Lagi Bangun Rumah Impian? Jangan Lupa PPN KMS-nya (1 dari 2)

Satu impian pasti manusia dalam hidupnya adalah mempunyai tempat tinggal sendiri, apakah tempat itu disebut rumah, apartemen, pondok dan sebagainya. Dan salah satu cara yang ditempuh seseorang dalam memiliki rumah adalah dengan membangunnya sendiri. Kegiatan membangun sendiri ini ada pajak yang harus dibayar yaitu Pajak Pertambahan Nilai Kegiatan Membangun Sendiri (PPN KMS). Tarif PPN tetap 10% hanya saja dasar pengenaannya yang berbeda. Ulasan PPN KMS kali ini adalah berdasarkan peraturan terbaru (PMK-163/PMK.03/2012) yang mulai berlaku sejak 22 November 2012. Nah kegiatan apa yang disebut KMS dan bagaimana cara hitung dan setor PPN KMS?

1274772367_95823929_1-Jasa-bangun-rumah-dan-konsultasi-konstruksi-di-Yogyakarta-sekitarnya-Kontraktor-1274772367

Pengertian Kegiatan Membangun Sendiri/KMS

KMS adalah kegiatan membangun rumah dengan tenaga sendiri atau dibantu saudara 😆 salah, yang benar KMS adalah kegiatan membangun bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh OP atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain. (Pasal 2 ayat (3) PMK-163/PMK.03/2012)

Maksud dari “tidak dalam kegiatan usaha” adalah kegiatan membangun tersebut bukanlah pekerjaan utamanya, artinya jika Anda adalah developer maka pekerjaan anda memang membangun rumah dan tidak akan dikenakan PPN KMS, tetapi jika Anda bukan developer maka bisa dikategorikan sebagai KMS.

Lalu Bangunan yang Dimaksud Seperti Apa kriterianya?

Bangunan sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (3) PMK-163/PMK.03/2012 berupa satu atau lebih konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau perairan dengan kriteria: (Pasal 2 ayat (4) PMK-163/PMK.03/2012

  • Konstruksi utamanya terdiri dari kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejenis, dan/atau baja;
  • diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha; dan
  • luas keseluruhan paling sedikit 200 meter persegi

Contoh:

Pak Oengen membangun rumah seluas 150 m2 tahun 2012, apakah dia terutang PPN KMS? Jawabannya tidak karena luas bangunan masih <200m2
Bagaimana jika di tahun 2013 pak Oengen melanjutkan pembangunan/renovasi dan luasnya bertambah jadi 220m2? Maka pada tahun 2013 terutang PPN KMS 10%x20%xbiaya pembangunan selama 2012-2013.

Berapa Tahun Kegiatan Membangun Tersebut Bisa Dikenakan PPN KMS?

Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan-tahapan tersebut tidak lebih dari 2 (dua) tahun. (Pasal 4 ayat (2) PMK-163/PMK.03/2012)

Contoh:

Pak Sarkol membangun rumah pada tahun 2012 seluas 100m2. Kemudian proyeknya terbengkalai hingga dilanjutkan kembali pada tahun 2016 dan luasnya menjadi 300m2. Kapan Pak Sarkol terutang PPN KMS? 2016 (Walaupun tenggang waktu antara 2012-2016 sudah melebihi 2 tahun, tetapi karena luas bangunan sudah melebihi 200m2 maka terutang PPN KMS

Siapa saja yang termasuk dalam kriteria PPN KMS?

Termasuk kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun bangunan yang dilakukan melalui kontraktor atau pemborong tetapi atas kegiatan membangun tersebut tidak dipungut PPN, dan kontraktor atau pemborong tersebut bukan merupakan PKP. (Huruf A angka 3 SE-53/PJ/2012)

Kapan Seseorang/Badan Bisa Dikenakan PPN/ Terutang PPN?

Saat terutangnya PPN atas kegiatan membangun sendiri dimulai pada saat dibangunnya bangunan sampai dengan bangunan selesai. (Pasal 4 ayat (1) PMK-163/PMK.03/2012)

DimanaTempat Terutang PPN?

Tempat PPN terutang atas kegiatan membangun sendiri adalah di tempat bangunan tersebut didirikan. (Pasal 4 ayat (3) PMK-163/PMK.03/2012)

Berapa Tarif PPN KMS? Dikenakan Atas Apa Saja?

  • PPN = 10 % X DPP
  • DPP = 20% X jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan, tidak termasuk harga perolehan tanah. (Pasal 3 ayat (2) PMK-163/PMK.03/2012)
  • Sehingga PPN = 10 % X 20% X jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan, tidak termasuk harga perolehan tanah. (Pasal 3 PMK-163/PMK.03/2012)

Kapan Paling Lambat PPN KMS Disetorkan?

PPN wajib disetor ke kas negara melalui kantor pos atau bank persepsi paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak. (Pasal 7 ayat (1) PMK-163/PMK.03/2012)

Bagaimana Cara Menghitung PPN KMS?

Pembayaran PPN terutang atas kegiatan membangun sendiri dilakukan setiap bulan sebesar 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan 20% puluh persen) dikalikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan pada setiap bulannya. (Pasal 5 PMK-163/PMK.03/2012)

Apa Kriteria Biaya Yang Bisa Dihitung Dalam PPN KMS?

Jumlah biaya yang dikeluarkan dan / atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan, ditetapkan secara jabatan berdasarkan nilai terendah dari data Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) masing-masing daerah sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara dan perubahannya. (Pasal 2 PER-23/PJ/2012)

Bagaimana Cara Setor Dan Lapor PPN KMS?

…bersambung ke postingan besok :mrgreen:

kredit gambar: solusiproperti.com

Tags:,

3 Comments

  1. wawan Jan 4, 2014
    • Irfan Hartono Jan 4, 2014
      • wawan Jan 4, 2014

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini