SPT Masa PPh 21 2014 (PER-14) – Apa Yang Perlu Anda Tahu?-1

 

Hanya kurang dari 2 bulan lagi kita akan menginjak tahun 2014. Hingga saat ini ada 2 format pelaporan yang diperbarui oleh DJP yang akan berlaku di tahun 2014, yaitu format SPT Masa PPh 21 dan Format SPT Tahunan PPh OP 1170SS. Yang paling segera untuk wajib pajak paham adalah tentang format SPT Masa PPh 21 sesuai dengan Per-14/PJ/2013. Dimana ada beberapa modifikasi sedikit pada SPT Masa tersebut dan nantinya akan diterbitkan aplikasi e-SPT PPh 21, sayangnya hingga kini saya sendiri masih belum mendapat info tentang status aplikasi tersebut. Kasihan WP jika sampai terlambat dirilis dan disosialisasikan.

Di artikel ini saya rangkumkan sedikit tentang SPT PPh 21 2014, hal-hal yang perlu anda ketahui. Gambar di bawah ini hasil dari comot slide powerpoint tentang penghitungan dan pengisian SPT Masa PPh 21 khususnya bagi WP non e-SPT. Slide ini sudah saya prioritas bagikan bagi pelanggan newsletter amsyong.

Jenis Formulir SPT PPh masa 21

Apakah tata cara penghitungan PPh 21 juga berubah seiring dengan adanya format SPT baru ini?

Tidak, tentang perhitungan masih mengacu pada PER- 31/PJ/2012 (untuk perhitungan PPh 21 sejak januari 2013)

Jika PPh 21 perusahaan kami nihil, apa saja formulir yang perlu dilaporkan?

Cukup Induk SPT PPh 21 saja (form 1721)

Pelaporan SPT Masa PPh 21 Masa Desember 2013 yang disampaikan paling lambat 20 Januari 2014, apakah menggunakan format baru atau lama?

Masa Desember masih menggunakan format lama

Bentuk & Penyampaian SPT PPh 21

Jika kami wajib pajak pengguna e-SPT PPh 21 dan jauh dari KPP bolehkah kami mengirim laporannya via pos?

Boleh, file CSV dilampirkan dalam compact disk

Jika SPT disampaikan via pos, apakah tanggal kirim dianggap sebagai tanggal pelaporan?

Ya , tepatnya tanggal cap pos

Bentuk & Penyampaian SPT PPh 21

Share this Story

Related Posts

54 Comments

  1. […] Download PDF Simulasi Pengisian 1770 OP 2013 […]

    Reply

  2. ria

    Thursday, 3 April, 2014 at 12:42

    selamat siang,
    saya mau menanyakan untuk pembetulan pada masa desember 2013 ada kekurangan bayar, karena sudah melewati tgl 20 januari 2014 maka harus menggunakan espt terbaru. saya bingung pada espt 2014 tidak ada kolom ” PPh pasal 21 dan/atau pasal 26 yang telah disetor pada masa pajak Januari s/d november (diisi hanya pada masa pajak desember)” sedangkan sebelum espt 2014 ini ada saya menggunakan espt 2013 dengan mengakumulasikan dari jan – nov. bagaimana caranya saya mengisi espt 2014 untuk pembetulan desember 2013?
    mohon bantuannya. Terima kasih sebelumnya.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Thursday, 3 April, 2014 at 13:40

      Saya belum pernah bahas ya
      Pada induk SPT PPh 21, pada bruto adalah jumlah total penghasilan yg dibayarkan pada karyawan di bulan desember, sedangkan kolom PPh 21 diisi dengan nilai PPh 21 yg dipotong (selisih tahunan-11 bulan).

      Reply

  3. bayu

    Friday, 21 March, 2014 at 03:19

    slmt mlm pak..
    Mohon pnjelasannya, saya karyawan swasta. Saya ingin lapor pajak tahunan pph 21, tetapi saya blm mendapatkan surat pemberitahuan dr kntor pajak, usut pny usut, trnyata hal ini krn perush tmpt sy bkerja telat membayar pajak pph saya lbh dr 3 bln. Pertanyaan saya :
    1. Apakah sy bs lapor sndiri tnpa ada bkti ptong dr perush?
    2. Apakah sy msh wajib lapor, krn tiap bln sdh dptong utk pph?
    3. Apakah sy dpt dikenakan sanksi bila tdk melapor..krn itu bkn kslhn sya?
    Mohon pnjelasannya point per point..
    Trims

    Reply

    • Dwi Utomo

      Saturday, 22 March, 2014 at 15:44

      Sore pak Bayu

      1. Jika bapak penghasilan hanya sebagai pekerja saja maka tidak bisa lapor tanpa bukti potong dari perusahaan
      2. Wajib lapor SPT tahunan masih iya
      3. Bisa dikenakan sanksi dari KPP, untuk itu segera hubungi petugas pajak terdekat dan perusahaan agar segera mnenyelesaikan pembuatan bupotnya

      Reply

      • bayu

        Sunday, 23 March, 2014 at 01:56

        mlm pak Dwi, trimakasih atas jwbny..sy sudah menanyakan ke bag trkait d kntor saya, namun blm ada respon positif..mreka tdk pny bkti ptong, krn perush tdk menyetorkan uang pph sy sjak bln juni 2013-Jan 2014 akibat kelalaian bag finance kami..what i must to do? Pdahal btas akhr lapor kurang dr smggu..thanks

        Reply

        • Dwi Utomo

          Sunday, 23 March, 2014 at 10:37

          Pagi pak Bayu
          Jika Anda murni bekerja sebagai karyawan maka tidak mungkin lapor SPT form 1770s ataupun 1770ss tanpa bupot PPh 21, kecuali pak Bayu punya penghasilan selain sebagai karyawan bisa dilapor dahulu dengan form 1770 nanti kalau bupot PPh sudah dapat bisa lapor ulang dengan pembetulan SPT. Yang bisa saya sarankan adalah pak Bayu minta bag financing menghubungi AR-nya agar dibantu menyelesaikan pembuatan bupot PPh 21. Sekedar info jika perusahaan lalai tidak memotong PPh 21 maka KPP bisa mengenakan sanksi denda 100% atas PPh yg belum dipotong, ini adalah sanksi untuk perusahaannya.

          Reply

  4. kristanto

    Thursday, 6 March, 2014 at 10:36

    pagi pak. Dwi…
    terima kasih sebelumnya sudah respon dan jawab pertanyaan sy dengan cepat.. dua jempol buat bapak…
    tp maaf pak , ada yg sy ingin tanyakan kembali.bagaimana bila sy ilustrasikan saja y pak. begini jika pph 21 bulan jan13, 250. dan dibayar 450 (ada kesalahan hitung dari acc sblmnya, shrsnya 250).. bagaimana cara mengisi angka di form 1721(1) induk?..
    terima kasih pak..

    salam sukses selalu,
    kris…

    Reply

  5. kristanto

    Monday, 3 March, 2014 at 02:24

    malam pak..
    saya bingung pak dalam mengisikan angka dalam pph 21 yang sudah dibayar (dalam spt lama ada kolomnya yang dimaksud) tetapi pada spt pph 21 tidak ada.. dimana saya harus mengisi angka tersebut?
    mohon petunjuknya pak..
    terima kasih.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 3 March, 2014 at 11:47

      Malam pak Kris
      Memang nggak ada kolom untuk pengisian SSP, jadi lampirkan saja SSP yg kurang bayar tsb saat lapor.

      Reply

  6. lala

    Thursday, 27 February, 2014 at 16:08

    pak saya mau nanya, klo utk lapor masa thn lalu di 2013 kan skrg harus menggunakan format baru, klo karyawannya kurang dari 20 tetep ya pak harus menggunakan format baru? dan data yg dilaporkan apa aja yg dibawa pak?

    Reply

    • Dwi Utomo

      Friday, 28 February, 2014 at 15:46

      Iya bu Lala. Sekarang lapor dengan format baru, yg dilampirkan masih sama dengan yg format lama, jika memang ada pajaknya ya berarti bawa SSP dan lampiran terkait yg emmang ada isinya (biasanya lampiran 1 untuk karyawan tetap). kalo nihil cukup cetak induknya saja.

      Reply

      • lala

        Tuesday, 25 March, 2014 at 14:36

        Siang pak dwi. terima kasih atas jawabannya pak. Sepertinya ada kendala lg nih pak, ditahun ini perlu gak sih utk pph 21 lampiran bukti potong pegawai pak? atau emg hanya yg pak dwi infokan saja? induk dan 1721-I ? terima kasih

        Reply

        • Dwi Utomo

          Thursday, 27 March, 2014 at 10:52

          Untuk yg masa pajak desember perlu juga dilampirkan juga bu 1721-I, jadi nanti ada 1721-I untuk hitungan bulan des dan ada 1721-I untuk hitungan tahunan, coba ibu lihat disamping isian masa pajak ada 2 kotak disana, satu disilang untuk bulanan dan satunya disilang untuk tahunan

          Reply

          • lala

            Thursday, 27 March, 2014 at 12:36

            untuk bukti porong nya pak? perlu dilampirkan juga gak si ya? terima kasih. hehe maaf ya pak banyak bertanya :D

            Reply

            • Dwi Utomo

              Saturday, 29 March, 2014 at 14:53

              Nggak perlu bu, hanya daftar/listnya saja yg perlu dilampirkan

              Reply

  7. erni widiastutik

    Tuesday, 25 February, 2014 at 17:30

    Dear Bapak,

    bertanya nieeee….
    PPh 21 Masa Desember 2013 kita sudah lapor via surat , akan tetapi dapat balasan ” ditolak” karena tidak melampirkan Formulir 1721 -I,,selanjutnya dihimbau untuk lapor sesuai peraturan terbaru .yang saya tanyakan untuk pelaporan perbaikan masa desember 2013. formulir apa saja yang perlu dilampirkan selain SPT induk…mohon infonya bapak..

    Rgds,
    Erni Widi

    Reply

    • Dwi Utomo

      Thursday, 27 March, 2014 at 10:53

      Untuk yg masa pajak desember perlu juga dilampirkan juga bu 1721-I, jadi nanti ada 1721-I untuk hitungan bulan des dan ada 1721-I untuk hitungan tahunan, coba ibu lihat disamping isian masa pajak ada 2 kotak disana, satu disilang untuk bulanan dan satunya disilang untuk tahunan

      Reply

  8. sri maryani

    Friday, 21 February, 2014 at 13:13

    pak, saya mau perbaikan spt pph 21 masa des 2013, kan harus menggunakan format spt yang baru, apakah saya harus isi yang satu masa pajak dan masa satu tahun pajak?

    Reply

    • Dwi Utomo

      Saturday, 22 February, 2014 at 15:47

      Untuk format baru iya, karena sudah lewat tgl 20 jan
      Yg harus diisi berarti satu masa pajak

      Reply

  9. halidah

    Thursday, 20 February, 2014 at 11:54

    mas, mau nanya..saya kan udh setor pph pasal 21 bulan desember 2013. tapi saya terlambat lapor dan saya baru mau lapor spt masa desember 2013 nya di bulan februari 2014 ini…apakah lapornya harus pake spt format baru atau masih boleh pake format lama..terima kasih

    Reply

    • Dwi Utomo

      Thursday, 20 February, 2014 at 12:53

      Iya bener rekan Halidah, sejak tgl 20 Januari 2014 diwajibkan menggunakan form SPT PPh 21 yg baru walaupun untuk masa pajaknya mundur

      Reply

  10. Anton

    Tuesday, 18 February, 2014 at 16:53

    mohon bertanya lagi pak :P … perbedaan laporan SPT masa bulanan 21 periode 2013 dan 2014 apa yah pak? sama atau ada perbedaan format formulir (karyawan kurang dari 10) .. karena kemaren saya tdk sempat mengikuti undangan pajak tentang “sosialisasi tata cara pengisian dan penyampaian SPT masa pph 21..bla bla bla.”

    Reply

  11. Fadrians

    Tuesday, 4 February, 2014 at 16:33

    pak kalo pelaporan pph 21 tahunan bagaimana pelaporannya, apa aja yg dicetak, terima kasih.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Wednesday, 5 February, 2014 at 16:31

      Sekarang tidak ada lagi PPh 21 tahunan pak, tetap dilaporkan per bulan. Jika nihil maka cukup cetak induknya saja (ada 2 halaman), khusus di masa Desember 2014 nanti ada tambahan lampiran daftar biaya

      Reply

  12. Anton

    Tuesday, 4 February, 2014 at 12:01

    Dan mohon penjelasan dan perhitungannya jg pak :P … seandainya Gaji karyawan 2,5 jt perbulan (hanya gaji, tdk ada asuransi dsb dsb), dan status belum menikah … berapa jumlah yg harus di bayar perbulan utk PPH 21 nya.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Wednesday, 5 February, 2014 at 16:44

      Status karyawannya apa ini pak. Tetap/honorer? PTKP-nya berapa?

      Reply

      • Anton

        Thursday, 6 February, 2014 at 13:07

        karyawan tetap pak…ptkp nya gk tau pak

        Reply

        • Dwi Utomo

          Thursday, 6 February, 2014 at 13:56

          Misalkan yg bersangkutan masih jomblo dan nggak punya tanggungan = PTKP TK/0
          maka 2.500.000-125.000 (biaya jabatan)=2.375.000
          disetahunkan jadi 28.500.000-24.300.000 =4.200.000
          pajaknya 210.000, sebulannya 17.500

          Reply

  13. Anton

    Tuesday, 4 February, 2014 at 11:57

    Masih bingung soal pelaporan pajak yg1%…tahun 2013 kan di mulai pada bulan July2013 utk pembayaran pajak1% nya..dan sdh dibayar rutin setiap bulannya dari july sampai des…karena perusahaan t4 saya bekerja adalah perusahaan baru…PPH 25 waktu jan-jun NIHIL…tetapi kan setiap bulan ada omzetnya..jadi apakah saya harus membayar perhitungan pajak 1% nya dr Jan-Jun? kalo iya.kenapa tdk di infokan sajah waktu berlaku di july agar membayar perhitungan jan-jun? dan kapan terakhir waktu pembayarannya jika iya. terima kasih

    Reply

    • Dwi Utomo

      Wednesday, 5 February, 2014 at 16:43

      Jika perusahaan baru atau baru punya NPWP di 2013 otomatis masih belum ada angsuran PPh 25 dan tidak wajib setor PPh 25, karena angsuran tsb diperolehnya dari perhitungan pajak tahun sebelumnya. Untuk januari-jun tetap dihitung dan nanti kelihatan pajak tahunannya tetapi pak ANton nggak punya kredit pajak PPh 25 jadi yg terutang itulah yg dilunasi nanti.

      Reply

      • Anton

        Thursday, 6 February, 2014 at 13:05

        pelunasannya kapan tuh yah pak?

        Reply

        • Dwi Utomo

          Thursday, 6 February, 2014 at 13:48

          Pelunasan pajak tahunan sebelum SPT-nya disampaikan, berarti paling lambat akhir bulan maret nanti

          Reply

  14. Hamli Situmorang

    Wednesday, 29 January, 2014 at 11:13

    Terima kasih banyak Pak Dwi

    Reply

  15. Dilla

    Saturday, 18 January, 2014 at 12:21

    Pagi…
    Saya mau bertanya, bagaimana perhitungan wajib pajak 1% dari omset perbulan, kalau kita sudah bayar angsuran perbulannya sampai dengan bulan desember 2013 memakai perhitungan wajib pajak yg sebelumnya bukan memakai perhitungan pajak yg 1% tsb. Sedangkan berlakunya omset 1% di mulai dri bulan juli 2013. Terima kasih.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Tuesday, 28 January, 2014 at 15:05

      Karena kewajiban PP 46 mulainya juli, maka bandingkan antara PPh 25 juli dengan hitungan 1% juli, untuk PPh 25 juli bisa dipindahbukukan ke PPh final 1%

      Reply

  16. erni widiastutik

    Thursday, 2 January, 2014 at 15:54

    Dear ….

    mau bertanya bapak,
    Saya bingung dengan pelaporan masa des 2013…info yang saya dapat untuk masa Des 2013 masih menggunakan format lama..berati perhitungan dan pelaporan sama dengan masa des 2012( belum menggunakan aplikasi ESpt pph 21 ini ,…..mohon bantuan informasinya mengingat pembyaran terakhir tgl 10 januari 2013…
    terimakasih atas informasinya

    Rgds,
    Erni Widi

    Reply

    • Irfan Hartono

      Friday, 3 January, 2014 at 19:13

      Salam, Pelaporan SPT Masa PPh 21 Masa Desember 2013 yang disampaikan paling lambat 20 Januari 2014, apakah menggunakan format baru atau lama?
      Masa Desember masih menggunakan format lama.
      demikian.

      Reply

      • erni widiastutik

        Tuesday, 21 January, 2014 at 15:57

        makasih pak informasinya…

        Reply

        • erni widiastutik

          Friday, 24 January, 2014 at 18:53

          Bapak…

          Ada Contoh tampilan program aplikasi Espt Ph 21 Menurut Per 14….(modul ) dalam bentuk Pritnscrenn … karena di modul yang saya instal tidak ada perintah log out …mohon bantuannya.

          Rgds,
          Erni Widi

          Reply

          • Dwi Utomo

            Tuesday, 28 January, 2014 at 09:36

            Akan saya ulas di blog ini segera bu Erni

            Reply

  17. dadang

    Wednesday, 1 January, 2014 at 01:19

    malam pak..sy mau tanya… untuk setoran Bulan April 2014 setelah SPT apa istilahnya PPH25 atau PPH Final kode 411128/420 dan apabila PPH Final yang kurang bayar di SPT 2013, menggunakan bukti setor apa…? dan apa kode pajaknya..? Trim,s

    Reply

    • Irfan (co-admin)

      Thursday, 2 January, 2014 at 21:54

      selamat malam juga Pak Dadang. Jika usaha pak Dadang pada tahun 2013 ini omzetnya tidak lebih dari 4,8 Milyar, maka bapak memenuhi kriteria sebagai wajib pajak omzet tertentu yang mambayar PPh final 1%. pun ini juga sudah berlaku mulai Juli 2013 kepada bapak jika omzet di tahun 2012 kemarin juga seperti itu. Pak dadang tinggal meneruskan saja membayar PPh Final atas omzet tertntu ini setiap bulan, dengan kode 411128-420. sedangkan untuk pembayaran atas kurang bayar pada SPT tahunan 2013 yang tidak final, maka kodenya adalah 411125-200 untuk Wajib Pajak orang Pribadi atau 411126-200 untuk Wajib Pajak badan. demikian. Jika ada PPh final bulan-bulan di tahun 2013 yang belum dibayar, maka dilunasi dengan kode 411128-420.

      Reply

  18. rini

    Sunday, 22 December, 2013 at 12:02

    Pagi Pak Dwi,
    Terima kasih banyak Pak Dwi atas informasinya.
    Berkaitan dengan perhitungan pph 21, contoh untuk profesi dokter.
    Saya sedikit kebingungan untuk perhitungan pajak pph 21 yang lintas tahun karena sebentar lagi akan masuk ke tahun 2014.
    Seandainya pihak Rumah Sakit melakukan pembayaran jasa dokter setiap tanggal 7, berarti ada jasa yang dilakukan pada bulan sebelumnya (8-31des) dan jasa yang dilakukan di bulan terbayar (1-7 jan).
    Apakah dasar pkp nya akan dimulai lagi dari nol (tidak progresif) karena sudah lewat tahun, atau pkp 8-31 des dihitung sesuai pkp 2013 kemudian ditambahkan dengan pkp 1-7 jan 2014.

    Terima Kasih sebelumnya atas tanggapannya.

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 23 December, 2013 at 09:49

      Selamat pagi Bu Rini
      Langkah pertama yg saya lakukan adalah, lihat dulu untuk 8 des-7jan itu dimasukkan ke masa gaji bulan apa, jika masuk ke desember berarti atas penghasilan tsb adalah gaji desember (sekalipun masa kerjanya antar bulan).

      Reply

      • rini

        Monday, 23 December, 2013 at 22:43

        Makasih banyak Pak Dwi atas jawabannya

        Reply

  19. Robert Andy Huppe

    Thursday, 19 December, 2013 at 18:10

    Pak Dwi seperti yg saya sampaikan pada saat rekanan Dirjen Pajak survey wajib pajak bahwa setiap wajib pajak dituntut tidak terlambat dalam menyampaikan laporan pajak, tetapi pada saat ada aturan baru atau perubahan petugas pajak selalu terlambat didalam pemberitahuan atau sosialisasi kepada WP, intinya WP dituntut cepat tetapi Dirjen Pajak sendiri sangat lambat, justru kami tahu dari seminar2 swasta, apakah ini disengaja supaya
    kami mengeluarkan biaya u/ seminar, DPJ tidak profesional

    Reply

    • Dwi Utomo

      Friday, 20 December, 2013 at 20:54

      Selamat malam pak Andy
      Terima kasih atas masukannya, harapan saya (sekalipun sy bagian dari DJP juga) adalah sama dengan pak Andy, akan lebih baik jika aturan baru disiarkan jauh-jauh hari agar WP tahu dan paham yg harus dilakukan. Untuk PP 46 ini, DJP memberikan toleransi atas keterlambatan setor, bisa jadi sebagai kompensasi karena aturannya yg telat terbit. Pak Andy bisa menyalurkan aspirasi, keluhan & saran juga lewat kring pajak pak di 021500200, insyaAlloh bermanfaat.

      Reply

  20. STEPANUS DJUWENG

    Saturday, 14 December, 2013 at 10:57

    Saya risau dengan cara perusahaan saya menghitung pajak penghasilan. Saya pegawai kontrak tahunan dengan gaji bulanan.

    Saya bekerja pada Lembaga Pemabangunan Asing
    Penghasilan 2014 Rp 20,000,000.00
    Asuransi Kesehatan 321,000,000
    Jamsostek 4.2 % (50:50)
    Kawin, isteri tidak kerja
    anak 6 orang

    Berapa saya bayar pajak sebulan?

    Bantuan Anda sangat saya hargai

    Terima kasih

    Djuweng

    Reply

    • Dwi Utomo

      Tuesday, 17 December, 2013 at 09:43

      Pagi pak Djuweng.
      Pertanyaannya kurang jelas, saya balik nanya ya pak.
      Data diatas apakah data perbulan?
      Statusnya karyawan tetap kan? Apakah setiap bulan mendapat bukti potong PPh 21?

      Reply

  21. sartika

    Thursday, 28 November, 2013 at 16:40

    mau nanya, saya belum tau masalah pajak. untuk bayar pajak tahunan itu seperti apa…??

    Reply

    • Dwi Utomo

      Monday, 2 December, 2013 at 14:32

      Siang bu Tika, maaf lama balasnya
      jawabnnya biisa panjang dan bercabang-cabang. Kenali dulu, penghasilann ibu dari apa saja, jika ibu karyawan swasta atau PNS maka ibu tidak bayar pajak tahunan karena pajaknya (PPh 21) sudah dipotong dari pemberi kerja setiap bulannya. Jika ibu usahanya dagang/usaha maka bisa dilihat disini ilustrasinya. Ada juga penghasilan atas pekerjaan bebas, misalkan dokter praktek sendiri, jasa akuntan dll.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To create code blocks or other preformatted text, indent by four spaces:

    This will be displayed in a monospaced font. The first four 
    spaces will be stripped off, but all other whitespace
    will be preserved.
    
    Markdown is turned off in code blocks:
     [This is not a link](http://example.com)

To create not a block, but an inline code span, use backticks:

Here is some inline `code`.

For more help see http://daringfireball.net/projects/markdown/syntax

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Search / Cari artikel

Newsletter Amsyong

Ingin berlangganan email info pajak gratis? Klik Disini Yaa

Share your support

Close
Dukung Blog Ini
Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini