Cara Membuat SPT Tahunan PPh Badan 2013 Terkait PP 46

Cara Membuat SPT Tahunan PPh Badan 2013 Terkait PP 46

159 35134

Selamat siang lagi pengunjung yang baik hatinya
Jika kemarin saya berbagi panduan untuk mengisi SPT Tahunan PPh OP 2013 yang ikut PP 46, maka kali ini adalah lanjut pasangannya yaitu cara mengisi SPT Tahunan PPh Badan dimana WP tersebut kena PP 46/ pajak 1% serta pada akhir tahun omsetnya sudah melebihi 4,8M

Soal hitungannya masih saya ambil dari artikel sebelumnya yaitu cara menghitung SPT Tahunan PPh OP/Badan terkait PP 46. Dan seperti artikel hari kemarin, saya bagikan file excel dan PDF materi kali ini, buat iseng-iseng panduannya :)

Persiapkan Lampiran Pendukung SPT Badan (Wajib Laporan Keuangan)

Prinsip dasar mengerjakan SPT adalah dengan memindahkan angka dari lampiran SPT Badan ke Induk SPT Badan. Sementara lampiran SPT bisa diisi dengan mengambil angka dari dokumen usaha WP yaitu laporan keuangan.

Adapun dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi SPT Tahunan PPh Badan:

  1. Laporan Laba Rugi 2013 setahun
  2. Laporan laba rugi 6 bulan, [highlight] minimal salah satunya [/highlight] (jan-jun 2013 dan juli-des 2013)
  3. Neraca
  4. Transkrip Laporan Keuangan
  5. Daftar penyusutan

Hingga saat in belum (jka saya nggak keliru) belum ada ketentuan yang mengharuskan laporan laba rugi semester 1 seperti pada poin 2 diatas, hemat saya sih lampirkan juga.

Hitunglah Pajak Tahunan Kurang Bayar

hitunganrevisilagi

Untuk artikel ini saya ulas hitungan bagi PT. Anti Amsyong yang menerapkan PP 46, screenshoot diatas saya ambil dari artikel sebelumnya yang membahas cara menghitung pajak tahunan 2013. hal yang harus diperhatikan adalah, dari cerita diatas, pada tahun 2013 omset PT. Anti Amsyong sudah tembus 4,8M sehingga di tahun 2014 perusahaan tersebut angsur kembali PPh 25 dari januari-desember 2014. lakukan hal serupa.

Sebelum membuat SPT saya sarankan anda download dulu file excel sebagai panduannya

[button type="bd_button btn_middle" url="http://amsyong.com/wp-content/uploads/2013/11/1771-revisi-PT.-AA-2013.xlsx" target="" button_color_fon="#FFB307" button_text_color="#FFFFFF" ]Unduh File Excel[/button]

Identifikasi Formulir SPT Mana Yang Tepat

media_1384232271131.png

Pilih Formulir SPT PPh Badan 1771

isilah Pada Bagian Omset Yang Dikenakan PPh Final 1%

media_1384232442831.png

Untuk omset final jul-des 2013 diisi pada form 177I-IV bagian A No. 14 PENGHASILAN USAHA WP YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU

Pindahkan Isi Laba-Rugi 2013 ke 1771-I

1771_1

Pada contoh kasus tidak ada koreksi fiskal, sehingga laba tahun 2013 dikurangkan dengan laba semester 2 maka ketemulah penghasilan Neto yang bisa langsung dipindahkan ke halaman induk SPT

Hitunglah Dengan Tarif PPh Umum Untuk Penghasilan Fiskal 2013

induk

Hasil akhir kurang bayar Rp.50.400.000 sesuai dengan hitungan pada artikel sebelumnya

Karena Omset 2013 > 4,8M Maka Hitunglah Angsuran PPh 25 Untuk Tahun Pajak 2014 di form 1771 (2)

1771 (2)

Semoga tidak kebingungan sampai disini, jika bingung mari berdiskusi disini :)
[button type="bd_button btn_middle" url="http://amsyong.com/wp-content/uploads/2013/11/1771-revisi-PT.-AA-2013.xlsx" target="" button_color_fon="#FFB307" button_text_color="#FFFFFF" ]Unduh File Excel[/button]

[button type="bd_button btn_middle" url="http://amsyong.com/wp-content/uploads/2014/04/Slide-Pengisian-SPT-Tahunan-Badan-dan-OP-PP-No-46-2013.pdf" target="on" button_color_fon="#3fc2da" button_text_color="#FFFFFF" ] SPT OP/Badan PP 46[/button]

159 Komentar

  1. Selamat siang Pa,
    Jika sampai dengan Des 2013, omset <4,8M. Untuk pajak terutang januari-juni 2013 berapa tarifnya? apakah masih berlaku tarif 50%x5%xPKP ?

  2. Assalamu’alaikum Pak Dwi Utomo, mau nanya nih. misalnya selama 6 bulan sejak juli – desember 2013 tidak ada omset, apakah kita juga harus menyertakan laba rugi 6 bulan itu? kan sudah pasti tidak ada laba pak? mohon pencerahannya, terimakasih.

    Wassalamu’alaikum

    • Waalaikumsalam pak Aan
      Laba rugi yang wajib disertakan adalah laba rugi setahun pak, hanya saja untuk mempermudah hitungan pajak tahunan kalau bisa dipisah saja laba ruginya.

      • pak tolong kasih contoh untuk laporan rugi laba januari-juni, juli-desember pemasukan : januari-juni=…….., juli-desember=…….. pengeluaran januari-juni=…….
        karna masih bingung untuk buat laporan rugi laba seperti ini.
        terima kasih atas artikel dan bantuan laporan rugi labanya.

  3. slmt malam ak.mohon bantuannya, usaha saya berupa CV,Dengan omzet baru 149 jt di tahun 2013, dengan laba netto sebesar 17 jt koma sekian…
    mohon petunjuk, DALAM SPT TAHUNAN apakah saya dikenakan pajak yang 25% atau 1%…….dan utk informasi, setiap pekerjaan yang kami lakukan sudah dipotong PPh PS 22.. Bagaimana pak?apakan setoran pph ps 22 nya bisa dikreditkan atau gimana? mohon bantuannya dengan amat sangat…..trmks… kalo bisa jawabannya d ikirimkan ke email sy njih pak…maturnuwun…

    • Kecenderungannya adalah PP 46 atau pajak 1% bu. Untuk PPh 22 dengan dinas bisa diajukan Pbk namun PPh 22 impor atau PPh 23 nantinya menjadi kredit pajak.

  4. Pagi Pak! Saya ernah punya pekerjaan kontarak maintenance pekerjaan mulai Mei2013 tapi penagihan bulan juli apakah tidak perlu membuat laba rugi Jan-juni karna penagihannya masuk Juli Thks

    • Malam pak Andar
      Jika pembukuan menggunakan sistem akrual, maka atas pekerjaan Mei sudah terhitung omset masuk, walau berupa piutang. Laba rugi setahun tetap dibuat pak, dan saya condong masuknya ke semester 1.

  5. bagaimana perhitungan PPH final 1% untuk pengadaan barang dinas.

    misal nilai proyek 200 juta (termasuk PPN & PPH 22 karena blm SKB) untuk pph final 1% dari nilai 200 juta atau nilai stelah dipotong PPN & PPH 22? atau selisih antara pembelian dan penjualan barang?

    • Siang pak Andy
      1% tsb atas nilai kontrak diluar PPN, jadi misal SPK nilainya 200jt maka 200jt x 1%. Dinas tetap memungut PPN hanya saja PPh 22 tidak boleh dipungut selama punya legalisir SKB, jika terlanjur dipungut pak ANdy tetap punya kewajiban setor 1% juga. Jadi diurus segera SKB-nya pak

      • terima kasih untuk penjelasan terkait perhitungan PPH Final 1%. selanjutnya apakah PPH 22 yg sudah terlanjur dipungut bisa untuk nutupi PPH final yg 1% pak….?? apakah itu yg dinamakan dengan PBK / Pemindahbukuan…?? karena menurut informasi untuk mengajukan SKB itu sesudah laporan SPT tahunannya

  6. Selamat Pagi Pak Dwi, Pak saya waktu membuat SPT Tahunan atas wajib pajak yg kena PP 46, cara pengisian ?perhitungannya mengikuti info dari Bpk, bahwa SPT diperhitungkan hanya jan sd juni dan juli sd des sudah kena final 1%. Tetapi menurut info dari KPP perhitungannya di setahunkan, baru juli sd des nilainya dikoreksi. Mohon masukan dan sarannya Pak. Pak untuk buku petunjuk pengisian SPT terkait WP yg kena 1% ada tidak dari DJP ya Pak? jika ada mohon untuk dishare. Dan satu lagi pertanyaan saya untuk WP yg kena 1% pertahun 2014 apakah wajib menyampaikan SPT? meskipun SSPnya sudah ada validasi NTPN. Apakah SPTnya digabungkan dengan SPT Final atas sewa bangunan, dan final lainnya ataukah ada SPTnya terpisah.
    Mohon petunjuknya Pak.

    Terima kasih
    Muchamad Ichsan Wahyudi (Yudi)

    • Siang pak yudi
      Terimakasih atas masukannya, pada awal kali artikel ini diposting saya memang hanya mengisikan angka semester 1 saja pada SPTTahunan, seiring waktu berjalan akhirnya ada penegas pada SE-42 bahwa semua disetahunkan kemudian dikoreksi fiskal, artikel yg ada saat ini adalah hasil dari beberapa kali revisi dan sekarang sudah seragam yaitu semua angka setahun kemudian dikoreksi fiskal.
      Untuk SSP yang sudah dicetakkan NTPN artinya tidak wajib lapor, jika ingin dilaporkan maka ada kolom paling bawah pada SPT masa PPh 4 ayat (2) yang bisa diisi dengan deskripsi PP 46. Kalau mau aman, tidak perlu dilapor tapi simpan baik-baik SSP-nya dan juga bukti cetakan NTPN karena itu jadi dasar setoran

  7. Sebelumnya saya sgt berterima kasih atas ilmu yg bapak sampaikan sgt membantu saya dlm menghitung dan mengisi form spt tahunan badan.kalau bisa pak di lengkapi pengisian neraca. Saya masih bingung untuk bagian pasiva laba ditahan angka mana yg dimasukkan, apakah 480juta atau yg sudah dikurang dgn pph final. Terimaksih pak, mohon bantuannya.

    • Terima kasih atas apresiasinya rekan Ami. Iya saya coba susun kemudian, saya sendiri masih ada bagian yg bingung juga di neraca makanya saya tidak saya buat khawatir banyak yg salah.

      • bila ada perusahaan yang menjalankan usaha di bidang pengadaan barang dan jasa konstruksi, omset untuk pengadaan dibawah 4,8 tapi setelah digabung dengan jasa konstruksi omsetnya melebihi 4,8, apakah masuk kategori pp 46 atau tidak?….mohon pencerahan dari pak dwi

  8. Pak dwi,,
    Kalau perusahaan membeli sebuah gedung baru, dan membayar uangmuka gedungnya dengan di cicil selama 12 bulan, setelah tahun berikutnya, perusahaan baru mendapat kwitansi dan faktur pajak atas pembayaran uang muka selama 12 bulan tsb. lalu bagaimana saya harus memposting uang muka selama 12 bulan tsb yang sudah di bayarkan di laporan keuangann tahunannya? karena saya baru mendapat kwitansi dan faktur pajak atas pembayaran tsb di tahun berikutnya..
    trim’s

  9. Pak Dwi,
    Saya mau tanya mengenai dokumen PIBK, kami ada impor dari luar negeri, dan kami mendapatkan dokumen PIBK dari Agen pengiriman yang kami sewa, disana kami di minta untuk membayar duty & taxes berupa, Bea masuk, PPN Impor, dan PPH 22 Impor,dan kami mendapatkan SSPCP dan PIBK-nya, lalu yang mau saya tanyakan, apakah saya bisa kreditkan PPH pasal 22-nya pada akhir tahun hanya dengan bukti SSPCP tsb? dan bagaimana mengisi di lampiran III SPT badannya? karena kami tidak mendapatkan bukti potong/pungut dari agen tsb.
    dan PPN impor yang sudah saya kreditkan di e-SPT 1111, bagaimana memindahkan ke pembukuannya? apakah itu masuk dalam buku pembelian atau bagaimana?
    Mohon ilmunya pak, karena saya masih belajar,,,trim’s

    • Wih ini susah juga karena saya belum pernah nangani impor. Setahu saya PPN impor dan PPh 22 impor disetor dengan SSP ke bank yg ditunjuk. Sementara pada lampiran III memang harusnya diisi dengan rincian bukti potong, karena jika tidak ada rinciannya bisa saja nanti dianggap PPh 22 impor fiktif, walaupun itu jadi hak adjustmentnya pemeriksa. PPh 22 impor bisa jadi kredit pajak.
      Untuk yg PPN impor yg ditanyakan jurnal akuntansinya atau apanya kok dipindahbukukan juga?

      • jadi yang pph 22 impor itu saya disuruh bayar sama agen pengirimannya, tapi mereka yang membayarkannya ke bank. jadi kami terima SSPCP dan PIBK.
        jadi apakah bisa dikreditkan pak jika hanya dengan bukti SSPCP-nya?

        maaf pak,yang saya tanya jurnal nya pak,,
        terima kasih atas jawaban sebelumnya pak dwi,,

        • Nilai SSPCP bisa dikreditkan karena setara dengan SSP, hanya saja pencatatan pada SPT Tahunan utu membutuhkan bukti pungut PPh 22 impor.
          Jurnalnya ini saya belum bisa menjawabnya bu. Untuk informasi lebih jelas bisa ke KPP terdaftar atau kring pajak 500200, karena saya tidak begitu paham alur dari impor dan pajak terkait.
          Maaf ya :)

  10. Salam kenal pak dwi… Saya mau nanya, pph final 1persen perhitungannya dari 1% x DPP atau 1% x (DPP + Ppn)?. Dan pertanyaan kedua, omzet perusahaan untuk pengisian spt tahunan badan perhitungannya hanya dari total DPP atau total DPP + PPN? Terima kasih atas jawaban pak dwi.. Wassalam

      • Terima kasih atas jawabannya pak dwi… Blog seperti ini sangat membantu bagi pemula seperti saya untuk mempelajari perpajakan.. Terima kasih pak dwi..

      • PAK MAU TANYA NIH…APAKAH PAJAK YANG DIPOTONG OLEH BENDAHARAWAN PEMOTONG PAJAK, DIMASUKAN DI NERACA? KALO MASUK DI BAGIAN MANA, SOALNYA SAYA PERNAH LIHAT SPT PERUSAHAAN ORANG LAIN, PPH FINAL DAN PPH 22/23 DI POS AKTIVA LANCAR BENAR GAK TUH…MOHON PENCERAHANNYA

  11. siang pak

    maaf pak saya mau tanya untuk pembayaran pph ps 4 ayat 2 omzet 1% itu perhitungannya 1% dari dpp atau 1% dari dpp+ppn.kalo ternyata perhitungan yang benar 1% dari dpp tp kita bayarnya 1% dari dpp+ppn apa yang harus kita lakukan pak.

    terima kasih

    • Sore pak Raffa
      Berarti ada kelebihan ya pak, misalkan tersetor 1.100, maka yg 100 bisa dipindahbukukan ke pajak lainnya atau PP 46 masa berikutnya.

  12. Pak Dwi,saya lihat perhitungan yg exel,1771-1 no 4, rp.280juta.Bukan kan omzet bruto July-Des yang harus kita tulis disini ? masih bingung nich

  13. Dear Pak Dwi,
    Saya PKP pada bulan Juli 2013. Akan tetapi pajak masih nihil sampai oktober 2013. Baru ada pembayaran pada bulan November 2013.
    Saya bergerak di usaha fabrikasi. Dimana pekerjaan saya dibayar dua bulan setelah pekerjaan selesai. Jadi untuk laba rugi 2013 saya minus. Karena pembelian barang ada, sedangkan pemasukan belum ada. Bagaimana dengan laporan pajaknya?
    Terima Kasih

    • Dear ibu Putri ya
      Yg PKP ini OP atau Badan Usahanya?

      1. Untuk PPN kemungkinan terjadi lebih bayar pada SPT Masa Desember 2013, opsinya bisa diajukan restitusi atau kompensasi.
      2. Untuk pajak tahunan, harus dipastikan dulu usaha ini ikut PP 46 atau nggak, selebihnya perkiraan awal saya juga lebih bayar, mengingat biaya > pendapatan

      Silahkan tanya lagi, silahkan jelaskan detilnya, karena infonya minim saya terimanya

  14. Malam Pak Dwi,

    Pak ada yg mau saya tanyakan dalam pengisian SPT tahunan badan 2013.
    Utk di form 1771 kan kita hanya masukkan penghasilan neto fiskal (selama bulan jan-jun 2013) nah utk kredit pajak nya apakah kita masukkan hanya selama jan-jun saja atau selama jan-des?
    karena apabila kita masukkan selama jan-des tidak akan sinkron dengan penghasilan neto fiskalnya pak? lalu apabila kita sudah mendapatkan angka di form 1771 no. 14.g apakah pph pasal 25 tersebut harus kita setor kan jg krn kita kan sudah setor yg 1% dari omzet apabila omzet dibawah 4.8M?

    Mohon bantuannya pak. jawaban saya tunggu by email ke email saya,.

    Terima kasih.

    • Siang Bu Viani
      Kredit pajaknya tetap yg muncul di jan-des, kecuali ada yg sudah/sedang di-Pbk maka dikeluarkan dari perhitungan pajak tahunan. Jika pajak tahunan yg harus sudah dibayar ketemu, ya harus disetorkan juga untuk lampiran SPT Tahunan, sekalipun pada tahun ini ikut PP 46.

      • saya masih bingung cara menginput kredit pajak ke dalam SPT tahunan pak mohon pencerahannya:
        Jumlah PPh terutang dalam form 1771 No. 6: 2.204.113
        kredit pajak dalam negeri selama jan – des : 12.090.500 (PPh 22/23)
        apakah yang input dalam form 1771 No.8 : 12.090.500
        ataukan sisanya setelah diperhitungkan pph final 1% :6.333.240 yaitu sebesar 5.757.080,-
        untuk diketahui pula selama periode jan – des tidak membayar pph final 1% tetapi 1,5% dan 2% dan kami akan berencana melakukan pbk dari pph 22/23 ke pph final 1%.
        nilai pph final 1% sebesar 6.333.240 diperoleh dari omset jul – des di kali 1%. sekali lagi mohon pencerahannya..

        • Saya coba bantu pak
          Jumlah PPh terutang nilainya tetap segitu, kemudian yg bisa di Pbk adalah PPh 22 yg dipungut bendahara. Untuk PPh 23 terpaksa harus jadi kredit pajak. Jadi bapak bisa ajukan Pbk dari PPh 22 ke paak 1%. Kemudian nilai yg di Pbk tsb keluarkan dari kredit pajak, jadi kredit pajak yg ditulis di 1771 no. 8 adalah nilai setelah dikurangi dengan Pbk PPh 22.

          • berarti saya pbk dulu baru lapor spt ya pak,
            boleh nanya lagi gak?
            perusahaan berdiri tahun 2012 spt tahunan 2012 Nihil dan apakah tahun 2013 masuk kategori pp 46 ?

              • tapi omset tahun 2013 melebihi 4,8 M gimana pak…..masuk PP46 gak untuk perhitungan SPT TAHUNAN 2013nya…karena yang dibayar pph 22 dan 23 untuk tahun 2013, kalo memang masuk pp 46 nanti kami akan melakukan pemidahbukuan…

  15. Selamat Sore Pak Dwi (semoga langsung di jawab sore ini.. heheh)
    Pak, mau nanya.. Ada perusahaan sudah bayar pph 25 selama 1 tahun, trus di potong pph 23 selama satu tahun juga. PPh Final sudah di bayar juga juli sd des. Saat ini mau buat spt tahunan, untuk kredit pajak diakui yang bulan jan sd juni, demikian juga pph 25. Kemudian yang kredit pajak Juli sd Des tidak di akui, bisakah di PBK ke PPh Final setelah lapor SPT? Nanti nilai PBK nya dimasukkan ke bagian mana di SPT tahunan pembetulan?
    Terima kasih

    • Selamat sore pak Altim
      Jika bapak berencana Pbk setelah lapor SPT Tahunan, itu dimungkinkan, asalkan pada perhitungan SPT Tahunan tidak mengikutsertakan setoran yg akan di Pbk. Hasil Pbk sendiri tidak perlu diinput ke SPT Tahunan.

      • Berarti tidak ada pembetulan SPT tahunan setelah keluar PBK ya? Saya pikir SPT dibetulkan dibagian PPh final.. Kalau hasil PBK tidak dimasukkan lagi jadi untuk apa ya pak harus dipendahbukukan?

        • Siang pak
          Pendapat pak Altim ada benarnya namun itu dari sisi WP, dari sisi KPP tetap harus dilakukan Pbk karena data setoran yg ada di KPP tetap tercatat sebagai PPh 25/masa pajak yg salah, sehingga dengan Pbk itulah data setoran akan dirubah menjadi benar di sistem database KPP.

        • Pak Dwi, mau nanya lagi.. Jadi setelah hasil PBK keluar tidak ada pembetulan SPT ya Pak?

          Trus mau nanya masalah transkrip, Beban atau manfaat pajak di transkrip di isi apa ya Pak Dwi?

          Terimakasih pak..

          • Selama yg diajukan Pbk sudah dikeluarkan dari SPT ya nggak usah dibetulin lagi.
            Transkripnya judulnya apa pak? Saya nyari-nyari tapi belum ketemu

            • Pak Dwi.. Saya tidak sertakan kredit pajak Juli sd Des.. tapi rencananya PPh yang dipotong di Juli sd Des mau PBK setelah lapor.. Dalam kasus ini apakah saya masih pembetulan SPT?

              Untuk beban(manfaat)PPh di elemen laporan rugi laba itu di isi apa ya pak?

              Terimakasih Pak Dwi

              • Tidak perlu pembetulan pak, karena setelah Pbk tidak ada pengaruh hitungan di SPT. tapi pastikan Pbk diproses dan sudah terbit bukti Pbk-nya.

                Beban (manfaat) PPh ini saya masih belum paham pak. Hari kerja akan saya coba cari infonya.

      • Pak Dwi…mohon pencerahannya perihal pengertian Omzet/Peredaran Bruto terkait dengan adanya PP No. 46 dengan tarif 1% dari OMZET.
        Bentuk badan usaha saya adalah CV yg bergerak dalam bidang perdagangan perangkat komputer. Permasalahannya begini : Saat Pembelian 1 Unit Komputer jurnal akuntansinya begini :
        Dr. HP Pembelian……..5,000,000.-
        Dr. PPn……………….500,000.-
        Cr. Cash…………………….5,500,000.-

        Dalam usaha tentunya yang dicarikan LABA. Dari transaksi pembelian tersebut diketahui : HP Pembelian = 5,000,000.- Kemudian dijual dengan harga Rp. 6,000,000.- belum termasuk PPn. Saat penjualan barang, jurnal akuntansinya begini :
        Dr. Cash……6,600,000.-
        Cr. HP Pembelian……..5,000,000.-
        Cr. Laba Penjualan……1,000,000.-
        Cr. PPn……………….600,000.-

        DPP untuk PPh Final 1% dari transaksi penjualan di atas apakah dari HP Pembelian + Laba Penjualan atau dari Laba Penjualan saja. Saat ini saya dapat masukan bahwa yang namanya omzet adalan HP Penjualan padahal dalam komponen HP Penjualan terdapat HP Pembelian dan Laba Penjualan. Jika benar PPh Final 1% itu dari HP Penjualan menurut saya kurang logis dan kurang etis artinya negara ini mengenakan pajak final bukan saja kepada penghasilan tetapi dikenakan juga kepada modal usaha. Gambarannya begini HP Penjualan = HP Pembelian + Laba Usaha HP Penjualan = 5,000,000 + 1,000,000.- PPh Final 1 = 1% x 5,000,000 = 50,000.- PPh Final 2 = 1% x 1,000,000 = 10,000.- Jika perhitungan sperti di atas berarti modal usaha saya untuk repeat order perangkat komputer menjadi 5,000,000 – 50,000 = 4,950,000.- artinya modal saya makin menurun. Atas hal ini mohon pencerahannya dari Pak Dwi. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

        • Berdasarkan PP 46, yg dikenakan 1% adalah atas omset kotor/DPP PPN. Artinya dari kasus diatas 1% tersebut adalah 60.000. Dengan demikian repeat order menjadi 5.000.000-60.000=4.940.000. Sayangnya bunyi peraturannya menginginkan 1% atas DPP/omset bukan dari laba. Ya untungnya perlakuan ini bersifat final sehingga tidak perlu lagi mengitung untuk mencari pajak tahunannya nanti. Terima kasih atas opininya rekan Ades, banyak yg berpikir sama atas penerapan PP 46 ini.

          • Terima kasih Pak Dwi atas pencerahannya.

            Namun yang saya masukan itu hanya pemisalan dengan nominal kecil saja, sedangkan kan yang aktualnya dalam bisnis saya yaitu dagang barang terdapat transaksi penjualan dimana HP Pembelian bisa mencapai Rp. 150,000,000. belum termasuk PPn. Setiap bulan bisa mencapai Rp. 150,000,000.-.

            Berarti saya harus membayar Pajak Final untuk periode bulan Juli s/d Desember 2013 adalah sbb :
            PPh Final dari HP Pembelian = 6 x (1% x Rp. 150,000,000) = Rp. 9,000,000.-
            PPh Final dari Laba penjualan = 6 x (1% x Rp. 10,000,000) = Rp. 600,000.-
            Total PPh Final terutan sebesar Rp. 9,600,000.-

            Yaa artinya selama 6 bulan tersebut saya telah nombokin sebesar Rp. 9,000,000.-

            Sehingga alternatif untuk menambal Modal Usaha saya :
            1. Dari kocek/saku sendiri
            2. Mengambil dari keuntungan penjualan yang ada

            ckckckckckckckck…….????????????????????

            Ya mau bagimana lagi jika seperti ini ?????

            • Ini ada komen serupa pak disini.
              Saya mah nurutin aja pak, karena aturanbelum direvisi atau dicabut. Semoga suara rakyat ini makin senada dan banyak hingg dipertimbangkan ulang untuk revisi :)

      • bagaimana bentuk spt tahunan badan bila ada pemotongan pembayaran pajak pph oleh bendaharawan pemerintah, selama juni – des tetap membayar 1,5% bukan pph final 1% …mohon pencerahannya

        • Sore pak Ahmad
          Jika kondisinya seperti itu ya nantinya pemotongan PPh 22 tsb jadi kredit pajak pada SPT Tahunan jadinya lebih bayar, karena jika petugas penerima SPT teliti pasti mereka akan (tetep) nyuruh bapak bayar dulu yg 1% walaupun sudah dipotong 1.5% atau kalo gak dianjurkan Pbk dari PPh 22 ke PP 46

          • tapi pada kasus diatas perusahaannya tidak mendapat surat rekomendasi dari pajak, apakah penerapan PP 46 berlaku langsung untuk yang beromset di bawah 4,8 ataukah berlaku untuk yang beromset 4,8 tapi mendapat rekomendasi dari KPP…mohon pencerahannya

              • untuk yang dipungut pph 22 sampai dengan bulan desember 2013, apakah dalam perhitungan SPT badan diperhitungkan juga pph final 1%nya dan di lakukan Pbk dari pph 22 ke PPh Final 1% sedangkan sisanya di restitusi atau kompensasi? kalo pengajuan PBK bisa gak setelah di lakukan setelah pelaporan SPT Tahunan?

                • Jika pak Ahmad belum mengajukan Pbk, maka PPh 22 tsb semuanya jadi kredit pajak. Kecuali bapak lapor SPT seadanya dulu tanpa mengkreditkan PPh 22, kemudian ajukan Pbk dan jika bukti Pbk sudah terbit maka lakukan pembetulan SPT Tahunan

                • saya bingung postingnya ke form spt tahunannya datanya laporan keuanganya kira2 spt ini:
                  LAPORAN RUGI LABA
                  PER 31 DESEMBER 2013
                  PT ABC

                  PEREDARAN USAHA Rp8.451.193.500
                  HPP Rp7.496.900.000
                  LABA BRUTTO Rp954.293.500

                  BIAYA BIAYA USAHA :

                  Gaji Pegawai
                  Rp28.000.000,00
                  Biaya Administrasi Rp7.800.000,00
                  Biaya Telepon Rp6.200.000,00
                  Biaya Listrik Rp4.800.000,00
                  Rekening Air Rp3.100.000,00
                  Transportasi Rp8.700.000,00
                  Penyusutan Inventaris Rp3.000.000,00
                  Biaya kebersihan Rp2.780.000,00
                  Biaya Lainnya Rp3.100.000,00
                  Total Biaya Rp 67.480.000
                  Laba sebelum pajak Rp 886.813.500

                  Jakarta, 1 April 2013
                  PT. ABC

                  xxxxxxxx
                  Direktur

                  Ket tambahan: perusahaan di atas pada tahun 2012 nihil,(artinya tahun 2013 termasuk kategori pp 46) pph pasal 22 dan 23 yang dipotong oleh pemungut tahun ini sebesar Rp 158.255.109 , angsuran pasal 25 nihil, pembayaran pph 22 dan 23 bulan juli – des 2013, mohon bantuanya cara posting ke spt tahunan 1771, 1771 I dan 1771 IV .balas di email saja ya pak…..mohon bantuannya

                • Jika pak Ahmad berencana melakukan Pbk, maka dalam SPT Tahunan PPh 22 tsb jangan dikreditkan dulu. Karena jika diperhitungkan sebagai kredit pajak, maka Pbk tidak bisa diproses. Itu aja syartnya agar Pbkk bisa diajukan setelah lapor.

  16. siang Pak Dwi perkenalkan saya tati dari Lombok NTB, saya mau tanya gimana cara membuat spt tahunan yg 2 th tdk ada transaksi (tdk berjalan )sementara pemilik perusahaan menginginkan PKPnya di cabut.mohon penjelasannya pak dan mohon kirim contoh laporannya terima kasih sebelumnya

    • Selamat siang bu Tati
      Yang ibu perlu siapkan adalah membuat neraca untuk 2 tahun pajak tersebut, sementara untuk SPT Tahunannya tidak perlu diisi angka rupiah (karena gak ada penghasilan toh). Mudahkokbu, nanti bisa minta bimbingan petugas di KPP.

      Cheers

  17. Pak Dwi ….
    Menurut saya contoh pengisian SPT Badan yang bapak berikan “ngaco” / salah besar.
    Coba lihat 1771 induk :
    penghasilan neto fiskal 200.000.000,-
    PPh terutang 62.400.000,- (saya lihat menghitungnya dari penghasilan netto fiskal setahun sebesar 480.000.000,- ).
    Lihat 1771 IV : Penghasilan WP yg memiliki peredaran bruto ttt 30.000.000,-
    Sehingga th 2013 PT Amsyong bayar PPh 62.400.000,- + 30.000.000,- = 92.400.000,-
    Nah kacau bukan ?????
    Menurut saya PPH terutangnya dihitung dari penghasilan netto fiskal 200.000.000,- saja.
    Hayo gimana Pak Dwi ????

    • Yak memang saya yang salah mas Otnay, udah saya benerin baik di file excel dan artikel diatas. Makasih kontribusinya mas Otnay, sangat mengoreksi :D

  18. Pak, mau nanya kalo ada usaha jasa digital printing yang berbentuk PT dan ada NPWP sejak Okt 2013, peredaran bruto tidak sampai 4,8 M, namun sampe skrg tiap bulannya blm setor PPH Final. Dan skrg misal bulan Maret ini mau dibenahi, yg mau saya tanyakan:
    1. Utk spt tahunan pph badan 2013 utk laporan keuangan periode Okt-Des tetap dibuat dan dilampirkan tapi bagaimana dengan pengisian 1771IV utk pph final di no 14, apakah diisi peredaran bruto selama itu langsung dipotong 1% ?
    2. Trs utk SSP final dari Okt-Des 2013 kan rencana baru dibuat Mar 2014, apa ada sanksi keterlambatan? dan utk Jan-Mar 2014 mekanisme pelaporan sspnya bagaimana? dan utk spt masanya yg dilaporkan tiap bulan apa tinggal menyerahkan ssp yang sudah divalidasi ntpnnya saja?

    Tlg infonya. Thx.

    • Sore ibu Yuli

      1. laporan keungaan yg dibutuhkan tetap setahun, tapi ibu juga butuh perkiraan penghasilan selama semester 2 dan laba usaha sms 2. Kemudian pada 1771-IV itu kan untuk final, jadi yg diisi disitu adalah peredaran usaha selama jul-des dan nilainya dikalikan 1%
      2. Untuk keterlambatan setoran 1% jul-des 2013 tidak dikenakansanksi, jadi silahkan setor sebelum SPT badannya dilaporkan. Jika ibu setor dan sudah dapat resi/BPN yg isinya nomor NTPN itu artinya ibu tidak wajib lapor SPT lagi. Kecuali tidak dapat NTPN maka wajib lapor paling lambat tanaggal 20 bulan berikutnya
      • Kalo utk pelaporan SSP masa Jan dan Feb 2014 jika blm dilaporkan apa juga tidak dikenai sanksi?

        Berarti kalo PT tersebut baru beroperasi bulan Okt 2013, lap keuangannya tetap Okt-Des , kalo peredaran brutonya selama 3 bulan itu dibawah 4,8 M berarti ntar PPH tahunannya nihil ya, krn kan sdh setor pph final dari peredaran bruto. Benar begitu?

  19. Yth Pak Dwi,

    Saya tidak setuju atas tulisan bapak yang tidak mengisi omset Juli-Desember 2013 di form 1771-I. Menurut saya, form 1771-I tetap harus diisi dengan penghasilan setahun (tidak 6 bulan), namun semua penghasilan dan biaya di Juli-Desember 2013 terkait PP 46 ini dikoreksi fiskal sepenuhnya.

    Penghasilan –> dikoreksi negatif 100% (pada form 1771-I no 4 – Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan Yang Tidak Termasuk Objek Pajak)

    Biaya –> dikoreksi positif 100% (pada form 1771-I no 4 – Penyesuaian Fiskal Positif)

    asumsi tidak ada koreksi fiskal lain

    Sehingga penghasilan neto fiskal sehubungan dengan PP 46 (Juli-Desember 2013) menjadi nol. Dan yang tersisa adalah penghasilan yang kena tarif pasal 17, yang akan masuk/pindah ke form induk.

    Tentunya bapak mengetahui bahwasanya biaya sehubungan dengan penghasilan yang bersifat final juga tidak boleh dibiayakan, bukan?

    Demikian pendapat saya pak. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih.

    Sukses selalu untuk bapak dan tim. Blog ini sungguh sangat bermanfaat.

    PS: Anyway, saya setuju bahwa laporan keuangan 6 bulan perlu dibuat agar dapat mengklasifikasikan jenis penghasilan. Ini sungguh mencerahkan.

  20. Selamat malam Pak Dwi.
    Saya mohon dijelaskan mengenai rekon fiskal dan jurnal apa yang harus saya lakukan atas transaksi di bawah ini karena saya masih kebingunan dalam membuat laporan nya. Jenis Badan Usaha yaitu CV.

    NIBT Jan s/d Jun 2013 adalah Laba sebesar Rp. 100,000.-
    Pada Pos Biaya ada “Gaji Yang Dibayarkan Kepada Anggota Persekutuan” sebesar Rp. 9,000,000.- (6 x Rp. 1,500,000.-).
    Mohon bantuan dan pencerahannya untuk perhitungan PPh Badan dan lainnya terkait penjelasan di atas.
    Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

    • Sore rekan Ades
      Biaya tersebut karena sebagai komponen koreksi positif maka akan menambah laba 100rb tsb. sehingga neto fiskal menjadi 9.100.000.
      Untuk jurnalnya saya tidak bisa menjawab bu, mungkin seperti jurnal koreksi dibalik dengan lawan akun koreksi positif fiskal.

  21. Selamat malam Pak Dwi.
    Saya diminta saudara untuk membantu mengerjakan Laporan Keuangan dan SPT Tahunan untuk PPh Badan, tetapi untuk tahun 2013 saya bingung membuat laporannya.
    Yang menjadi pertanyaan saya untuk Laporan Pajak Tahun 2013 :
    1. Laporan Keuangan yang dipergunakan untuk mengisi Lampiran 8A-2 apakah menggunakan Laporan Keuangan per 31 Juni 2013 atau tetap menggunakan Laporan Keuangan per 31 Desember 2013 ?
    2. Sama juga dengan Formulir 1771 I juga menggunakan Laporan Keuangan yang sampai kapan Pak.
    3. Pak boleh minta contoh untuk pelaporan SPT Tahunan 2013 untuk Badan dan PPh Final terkait PP.46
    Teriam kasih sebelum dan sesudahnya atas info dan pencerahan yang akan Bapak berikan.

    • Laporan keuangan yg dibutuhkan dan dilampirkan tetap yang setahun penuh, tapi rekan Ades juga harus tahu penghasilan mana aja yg dikenakan pajak final. Dalam bulan akan saya update untuk cara pengisiannya khusus SPT Badan

  22. selamat sore pak,,
    Didapatkan form 1771 tahunan, isian pph kurang dibayar (pph ps 29) kolom 11 adalah 5juta.
    Padahal selama ini, pajak yang diangsur jan-jun adalah pph ps 25.
    Perbedaannya apa?
    Kemudian untuk kurang pajak 5 juta masuk pph pasal berapa? kemudian nulis di SSPnya kode akun pajak berapa?
    Terimakasih

    • menambahkan pak, jan-jun yang dilaporkan pph pasal 25, tapi semua nihil, karena tahun 2012 tidak memiliki laba. Mohon bantuannya pak

      • Sore bu Ida, karena tahun 2012 belum terbit PP 46 dan tidak ada nilai angsuran PPh 25, maka yg disetor ya senilai 5jt, dengan isian di SSP 411126-200

  23. pagi pak dwi,
    apakabr,? smoga sehat slalu amin….

    pak dwi mohon penjelasannya untuk pengisian lampiran dielemen spt tahunan pajak konpensasi kerugian dengan data begini pak?

    tahun 2009 laba 350 jt
    tahun 2010 laba 137 jt
    tahun 2011 laba 150 jt
    tahun 2012 laba 275 jt
    tahun 2013 rugi 345 jt

    pertanyaanya adalah :
    1. untuk laba tahun 2010 laba tahun 2009 ditambah laba berjalan 2010 dapat hasil atau ditulis laba setiap tahunnya
    2. dngn kondisi data diatas bagaimana laba tahun berjalannya (2014)

    mohon bantuannya

    terima kasih
    salam
    acok

    • Salam pak Acok, ini pertanyaanya gak keliru kan. Saya lihat rugi hanya muncul di tahun 2013, untuk pendistribusian rugi 2013 maksimal hingga 2017. Karena tahun-tahun sebelum 2013 semua untung maka tidak ada kompensasi kerugian.

  24. Dear Pak Dwi,

    Terkait Pengisian SPT Tahunan Badan, informasi yang saya dapatkan dari kring pajak adalah pada 1771-1 lampiran 1 penghasilan neto komersial dalam negeri atau tepatnya angka 1, 2 dan 3 di isi penghasilan masa jan-des dan bukan masa jan-jun saja spt contoh yang pak dwi buatkan diatas.

    Sementara angka 4 (penghasilan yang dikenakan pph final dan yang tidak termasuk objek pajak) merupakan akumulasi Laba bersih Jul-Des.

    Nah setelah coba saya input. hasil penghasilan neto fiskal tidak sesuai dengan penghasilan neto fiskal di laporan laba rugi periode jan-juni saya.

    Mohon pencerahannya, apakah benar cara pengisiannya seperti yang di contohkan oleh pak dwi di atas karena lebih logis juga menurut saya. dimana yang di input di lampiran 1 hanya utk periode jan-jun

    atau memang ada ketentuan dari peraturan perpajakan bahwa SPT Tahunan 1771 pada lampiran 1 yang di masukkan adalah peredaran usaha, hpp dan biaya periode 1 tahun.

    Saya tunggu pencerahannya segera pak dwi.

    Salam…

  25. Pak Utomo,

    Jika ada koreksi fiskal seperti PPH21 dan PPH 22, apakah hanya Jan-Jun juga?

    Mohon penjelasannya.
    Trims Pak

    • Selamat sore rekan Yo
      Jika atas PPh 21/22/23 tsb tidak dilakukan Pbk maka atas yg terpungut/potong juga memperhitungkan yg terjadi di bulan juli-des. Alias semua kredit pajak sepanjang tahun bisa dikreditkan/koreksi

  26. sore pak dwi.. saya mau nanya kalau perusahaan baru berjalan satu tahun, apakah pph 25 bisa di cicil pada tahun depan, atau bagaimana ya pak, mohon bantuannya…

    • Sore pak Kuniaman.
      Fungsi dari angsuran PPh 25 adalah untuk memperingan pajak tahunan WP. jadi jika dicicil tahun ini artinya untuk mengurangi pajak tahunan yg pada tahun depan akan dibayar. Dan nggak mungkin kebalik, bayar tahunan baru nyicil. kalau memang merasa berat dengan angsuran PPh 25 tsb, bisa ajukan keringanan ke KPP terdaftar.

  27. sore pak dwi.
    sya mau tanya pak. perusahaan yang saya tangani berdiri hampir 1 th, cuman sebagai pembanding dan blum ada pekerjaan. namun sudah keluar biaya gaji tiap bulannya. apakah saya lapor nihil atau saya tetep mebuat laba rugi walaupun rugi ? mohon bantuan untuk mengisi SPT tahunan nihil dan kalo ada minta yang bentuk excelnya biar mudah,,
    terimakasih,, :)

    • Ini mau lapor apa maksudnya ya? saya coba jawab aja rekan Khusnul
      Untuk SPT PPh 21 tetap lapor tentunya bisa nihil atau KB tergantung ada yang dipotong atau tidak
      Untuk SPT Tahunan juga lapor, bisa dibilang rugi jika memang tidak ada pendapatan.

      Untuk SPT Tahunan nihil, mudah saja bu, buat saja minimal neraca keuangan, jika ada pengeluaran gaji berarti bikin laba rugi juga. SPT-nya sendiri tinggal diisi 0 semua di bagian induk SPT

  28. selamat siang pak dwi, saya mau melaporkan pajak pph tahunan apakah perlu di buat rugi laba, neraca, sama aktiva tetap per 6 bln.
    mohon penjelasannya.terima kasih

    • Hingga saat ini saya belum mendapatkan aturan tentang perlunya laporan keuangan 6 bulan. yang pasti lapkeu setahun perlu dilampirkan, jika mau nambahi yg 6 bulan akan diperkenankan.

  29. Selamat siang Bapak Dwi,

    Saya mau menayakan untuk pengisian SPT Tahunan 2013 saya, saya memiliki omZet dibawah 4,8M dalam tahun ini dan saya belum melakukan pembayaran untuk pph final 1%, saya harus melakukan langkah seperti apa ya pak? krn saya melihat contoh yang ada itu omzet dalam 1 tahun mencapai 5M. apa perlakuannya sama? apa saya harus membayar pph final 1% nya terlebih dahulu?
    Mohon pencerahaanya ya pak.
    Terima kasih

    Edwin

    • Sore pak Edwin
      Secara umum langkahnya

      1. Setorlah PPh 25 jan-jun (jika belum)
      2. Setorlah PPh final 1% untuk jul-des
      3. Kemudian bisa lihat di perhitungan SPT tahunan yg saya contohkan

      Saya jawab secara umum soalnya saya juga nggak tahu progess pembayaran usaha bapak sudah sejauh apa

  30. Pak Dwi yang terhormat,
    Langsung saja ke pertanyaan,

    mengenai biaya penyusutan dan amortisasi yang di input ke lampiran khusus 1A apakah hanya biaya penyusutan selama 6 bulan (Januari – Juni) atau setahun penuh? Karena bila input lampiran khusus biaya penyusutan dan amortisasi via ESPT, biaya penyusutan akan terhitung secara otomotis 1 tahun, apakah harus diinput manual untuk 6 bulan.?
    Lalu ketika input lampiran 2 (Perincian HPP, Biaya usaha lainnya, dan Biaya dari luar usaha), juga hanya di isi dengan biaya selama 6 bulan (Januari – Juni) atau setahun penuh?
    Terima Kasih

  31. Selamat sore Pak Dwi..

    Saya mau tanya, kalo perusahaan baru beroperasi meski sudah mulai ada penjualan tapi masih merugi maka apakah perusahaan tersebut tetap dikenakan PP 46 1% dari penjualannya atau bagaimana? Terima kasih

  32. Dear all,

    Mohon pendapatnya, untuk pelaporan SPT Tahunan OP/BDN yang terkena PPh Final 1%.
    a. Apakah pembuatan SPTnya jan sd jun saja? dasar aturannya ada tidak? supaya untuk pegangan kami jika suatu saat diperiksa oleh fiskus.
    b. Menurut info dari rekan ada yg menanyakan ke AR, menurutnya SPT Tauhunannya tetap dibuat sd Desember dan nilai PPh Final 1% yg sudah disetor diinput sbg koreksi fiskal. Bila hal ini benar atau diperbolehkan atas nilai tersebut untuk form SPT Tahunan OP/BDN di input diform lampiran dan kolom mana?
    c. Sebenarnya Pengenaan PPh Final 1%, khususnya untuk WP BDN, apabila si WP baru beroperasi di Tahun 2013 ( sebelum PP 46 diundangkan, pada saat diundangkan, dan setelah PP 46 diundangkan ) apakah atas WP tersebut sudah dikenakan PP 46, ataukah belum. Dikarenakan menurut pemahaman saya antara PP 46, Permenkeu 107, SE-42. Ada perbedaan pemahaman antara PP 46 & PMK 107 vs SE-42.

    Mohon petunjuknya.

    Terima kasih sebelum dan sesudahnya atas perhatian dan petunjuknya.

    M. Ichsan Wahyudi

    • Ikut nyumbang pikiran pak tanpa ada tendensi kontra dengan sesama AR :)

      1. Teknis atas perhitungan jan-jun ada pada SE-42/PJ/2013 huruf F.11
      2. Yang saya tahu sesuai dengan poin 1 di atas pak
      3. Sudah dirinci pada PP 46 pasal 10, dengan cara melihat hasil penyeahunannya apakah sudah melebihi atau belum, yg beda adalah jumlah bulan yg dipakai untuk menyetahunkan

      Itu yg bisa saya sampaikan pak Ichsan, terima kasih

      • Terima kasih pendapatnya Pak Dwi, mau tanya nih Pak untuk pengisian SPT Tahunan Th pajak2013 bila :
        a. usaha orang pribadi atas nama Yudi Sansan beroperasi secara komersialnya bulan Oktober 2013, dan nilai peredaran usahanya tidak melebihi 4,8M gimana SPT Tahunan 2013. dan bulan okt sd des Yudi Sansan sudah membyr PPh Final 1%.
        b. sedang untuk usaha badan misal PT. Ichsan Sejahtera yg mulai beroperasi Okt 2013 dan peredaran usaha tdk melebihi 4,8M dan sudah menyetorkan PPh Final 1%.
        c. Pak, misal saya sbg jasa pembuat SPT tetapi klien kami tdk mau memenuhi pembayaran PPh Final1% karena asumsinya usahanya masih rugi ( SPT Masa PPN masih LB ) apakah saya membuat SPTnya tetap memperhitungkan nilai PPh Final 1% atau tidak?
        Mohon masukan dan petunjuknya Pak.

        Terima kasih
        Yudi

        • Siang pak Yudi

          1. Berarti SPT PPh OP nihil
          2. SPT Tahunan PPh Badan juga nihil, tapi tetep bikin laporan keuangan juga
          3. Karena pajak 1% itu sifatnya final, maka tidak perlu diperhitungkan di laba rugi, karena bukan biaya

          Itu yang bisa saya sampaikan pak yudi

  33. selamat siang pak dwi.
    Saya mau nanya lg nie pak,ttg pengisian SPT Tahunan 2013.Jenis usaha saya dagang,dan menggunakan norma perhitungan 25%
    ,jumlah penghasilan netto Januari- Juni saya lebih kecil dr PTKP,sedangkan Juli-Desember saya sudah memakai PP 46 Final
    Jd itu gmn ya pak,apakah kredit PPh pasal 25 (Januari-Juni) yang telah di bayarkan tetap di isi di kolom kredit pajak???? bila penghasilan netto<PTKP,mohon infonya pak,terima kasih :)

    • Siang bu Emmy Sebenarnya jika pada aturan PPh 25, jika Neto < PTKP maka SPT-nya nihil. Jika ibu masukkan kredit pajak (angsuran PPh 25 jan-jun) di SPT, maka jadinya lebih bayar sebesar kredit pajak tsb. Pada aturan baru (Per-198) jika SPT Tahunan PPh OP kelebih pajaknya tapi masih dibawah 10jt bisa direstitusi tanpa melalui pemeriksaan tetapi dengan penelitian, silahkan saja masukkan di bagian kredit pajak, jika ingin uangnya dikembalikan bu.

  34. Selamat siang pak Dwi. Saya mohon bantuan penjelasan tentang perhitungan SPT tahun 2013 jika hasil neto kita lebih kecil dari jumlah PTKP untuk K3. Sebelumnya terima kasih pak. P

  35. Saya mau tnyakan,jika perusahaan terdaftar sbgai wp di tgl 22-05-13 walaupun usaha sdh berjalan di awal thn 2013…apakah perhitungan spt bdn utk periode jan-jun hrs dihitung atau cuma bulan mei dan juni saja? krn utk pph 1% nya cuma utk bln juli-agt’13

  36. Malam pak, saya mau tanya, memang untuk badan harus membuat laporan laba-rugi dan neraca dllnya. Tapi kalau metode PP 46 tanpa melihat biaya dllnya pajak langsung dipotong 1% dari omzet. Jadi untuk apa membuat laporan laba rugi?? kalau membuat laporan laba rugi di bagian akhir kita akan menghitung jumlah pajak yg harus dibayar. pasti nilainya akan berbeda dengan jumlah pajak yang dibayar sesuai dengan pp 46. Nah, kalau begini bagaimana?? saya jadi bingung… mohon pencerahannya,, tks.

    • Sore mbak Dinda
      fungsi dari lampiran laporan keuangan adalah untuk mengecek kewajaran dari kondisi keuangan perusahaan, tentunya yg sudah dilapor final (1%) tidak perlu dihitung kembali. Mungkin mbak Dinda pernah melihat pada perusahaan yang murni jasa konstruksi, SPT mereka nihil tetapi tetap melampirkan laba-rugi yg memperlihatkan laba mereka walaupun tidak dihitung pada akhirnya.

  37. sre pak Dwi,slm kenal dr saya,maaf pak sy mau tanya bgaimana klu perusahaan itu br berdiri 1 tahun,tetapi baru berjalan sekitar 4 bulan terakhir (oktober-januari) hanya baru beberapa transaksi saja,bagaimana cara membuat laporan pajak tahunannya,karena sy blm faham,mohon penjelasannya,terimakasih pak.

    • Sore bu Nunung
      Saya tidak bisa memberikan penjelasan detail, pastinya atas transaksi oktober desember bisa dibuatkan laporan laba rugi dan neraca. Jika usaha ibu ikut PP 46 dan selalu setor 1% setiap bulannya (okt-des) maka pajak tahunannya nihil, hanya saja lampiran laporan keuangan tetap perlu.

  38. Selamat mlm Pak Dwi, Saya mau tanya mengenai pph badan terkait pp 46 th 2013.
    Pertanyaan pertama
    Kalau pph sudah terlanjur dibayarkan dgn perhitungan pph pasal 25 dari bulan
    januari sampai november 2013, apakah utk bln juli sampai november
    2013 perlu dilakukan pemindahbukuan ke dalam pph 1 % atau tidak?
    Pertanyaan kedua
    Mengenai biaya dalam laporan Laba/Rugi semester pertama (periode januari-juni 2013), yang dicatat itu biaya dalam 1 tahun pajak atau hanya biaya dalam semester pertama saja? (misalnya utk biaya gaji dan biaya penyusutan).
    Terimakasih sebelumnya Pak

    • Selamat pagi P. Arifin

      1. Jika pada masa juli-nov belum menyetor PPh 1% maka yg PPh 25 tsb bisa dipindahbukukan ke PPh 1%, kecuali udah setor 1% maka PPh 25 tsb jadi kredit pajak di SPT Tahunan
      2. Laporan keuangan semester 1 hanya memuat biaya untuk semester 1 saja pak
  39. mohon pencerahannya pak.. apa benar neraca dan laporan keu untuk menghitung pajak tahuan, unsur pajak nya seperti PPh 21, pph 23, PPN,dikluarkan semua?

  40. Selamat Siang Pak,
    Saya mau tanya, klo kantor konsultan yang bergerak di bidang riset bagaimana perhitungan dan pengisian spt tahunan 2013 (berdasarkan peraturan baru)? atau apakah formatnya masih tetap sama seperti spt tahunan 2012?
    Klo ada contoh file nya, mohon dikirimkan lewat email. Tks, Fidah

    • Siang bu Fidah
      Ini riset pendidikan nirlaba atau bagaimana spesifik usahanya?
      Tidak ada perubahan dalam format SPT Tahunan PPh Badan, jadi masih bisa menggunakan file lama

  41. siang pak,
    saya mau tanya, kalo perusahaan manufaktur gmn cara pengisian spt tahunan,, kalo ada saya minta contoh pengisian dlm bentuk excelya. lewat email

    • Salam, Bu Ida. Pengisian SPT Tahunannya sama saja kok dengan yang lain. Mungkin pada laporan keuangannya saja yang berbeda. Sebagai gambaran, silakan dilihat di SPT Tahunan PPh badan, bagian lampiran khusus transkrip laporan keuangan perusahaan manufaktur.

  42. Saya tadi sudah melihat cara membuat SPT Tahunan badan terkait pp46 versi Excel,,lalu apakah lampirannya harus 8A-6? atau memang disana hanya sebagai contoh dari pak dwi?
    Karena memang sebelumnya kami memakai 8A-2 pak,,

  43. Trim’s pak atas jawabannya waktu itu,,
    saya mau tanya lagi pak,,,
    kalau sebuah perusahaan membeli salah satu gudang, tetapi pembayaran uang mukanya di cicil perbulan selama 6 bulan, maka biaya uang muka gudang tersebut apakah menjadi beban atau bagaimana untuk memasukkan ke dalam pembukuan untuk laporan perpajakannya?
    sebelumnya trima kasih pak,,

  44. Pak Dwi yang baik, mohon pencerahannya mengenai pajak
    gini pak, Perusahaan saya bergerak di bidang konstruksi dan baru berdiri setahun, dan belum memiliki SPT Tahunan, laporan pajak bulanannya lengkap, selama ini perusahaan saya sudah mengerjakan beberapa proyek pemerintah dan telah selesai, sedangkan Potongan pajaknya (PPN&PPh) langsung di pungut oleh Bendahara dinas, yang ingin saya tanyakan gimana cara membuat laporan laba-rugi, neraca dan SPT Tahunan, mohon jawabannya Pak dwi, via email jg bisa pak, terima kasih atas bantuannya pak.

  45. Selamat siang Pak Dwi,
    Saya mau tanya, untuk badan yg omsetnya pada akhir Des 2013 ternyata >4,8M , maka pada bulan Jan 2014 sd Maret 2014 nanti apakah pembyran pajaknya masih tetap kena tarif final PPH 4(2) sebesar 1% atau langsung kena tarif PPH psl 25 berdsrkan laporan Jan-Jun 2013 ? Karena SPT badan tahunan baru lapor di bln April 2014.
    Terima kasih.

  46. pagi pakk,,
    saya orang yang sangat awam di bidang pajak,,maklum pndidikan baru lulus SMA,,tapi sekarang disuruh ngurus pajak Badan,,
    lembaga saya baru 4 bulan terhitung awal septmber,,
    mohon bantuan untuk mengisi SPT tahunan dan kalo ada minta yang bentuk excelnya biar mudah,,
    terimakasih,, :)

  47. saya baca artikel bpk yang ini, itu perhitungan untuk perusahaan yang ternyata akhir tahun 2013 omsetnya >4,8 milyar,,nah bagaimana untuk perhitungan perusahaan yang sampai akhir tahun 2013 omsetnya tetap < 4,8 milyar? dan bagaimana cara pembuatan laporannya dengan sudah dibayarnya pph final 1%?

  48. Sore Pak Dwi, salam kenal. sy baru banget belajar pajak. mohon infonya. dr uraian di atas sy pahami, untuk laporan akhir tahun ke kantor pajak berarti kita bikin 2 laporan ya pak. yg pertama utk jan-jun 2013, kemudian jul-des 2013 (terkait pp 46)
    Terima kasih.

    • Selamat malam pak Fre
      Iya pak untuk menghitung pajak tahunannya harus dibuat juga laporan laba rugi per 30 juni 2013, hanya saja yang masih belum tahu apakah laporan tengah tahun tersebut harus dilampirkan juga di SPT Tahunan atau tidaknya. Masih menunggu petunjuk lebih teknisnya lagi.

  49. selamat siang pak dwi.
    saya mau tanya apa sudah ada spt tahunan badan 2013 dalam bentuk excel.
    kl sudah ada boleh saya memintanya pak dwi lewat email.
    terima kasih pak dwi

      • Pak Utomo,
        Contoh perhitungan untuk wajib pajak badan yang peredarannya diatas 4,8M bukannya perhitungannya pakai rumus:
        4.8M / peredaran dikali laba = A
        A – laba = B
        A x 12,5 %. = ……..
        B x 25 %. = ……..+
        PPh terutang =…………
        Maaff kalau saya yang salah

Tulis Komentar

To create code blocks or other preformatted text, indent by four spaces:

    This will be displayed in a monospaced font. The first four 
    spaces will be stripped off, but all other whitespace
    will be preserved.
    
    Markdown is turned off in code blocks:
     [This is not a link](http://example.com)

To create not a block, but an inline code span, use backticks:

Here is some inline `code`.

For more help see http://daringfireball.net/projects/markdown/syntax