Bagaimana Agar Piutang Macet Menjadi Pengurang Penghasilan Part-1

Artikel kali ini agak berbau-bau tax avoidance/pengaburan pajak, tetapi sebenarnya legal selama sesuai prosedur, dan akan berguna untuk wajib pajak yang bergerak di simpan-pinjam.Awalnya saya pernah ditanya istri

“Mas apakah piutang yang tidak dapat ditagih bisa dijadikan pengurang pajak?” tanya istri

Saya jawab asal, “Waduh, belum ngerti ya, tapi di akuntansi boleh kok jadi pengurang laba”

Iseng-iseng buka situs P2Humas, ternyata piutang tidak tertagih memang boleh dijadikan pengurang, tepatnya sebagai pengurang penghasilan.

PENGERTIAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH/ PIUTANG MACET

[pl_alertbox type=”important”] Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih adalah piutang yang timbul dari transaksi bisnis yang wajar sesuai dengan bidang usahanya, yang nyata-nyata tidak dapat ditagih meskipun telah dilakukan upaya-upaya penagihan yang maksimal atau terakhir oleh Wajib Pajak. Pasal 1 angka 2 PMK 57/PMK.03/2010
[/pl_alertbox] [pl_badge type=”important”]Important[/pl_badge] Pajak membagi nominal piutang tidak tertagih menjadi 2 kategori, sehingga syaratnya berbeda, yaitu:

  • Piutang Besar: Untuk jumlah yang melebihi Rp.100.000.000
  • Piutang Kecil: Untuk jumlah yang kurang dari Rp.100.000.000

 

Syarat Piutang Besar Tidak Tertagih Menjadi Pengurang Penghasilan

  • Yang dapat dibebankan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak adalah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih yang timbul dibidang usaha bank, lembaga pembiayaan, industri, dagang dan jasa lainnya, tidak termasuk piutang yang berasal dari transaksi bisnis dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. (Pasal 2 pmk 105/pmk.03/2009)
  • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto, sepanjang memenuhi persyaratan: (Pasal 3 ayat (1) pmk-57/pmk.03/2010)

    1. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;
    2. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak dalam bentuk hard copy dan/atau soft copy (daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih harus mencantumkan identitas debitur berupa nama, Nomor Pokok Wajib Pajak, alamat dan jumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dan harus dilampirkan  bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan); dan
    3. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut telah : (syarat ini tidak berlaku untuk piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada debitur kecil atau debitur kecil lainnya)
      • diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara (Pemenuhan ketentuan ini dilakukan dengan cara melampirkan fotokopi bukti penyerahan perkara penagihannya ke Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan), atau
      • terdapat perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur atas piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut (Pemenuhan ketentuan ini dilakukan dengan cara melampirkan fotokopi perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang usaha yang telah dilegalisir oleh notaris bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan), atau
      • telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus (Pemenuhan ketentuan ini dilakukan dengan cara melampirkan fotokopi bukti publikasi dalam penerbitan umum atau penerbitan khusus bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan), atau
      • adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu (Pemenuhan ketentuan ini dilakukan dengan cara melampirkan surat yang berisi pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan yang disetujui oleh kreditur tentang penghapusan piutang untuk jumlah utang tertentu, yang disetujui oleh kreditur. Surat ini dilampirkan bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan).

       

     

Syarat Piutang Kecil Tidak Tertagih Menjadi Pengurang Penghasilan

Bersambung.. klik disini

Tags:,

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini