Bagaimana Agar Piutang Macet Menjadi Pengurang Penghasilan Part-2

Jika di artikel sebelumnya saya bahas syarat agar piutang macet diatas 100.000.000 bisa menjadi pengurang penghasilan, maka sekarang akan saya lanjutkan dengan syarat agar piutang dibawah 100.000.000 bisa juga dijadikan pengurang penghasilan.

Langsung saja ya karena agak panjang artikelnya

Syarat Piutang Kecil Menjadi Pengurang Penghasilan

  • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada debitur kecil adalah piutang debitur kecil yang jumlahnya tidak melebihi Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), yang merupakan gunggungan jumlah piutang dari beberapa kredit yang diberikan oleh suatu institusi bank/lembaga pembiayaan dalam negeri sebagai akibat adanya pemberian:  (Pasal 3 ayat (3) pmk-57/pmk.03/2010)Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada debitur kecil lainnya adalah piutang debitur kecil lainnya yang jumlahnya tidak melebihi Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah). (Pasal 3 ayat (4) pmk-57/pmk.03/2010)
    • Kredit Usaha Keluarga Prasejahtera (Kukesra), yaitu kredit lunak untuk usaha ekonomi produktif yang diberikan kepada Keluarga Prasejahtera dan Keluarga Sejahtera I yang telah menjadi peserta Takesra dan tergabung dalam kegiatan kelompok Prokesra-OPPKS;
    • Kredit Usaha Tani (KUT), yaitu kredit modal kerja yang diberikan oleh bank kepada koperasi primer baik sebagai pelaksana (executing) maupun penyalur (channeling) atau kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai pelaksana pemberian kredit, untuk keperluan petani yang tergabung dalam kelompok tani guna membiayai usaha taninya dalam rangka intensifikasi padi, palawija, dan hortikultura;
    • Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana (KPRSS), yaitu kredit yang diberikan oleh bank kepada masyarakat untuk pemilihan rumah sangat sederhana (RSS);
    • Kredit Usaha Kecil (KUK), yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil;
    • Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu kredit yang diberikan untuk keperluan modal usaha kecil lainnya selain KUK; dan/atau
    • Kredit kecil lainnya dalam rangka kebijakan perkreditan Bank Indonesia dalam mengembangkan usaha kecil dan koperasi.

     

  • Syarat piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada debitur kecil atau debitur kecil lainnya agar dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto adalah sepanjang memenuhi persyaratan:(Pasal 3 ayat (1) dan (2) pmk-57/pmk.03/2010)
    1. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial; dan
    2. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak dalam bentuk hard copy dan/atau soft copy (daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih harus mencantumkan identitas debitur berupa nama, Nomor Pokok Wajib Pajak, alamat dan jumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dan harus dilampirkan  bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan )

     

[pl_label type=”important”]Important[/pl_label]

Bagaimana Suatu Saat Nanti Jika Piutang Yang Telah Dihapuskan Ternyata Dilunasi Oleh Debitur?

PASAL 5A PMK 57/PMK.03/2010

Apabila di kemudian hari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dilunasi oleh debitur seluruhnya atau sebagian, maka jumlah piutang yang dilunasi tersebut merupakan penghasilan bagi kreditur pada tahun pajak diterimanya pelunasan.

Selesai

Tags:,

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini