Cara Hitung & Isi SPT Tahunan PPh OP PP 46 Dengan Pembukuan

Hari sabtu ini saya tergerak untuk ngantor, sekalipun jelas-jelas (umumya) PNS libur. Sabtu ngantor bukan berarti lembur dan pastinya nggak ada uang lembur, cuma pengen kumpul bareng temen-temen aja apalagi ditambah istri yang masuk lembur pasti kalau cuma di kontrakan aja bakalan kesepian hasyemm..
Oya pembaca, poinnya bukan curhatan sabtu kelabu tapi mau berbagi artikel (lagi-lagi) tentang SPT Tahunan PPh OP. Dulu sudah saya postingkan yang SPT Tahunan PPh OP PP 46, namun contohnya disitu adalah bagi pengguna norma. Sekarang saya mau bagikan untuk SPT OP namun yang menggunakan pembukuan. Dan di excel saya contohkan laba rugi konsolidasi, yaitu laba rugi gabungan dari 2 periode pembukuan yaitu jan-jun serta jul-des. Poin pembahasan nanti juga muncul pada saat mengerjakan form 1770 hal 1 karena ada 2 varian koreksi fiskal yang sama-sama benar dan hasilnya juga sama. Simak saja daripada diawang-awang nanti malah tambah bingung. Cekidot.. 🙂

Siapkan Bahan-bahan Pengisian SPT Tahunan PPh OP

Bahan-bahan yang diperlukan sebagai berikut:

  1. Laporan keuangan (laba rugi setahun, laba rugi per semester kalau bisa, neraca, penyusutan dan lainnya jika perlu)
  2. Data harta, utang, dan susunan anggota keluarga
  3. Formulir SPT atau file excel SPT Tahunan
  4. Pulsa telepon, buat nelepon kring pajak 500200 jika kebingungan
  5. Obat pereda sakit kepala, jika sakit berlanjut hubungi petugas KPP/konsultan pajak terdekat hehe..

Cerita Kasusnya

media_1394855563629.png

Pak Bagus Kogoya (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pengusaha blasteran jawa-papua. Mempunyai usaha dagang yang tersohor yang jualannya adalah sarang semut. Demi kerapian administrasi, pak Bagus menggunakan pembukuan dalam usahanya dan berhasil menyusun laba rugi konsolidasi/ gabungan atas semester usahanya dengan tampilan seperti diatas. Selain menjual sarang semut ke seantero nusantara, dia juga menyewakan ruko ke orang lain, tahun ini hasil sewa ruko sebesar 100jt. Pada semester 2 2013 pak bagus beralih menggunakan PP 46 karena omset 2012 masih <4,8M dan sudah setor pajak 1% juga angsuran PPh 25 pada jan-jun. Nah sekarang bagaimana pengisian ke SPT tahunannya.

Isi Dulu 1770-IV (Harta, Utang, Keluarga)

media_1394856562010.png

Nggak banyak hitungan disini karena sifatnya memang pelaporan saja

  • Untuk harta berupa tanah/bangunan harga perolehan bisa dari nilai pembelian, NJOP
  • Kolom keterangan bisa diisi dengan NOP, BPKB atau data terkait lainnya
  • Untuk warisan nilai bisa diisi dengan nilai pasaran
  • Untuk kreditur bank isikan cabangnya juga
  • Nilai utang adalah nilai sisa dari pokok pinjaman

Isi Form 1770-III

media_1394856799133.png

Pada bagian A 1770-III, diketahui pak bagus mempunyai penyewaan ruko dan pada juli-desember ikut PP 46, maka isi sesuai kolom yang tersedia

Isi Form 1770-II & 1770-III jika ada

Ini saya skip karena kebetulan tidak ada transaksinya

Isi Form 1770-I (Analisis versi A)

media_1394857144271.png

Untuk form1770-I saya buatkan 2 versi walaupun hasil akhirnya (no. 4) sama yaitu 180jt. Karena pada koreksi fiskal bisa dibuat 2 alternatif sesuai keinginan dan kedua cara berikut benar. Saya bahas yg versi A dulu. Semua angka dari laporan laba rugi setahun kemudian dikoreksi fiskal

  1. Peredaran usaha ini diambil dari penjualan kotor setahun ditambah penghasilan sewa setahun
  2. Biaya disini adalah khusus pada semester 2 saja, kenapa, karena pada semester 2 dikenakan PP 46, jadi HPP/biaya pembelian ditambah dengan biaya operasional
  3. Penghasilan disini adalah penjualan kotor semester 2 ditambah penghasilan sewa yg kebetulan dibayarkan total pada semester 2
  4. Ketemulah penghasilan neto fiskal

Isi Form 1770-I (Analisis versi B)

media_1394857690092.png

Sekarang coba alternatif kedua untuk koreksi fiskal, lebih smpel menurut saya

  1. Peredaran usaha ini diambil dari penjualan kotor setahun ditambah penghasilan sewa setahun (masih sama dengan versi A)
  2. Penghasilan disini langsung saya ambil dari laba semester 2 (makanya dianjurkan punya laba rugi per semester) yang terdiri dari laba usaha + penghasilan sewa. Kenapa dari semester 2 saja, karena pada semester 2 kena PP 46.
  3. Yak, hasilnya sama aja kan dengan 1770-I versi A sebelunya 🙂

Isi Induk SPT 1770

media_1394858273353.png

Sekarang pada bagian Induk SPT 1770

  1. 180jt adalah hasil dari form 1770-I sebelumnya
  2. PTKP pak bagus K/1
  3. PPh terutang sesuai tarif pasal 17
  4. Angsuran PPh 25 jan-jun sebesar 600rb
  5. PPh pasal 29/pajak tahunan yang harus dilunasi pak bagus

Yak silahkan didebat jika ada yang nggak setuju, kali aja saya yang salah nulis . Download file excelnya dibawah ini ya.

[button type=”bd_button btn_small” url=”http://amsyong.com/wp-content/uploads/2014/03/1770-2013-PP46-Pembukuan.xlsx” target=”on” button_color_fon=”#FAD160″ button_text_color=”#101213″ ] Excel 1770PP 46 L/R[/button]

20 replies
  1. Danar Sugiantoro
    Danar Sugiantoro says:

    HPP pada perusahaan jasa,

    Pak, perusahaan kami bergerak di bidang jasa instalasi komputer, untuk materialnya kami jurnal ke mana ya sebaiknya.
    kalau ke persediaan berarti muncul hpp? sedangkan KLU kami untuk perusahaan jasa.

    Thanks,

    Danar

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore pak Danar
      Materialnya apa ya pak, itu kan jasa seharusnya penjualannya ya sebatas nilai kontrak dan akun persediaan adalah untuk barang mengendap yang memang secara fisik ada.

      Reply
  2. Ades (L)
    Ades (L) says:

    Selamat Malam Pak Dwi,

    Saat ini saya sedang membantu membuatkan Laporan Keuangan th. 2013 Perusahaan Outsourching sebagai penyedia layanan jasa keamanan/security.
    Sampai saat ini perusahan tersebut masih belum dikukuhkan sebagai PKP.

    Pada setiap menebitkan tagihan tentunya terdapat Tagihan Gaji Securiti + Managemen Fee.

    Mohon advice dan pencerahannya dari setiap tagihan mana yang menjadi Objek PPh Final yang sesuai dengan PP-46.

    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih atas pencerahan dan advicenya.

    Reply
  3. angga
    angga says:

    malam pak.saya baru aja coba usaha dagang kecil kecilan,baru jalan setahun.eeh kok rasanya pp 46 2013 ini memberat kan ya??? saya kira kira omzet cuma 80-100 jt /bln.saya punya karyawan 2 0rang.dan saya jg punya pinjaman bank 300 jt.apa ada kemungkinan mengajukan keringanan pp46???
    nb: saya menggunakan pembukuan pak.mohon saran.

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Saya belum mendapatkan info untuk permohonan keringanan pajak 1%, saya tahunya untuk PPh 25. Pak Angga hubungi AR-nya saja biar diteliti ulang apakah atas semua omset tersebut ada yg bisa dikecualikan dari PP 46 atau tidak.

      Reply
  4. sherly margareth
    sherly margareth says:

    siang pa dwi, yang mau sya tanyakan laporan rugi laba yg di lampirkan saat pelaporan berat laporan rugi laba konsolidasi . sedangkan neracanya sendiri gmn ya pa dwi apa kah perlu di buatkan juga ?? kalo iya berati neraca disetahunkan ya pa dwi ??? thanks tolong di jwb dong pa .

    Reply
  5. jhoni
    jhoni says:

    Terima kasih atas penjelasan nya pak. Sangat membantu.
    Apakah kita tetap harus membuat ssp pasal 25 nihil pak
    Wkt penyetoran spt tahunannya pak dwi?
    Terima kasih sebelumnya.

    Reply
      • Jhoni
        Jhoni says:

        Apabila pasal 29 nilainya nihil atau minus, apakah pada waktu penyetoran spt tahunan nya harus disertakan ssp pasal 29 yang bernilai nihil juga. terima Kasih Pak.

        Reply
  6. sherly margareth
    sherly margareth says:

    siang pa dwi , sy masih binggung nih dengan nominal angka 230.000.000 yg terdapat pada lampiran 1770-hal 1 versi A itu dari mn ya pa???

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      230jt disitu adalah biaya pembelian sebesar 200jt + biaya operasional 30jt. Kolom comments di excel bisa digedein biar penjelasannya keluar semua

      Reply
  7. janest
    janest says:

    Pak dwi,
    Sdh bisa logat papua pak?
    Gini pak dwi, bisakah tolong di reply ke email saya sekilas info ttg pp 46 dan pph 25.
    Saya sdh ke kpp pratama tp justru saya tambah bingung.

    Trima kasih sebelumnya.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..