Cara Membuat SPT Tahunan PPh OP 2013 Terkait PP 46

Cara Membuat SPT Tahunan PPh OP 2013 Terkait PP 46

67 17872

Selamat siang pembaca budiman, awali minggu ini dengan semangat tinggi walaupun gajian udah lewat :D
Artikel kali ini adalah follow up dari beberapa pengunjung yang bertanya bagaimana cara menyusun/mengisi SPT Tahunan PPh 2013 karena untuk jul-des 2013 sudah dikenakan PPh Final 1% (PP 46). Untuk itu saya buatkan simulasi pengisian SPT Tahunan PPh OP 2013 dimana WP tersebut ikut penerapan PP 46 & materi kali ini angkanya berasal dari artikel saya sebelumnya tentang cara menghitung SPT Tahunan PPh OP terkait PP 46. Di akhir artikel akan saya bagikan file excel sebagai dasar rujukan bagi pembaca semua

Persiapkan Lampiran Pendukung SPT (Norma/laba-rugi)

Prinsip dasar mengerjakan SPT adalah dengan memindahkan angka dari lampiran SPT ke Induk SPT. Sementara lampiran SPT bisa diisi dengan mengambil angka dari dokumen usaha WP.
Ada 2 dokumen yang umum diperlukan:

  1. Rekapitulasi Penghasilan Bruto bagi WP yang melakukan pencatatan
  2. Laporan Laba Rugi bagi WP yang melakukan pembukuan. Untuk WP yang pembukuan juga menyiapkan neraca dan laporan penyusutan harta

Untuk kasus dimana WP menerapkan PP 46 pada bulan Juli 2013 dst, maka laba rugi yang diminta juga adalah laba-rugi semester 1.

Hitunglah Pajak Tahunan Kurang Bayar

media_1384138107893.png

Untuk artikel ini saya ulas hitungan bagi usahawan P. Rudi (dagang) yang menerapkan PP 46, screenshoot diatas saya ambil dari artikel sebelumnya yang membahas cara menghitung pajak tahunan 2013. lakukan hal serupa.

Identifikasi Formulir SPT Mana Yang Tepat

media_1384138401018.png

Saya pilih Form SPT PPh OP 1770 karena dalam contoh, pak Rudi hanya bekerja sebagai usahawan saja

isilah Pada Bagian Omset Yang Dikenakan PPh Final 1%

media_1384141412253.png

Untuk omset final jul-des 2013 diisi pada form 1770-III bagian A No. 16 PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

Isi Penghasilan Jan-Jun Yang Dihitung Dengan Norma

media_1384141555975.png

Dari rekapitulasi peredaran bruto 2013, hitunglahhanya untuk omset januari-juni yang dikenakan dengan norma

Hitunglah Dengan Tarif PPh Umum Untuk Omset Semester 1 2013

media_1384141807014.png

Hasil akhir lebih bayar sebesar Rp.647.500 sesuai dengan hitungan pada artikel sebelumnya

 

Cukup mudah bukan :) Jika ada kesalahan pada artikel ini silahkan sampaikan krtitik Anda di kolom komentar bawah. Besok akan saya postingkan untuk pengisian SPT Tahunan PPh Badan 2013

Download Excel Simulasi Pengisian 1770 OP 2013

Download PDF Simulasi Pengisian 1770 OP 2013

[button type="bd_button btn_middle" url="http://amsyong.com/wp-content/uploads/2014/04/Slide-Pengisian-SPT-Tahunan-Badan-dan-OP-PP-No-46-2013.pdf" target="on" button_color_fon="#3fc2da" button_text_color="#FFFFFF" ] SPT OP/Badan PP 46[/button]

 

67 Komentar

  1. Komentar:
    Pagi pak…. Mau tanya bagaimana cara membuat spt tahunan pph op 2014 terkait pp 46?
    Apakah masih menggunakan formulir 1770 untuk pengisian spt tahunan pph op 2014 terkait pp 47….. Terima kasih

  2. Malam pak,
    Ini sya mau nanya soal pp46

    ,
    Jika saya WP OP pekerja bebas sebagai agen pengumpul salah 1 komoditi..
    Bagaimana saya menyusun Spt tahunan saya jika saya tdk melwbihi 4.8M dan bgaimana jika saya melebihi 4.8M ?dan apa saja yg perlu saya lampirkan dalam pelaporan spt tahunan.
    Mohon petunjuknya pak?

    Terima kasih.

    • Selamat malam rekan Essen
      Yang dimaksud agen yg dikecualikan dari PP 46 adalah agen agen asuransi, agen iklan dan distributor MLM. Sehingga kewajibannya adalah bapak membuat pencatatan bulanan atas penjualan kotor komoditi dalam sebulan lalu kemudian setorkan pajak 1%-nya. Catatan 12 bulan tsb nanti dilampirkan pada SPT Tahunan PPh OP.

      • Terima kasih pak atas balasanya..kalau penghasilan >4.8M berarti saya pake perhitungan biasa?dgn pembukuan dan persenya sesuai pasal 17 tarif bertingkat pak?
        Bagaimana jiaka syaa tdk menyetor per bulan dan syaa byrkan skaligus diakhir tahun..apakah boleh?

        untuk pp46 bagaimana jika usahanya msih dlm keadaan rugi..pph finl bknya tdk bs dikreditkan?

        Terima kasih.

        • Jika >4.8 maka benar dengan perkalian tarif PPh pasal 17/ perhitungan biasa. Untuk angsuran PPh 25 ataupun pajak final 1% disetornya tiap bulan pak, kecuali PP 46 nihil maka tidak perlu setor namun PPh 25 nihil wajib lapor SSP nihil, jika nanti diketahui ada setoran yg telat maka bisa dikenakan denda bunga @% atas telat setornya. Dalam hal rugi selama masih ada penjualan maka tetap setor pak.

  3. perusahaan kami PT X menyewakan mobil dimulai dari Januari 2013, omset selama Jan-Jun 2013 Rp. 250.000.000, dan total selama tahun 2013 Jan-Des omzet Rp. 573.520.000. kami sama sekali belum peernah menyetor pajak pph psl 25. Bagaimana caranya kami melaporkan atau membuat SPT PPh Badan terkait dengan PP-46 ? Terima kasih atas jawabannya

    • Malam pak Ammar
      Saat menyewakan mobil, pak Ammar dipotong nggak PPh 23-nya?
      Secara umum untuk omset bulanan dari juli-des harus disetor dulu pajak 1%-nya kemudian bapak hitung dengan tarif PPh umum untuk laba per juni 2013. Silahkan temui AR-nya pak, jika kesulitan.

  4. Jikalau omzet bulan januari-juni (6 bln) tidak disetahunkan, pasti akan lebih bayar, karena PTKP yg digunakan adalah PTKP setahun (bukan PTKP 6 bln), bagaimana menurut anda?

  5. Pagi Pak, apakah kalau kita menyumbang panti asuhan bisa menjadi pengurangan pajak? panti asuhan tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah daerah setempat.sumbangan tersebut dalam bentuk 2.5% dari penghasilan saya yang saya setor tiap bulannya.

  6. Halo, salam kenal. terimkasih sebelumnya atas artikelnya. sangat membantu :). sebelum saya mengajukan pertanyaan ini sebetulnya saya sudah baca komentar dan pertanyaan sebelumnya tentang kebablasan penggunaan pph 25 di bulan juli dan agustus. namun masih agak bingung implementasinya. jadi sebagai contoh saja…bukan nominal yang sesungguhnya.
    Pajak yang saya bayar untuk bulan juli dan agustus setiap bulannya adalah 250.000 per bulan. padahal jika menggunakan pajak final 1 persen saya seharusnya membayar 300.000 dan 400.000 karena kebetulan pada bulan itu penjualan meningkat banyak. jadi saya mengalami kurang bayar pada bulan juli dan agustus.
    jadi pertanyaan saya adalah:
    1. apakah seharusnya formulir 1770 tetap diisi menggunakan data bulan 1-6 atau bulan 1-8?
    2. apakah seharusnya formulir 1770-III menggunakan data bulan 6-12 atau bulan 9-12?
    3. jika jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah formulir 1770 tetap memakai data bulan 1-6 dan formulir 1770-III memakai data bulan 7-12……maka kurang bayar tersebut harus ditaruh dimana? terimakasih banyak sebelumnya. salam

    • tadi saya berhasil menelfon kring pajak di 500200 dan dijelaskan kalau pertanyaan saya yang point 1 harus menggunakan data di bulan 1-6 dan point 2 menggunakan data di bulan 7-12. untuk point 3 dijelaskan:
      – saya masih punya kewajiban untuk membayar pph final 1% di bulan juli dan agustus.
      – ssp bulan juli dan agustus yang telah saya bayarkan dengan menggunakan pasal 25 dapat menjadi kredit pajak di baris 17a formulir 1770 jika saya tidak ingin melakukan pemindahbukuan.

      jika saya ada kekeliruan tolong diberitahu ya. makasih :)

      salam

  7. sore pa dwi, saya masih bingung tentang penghitungan pph op terkait pp 46. kalo memang omset yg pakai utk penghitungan semester 1 jan -jun berati semua biaya” yg di masukan jga berarti dari jan – jun saja ya pa dwi?? utk pembayaran pph 25 sudah saya bayarkan hinggah desember. kebetulan saya mengunakan penghitungan pembukuan . bisa tolong di contohin ga ya pa penghitungannya dan pengsian formulirnya pa. Thanks

  8. Pk Dwi untuk perhitungan SPT Tahunan yang hanya menghitung omset Jan-Jun 2013 apakah omsetnya disetahunkan atau tidak ya soalnya kalau disetahunkan itu akan menemukan angka kurang bayar tapi jika tidak disetahunkan akan menemukan angka lebih bayar cukup besar lebih dari 500 ribu

      • Contoh dengan data yang diatas itu jika disetahunkan untuk omset 6 bulan 167 juta, 167 juta x 12/6 = 334 juta
        334 juta x 20% = 66.800.000 lalu dikurangi PTKP 28.350.000 =38.450.000. 38.450.000 x 5% = 1.922.500 (Penghasilan kena pajak 1 tahun) untuk 6 bulan jadi dikali 6/12 = 961.250 dan sudah bayar 900.000 jadi ditemukan kurang bayar 61.250
        Tapi kalau seperti contoh ditas tidak disetahunkan jadi lebih bayar 647.500.
        Jadi Pak Dwi saya harus mengikuti perhitungan yang tidak disteahunkan itu ya, yang jadinya lebih bayar

        Lalu bagaimana jika omset yang 6 bulan tidak disetahunkan jika di kali norma angkanya jauh lebih kecil dari PTKPnya

  9. selamat pagi pak Dwi , saya bingung pak mau tanya untuk mengisi SPT bagaimana kalau penghasilan netto (dg norma 51 persen) setelah dikurangi PTKP K/0 hasilnya minus ? krn PTKP setahun sdgkan penghasilan netto hanya 6 bulan, terima kasih banyak pak atas jawabannya.

    • Pagi pak Yanto
      Berarti terjadi lebih bayar pak, tulis saja angkanya dengan diberi tanda kurung seperti (Rp.400.000) atau diberi tanda minus.
      Perhitngannya memang seperti itu

  10. Malam Pak dwi,
    Terima kasih atas petunjuk pengisian SPT nya.
    Pak, saya mau tanya sehubungan dengan surat pemberitahuan penggunaan norma, apakah masih perlu dilampirkan lagi pada saat pelaporan SPT tahunan 2013?
    Mohon petunjuknya.
    Terimakasih pak.

    • Jika sebelumnya sudah pernah menyampaikan berarti gak usah bu. Sampaikan saja langsung tanpa pemberitahuan norma tetapi di SPT tahunannya sudah ada rekap bruto pasti diterima oleh KPP.

  11. Pak kalau seandainya kelebihan bayar itu kita abaikan gak usah dipermasalahkan atau dengan kata lain ya…sudah saja biarkan……….. ga usah kita restitusi……… kalau begitu bagaimana pa ?

    • Ketika pak Jo lapor SPT dan tertulis LB, maka secara otomatis akan diproses dengan penelitian/pemeriksaan agar pajak tsb bisa dikembalikan. Kecuali lapornya nihil/kurang bayar maka tidak ada restitusi

  12. Pagi Pak,
    Mohon bantuannya karna saya tidak mengerti sama sekali dengan pajak
    Sekarang saya bekerja diperusahaan yang baru berdiri sejak Oktober 2013 total karyawan 6orang.

    Dari Oktober s/d Desember 2013 saya belum melaporkan SPT PPh 21 Masa danTahunan. Untuk keterlambatan pelaporan SPT PPh 21 ini, apa yang harus saya persiapkan ? untuk penghasilan seluruh karyawan sudah melebihi PTKP dengan status “Kontrak” bagaimana cara pelaporan dan perhitungannya.
    Sejak Oktober 2013 s/d Januari 2014 perusahaan saya bekerja belum ada omzet penjualan bagaiman cara pelaporan dan perhitungan untuk PPh 1% Final (sesuai PP No. 46), PPh Pasal 4 (2), PPh 25, dan PPh 29 ? apakah pelaporan cukup diNihil kan ? Mohon bantuannya

    Mohon bantuannya Pak Budi, segala informasi yang bp berikan akan sangat membantu saya dalam bekerja
    Terima Kasih

  13. sore pak…
    Berdasarkan ilustrasi yang bapak buat, berarti terjadi kelebihan bayar 647.500,- apakah laporannya begitu (nanti terkesannya kita meminta kembali kelebihan bayar tersebut, hingga membuat kita jadi diperiksa..), trims

  14. Siang pak, salam kenal
    Mau tanya pak, kalau untuk WP OP yang terkena PP No 46 Metode Penghitungan dengan Pembukuan bagaimana pak cara menghitung PPh terutangnya untuk SPT Tahun 2013, terima kasih atas jawabannya

    • Sedikit ilustrasi:
      Diketahui Laba bersih sebelum pajak 2013 sebesar Rp.480.000.000. Dan laba bersih 6 bulan (jan-jun) adalah Rp.200.000.000. Peredaran usaha/bruto 2013 sebesar Rp.5.000.000.000. Perusahaan ini juga membayar angsuran PPh 25 selama jan-jun dengan nilai 2.000.000/bulan. Maka hitung pajak di SPT Tahunan PPh 2013 dengan asumsi wajib PP 46?

      Jika menggunakan pembukuan, maka membuat Laporan Laba Rugi semester 1.
      Laba 6 bulan pertama Rp.200.000.000
      TarifPajak Terutang 2013 adalah
      5%X50.000.000 = 2.500.000
      15%X150.000.000 = 22.500.000
      Jumlah = 25.000.000

      Angsuran PPh 25 Badan jan-jun totalnya 12.000.000 (2jt*6bln)

      Pajak yang masih harus dibayar 25.000.000-12.000.000= Rp.13.000.000

  15. Pak, mohon pencerahannya, saya sudah download contoh membuat spt 2013 op yang bapak buat. terima kasih, amat sangat membantu. tapi ada satu hal yang masih saya bingungkan yaitu PTKP di contoh spt yang bapak buat satuannya kan tahun, sedangkan perhitungan bruto/netto nya kan setengah tahun (jan-juni), bukankah seharusnya perhitungan PTKP nya juga dikonversikan menjadi setengah tahun? mohon informasinya pak. terima kasih banyak Pak…

  16. salam sejahtera.
    pak Dwi, sy mohon dikasih pencerahan, perusahaan saya PKP baru July 2013, penjualan 2013 dibawah 3 Milyard/thn, jadi saya kena pph 1% final.
    awal thn ini saya mau import barang, thn lalu pernah import sekali kena PPn 10% dan PPh 2,5%.
    saya pernah Tanya kring 500200, katanya utk thn 2014 spy gak kena pph 2,5% musti ajuin surat permohonan.
    pas awal tahun saya ajuin surat permohonan, selain B/L, Invoice, shipment dll, ternyata petugas pajak mengharuskan lampiran neraca r/l th 2013, ( petugas seperti gak tau aja kalau kami kesulitan selesaikan neraca 2013 dlm waktu 3 hari kerja) apakah bisa kami lampirkan saja peredaran penjualan selama thn 2013?
    kalau permohonan bebas PPH import tidak dikabulkan, apakah PPh import 2,5 % yg akan kami bayar bisa kami kompensasikan pada penjualan selama thn 2014.
    terima kasih atas pencerahannya.

  17. Ternyata jawaban pertanyaan saya sudah ada di sini. Bila PTKP tidak boleh dibagi 2 karena cuma 6 bulan PPh 25, akan terjadi lebih bayar (LB). Tahun 2014 sudah tidak pakai PPh 25 lagi, LBnya boleh masuk PPh 4 (2)?

  18. Pak, apakah PTKP tidak 50% dari seharusnya? Bukankah PPh 25 cuma 6 bulan. Sementara PTKP itu dalam 1 tahun. Bila dihitung pasti akan lebih bayar.

  19. Selamat malam Pak,
    Kami adalah WP OP yang sudah menyelenggarakan pembukan, Jul-Des 2013 kami kena PPh Final 1%. Omset kami tahun 2013 sudah melampaui 4,8 M. yang ingin kami tanyakan bagaimana perhitungan angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2014.
    Terima kasih.

    Salam,
    William A

  20. selamat sore pak…mhn maaf sebelumnya sy sangat tidak mengerti tentang perpajakan,,,sy punya cv baru 1 thn, kebetulan dapat pekerjaan di perusahaan sawit untuk pembuatan rumah 3 unit nilainya 900 jt termasuk ppn, bangunan ini selesai selama 10 bulan( jan-okt). tiap invoice sy dipotong pph 23 2% dan sy buat faktur pajak, bagaimana caranya sy lapor yg 1% itu pak. trimaksih

  21. Pak bisa tolong diberi contoh Jika juli-desembernya belum bayar yg 1%, PPh 25 yg terlanjur setor itu menjadi kredit pajak di SPT tahunan seperti apa ya? Dan apakah kita tetap mencantumkan omset jul-des di kolom pph final di lampiran III ?
    thanks.

    • Selamat pagi bu Yuli
      Jika juli-des belum bayar 1% tetapi sudah terlanjur setor PPh 25 hingga desember, maka jika bu Yuli tidak mengajukan pemindahbukuan atas yg terlanjur setor tsb ke 1% tentunya PPh 25 tsb menjadi kredit pajak juga atas omset jan-jun. Lampiran 3 ya nggak bisa diisi/nihil karena ibu belum bayar/Pbk yg 1%, tetapi nantinya oleh kantor pajakakan dihimbau untuk membetulkan SPT tsb karena untuk masa juli-des 1% sifatnya wajib

  22. mat malam pak, saya mau tanya masalah pasal 25 yang sudah terlanjur di setor dari januari 2013 sd agustus 2013 (jadi kelebihan setor 2 bulan yaitu juli dan agustus 2013) dan masalahnya apakah pasal 25 selama jan sd agustus 2013 bisa dikreditkan atau cuma jan sd jun 2013 saja yang bisa dikreditkan) sedangkan 2 bulan juli dan agustus 2013 yang terlanjur dibayar apakah bisa dikembalikan ke saya dan caranya bagaimana ,jika tidak bisa dikembalikan harus diapakan yang kelebihan bayar masa 2 bulan pasal 25 itu pak. mohon minta konfirmasinya kesaya (zonyzoe@yahoo.com)

    • Selamat siang rekan
      Untuk yg terlanjur setor juli & agustus bisa diajukan pemindabukuan, atau jika tidak ingin ngajukan Pbk maka atas jul & aug bisa menjadi kredit pajak pada SPT tahunan juga. kalau diminta kembali tidak bisa rekan, kecuali SPT tahunannya nantinya LB.

  23. Malam Pak,
    maaf sebelumnya jadi banyak tanya … jika sebelumnya penghasilan bruto di kalikan norma 20% kemudian di potong dengan ptkp dan hasilnya yang kemudian dijadikan penghasilan kena pajak tentunya angka yang harus kita bayar dengan angka besarnya pajak yang sekarang yang dari penghasilan bruto lgs dikalikan 1% akan sangat jauh berbeda hasilnya bukan pak ? karena penghasilan bruto masih mengandung didalamnya biaya usaha belum lagi ptkp yang dulu diperhitungkan sekarang tidak lagi ? dengan kata lain pajak yang sekarang kita harus bayarkan jauh lbh besar angkanya dari yang dulu biasa kita setor bukan pak ? atau apakah sebelum dikalikan dengan 1% penghasilan brutonya terlebih dahulu dikurangi dengan biaya2 atau tidak pak ?

    • Pagi bu
      Untuk setoran bulanan memang dari omset kotor (tanpa mempertimbangkan biaya di bulan tsb) dikalikan tarif 1%. Sedangkan pada SPT tahunan khusus omset semester 1 masih dihitung dengan tarif PPh biasa. Disini contoh untuk hitungan pajak tahunan.

  24. Malam Pak,
    Saya juga statusnya sama dengan Pak Edi yaitu terlambat mengetahui kalo ternyata sekarang diberlakukan pajak final 1% sehingga saya sudah melakukan penyetoran pph 25 dr jan-des 2013. dan selama ini saya tdk melakukan pembukuan jadi memakai sistem norma sebesar 20%. jadi saya harus bagaimana dalam melakukan pengisian spt 2013 ? apakah slip setoran pajak untuk pjk final 1% tiap bulannya berbeda dengan ssp yang biasa ya pak ? mohon penjelasannya dan terima kasih sebelumnya

  25. wah sejak 2008 saya sebagai awam yg belajar bikin spt pribadi sangat terbantu dengan adanya blog ini
    sempat dipanggil kantor pajak untuk pembenaran spt di tahun 2010
    memang membingungkan perubahan aturan pajak dan pembuatan spt di indo ini… utamanya bagi orang awam akuntansi seperti saya

    gak tau apa maunya kepentingan penguasa
    sebagai rakyat kecil kita mah bayar pajak aja deh semoga gak dipersulit dan ribet aturan pengisian spt

    • Terima kasih pak Sam
      Blog ini masih jauh dari sempurna, dan materi disini hanya rangkuman dasar, semoga ke depannya bisa semakin terbantu dan semakin mudah mengurus administrasi perpajaknnya. Jika masih ada kesulitan bisa menghubungi AR-nya pak atau bertanya juga di saluran pulsa lokal kring pajak 021500200

  26. pak maaf mau tanya apa ptkpnya boleh dibagi dengan 12 dahulu baru dikalikan 6 supaya perhitungannya lbh masuk akal?

    • Pagi pak Ferdi
      Tidak ada PTKP setangah tahun, dan hingga saat ini saya juga belum mendapatkan aturan terbaru apakah omsetnya harus dikalikan 2 atau PTKP-nya dibagi 2. Dari penjelasan petugas kring pajak sama dengan artikel diatas penerapannya. dan dari SE-42/PJ/2013 bagian F poin 11

      Peredaran usaha dihitung berdasarkan seluruh peredaran usaha
      selama Tahun Pajak 2013, tidak termasuk peredaran usaha pada Masa
      Pajak Juli 2013 sampai dengan Desember 2013 yang dikenai Pajak
      Penghasilan Pasal 4 ayat (2);

  27. begini pak, kan dari jan – jun 2013, seharusnya masih dikenakan pph25, dan jul -des 2013 pp 46. tetapi berhubung saya tidak tau saya dari jan – des 2013 bayarnya pph pasal 25 saja. terus gimana yah cara revisinya? pelaporan SPT nya? thanks

    • Malam pak Edi
      Jika juli-desembernya belum bayar yg 1%, boleh aja atas setoran PPh 25 jul-des dipindahbukukan ke PPh 1% jul-des. Namun jika pak Edi tidak ingin melakukan Pbk, maka diakhir tahun PPh 25 yg terlanjur setor itu menjadi kredit pajak di SPT tahunan.

        • Selamat pagi pak Edi
          Susah sih nggak, yg bikin lama biasanya adalah permohonannya kurang lengkap serta WP tidak mencantumkan no contact person. No CP tsb dibutuhkan untuk mengkonfirmasi jika ada berkas yg keliru atau tidak lengkap. Kendala di sisi kantor pajak biasanya petugas sibuk atau sistem lagi ngadat. Permohonan yg sudah lengkap akan diproses dengan standar pemrosesan 28 hari.

  28. Kok penghasilan semester I ga disetahunakan dulu pak ya..kan PTKP yang dipakai di SPT Tahunan PTKP setahun..

    • Dulu saya mikirnya juga gitu, ternyata di SE-42 tidak menyebutkan penyetahunan omset. Dan setelah konfirmasi dengan teman di kring pajak juga menjelaskan tidak perlu disetahunkan.

Tulis Komentar

To create code blocks or other preformatted text, indent by four spaces:

    This will be displayed in a monospaced font. The first four 
    spaces will be stripped off, but all other whitespace
    will be preserved.
    
    Markdown is turned off in code blocks:
     [This is not a link](http://example.com)

To create not a block, but an inline code span, use backticks:

Here is some inline `code`.

For more help see http://daringfireball.net/projects/markdown/syntax