Seri e-SPT PPh 21/26 2014 Cara Membuat SPT Nihil

Selamat sore kawan pengunjung sekalian, sudah lama rasanya saya tidak update blog ini. Sejak hari minggu kemarin 16-18/02/2014, saya ada tugas ke Makassar guna mengikuti bimbingan teknis /pelatihan e-SPT PPh 21, e-reg dan e-filing SPT Tahunan PPh 1770S/SS. Kali ini saya tampilkan artikel untuk membuat laporan SPT Masa PPh 21 nihil dengan menggunakan aplikasi e-SPT PPh 21. Dulu sudah pernah saya tampilkan cara manual atau yang tanpa aplikasi nah sekarang bagaimana untuk yg aplikasi. Simak saja langkah mudahnya sebagai berikut.

Pilih Masa Pajak Yang Nihil

media_1392794657235.png

Misalkan dalam kasus ini saya anggap pada bulan Januari 2014 ada 4 pegawai yang masih-masing pegawai terima gaji Rp.1.500.000. Karena penghasilan pegawai masih dibawah PTKP maka otomatis tidak terutang/tidak dipotong pajak atas penghasilan. Caranya, setelah login ke aplikasi, kemudian:

  1. Klik Pilih SPT
  2. Klik Buka SPT

Arahkan Ke Masa Januari 2014

media_1392795091046.png

Akan muncul tampilan Masa Pajak. Kebetulan saat kotak dialog muncul yg tampil masa Februari, saya butuhnya Januari sehingga:

  1. Saya klik tombol dropdown untuk memunculkan tampilan mini kalender
  2. Jika butuh, saya geser panah ke kanan untuk mengganti ke bulan berikutnya, atau
  3. Jika butuh, saya geser panah ke kiri untuk mengganti ke bulan sebelumnya
  4. Pilih salah satu tanggal di masa pajak yg nihil, tanggalnya bebas/acak saja
  5. Kemudian klik Buat SPT

Jika bapak ibu butuh untuk loncat ke masa yang jauh atau tahun yang berbeda tinggal klik nama bulan/tahun yg ditunjukkan arah panah merah beberapa kali, kemudian arahkan ke tahun/bulan yg dituju.

Buka Daftar Pemotongan Satu Masa Pajak

media_1392795615607.png

Langkah ini bisa dilewati seandainya pemberi kerja tidak mempunyai karyawan, tetapi pada contoh kali ini perusahaan mempunyai mempunyai 4 karyawan tetap hanya saja masing-masing penghasilannya dibawah PTKP, sehingga saya ingin memasukkan jumlah pegawai tetap yang dibawah PTKP. Langkahnya:

  1. Buka Isi SPT
  2. Klik Daftar Pemotongan Pajak (1721-I)
  3. Satu Masa Pajak

Isi Daftar Pemotongan Pajak

media_1392795937155.png

isilah data karyawan tetap yang penghasilannya dibawah PTKP

  1. Jumlah pegawai diisi 4 orang
  2. Jumlah penghasilan bruto pegawai (yaitu akumulasi bruto 4 orang tsb)
  3. Klik Simpan
  4. Muncul kotak konfirmasi Bagian B berhasil disimpan (karena nanti muncul datanya di 1721-I bag. B)
  5. Terlihat hasil akumulasi brutonya
  6. Terlihat hasil akumulasi pajaknya

Buka SPT Induk (1721)

media_1392796264375.png

Simpel saja caranya kan 🙂

Cek bagian Induk B.1

media_1392796365726.png

Terlihat dalam kotak merah ada 4 karyawan dibawah PTKP dengan penjumlahan brutonya. Langkah ini bisa dilewati jika isian data sudah benar karena hanya sekedar pengecekan saja.

Isi Kota Penandatanganan SPT

media_1392796605420.png
  1. Pada bagian E form 1721
  2. Klik pemotong atau kuasa (jika dikuasakan)
  3. Isi dengan Kota tempat pembuatan SPT
  4. Klik Simpan
  5. Klik Cetak dan tunggu print previewnya

Menu Print Preview

media_1392857103922.png

Berikut adalah penjelasan dari ikon menu di tampilan pracetak, ada beberapa fitur yg bermanfaat bagi Anda

  1. Export Report, fitur ini untuk menyimpan file induk/1721 ke dalam beberapa format (RPT, PDF, CSV, XLS, XLSX, DOC, RTF, XML) fitur ini juga bisa untuk mengatasi error saat gagal print, jadi simpan saja ke salah satu format, misalkan PDF kemudian cetak dari aplikasi pembaca PDF atau bisa juga untuk menyimpan arsip
  2. Print Report, cetak langsung dan akan membuka menu untuk memilih printer mana yg akan digunakan
  3. Copy, saya masih belum tahu ini fungsinya dan enatah apa yang dikopi karena yg pasti bukan kopi minuman
  4. Segitiga kanan kiri, fungsinya untuk navigasi antar halaman, contoh gambar diatas yg tertampil adalah halaman 1721 hal. 1 jadi tinggal klik arah kanan untuk menuju halaman penandatangan
  5. Find Text, Untuk mencarai karakter/kata tertentu pada halaman pracetak
  6. Zoom, seperti namanya untuk fungsi memperbesar/meperkecil tampilan
  7. Current Page No. adalah posisi urutan halaman yg saat ini tampil
  8. Total page no. adalah jumlah halaman pada tampilan

Buka Menu CSV

media_1392859064535.png

Untuk kali ini yg saya infokan adalah pembuatan CSV untuk laporan PPh 21 nihil

  1. Klik CSV
  2. Klik Pelaporan Pajak

Pilih Masa Pajak Yang Akan Dibuat CSV-nya

media_1392859210342.png
  1. Klik Masa Pajak
  2. Klik Buat File CSV dan arahkan ke direktori/lokasi file akan disimpan
  3. Jika masa pajak sudah banyak bisa dicari dengan filter bulan atau tahun

Selesai Deh

Jadi nanti yang perlu dibawa ke KPP untuk lapor adalah cetakan file Induk 1721 hal.1 & 2 serta file CSV yang telah dibuat. Semoga bermanfaat sekalipun artikelnya telat 🙂

29 replies
  1. Nisa
    Nisa says:

    Selamat Siang Pak, ada yg ingin saya tanyakan .. kenapa ya saya tidak bisa cetak SPT nya ? Mohon bantuannya. terima kasih

    Balas
  2. Hafidz Muslim
    Hafidz Muslim says:

    siang pak dwi,
    saya tiap bulan lapor pph 21 menggunakan espt, dan karena pelaporannya nihil saya mengikuti cara pak dwi diatas.
    yang saya tanyakan, bagaimanakah pelaporan espt seperti diatas untuk untuk bulan desember? terima kasih pak dwi

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam Pak Hafidz, jika kondisi di Des masih sama nihilnya, maka lapornya juga masih sama caranya. Bapak bisa minta bantuan helpdesk untuk teknisnya.

      Salam

      Balas
  3. poppy
    poppy says:

    Siang pak , seandainya nihil namun tak memakai apps otomatis kita download formnya di pajak.go.id kan ? Nahh cara pengisiannya itu lgsg ditulis 0 aja atau gmna ? Trims

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore Bu Poppy
      Iya tinggal isikan saja total bruto gaji dan pajaknya 0 rupiah di halaman 1 induknya. Di halaman 2 tanda tangan pemotong dan stempel jika perusahaan.

      Balas
  4. Stevanus teguh
    Stevanus teguh says:

    Siang pak dwi,
    Mau nanya pak, apa untuk laporan espt nihil bln desember cara buatnya sama dengan bulan2 sebelumnya? Terima kasih pak.

    Balas
  5. ella
    ella says:

    Slmt sore pak. saya mau tanya, kan kalau sdh nihil berarti lampiran nya tdk usah di centang. nah kalau di espt aplikasinya tetap membaca lampiran 1721-I. itu bagaimana yah ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Bu Ella
      Contrengannya muncul di halaman induk ya? silahkan di untick atau ilangin centangnya agar pas dicetak 1721-I tidak ada centangan.

      Balas
  6. teguh
    teguh says:

    malam pak dwi,
    saya tiap bulan lapor pph 21 menggunakan espt, dan karena pelaporannya nihil saya mengikuti cara pak dwi diatas.
    yang saya tanyakan, bagaimanakah pelaporan espt seperti diatas untuk untuk bulan desember? terima kasih pak dwi

    Balas
  7. sri ningsih
    sri ningsih says:

    selamat siang pak,saya mau tanya bagaimana saya bisa mendapatkan form spt pph 21,karan selama setahun ini sya kerja spt tahunan saya tidak di laporkan ke pihak pajak,sehingga saya mendapatkan teguran dari pihak pajak.mohon bantuanya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore bu Sri
      Jika yg ibu maksud adalah form untuk laporan pajak tahunan pribadi maka bukan dengan SPT PPh 21 tapi form 1770. formulir tsb bisa ibu dapatkan di kantor pajak terdekat atau di pajak.go.id

      Balas
  8. Putri
    Putri says:

    Pagi mas Dwi, aku mau tanya. Kalau di perusahaan ada 4 karyawan dan penghasilan <PTKP apakah harus tetap lapor untuk SPT Masa PPh Badan-nya ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam bu Putri
      Pajak yg terkait dengan penghasilan karyawan lebih tepatnya SPT Masa PPh 21 bu, tetap dilaporkan walaupun tidak ada pajak yg disetor.

      Balas
  9. Koko
    Koko says:

    pak saya pegawai tetap (menerima gaji rutin setiap bulan) di pemda tapi saya bukan PNS dan oleh bendaharawan tidak dipotong PPh karena gaji saya dibawah PTKP, saya terlanjur mengurus dan memiliki NPWP dan pada SKT kewajiban pajaknya PPh 25 dan 29. Apakah saya harus lapor pajak bulanan atau hanya SPT Tahunan saja dan untuk jenis SPT Tahuanan menggunakan SPT yang mana ya 1770s atau 1770ss, gaji saya di setahunkan dibawah 60 juta….

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Untuk pegawai tetap yg setahunnya penghasilan kotornya <60jt menggunakan formulir 1770SS, pak Koko jangan lupa minta bukti potongnya dari bendahara/pemberi kerja

      Balas
  10. Joe
    Joe says:

    Pak saya punya CV tapi tidak ada pegawai, apa saya sebagai direktur termasuk objek pajak ?
    karena ada yang bilang direktur CV itu bukan termasuk objek pajak
    penghasilan saya tidak tentu pak, karena saya hanya tunggu pengadaan saja, jd kalau tidak ada pengadaan y tidak ada uang (pendapatan /bulan)
    .
    lalu kalau bgt saya lapor pph 21 nya bagaimana pak ?
    apa dikosongkan saja lalu dilaporkan ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang pak Joe
      Untuk penghasilan laba CV yang masuk ke direktur memang bukan objek pajak. Namun begitu kewajiban lapor PPh 21 tetap ada sehingga jumlah karyawan diisi 0 dan penghasilan 0 juga. Untuk SPT badan dan SPT diektur CV juga wajib dilapor dengan isian 0 untuk penghasilan tersebut.

      Balas
  11. Zul Qifli
    Zul Qifli says:

    pak saya tenaga kontrak di instansi pemerintah, saya terlanjur mengurus dan memiliki NPWP padahal gaji saya di bawa PTKP, bagai mana cara saya melapor dan formulir apa yang saya perlu isi?
    karena memang tidak ada bukti pemotongan dari tempat kerja apakah bisa saya ganti dengan SK saya sebagai bukti jumlah penghasilan saya?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Keputusan pak Zul untuk punya NPWP nggak salah sekalipun penghasilannya masih di bawah PTKP, toh saya yakin jika nanti pak Zul gak akan nolak gaji dipotong PPh 21 karena sudah melebihi 21 kan. Untuk bukti potong ini memang harus dibuat oleh instansi pak, karena isian data dan penandatanganan dari instansi. Dan kemungkinan besar jika pak Zul lapor tanpa bupot pasti ditolak petugas KPP, nah solusinya pak Zul datang saja ke KPP mita ketemu AR-nya bapak dan ceritakan, biar nanti AR dari instansi tsb yg menghimbau agar dibuatkan bupot.

      Balas
  12. zhulya
    zhulya says:

    slamat siang…
    pak bagaimana cara pelaporan tahunan untuk pph karyawan yg belum mempunyai npwp dan jumlahnya gajinya di bawah ptkp?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan Zhulya
      bagi yang belum punya NPWP maka tidak wajib lapor, tetapi penghasilan bulanannya jika sudah diatas PTKP tetap wajib dipotong PPh 21. Bagi yg punya NPWP tapi penghasilannya < PTKP tetap lapor SPT Tahunan.

      Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Maka cukup laporkan jumlah penerima bruto dan akumulasi penghasilan brutonya saja. Khusus untuk yg tdak ber-NPWP jika penghasilannya >PTKP maka ada kenaikan tarif 20% lebih tinggi dari yang tarif normal.

      Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Selain itu ada juga slide tentang cara menyetor PP 46/pajak 1% lewat ATM, slide ini lebih ringkas dan isinya masih sama dengan yg pernah saya buat dulu. […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *