dengan perusahaan pinjaman yang berbeda bahkan online.We meminjam uang untuk membayar ini pemberi pinjaman online tapi pada akhirnya, kita punya apa-apa dan scammed dan ditipu.
    Suami saya dan saya berada di utang dan kami tidak punya satu untuk menjalankan untuk membantu, bisnis keluarga kami hancur dan kami tidak mampu untuk mendapatkan uang untuk memenuhi biaya sehari-hari mereka sampai kami diperkenalkan kepada Ibu Anita yang membantu kami dengan kami menawarkan tanpa jaminan pinjaman sebesar Rp 650.000.000 {ENAM RATUS LIMA PULUH JUTA RUPIAH INDONESIA} dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji bahwa dia saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres.
    Silahkan Hubungi Ibu Anita hari ini untuk pinjaman Anda dan melupakan orang di sini yang menjanjikan Anda pinjaman karena pada kedua ujungnya, Anda tidak akan mendapatkan pinjaman mereka bukan ditipu selamanya. Saya mencintai negara saya dan saya harus mencegah kita dari telah scammed oleh pemberi pinjaman jahat pada internet.So jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email dia di anitalasonloanltd@gmail.com
    Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana untuk mencapai Ibu Anita atau mengikuti prosedur pinjaman, Write saya melalui email saya, ernawati4929@gmail.com.

    Balas
  27. frodo
    frodo says:

    halo kak dwi. mau tanya, saya kelebihan setor pph 21 (jan) Rp 100.000, dimana pph terutang saya 200.000 tapi saya setor nya 300.000 . saya mau pbk. nah, bagaimana cara pemindahbukuan nya kak supaya kelebihan 100.000 itu untuk pajak yg lain? (pph 23 (feb) misalnya). apa pph 23 (feb) nya saya setor sebesar jumlah setelah dikurangi 100.000 itu? terima kasih kak

    Balas
  28. hani
    hani says:

    Mohon Petunjuk pak.

    Kenapa sampai sekarang saya belum terima surat balasan surat pengajuan pemindahbukuan ya pak, apakah jika mengajukan pemindahbukuan apakah akan kena pemeriksaan ya pak, karena saya baru kali ini mengajukan surat pemindahbukuan.’

    Terima Kasih

    Balas
  29. Tri
    Tri says:

    Dear Pak Dwi utomo
    Saya ada kurang bayar dan lebih bayar untuk :
    SSP BEFORE SEHARUSNYA
    JAN PPH PS. (4) Rp. 733.000 Seharusnya Rp. 769.500 KURANG BAYAR (Rp. 36.500)
    JAN PPH 23 Rp. 863.100 Seharusnya Rp. 923.400 KURANG BAYAR (Rp. 60.300)
    JAN PPH 21 Rp. 415.090 Seharusnya Rp. 795.150 KURANG BAYAR (Rp. 380.060)
    FEB PPH PS. (4) Rp 1.859.530 Seharusnya Rp. 1.097.750 LEBIH BAYAR Rp. 761.780
    FEB PPH 23 Rp. 2.231.436 Seharusnya Rp. 1.317.300 LEBIH BAYAR Rp. 914.136
    FEB PPH 21 Rp. 1.915.316 Seharusnya Rp. 1.251.435 LEBIH BAYAR Rp. 663.881

    Bulan Maret ini saya belum setor untuk pajak diatas
    MAR PPH PS. (4) Rp. 1.004.626
    MAR PPH 23 Rp. 803.701
    MAR PPH 21 Rp. 1.145.273

    bisa tidak pak di PBK sisa nya mengurangi setoran Masa Maret 2015

    Mohon bantuannya dan contoh surat PBK nya

    Terimaksih pak

    Balas
  30. nanik
    nanik says:

    saya mau tanya..

    saya ada ppn masukan atas service charge. saya sudah kreditkan ppn masukan tersebut dan saya sudah laporkan baik ppn dan pph pasal 4 ayat 2. namun setelah saya laporkan saya mendapat info bahwa invoice service charge itu batal. berarti saya ada lebih bayar pph pasal 4 ayat 2 dan kurang bayar ppn. yang saya mau tanyakan bagaimana pembetulan atas pph pasal 4 ayat 2nya. karena harusnya pph pasal 4 ayat 2 nya nihil. saya mau lakukan pbk. tapi saya bingung apakah saya harus melakukan pembetulan untuk menghilangkan pph pasal 4 ayat 2. atau langsung pbk saja tanpa pembetulan.
    mohon infonya ya pak..

    Balas
  31. bambang
    bambang says:

    Selamat siang
    Mohon pencerahannya, karena tahun 2014 ini kami rugi, maka kami menjadi lebih bayar PPh 22 impor, 22-wapu, dan 23. Apa yang bisa kami ajukan untuk kelebihan PPh ini selain restitusi ?
    Bisakan dialihkan untuk kurang bayar PPh 21, atau kurang bayar PPN.

    Terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Bambang
      Untuk kelebihan pada SPT Tahunan PPh hanya bisa dilakukan restitusi. Jika restitusi dikabulkan ada tunggakan pajak sepeti SKP/STP dapat dipindahkan kesitu. Untuk Pbk tidak bisa ke jenis pajak berjalan.

      Balas
  32. syam
    syam says:

    Soree pak..
    pak saya mau tanya,, perusahaan saya bergerak di pengadaan barang.. dinas sudah memotong PPh Ps 22 1,5%. pertanyaannya, apakah bisa PPh 22 yg 1,5% di pbk kan ke PPh final ps 4 ayat 2 1%?.. status perusahaan saya belum ada SKB..
    Mohon pencerahan dan bantuannya.. terima kasih

    Balas
  33. lukman
    lukman says:

    Selamat malam pak edi.
    Saya mau tanya masalah ssp yg salah isi pph yg seharusnya final tp saya isi pph pasal 25.apakah ada cara selain pbk?bisakah hanya melaporkan ke ktr pajak?saya salah cuma bulan ini.terima kasih atas jawaban dan solusinya.

    Balas
  34. lukman
    lukman says:

    Selamat malam pak dwi.
    Saya tolong tanya donk.saya bln ini salah isi ssp yg seharusnya pph final saya tulis pph pasal 25.itu gmn ya?apa bisa direfisi tanpa harus membuat pemindahbukuuan.karena bln dpn saya perbaiki menjadi pph final.terima kasih atas jawabannya serta solusinya.

    Balas
  35. ria
    ria says:

    Mohon dibantu untuk penjelasannya…
    saya mengalami PBk disebabkan ada kesalahan pengetikan di masa pajak. Harusnya bulan november tp dibuatkan di desember Untuk PPN. Setelah saya tanya katanya bisa dilakuka PBK tanpa harus membayar lagi. Yang jadi persoalan saya, pada saat saya melaporkan PPN tersebut saya buat lebih bayar buka NIHIL untuk mencegah adanya keterlambatan melapor, itu jg sudah berdiskusi dengan AR. yang saya ingin tanyakan pada saat akan pembetulan karena sudah terima surat PBK nya. Yang lebih bayarnya diakui atau tidak? apabila di akui tidak balance dengan yang saya minta PBK jumlah nominalnya. Mohon dibantu pak cara menyelesaikannya. terima kasih sebelumnya.
    salam,
    Ria

    Balas
  36. mita
    mita says:

    mohon petunjuknya pak

    saya belum pernah melakukan pemindahbukuan sebelumnya kalau saya dobel bayar pajak gimana ya prosesnya? jadi saya membayar pajak lagi padahal sudah dibayar pajaknya

    Balas
  37. Dinda
    Dinda says:

    Salam kenal pak dwi.
    Saya mau tanya mengenai proses PBK.
    Saya buat ssp pph 21 final 50.500.000 dan ssp pph 21 tidak final 41.000.000 masa des 2014.seharusnya yg bener ssp pph 21 final 51.000.000 dan pph 21 tidak final 40.500.000 jadi dalam arti. Final kurang 500.000 tidak final lebih 500.000. Dan belum saya laporkan pajak. Apa yang harus saya lakukan karna saya tidak paham. Apakah saya buat surat pbk dan bagaimana di SPT saya yg mau saya laporkan.apakah saya buat dengan yg benar walaupin tliat selisih antara SPT dan ssp walo dihitung total sama. Dan dengan menyertakan surat PBK saya.saya tnggu ya pak.mskh byk

    Balas
  38. maya
    maya says:

    bagaimana mekanisme membayar pajak atas THR karyawan yang sudah lewat ?
    mohon penjelasan
    terimakasih

    Balas
  39. maya
    maya says:

    selamat siang pak,

    saya mau tanyakan mengenai pembayaran pajak atas THR yang sudah dibayarkan kepada karaywan pada bulan Juli 2014 tetapi untuk potongan pajaknya belum dilakukan pemotongan dan pembayaran ke KPP, apa yang harus saya lakukan pak ?
    mohon penjelasan lebih detail yah

    terimakasih
    maya

    Balas
  40. TRI WAHJOENING
    TRI WAHJOENING says:

    selamat pagi P.Dwi mohon bantuan saya lagi mengerjakan pajak tahunan espt bulan des 2014 , dalam hal ini dilporan saya ada beberapa bulan terjadi lebih bayar ( krn tambahan by lembur pd bulan tertentu di karyawan ditambah THR pada bln yg sama, ada juga karyawan yang mengundurkan diri ) setelah saya betulkan dibulan – bulan bersangkutan dan berencana saya kompen di bulan desember 2014 akan tetapi ada kendala di spt bulan desember diperhitungan (B) no 13 tidak bisa diisi /ngelink jadi kekurangan pajak desember tidak terkompen dg lebih bayar bln 2 sebelumnya apakah ada langkah yang salah dalam hal ini terima kasih banyak bpk dengan bantuannya

    Balas
  41. Indah
    Indah says:

    Selamat Siang Pak Dwi, saya mau bertanya.. Perusahaan tempat saya bekerja awalnya dikenakan PPh 23 setelah tanggal 30 Mei 2014 dikenakakan tarif PPh Final 1%. Saya sudah mengajukan SKB PPh 23 kepada klien, namun klien tetap memotong PPh 23. Dalam kasus seperti ini apa yang harus dilakukan? Sementara perusahaan harus tetap membayar PPh 1%, berarti rugi 2x dong Pak, bayar 1% sama dipotong PPh 23 2%. Apakah bisa dilakukan Pbk? Mohon bantuannya, terimakasih..

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Indah
      Saya asumsikan sebelum dilakukan pemotongan PPh 23 ibu sudah punya SKB dan sudah menyerahkan legalisir ke klien namun tetap dipotong. Maka ada 2 opsi untuk itu.

      1. Mengajukan pengembalian pembayaran ke KPP atas pemotongan PPh 23, jadi nanti setelah KPP memproses uangnya akan ditransfer ke rekening perusahaan ibu atau
      2. Tetap menjadikannya sebagai kredit pajak di SPT dan nantinya jika menjadi LB juga akan dikembalikan setelah diproses.
      Balas
  42. Fanda
    Fanda says:

    Mau tanya,
    Ketika saya membuat SSP, ada kesalahan memasukkan kode jenis pajak (untuk PPh final 411128–harusnya 420, yang dimasukkan 199), harusnya mengajukan Pbk ya? Tapi ini kasusnya untuk masa pajak yang lalu (2013), apakah masih bisa saya mengajukan Pbk? Terima kasih sebelumnya…

    Balas
  43. Alvira
    Alvira says:

    Selamat siang Pak,

    Saya mau menanyakan
    saya salah tulis jumlah nominal di ssp ketuker antara pph 4 ayat (2) 1.200.000 dengan PPN DN 200.000. Seharusnya pph 4 ayat (2) 200.000 dengan PPN DN 1.200.000.
    Bagaimana yang saya harus lakukan, jika melakukan pbk? apakah saya lapor pajak terlebih dahulu atau pbk?
    Terimah kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore rekan Alvira
      Sebaiknya buat permohonan Pbk dulu, kemudian jika sudah dapat bukti Pbk baru sampaikan sebagai pengganti SSP yang salah tulis. Atau bisa juga laporkan dahulu kemudian buat pembetulan SPT jika Pbk sudah diproses.

      Balas
  44. agung
    agung says:

    mohon pencerahan pak, pph psl 23. kita bayar Rp 190.909 harusnya Rp 27.273. yang dikembalikan kepada kami Rp 163.636. bagaimana teknisnya??

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika SSP PPh 23 si pemotong hanya atas NPWP pak Agung saja, maka bisa diajukan sisanya ke pajak lainnya. Namun jika SSP PPh 23 ternyata atas bebearapa NPWP yg dipotong maka tidak bisa di-Pbk.

      Balas
  45. titin trisiyani
    titin trisiyani says:

    sore pak saya mao Tanya tentang masa pajak

    saya isi ssp bulan oktober yang seharusnya masa bulan sept 2014
    terjadi kesalahan dalam pencatatan masa pajak ..
    bagaimana yang saya harus lakukan

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore bu Titin
      Ya ini sesuai dengan rtikel yg ibu baca, ajukan Pbk dengan menyebutkan terjadi salah penulisan pada masa pajak di permohonan Pbk-nya.

      Balas
  46. Tri Wahyudi
    Tri Wahyudi says:

    Dear Pak Dwi,
    Mau tanya pak, terkait dengan PPh final 1% itu pak, jadi kami sudah melakukan pembayaran PPh tahunan 2013 katakan lah 12.000.000, (asumsi 1jt perbulan) sesuai dengan tarif spt tahunan, ternyata mulai juli 2013 berlaku tarif 1 %, sehingga kalau dihitung ulang akan terjadi kelebihan bayar.
    saya sudah mengirimkan surat PBK ke kpp domisili, dengan format seperti blog ini jabarkan contoh :

    Dari

    411126-100 Juli – 1.000.000

    ke

    411128-420 Jan – 200.000

    411128-420 Feb – 200.000

    411128-420 Mar – 200.000

    411128-420 Apr – 200.000

    rincian diatas saya buat dalam satu surat, tetapi ditolak oleh KPP dengan alasan “permohonannya dibuat satu surat untuk satu ssp” berarti saya hanya bisa membuat satu surat untuk PBK ke satu bulan saja.
    saya masih belum mengerti, jadi mohon petunjuknya..

    Terimakasih

    Balas
  47. Izam
    Izam says:

    Selamat Sore Pak Dwi,
    saya ingin menanyakan tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan PemindahBukuan (PBk).

    Menurut Pak Dwi dalam artikel di atas, disebutkan bahwa PBk dapat dilakukan dalam masa/tahun pajak yang sama atau berlainan, apakah saya bisa dipaparkan dasar peraturan yang melandasinya? (karena, Kata AR, PBk tidak dimungkinkan untuk masa/tahun pajak yang berlainan), sehingga saya menjadi bingung,

    mohon pencerahannya, terima kasih.

    Balas
  48. M Zoel
    M Zoel says:

    Pagi Pak Dwi,

    Masih dimungkinkan kah surat PBK yang telah kami terima dimintakan PBK lagi ke PPh pasal lain? (PBK 2 kali)
    Mohon masukannya Pak, terima kasih.

    Rgrds,
    Zoel

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi pak Zoel
      Mungkin maksudya bukti Pbk yg sudah selesai diproses mau dipindahkan lagi? bisa pak, nanti lampirannya berarti bukti Pbk tsb dalam permohonan

      Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Dasar hukumnya di SE-26/PJ.9/1991 butir 1.3 “karena adanya surat keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak” dalam hal ini bisa dicontohkan pada bukti Pbk yang masih ada sisa lebih

          Balas
  49. samuel
    samuel says:

    slmt siang pak dwi…mau bertanya…apakah boleh wp mengajukan pbk atas kesalahan setor ppn masa april 2013 ke ppn masa mei 2014?? yg jadi rancu adalah krn sudah terlampau jauh jangka wkt nya (1thn).

    Misal setoran ppn masa april 2013 sebesar 15.000.000
    memohon pbk menjadi : ppn masa april 2013 sebesar 5.000.000 dan ppn masa mei 2014 sebesar 10.000.000
    apakah boleh dan tidak menyalah ketentuan?

    terimakasih seblmnya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Sam
      Jika atas masa april 2013 belum diperiksa maka boleh diajukan Pbk, nggak masalah sekalipun beda 5 tahun asal belum diperiksa/diverifikasi

      Balas
  50. ilham
    ilham says:

    siang pak dwi.
    saya mau tanya, saya sudah setor pph 25 juli-oktober 2013.
    di bulan agustus nihil pph 4 ayat 2nya .
    nah klau saya mau buat pbk yg agustus. apakah boleh dikompensasikan ke masa juli atau september atau oktober?
    jadi saya buat 3 pbk.
    1 untuk masa juli dan agustus.
    2 untuk masa september
    3 untuk masa oktober.
    nah apakah boleh 1 pbk untuk 2 masa pajak?
    terima kasih sebelumnya . 🙂

    Balas
  51. yola
    yola says:

    Pak, jika ingin pbk karena salah nulis npwp di SSP
    seperti saya salah tulis kode kpp saja pak, seharusnya saya setorkan pph 21 untuk kantor cabang serang dgn kode kpp 401 namun saya salah tulis menjadi npwp cabang tangerang dgn kode kpp 416, Jadi saya harus pengajuan pbk ke kpp mana pak? serang kah? atau tangerang?

    Terima kasih

    Balas
  52. yoppie
    yoppie says:

    pak kalau juli-des13 udah terlanjur bayar sesui pph25, ternyata utk 1% terjadi kurang bayar, bagaimana cara buat surat permohonan pbk, untuk contoh yg diatas saya baca ternyata untuk yg lebih bayar.. mohon pencerhan. terima kasih

    Balas
  53. yoppie
    yoppie says:

    malam pak dwi, mau nanya utk pajak bulan juli-des 2013 sudah terlanjur bayar pakai cara pph 25 @300rb per bulan, padahal berdasarkan 1% dari juli-des2013 berkisar dari 350rb-450rb, apakah saya perlu melakukan pbk, atau tinggal setor kekurangannyanya saja pakai ssp..mohon pencerahan.terima kasih

    Balas
  54. bndey
    bndey says:

    slamat sore p dwi
    pak thn 2013 kami sdh terlanjur bayar pph psl 25 rp 50.000/bln x 12 : 600.000(januari-des 2013)
    stlh kami melaporkan spt nya th 2013 ternyt kami br tau klo ada pph psl 4 ayat 2 / pajak final
    stlh di hitung kembali utk bulan januari – juli kami tidak kena pajak,dan utk juli sampai des 2013 kami punya utang pajak 1.327.050 gitu pak.
    yg mo sy tanyakan klo kami mo bayar yg 1.327.050 apakah yag 600.000 rb bisa di pindah bukukan ke pajak final sehinngga kami bayarnya 1.327.050 – 600.000 :727.050 begitu.
    klo memang bisa begitu,mekanismenya bgmn ya pak….
    maturnuwun….

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi rekan Bndey
      Bisa dipindahkan atas PPh 25 semester 2 ke pajak final 1%. ya diajukan aja sesuai artikel diatas, dengan membuat 1 permohonan untuk 1 masa pajak dlampiri SSP lembar 1 asli, kemudian atas selisih kurangnya bisa disetor dengan SSP.

      Balas
  55. meni
    meni says:

    slamat pg pak dwi, sy mau konsultasi nih…kalo pembayran pph 25 kan harusnya feb 2014 tetapi dibank salah input malah tulis feb 2013 dan bayarnya tgl 7 maret 2014 nah itu gimana ya dikantor pajak krn dari pihak Bank tdk bisa mengedit…Thanks

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Salah tulisnya itu di SSP atau di perekaman data mereka? Jika salah tulis di tahun pajak SSP ya bisa diajukan Pbk, tapi jika salah tulisnya karena petugas banknya salah ketik ya tetap bisa dikoreksi dengan pemindahbukuan juga hehe..

      Balas
  56. veha
    veha says:

    sore pak,
    Kasus saya: saya membayar pasal 25 setahun penuh sebelum pp 46 berlaku
    1. kira2 bakal ada masalah ngak kalau kita melakukan pemindahbukuan (pbk) semuanya ( 12 bulan dipindahbukukan)? apakah akan menimbulkan kecurigaan dari pihak pemeriksa?
    2. setelah melakukan pbk, bagaimana cara bayarnya jika pp 46 1% yang kita bayarkan ternyata kurang bayar?
    trims pak

    Balas
  57. Petrus
    Petrus says:

    siang pak dwi, mau tanya nih, saya ada masalah tentang pph pasal 25 bulan juli dan agustus, untuk bulan juli dan agustus saya udah bayar 1.500.000 per bulannya. kalo menurut pph final yang menggunakan perhitungan 1% dari penjualan bruto ternyata bulan juli harus bayar 3.551.450 dan untuk yang agustus 489.950. terus kalau mau bayar yang kekurangan bulan juli gimana dan kelebihan dibulan agustus gimana.
    mohon pencerahannya.
    terimakasih

    Balas
  58. DAMIAN
    DAMIAN says:

    Siang pak dwi, maaf saya mau tanya :
    1.surat pbk yg pph pasal 25 ke pph 4ayat2(hanya salah kode map saja,angkanya sudah benar) atas bulan juli dan agustus 2013 ini harus dapat persetujuan kepala kpp terlebih dulu sebelum kita serahin spt tahunan atau sekalian kita lapor spt tahunan maret 2014? lalu kita dapat buktinya apa dari kpp ?
    2. saya ada main valas lalu untungnya masuk ke penghasilan lainnya yang di 1770-I benar tidak pak ? lalu harus dilampirkan di daftar omzet saya kah hasil perhitungannya?
    trima kasih sebelumnya pak

    Balas
  59. Nia
    Nia says:

    Sore pak Dwi, saya mau nanya di masa Desember 2013 ini saya ada kedobelan bayar PPh 21.Yg sudah sy laporkan masa ditanggal 15 januari 2014 sebesar Rp. 1.000.000.. Berhubung pajak masa januari sudah disetor dan dilaporkan . Apakah bisa PBK ke masa Februari? gimana ya pak caranya? misal kan contoh. pajak masa februari yang akan saya setor sebesar Rp. 5.000.000, karena kelebihan bayar dimasa pajak desember, dikurangin di kedobelan bayar Rp.1.000.000 menjadi Rp. 4.000.000 yang akan disetorkan kemasa pajak februari . Mohon bantuannya pak.terima kasih

    Balas
  60. Tasya
    Tasya says:

    Sore pak Dwi, saya mau nanya di masa Januari 2014 ini saya ada kedobelan bayar PPh 21.Yg sudah sy laporkan masa ditanggal 20 feb kemarin itu yang 1 SSP, apa bisa yg 1 SSP lagi saya PBK ke masa Februari?

    Terima Kasih pak

    Balas
      • Tasya
        Tasya says:

        Kira2 untuk PBK butuh waktu berapa lama ya pak?selain itu apa bisa di PBK-kan di dua masa,yaitu februari dan maret karena ada sisa lebih di februari?

        terima kasih pak

        Balas
  61. Emmy
    Emmy says:

    terkait PP 46,untuk bulan Juli- September,saya belum Pbk,karena saya masih pakai pph pasal 25 OP dgn tarif 0,75 % dr omzet.Bagaimana cara pbk untuk 3 bulan tersebut (Juli-Sept ),saya masih belum ngerti pak bagaimana prosedur pemindahannya,mohon infonya,thx.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Salam bu Emmy
      Surat permohonan Pbk untuk 1 SSP yg salah, artinya nanti ibu bikin 3 surat permohonan (jul-sept) dengan dilampiri SSP lembar 1 asli bulan masing-masing. Itu saja bu detilnya, tentang isi surat permohonan bisa dilihat di artikel atas.

      Balas
      • andy
        andy says:

        Bagaimana Kalau tidak ada SSP PPh22 nya..?? lembar ke 1 pun hilang, apakah permohonan PBK masih bisa diterima…??

        Balas
  62. kelvin
    kelvin says:

    pak kalo saya terlanjur setor pph 25 juli-november, kelebihan bayar pph 25 dikompensasi ke desember masih tetap sisa banyak. misal saya kompensasi ke masa januari-maret 2014 untuk pp 46 nya apa tidak terasa aneh, karena bulan januari-maret omzet pasti belum tau berapa tapi kita sudah setor pp 46 duluan. apa bisa misalkan saya lakukan seperti itu, jika pajak pp46 yang saya setor kurang tinggal saya setor kekurangannya?
    atau bisa dengan restitusi? kira2 berapa lama jika saya lewat restitusi dan bagaimana caranya?
    makasi pak

    Balas
  63. trie
    trie says:

    Pak..mohon bantuannya..
    Tgl 10 kemarin saya setor pajak pph 23 masa desember misal 10 jt, kemudian setelah saya cek ternyata ada yg double bayar, seharusnya 8jt sehingga lebih bayar 2jt. Pada saat lapor bagaimana pak? Apa saya lapor yg seharusnya 8jt atau saya lapor berdasarkan apa yg saya setor 10jt?
    Jika saya mau pbk ke masa jan gmn? Mis.pph23 masa jan 5 jt, apa boleh saya membayar sisanya sj 3 jt?
    Terima kasih

    Balas
  64. octa
    octa says:

    Yth. Pak Dwi,

    Saya sangat awam tentang perpajakan dan sangat terbantu dengan adanya semua tulisan bapak. Mohon bantuannya untuk beberapa pertanyaan berikut :

    *Untuk usaha perdagangan kecil di bidang penjualan alat2 mobil (freelance-
    salesman) dengan omzet di bawah 4,8M. (Saya membeli barang dari produsen kemudian menjualnya kembali secara grosir & eceran ke toko2/ pengecer dengan berkeliling dari kota ke kota dengan margin keuntungan 10-15%). Jadi saya tidak memiliki tempat usaha yg tetap dan yang membeli barang saya bukan pemakai langsung.
    Apakah saya dikenakan pp46 ini?

    *Bila saya dikenalan pph final sesuai pp46, Untuk masa januari-november2013, saya telanjur setor pph25, yang jumlahnya lebih kecil drpd pajak final 1% (untuk juli – november ada kurang bayar).
    Apakah saya harus mengajukan pbk untuk jul-nov? Dan untuk kekurangan bayar-nya apakah harus saya setor sekarang atau di saat lapor SPT tahunan?
    Dan apakah akan dikenakan denda, krn keterlambatan saya menyetor pph final utk jul-nov?

    *Bila saya mengajukan pbk, apakah harus menunggu hasil-nya dulu baru kemudian membayar kekurangan bayar pph1%? Atau saya bisa langsung menyetor kekurangan bayar-nya, tanpa mengajukan pbk terlebih dahulu?

    terimakasih…..

    Balas
  65. nova
    nova says:

    Halo Pak Dwi,,,
    saya mau tanya jika di bulan agustus – september 2013 tidak ada penjualan apakah kita harus setor pph 25 seperti biasa? dan kita sudah terlanjur setor pph 25 selama agustus dan september.
    mohon di reply ya pak,,,

    Balas
    • Irfan Hartono
      Irfan Hartono says:

      Salam, Ibu Nova.
      Sebelumnya, apakah usaha Ibu Nova memenuhi kriteria untuk dikenakan PPh final 1%? Jika iya, berarti tidak perlu. Lebih jelasnya silakan baca artikel mengenai PP-46 di situs ini.

      Namun jika tidak, maka tetap wajib menyetor PPh 25 sesuai dengan perhitungan angsuran pada SPT Tahunan Tahun lalu. Semestinya jika sewaktu bulan agustus-september kemarin dirasa ada penurunan usaha, maka bisa juga untuk meminta penurunan angsuran PPh 25 bulanan. PPh 25 yang telah disetorkan, akan menjadi kredit pajak/pengurang pajak terutang pada SPT Tahunan 2013.
      Demikian.

      Balas
  66. Elsa S
    Elsa S says:

    Mohon pencerahannya pak jika kasusnya seperti ini,

    Pt kami ada customer wapu, per Juli kemarin pihak wapu tsb meminta pt kami agar mengirimkan rekapan faktur pajak PPn Wapu perbulannya . hal itu sudah kami realisasikan sampai sekarang. per Nopember kemarin jumlah setoran SSP PPN wapu sudah cocok. namun untuk SSP PPN wapu bulan Agustus terjadi kelebihan bayar yg setelah kami selidiki sebabnya adalah ada faktur pajak yg dibayarkan PPN Wapunya padahal sebenarnya faktur pajak tsb sudah dibatalkan..
    Nah,untuk proses pemindahbukuan nya gimana pak? bisa tidak jika kelebihan bayar itu dipindahkan utk pembayaran ppn wapu bln Desember jd pihak wapu tinggal membayar kekurangnya saja?
    Ditunggu jawabannya pak. Terima kasih.

    Balas
  67. dally
    dally says:

    Usaha kami ini bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa pada bulan Oktober -desember terlanjur dipungut dinas PP 22, kalo bisa diajukan Pbk caranya gimana pak? dan kalo bisa pasti lebih karena PP22 kan 1.5% sedangkan PPh final 1% apa bisa di kreditkan pada SPT tahunan badan 2013 pada masa juli-des?

    Balas
  68. boby
    boby says:

    Pak saya mau tanya, bagaimana Pemindahbukuan kalau SSP Lembar 1 hilang yang ada hanya SSP Lembar 3 saja, padahal sdh dicari tetap tdk ketemu, mohon Solusinya, trimakasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Bisa minta surat keterangan hilang dari kepolisian pak, kemudian kalau ada data internal perusahaan (catatan, jurnal) atas setoran tsb bisa dilampirkan agar petugas bisa mengkroscek di data sistem.

      Balas
  69. William
    William says:

    Yth Pak Dwi,
    Kami terlanjur setor pph pasal 25 dari masa juli-nop 2013 masing per bulan sebesar 800.000.
    Menurut PP 46 kami seharusnya kena PPh Final 1%, dengan rincian sbb:
    Juli: 3.600.000
    Agt:3.200.000
    Sep: 4.100.000
    Okt: 4.800.000
    Nop: 5.100.000
    Bagaimana proses Pbk nya, apakah di pbk per bulan atau sekaligus? Kurang bayarnya disetor dalam 1 SSP atau masing2 per masa pajak?
    Sampai dengan bulan Des ini omset kami sudah melampaui 4,8 M, bagimana cara hitung angsuran pph pasal 25 untuk masa pajak Jan 2014?
    Oya ada 1 hal lagi pak, untuk SPT Tahunan 2013 atas penghasilan Jan-Jun dikurangi dengan PTKP 1 tahun atau 1/2 tahun?
    Terima kasih

    Salam,
    William A

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang pak Willy
      1.Pbk diajukanny per SSP/bulan ya pak, jadi ada 5 permohonan yg dilampiri SSP lembar ke-1 asli untuk masing-masing terkait. Untuk kurang setornya juga per SSP/bulan.
      2.Untuk pertanyaan angsutran PPh 25 2014, saya pending dulu pak
      3.TKP sebagai pengurang menggunakan PTKP penuh setahun

      kalau tahu pak William pakai pembukuan atau norma?

      Balas
      • William
        William says:

        Terima kasih Pak Dwi atas jawabannya. Kami sudah menyelenggarakan pembukuan Pak Dwi.
        Untuk kurang setor pph final 1% harus tunggu permohonan pbk disetujui tidak pak?
        Salam,
        William A

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Langsung saja disetor pak, tidak perlu menunggu bukti/hasil Pbk terbit.
          Penentuan angsuran PPh 25 akan saya jadikan bahasan tersendiri pak, segera setelah aturan terbaru terbit.

          Balas
    • Purwanto
      Purwanto says:

      Mohon Petunjuk,
      Usaha saya bergerak dibidang reparasi kendaraan bermotor.
      di bulan maret ini saya laporkan spt tahunan untuk tahun 2013, tetapi waktu saya lapor spt tahunan op (pajak pribadi) saya dikoreksi oleh pihak kpp pajak, dikatakan ada peraturan terbaru tentang omzet saya dikekan tarif pph final 1% dari bulan juli 2013
      saya rincikan sebagai berikut :
      Bulan Januari sebesar 43.257.499
      Pebruari sebesar 41.527.200
      Maret sebesar 45.919.500
      April sebesar 40.449.090
      Mei sebesar 39.578.616
      Juni sebesar 44.721.600
      Juli sebesar 43.923.000
      Agustus sebesar 43.257.498
      September sebesar 42.158.094
      Oktober sebesar 43.257.498
      Nopember 44.721.600
      Desember 46.318.800
      total keseluruhan omzet 519.089.995
      keseluruhan omzet itu saya hitung dikenakan 20% sesuai tarif lama jadi dapatnya 519.089.995 x20% didapat 103.817.999
      untuk pph terutangnya sudah saya setorkan ke bank sesuai dengan omzet yg saya daptkan selama setahun sebesar 6.016.449
      yang jadi pertanyaan saya :
      1. untuk bulan januari s/d juni 2013 gimana perhitungannya masih pakai tarif lama atau yg baru
      2. untuk bulan juli s/d Desember 2013 apakah saya hitung dengan tarif 1%
      3. kalau ada salah penghitungan tarif itu dan saya sudah setorkan pajak terutangnya, dan hasilnya lebih bayar dan harus saya koreksi dengan pembetulan, bagaimana setoran uang kelebihan itu apakah saya harus Pemindahbukuan ke tahun pajak berikutnya atau dikompensasi? bagaimana caranya…..(purwanto)

      Balas
      • Dwi Utomo
        Dwi Utomo says:

        Sore pak Pur, jumlahkan dahulu jan-jun kemudian kalikan norma

        1. jan-jun 2013 masih pakai tarif lama ya pak
        2. iya bener pak, 1% masing-masing bulan
        3. salah hitung di pajak tahunan atau bulanannya pak? untuk SPT tahunan yg LB nanti akan diteliti lebih bayarnya, dan berujung di restitusi.
        Balas
        • purwanto
          purwanto says:

          terus sebaiknya gimana ya pak…..saya tidak mau restitusi…tapi di pemindah ke tahun berikutnya atau saya pembetulan penghitungan di bulan januari s/d Desembernya?…dikarenakan perusahaan saya tidak memakai pembukuan tetapi rekapan omzet perbulan selama setahun.

          Balas
        • purwanto
          purwanto says:

          dan saya salah perhitungan pajak tahunannya…..dan pastinya tiap bulannya saya juga salah setor …kelebihan…karna saya masih pakai tarif yang lama 20% dari bulan januari s/d desember 2013.

          Balas
  70. Dimas
    Dimas says:

    Mohon petunjuk

    Usaha kami ini bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa
    Di Bulan Oktober kami memenangkan tender senilai Rp. 300.000.000
    Di Bulan November kami memenangkan beberapa tender senilai Rp. 2.500.000.000
    Di Bulan Desember kami memenangkan beberapa tender senilai Rp. 2.150.000.000

    Pertanyaan kami
    1. Apakah kami masih dikenakan PPh Final ?
    2. Untuk tender yang sudah terlanjur terpotong pph 22 oleh bendaharawan apakah masih bisa dipindahbukukan (jika kami dikenakan PPh Final tersebut)

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang pak Dimas
      Sekalipun total omset hingga des berarti 4.950.000, tetap dikenakan hingga akhir desember pak, tetapi sejak januari nanti kembali pakai aturan PPh 25 lagi.
      Untuk yg terlanjur pungut dinas PP 22, bisa diajukan Pbk pak.

      Balas
      • Dimas
        Dimas says:

        syarat-syarat pengajuan Pbk gimana pak?
        Apakah harus mengurus SKB terlebih dulu mengingat Pbk Dari PPH 22 ke PPH Final?

        Balas
  71. Ika
    Ika says:

    Pagi pak Dwi,
    Mau konsultasi . Jika ada kesalahan pengisian npwp untuk ssp PPN transaksi jasa luar negeri ( seharusnya NPWP ditulis 00000. Kode kpp , ternyata tertulis NPWP perusahaan yg memungut). Kode KJS dan MAP sdh benar, apakah bisa dilakukan pemindah bukuan? Makasih. ika

    Balas
  72. ferdinan
    ferdinan says:

    Halo lagi pak Dwi,
    maap pak saya nanya terus, maklum masi belajar dari pak Dwi hehe…
    1. mengenai pbk saya mau tanya pak apa bisa misalnya untuk masa pajak januari dan febuari 2013 untuk kode pajak 411126-100 di pbk-in ke satu masa pajak desember 2013 untuk kode pajak 411128-420..
    2.dan format penulisannya apa sama seperti artikel di atas pak? soalnya saya liat di blog lain ribet banget itu org tulis pbknya…apa ada standard penulisan pbk atau semacam formulir gitu pak?
    mohon di bantu penjelasannya yah pak..thank you

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi pak Ferdi
      Untuk masa januari-februari tidak perlu di-Pbk ke pajak 1% pak. Tetapi jika yg pak Ferdi tanyakan apakah bisa dari 2 masa pajak dipindahkan ke 1 masa pajak, jawabannya bisa. Berarti nanti ada 2 permohonan yg masing-masing dilampiri SSP bulan terkait.
      Contohnya dari PPh 25 juli & PPh 25 agustus mau diPbk ke PPh Final 1% masa September. Maka ada surat permohonan dari PPh 25 juli ke september, dan bikin lagi PPh 25 agustus ke september.
      Formatnya bisa diunduh disini, silahkan diganti sesuai kondisi usaha pak Ferdi

      Balas
  73. hera
    hera says:

    siang pak dwi,
    bulan juli-agustus kami masih memakai PPh 25,, dan telah mengajukan PBK untuk pemindahbukuan kode akun saja,, sementara kondisi nya kami ada kelebihan bayar (juli-agustus),, yang ingin saya tanyakan
    1. apakah saya harus mengajukan surat PBK lagi dengan alasan ada kelebihan bayar ?
    2. ato bisakah saya kompensasikan langsung (dikreditkan langsung) pada SSP bulan november & desember ini? tanpa membuat PBK lagi?

    sampai saat ini kami belum menerima surat balasan PBK dari kantor pajak
    terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang, dengan ibu Hera ya
      1.Untuk kelebihan tsb memang bisa diajukan pemindahbukuan dan tentunya lewat permohonan Pbk. Nah dalam kondisi LB, sisa lebihnya bisa untuk nutupin yg 1% november & desember. Jadi saat Pbk dah selesai diproses, nanti akan mendapat bukti Pbk yg diantaranya adalah bukti bahwa atas 1% nov-des sudah dibayar dari kelebihan juli/agustus. Otomatis gak usah setor lagi.
      2.Proses Pbk waktunya 28 hari, sejak permohonan Pbk diterima lengkap. Ibu bisa tanya ke petugas pelayanan di kantor pajak atau hubungi AR-nya langsung untuk tahu status prosesnya.

      Balas
  74. tjoengkiesen
    tjoengkiesen says:

    siang bp dwi kalau guna norma saya bayar pajak perbulan Rp, 9000 s/d Rp.13000 jika cara pp 46 dengan ptpk k/1 saya hitung nihil apa benar cara 1% dari omzet dikurangi ptpkk/1 yang dibagi 12 bln

    Balas
  75. rika
    rika says:

    Mohon pencerahannya Pak,

    Saya sudah terlanjur setor pph pasal 25 dari juli – oktober 2 juta x 4 bulan = 8 juta. saya baru tahu ttg pp 46 ini. setelah saya cek, ternyata omset dibulan juli 1 milyar x 1 % = 10 juta. AR saya kasih solusi melakukan pemindahbukuan, atau dikreditkan. pertanyaan saya:
    – untuk pemindahbukuannya bagaimana caranya
    – dan kalau dikreditkan, di spt yang mana? pasal 4 (2) atau spt tahunan 2013 nanti.
    – terus, kalau setiap bulannya kita sudah setor pph 1% dari omset. diakhir tahun nanti omset juli-desember perlu disetor lagi ga pak? apakah hanya yg semester pertama saja?
    terima kasih sebelumnya.

    rika

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang bu Rika
      Kesimpulannya PPh 25<Pajak 1%. Sehingga selain di Pbk juga setor lagi atas kekurangannya.

      1.Cara pemindahbukuan sesuai artikel diatas, berarti dari 411126-100 juli 2jt ke 411128-420 juli 2jt. Karena pada juli masih ada selisih kurang sebesar 8 jt. 8jt tsb bisa disetor dengan SSP atau ATM
      2.Sebagai kredit yang dimaksud untuk SPT Tahunannya nanti
      3.Jika ibu sudah setor untuk juli-desember (termasuk yg sebagaian lewat Pbk) maka di akhir tahun tidak perlu dihitung kembali pajak tahunan atas omset semester 2, cukup semester 1 yang dihitung pajak tahunannya

      Balas
  76. agus
    agus says:

    selamat siang pak, maaf pak kalo ada kekeliruan dalam pengisian masa pajak gimana ya pak? jadi kita setor untuk ppn keluaran bulan juni tapi di ssp yg dibayarkan ke bank bulan juli, mohon petunjuk cara lapor ke kpp pa? apa pake pbk ,contoh pbk nya seperti apa ya pak, terimakasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Agus
      Iya bisa dikoreksi dengan Pbk
      Contohnya ya seperti artikel diatas hanya jika artikel diatas tulisan kode jenis pajak yang saya bold, maka pada kasus pak Agus yang perlu dirubah adalah Masa Pajak-nya

      Balas
  77. Yodhia Antariksa - Blog Strategi + Manajemen
    Yodhia Antariksa - Blog Strategi + Manajemen says:

    Pak Dwi – blog Anda ini benar2 top markotop.

    Mau tanya pak :
    Jika pindah buku ke PPN. Nanti saya akan terima jawabanny berupa apa? Dan apakah di dalam jawaban itu ada NPTN? Sebab untuk isi e-spt PPN, saya wajib memasukkan angka NPTN. Kalau dlm jwaban tidak ada NPTN, maka bagaimana solusi agar saya tetap bisa lapor e-spt PPN?

    Terima kasih banyak pak.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Terima kasih atas apresiasinya Pak Yodhia, blog Anda juga memberikan wambahan wawasan bagi saya.

      Nanti setelah bukti Pbk terbit, disana memang tidak terdapat NTPN, adanya no bukti Pbk, tapi nomor tersebut juga tidak bisa diinput di e-SPT PPN, sepertinya bisa untuk e-SPT PPh 21 saja. Jadi nomor NTPN diisi 00000000000. Dan lampirkan fotokopi bukti Pbk tersebut pada pelaporan SPT Masanya.

      Balas
  78. Ardi
    Ardi says:

    Slamat siang Pa Dwi,

    mohon maaf saya ingin bertanya mengenai pemindahbukuan, untuk kasus salah pengenaan pajak prosesnya seperti apa? misal pekerjaan jasa yang seharusnya dikenakan PPh 23 tapi terlanjur kena PPh 4(2) selama 2 bln. bagaimana proses reclass nya? mohon pencerahan dari Suhu. terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore gan

      Berapa dulu ini untuk tarif PPh final yang salah 2%? 3% atau 4%
      Sama, berapa kode setoran yang tertulis di SSP? 411128-xxx atau 411124-xxx?

      Misal ya
      Dipotong 300rb (3%) dengan kode 411128-xxx seharusnya PPh 23 200rb (2%) dengan kode 411124-xxx

      Ya sama seperti artikel diatas, tinggal disesuaikan kodenya dan jumlahnya dan kalau ada lebih oleh ditaruh di pajak lain yang kurang bayar. Ajukan permohonan dan lampirkan SSP lembar ke-1 yang asli

      Dari
      Jenis pajak: 411128
      Jumlah : 300rb

      Ke
      Jenis pajak : 411124
      jumlah 200rb

      Ke
      jenis pajak :411121
      jumlah 100rb

      Balas
  79. mamat
    mamat says:

    pagi pak, saya mau tanya ni… amsyong banget ni…
    saya bayar pajak honor ps 21 dan jasa ps 23 bulan juni – juli 2 kali sebesar total 3,5jt. terbayar masa bulan juni dan oktober. alur untuk pbk di bulan nov gmn ya pak?? apa aja yang perlu di lampirkan tuk dibawa ke KPP?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang bang
      saya agak bingung juga mahamin ini
      Yang pasti lampirannya SSP lembar ke-1 untuk pajak yang tersetor dua kali. Misalkan PPh 21 Juni ingin dipindah ke PPh 21 November, maka urus dulu PBk-nya kemudian jika bukti Pbk sudah terbit, nanti difotokopi untuk SPT PPH 21 November sebagai pengganti SSP.

      Balas
  80. tiustiana
    tiustiana says:

    Apabila kita mengajukan pemindahbukuan untuk kelebihan pembayaran pajak, misal PPN telah dibayar Rp 10jt (kelebihan) seharusnya Rp 8jt. Nah, sisanya akan digunakan untuk membayar PPh pasal 21 Rp 2jt. Bagaimana cara pelaporan kita untuk PPN dan PPh tersebut? Apakah melampirkan surat permohonan pbk? Nuwun

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Mbak Ana
      Biasanya PPN lebih bayar bisa tahu pas masa desember. Kemungkinan lebih bayarnya itu karena apa dulu? Karena salah setor PPN pada SSP atau karena memang LB karena transaksi bulanan biasa? Jika lebih bayar karena salah tulis/kelebihan setor pada SSP, maka bisa diajukan Pbk. Setelah bukti Pbk terbit, bisa dilampirkan pada SPT PPh 21. Gampangnya, laporkan SPT Masa PPN dengan SSP lembar ke-3 yang kelebihan setor. Kemudian ajukan Pbk dari PPN 10jt ke PPN 8 jt dan PPh 2jt. Nanti akan diterbitkan bukti Pbk yg 2jt & bisa dilampirkan untuk PPh pasal 21

      Balas
  81. hun
    hun says:

    Pagi Pak Dwi…..

    Terima kasih atas comment dan sarannya ya Pak.
    Kalo yang profesi sebagai teknisi freelance gimn ya Pak?

    Thx

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak
      Saya tidak melihat teknisi freelance sebagai pengecualian pada PP 46. Bisa dilbaca yang dikecualikan pada 107/PMK.011/2013 pasal 2 ayat (3)

      Balas
  82. hun
    hun says:

    Siang Pak,

    Teknisi mesin freelance, jadi kalo ada panggilan servis baru datang ke tempat.

    Sekalian nih Pak, sprt yg saya baca diatas, kalo ada kelebihan bayar dari psl 25 bln jul-agustus, bs di pbk ke psl 4 ayat 2, nah mslhnya kemungkinan br bs habis sekitar okt/nov, berarti kita ajukan pbk-nya di bln terjadi kurang bayar ya Pak? Dan berarti psl 4 ayat 2 untuk bln sblm terjadi kurang byr (dlm hal ini sept-okt/nov) tidak perlu disetor kan?

    Terima kasih banyak ya Pak atas bantuannya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam pak
      Jika selisih lebihnya terlalu banyak, bisa tetap diajukan saat ini untuk bulan november sekalipun, hanya memang dikhawatirkan ketika sudah di-Pbk ternyata 1% di bulan oktober/november tetap masih lebih kecil jadinya Pbk ulang. Jika ada pajak lain yang masih kurang bayar, boleh juga dipindahkan kesitu. Untungnya juli-des tidak ada sanksi karena terlambat setor, jadi opsi wait n see hingga tahu kurang bayarnya terasa lebih bijak.

      Balas
  83. hun
    hun says:

    Sore Pak Dwi,

    Maaf, ikut nimbrung ya, kalo wp pekerjaan bebas sebagai perantara dan teknisi (Freelance), tetap bayar pph ps 25 apa ikut byr pajak 1% omzet?

    Mohon dibantu ya, karena smpe skrg saya msh byr pph ps 25.

    Terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam saudara Hun
      Silakan nimbrung saja 🙂
      Untuk perantara memang dikecualikan dari PP 46. Teknisi ini kalo bisa dijelaskan lebih detil jenis kegiatannya, biar saya bisa menjawabnya dengan lebih akurat.

      Balas
  84. amin
    amin says:

    selamat sore bung dwi, bila sy sdh setor ps 25 ikuti aturan lama bl jul & agt…bila dihitung dg aturan baru,,selisih lebih setor= 2,5 jt …
    1. berapa lama masa berlaku utk kompensasi kelebihan setor tsb boleh di PBK & bgmn caranya / lampiran2nya bila diperbolehkan smp bbrp bln ?
    2. bila KPP antara pph n ppn nya berbeda…bgmn cara ajuan PBK & lampiran2nya ?

    terima kasih,
    amin

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore juga bang Amin
      1. Pbk atas setoran masa bisa di-Pbk hingga 2 atau 5 tahun (saya agak lupa), syaratnya surat permohonan Pbk dan lampirannya SSP lembar pertama asli
      2. Beda KPP, mungkin dari setoran dari KPP A ke KPP B, syaratnya masih sama, nanti oleh KPP A akan dikirimkan berkasnya ke KPP B.

      Balas
      • amin
        amin says:

        terima kasih atas info jawaban kilatnya bung dwi….lanjut pertanyaan sy…
        1. misal setoran di pbk hanya utk pph sj pd KPP yg sm pd bln sept= 500rb / okt=1jt / nov=1jt ( baru smp dgn bl nov / 3 bln habis kompensasinya )….apakah ajuan PBK nya setiap bulan melampirkan tetap SSP (asli) yg sdh dicap KPP pd ajuan sebelumnya ?
        2. bs diberikan contoh surat permohonan pbk bln berikutnya (apakah konsepnya sm dgn ajuan pertama) ?
        3. bgmn dgn lap SPT masa bulanannya yg nihil…apakah hrs melampirkan srt PBK nya ? apakah lap spt masa baru dpt dilaporkan setelah mendapatkan persetujuan srt PBK nya ?
        4. setiap pengajuan PBK apakah wajib/harus disertakan ” Surat Pernyataan PBK ” ?

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          1. Jika sisa lebihnya baru bisa habis di 3 bulan berikutnya. Cukup pak Amin ajukan sekali saja, contoh:

          Dari:…

          Ke:
          a. PPh 4 (2) 411128-420 Masa September 500.000
          b. PPh 4 (2) 411128-420 Masa Oktober 1.000.000
          c. PPh 4 (2) 411128-420 Masa Oktober 1.000.000

          Lampirannya cukup SSP asli lembar 1 dimana pada masa tersebut muncul sisa lebih. Seingat saya, SSP asli akan dicap oleh KPP sebagai tanda sudah di-Pbk dan akan dibuatkan 3 bukti Pbk lain untuk 3 bulan sisanya.

          2. Tidak perlu mengajukan Pbk kedua atau ketiga pak, cukup sekali permohonan yang tujuan PBk-nya dirinci untuk 3 bulan yang berbeda. Lihat di contoh kasus artikel diatas pak, itu contoh jika ke jenis pajak yang berbeda-beda

          3. Untuk saat ini (masa juli-des 2013), tidak wajib setor dan lapor bagi yang nihil. Seandainya kasus ini terjadi di 2014, idealnya bisa mendapatkan bukti Pbk dulu baru dilampirkan di SPT, jika tidak bisa bisa meminta bantuan AR bapak agar disampaikan kondisinya ke petugas pelayanan (TPT).

          4. Surat pernyataan wajib dibuat hanya JIKA Pbk antara 2 NPWP yang berbeda. Contohnya pajak dari NPWP bapak di Pbk ke NPWP orang lain.

          Balas
  85. Septian
    Septian says:

    Selamat siang pak Dwi.
    Saya mau nanya nih pak, kalau terjadi double pembayaran atas PIB pph pasal 22, bisa dilakukan pbk (kompensasi) tidak ya pak? Saya pernah coba mengajukan pbk nya ke kpp,tapi ditolak pak.

    Balas
  86. coco
    coco says:

    saudara Dwi, bbrp hari lalu saya sdh ajukan. surat pbk ke 411128-420, saya dpt bukti penerimaan surat, sedangkan hasilnya maks 30hari dan dikirim ke alamat yg tertera.
    Ketika saya tanyakan krg byr(0,25%) yg hrs saya setor ke bank , apakah perlu saya laporkan ke kpp beserta bukti pbk (stlh sy terima) dg form spt masa pph final psl 4(2) , petugas bilang tdk usah, saya jd bingung, bisakah diperjelas saudara Dwi, apakah pelaporan pbk beserta ssp krg byr bukan keharusan? terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      -Untuk contoh pengajuan Pbk saya sudah update artikel diatas bu. 1 permohonan Pbk untuk 1 SSP, jika PPh 25-nya ternyata lebih kecil dari pajak 1% maka bisa setor lagi untuk nutupi kekurangannya
      -Untuk pengisian di SPT Tahunan 2013, omset yang januari-juni dihitung dengan aturan PPh umum yang biasanya dan untuk omset juli-des dilaporkan di (jika OP) SPT 1770 formulir 1770-III bagian A nomor 16 “PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL “

      Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Contoh perhitungan pajak tahunan yang terkait dengan penerapan pajak 1%/pajak UKM bisa dibaca disini
          Jika bu Tika masih kebingungan silahkan tanya di artikel tersebut.
          Semoga membantu Balas

  87. coco
    coco says:

    iya saya jd lbh paham saudara Dwi…jd seandainya tjd jg kesalahan centang masa pajak bersamaan dg kode pajak dkk,maka isi surat permohonan pbk bs sekalian dimohonkan kan?

    ow iya,formulir spt masa pph final pasal 4 ayat 2 yg perlu saya cetak hanya lembar ke 1? karena link download ketika saya buka cm berisi 1 lembar, apakah bnr?

    trima kasih banyak bimbingannya, sgt membantu ^^

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      SPT PPh final memang hanya 1 lembar isinya yaitu induk saja. Untuk WP yg hanya akan menyetor pajak 1% cukup halaman induk saja yg diisi. Sedangkan lampiran digunakan untuk WP kondisi tertentu saja, misalkan bank melampirkan daftar bukti potong bunga, deposito dsb.
      Senang bisa membantu rekan juga 😀

      Balas
  88. coco
    coco says:

    saya sdh membaca artikel pengisian form spt masa pph. pasal 4 ayat 2, yg saya bingunkan adalah jumlah yg hrs saya tulis pd kolom nilai objek pajak–tarif– pph yg dipungut/disetor………apakah sebesar 0,25% saja sesuai dg ssp ke 3 yg krg bayar ataukah jumlah total keseluruhan 1%?? trima kasih banyak atas bantuannya n_n

    Balas
  89. coco
    coco says:

    ow begitu prosedurnya, tp cara pengisian spt masa pph psl 4 ayat 2 nya bagaimana ya? maaf saya byk tny

    Balas
  90. jonathan
    jonathan says:

    tambahan pak..

    saya tidak pernah melakukan pemindahbukuan sebelumnya
    pemindahbukuan yang saya lakukan ini karena masa juli masih memakai ps25 bukan sebesar 1% dari omset

    dipindahbukukan dengan jumlah sama

    dan kemudian kekurangan sudah saya bayar. makasih
    jonathan

    Balas
    • coco
      coco says:

      pak saya agak bingung, apakah kl saya keliru dg tarif 0,75% selama 2 bulan, maka saya harus buat surat permohonannya sendiri2 utk masa pjk juli dan agustus?

      setor kurang bayarnya lgsg ke bank dg kode pajak yg baru?? lalu tinggal lampirkan berkas ke 3 ssp dan surat permohonan pbk kita ke kpp?? apakah salah urutan pembetulan kurang bayar saya yg 0,25%?? mohon petunjuknya, trima kasih.

      Balas
      • Dwi Utomo
        Dwi Utomo says:

        Urutannya untuk SSP yg salah setor:
        1. Ajukan 2 Pbk untuk 2 bulan bersangkutan dilampiri masing-masing lembar 1 SSP tersebut
        2. Tanpa harus menunggu proses Pbk selesai. Silahkan lakukan setoran kekurangannya yang 0,25 itu. Dan jika sudah setor maka laporkan lembar 3 ke KPP dengan SPT masa PPh pasal 4 ayat (2).
        3. Misalkan sudah terbit bukti Pbk, maka secara otomatis KPP akan memindahkan setoran yg salah tersebut ke kode dan masa yg benar. Dan rekan tidak perlu melaporkan ulang bukti Pbk tersebut, simpan saja baik-baik

        Semoga cukup jelas rekan. Maaf lama reply-nya 😀

        Balas
  91. jonathan
    jonathan says:

    Mohon petunjuk pak.

    kalau mengajukan pemindahbukuan apakah akan dilanjutkan dilakukan pemeriksaan ? sama seperti mengajukan restitusi pajak / kelebihan pembayaran / permintaan pencabutan NPWP/pkp

    karena setelah mengajukan pemindahbukuan yang sudah dilampiri ssp asli masih dimintai SPT tahunan yang jelas tidak ada hubungannya.

    makasih
    jonathan

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi mas Jo
      Pemeriksaan hanya akan dilakukan jika ada SPT lebih bayar. Jadi Pbk tidak akan diikuti dengan proses pemeriksaan.
      Tentang kenapa kok dimintai arsip SPT Tahunan padahal yg akan diproses hanya pembayaran masa? Kemungkinan besar petugas KPP ingin memastikan apakah omset tahun lalu di SPT tahun lalu memang < 4,8 M atau sudah.

      Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *