Kenapa THR Saya Pajaknya Besar Sekali :(

Selamat sore pengunjung sekalian, ada satu momen yg paling ditunggu para karyawan/PNS di bulan desember ini yaitu pembagian THR. Sebenarnya lebaran juga ada THR tapi karena jadwal lebaran sering bergeser-geser, maka yg bisa diharapkan THR fix nongolnya di desember pastinya.

Di Timika, THR bagi karyawan terutama karyawan Freeport dan perusahaan mitranya (KPI, Pangansari Utama, RedPath, Trakindo, United Tractor dll), jumlahnya sangat besar dan saya aja iri ngerasanya. Seorang sopir truk material ringan yg lulusan SMA dan baru 2 tahun kerja bisa terima THR hingga 25jt, sedangkan penghasilan bulanannya rata-rata 15-18jt. Logikanya semakin besar penghasilan otomatis semakin besar pajaknya, inilah yang sering diprotes para karyawan, karena mereka merasa pajaknya terlalu besar terutama saat bonus atau THR cair.

Lebih detilnya ada beberapa tahapan untuk menghitung pajak atas THR, karena THR sendiri tidak rutin diterima, maka cara mencari pajak THR adalah sebagai berikut:

  1. Hitung dahulu PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur/bulanan yang disetahunkan ditambah dengan THR.
  2. Kemudian hitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur/bulanan yang disetahunkan tetapi sekarang tanpa THR.
  3. Dan carilah selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan poin 1 dan poin 2, dan hasilnya adalah PPh Pasal 21 atas THR.

 Contoh soal:

Pak Karya adalah seorang karyawan tetap di PT. Freeport Indonesia. dia memperoleh gaji sebesar Rp.10.000.000 sebulan. Pada bulan Desember pak Karya menerima THR sebesar Rp.25.000.000. Setiap bulannya pak karya membayar iuran pensiun sebesar 100.000. Diketahui juga PTKP-nya K/3. Sekarang hitung pajak atas THR-nya pak Karya.

Tahap 1:

Hitung PPh Pasal 21 atas gaji dan THR (penghasilan setahun) :

Gaji setahun (12 x Rp 10.000.000) Rp

120.000.000,00

T H R Rp

25.000.000,00

Penghasilan Bruto setahun (Gaji setahun + THR) Rp

145.000.000,00

Pengurangan :
Biaya Jabatan (5% x Rp 145.000.000, max 6jt) Rp

6.000.000,00

Iuran Pensiun setahun (12 x Rp 100.000) Rp

1.200.000,00

Penghasilan Neto setahun Rp

137.800.000,00

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Status Tidak Kawin
Rp

32.400.000,00

Penghasilan Kena Pajak Rp

105.400.000,00

PPh Pasal 21 terutang
(5% x 50.000.000) Rp

2.500.000

(15% x 80.400.000) Rp

8.310.000

Total PPh 21 dengan THR Rp

10.810.000

Tahap 2 :

Hitung PPh Pasal 21 atas gaji setahun :

Gaji setahun (12 x Rp 10.000.000) Rp

120.000.000,00

Pengurangan :
Biaya Jabatan (5% x Rp 120.000.000) Rp

6.000.000,00

Iuran Pensiun setahun (12 x Rp 100.000) Rp

1.200.000,00

Penghasilan Neto setahun Rp

112.800.000,00

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Status Tidak Kawin
Rp

32.400.000,00

Penghasilan Kena Pajak Rp

80.480.000,00

PPh Pasal 21 terutang
(5% x 50.000.000) Rp

2.500.000

(15% x 30.480.000) Rp

4.572.000

Total PPh 21 atas bulanan saja Rp

7.072.000

Tahap 3 :

PPh Pasal 21 atas THR adalah :
Rp.10.810.000 – Rp.7.072.000 = Rp.3.738.000

Besar juga yak  😯 Jangan kecewa dulu, pilih mana pajaknya kecil tapi penghasilan juga kecil atau pajak kita besar karena penghasilan semakin besar? 😉

Jika ada yang salah tolong dikoreksi artikel diatas, terima kasih semoga bermanfaat.

Referensi perhitungan PPh 21 THR lainnya klik disini

Note: sudah diupdate lapisan penghasilan kena pajak

12 Comments

  1. ima Aug 18, 2014
    • Dwi Utomo Aug 19, 2014
  2. ima Aug 18, 2014
    • Dwi Utomo Aug 19, 2014
  3. Mirya Jun 26, 2014
  4. Mirya Jun 26, 2014
    • Dwi Utomo Jul 2, 2014
  5. ika febriyanti Jan 6, 2014
    • Irfan Hartono Jan 6, 2014
  6. OTNAY Dec 9, 2013
    • Dwi Utomo Dec 9, 2013

Tinggalkan komentar Anda disini..

Dukung Blog Ini!

Dengan Klik salah satu tombol dibawah ini