Kasus-Kasus Terkait Faktur Pajak

Menjelang akhir pekan besok, saya postingkan tanya jawab seputar faktur pajak. Artikel ini bersumber dari web inernal dan hasil dari brainstorming rekan-rekan P2Humas dengan Direktorat PP 1. Ada beberapa yang saya pahami ada juga yang saya baru paham. Mari belajar bersama aja kalau gitu.

Apakah FP gabungan bisa dibuat atas FP valas? Jika bisa, maka kurs pada saat kapan yang digunakan untuk FP gabungan atas FP valas tersebut? Apakah tetap kurs KMK saat FP gabungan dibuat?

FP Gabungan bisa dibuat untuk penyerahan dengan mata uang asing (valas), kurs KMK yang digunakan adalah kurs KMK saat FP gabungan dibuat.

Bila penjual membuat FP tetapi NPWP Pembeli salah, harus bagaimana?

Sebaiknya buatkan pembatalan FP, bukan buat FP pengganti.

FP dengan kode awal 080, ternyata harusnya FP ini kodenya adalah 010, bukan 080, untuk FP Penggantinya diganti apa?

Dibuatkan Faktur Pajak Pengganti dengan kode 011

Apakah tata cara penggantian, pembatalan dan penggantian faktur pajak yang hilang berdasarkan lampiran PER-13 tahun 2010 berlaku juga terhadap faktur pajak yang tidak lengkap?

Faktur Pajak yang tidak memuat keterangan mengenai Nama,alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli BKP atau JKP untuk tata cara penggantian,pembatalan dan penggantian FP berlaku ketentuan sesuai lampiran PER-13/PJ/2010.

Untuk tanda pembayaran atau kuitansi listrik apakah harus mencantumkan NPWP dari yang memakai listrik tsb, baru bisa dipersamakan dengan FP? dan apakah tiket yang dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri juga harus mencantumkan NPWP dari penerima jasa, baru bisa dipersamakan dengan FP yang akhirnya dapat menjadi PM bagi penerima jasa?

Berdasarkan PER-67/PJ/2010 yaitu perubahan atas PER-10/PJ./2010 mengenai dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak, yaitu:

Dokumen tiket,tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill), atau Delivery Bill,yang dibuat /dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri dan Bukti Tagihan atas penyerahan listrik oleh perusahaan listrik memenuhi persyaratan formal sebagai dokumen yang dipersamakan dengan faktur pajak jika paling sedikit memuat:

  • Nama, alamat dan NPWP yang melakukan ekspor atau penyerahan;
  • Jumlah satuan barang apabila ada;
  • Dasar Pengenaan Pajak; dan
  • Jumlah Pajak yang terutang kecuali dalam hal ekspor.

Jadi tidak harus mencantumkan NPWP dari pembeli BKP atau penerima JKP,kecuali agar bisa menjadi Pajak Masukan bagi penerima dokumen tertentu yang dipersamakan dengan faktur pajak harus mencantumkan keterangan tambahan berupa Nomor Pokok Wajib Pajak dan nama pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.

Jika sudah dibuat FP gabungan, ada satu transaksi yang batal, bagaimana cara pembatalannya?

Caranya adalah dengan membuat faktur pajak pengganti.

Jika ada penyerahan dengan menggunakan mata uang asing, maka faktur pajak valas yang digunakan, dan dalam hal juga terdapat penyerahan dengan mata uang asing dan rupiah, maka faktur pajak valas juga digunakan, bagaimana apabila WP sudah menggunakan FP valas tetapi di transaksi berikutnya terdapat penyerahan dengan mata uang rupiah secera terus menerus, apakah masih bisa menggunakan FP valas juga atau tidak?

Bisa, silahkan gunakan FP valas untuk transaksi yang menggunakan mata uang asing dan FP biasa untuk transaksi yang menggunakan mata uang rupiah, kalaupun mau pakai yang valas juga boleh, jadi kesimpulannya, dalam satu bulan, satu tahun, atau jangka waktu apapun, seorang PKP bisa menggunakan FP yang biasa atau yang valas.

Faktur Pajak gabungan dapat dibuat lebih dari satu kali atau hanya bisa dibuat 1 kali dalam 1 bulan?

Menurut ketentuan yang ada, FP gabungan hanya boleh dibuat 1 kali 1 kode dalam sebulan, kalau memang misalnya sudah terlanjur dibuat FP gabungan per minggu, silahkan batalkan FP tersebut dan buat lagi yang baru pada akhir masa pajak yang bersangkutan.

Faktur Pajak loncat-loncat, gimana cara betulinnya?

Berdasarkan PER-24/PJ/2012 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PER-08/PJ/2013, sudah tidak perlu membetulkan faktur pajak yang tidak berurutan.

Salah satu saat FP harus dibuat adalah pada saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. Apa saja contoh kasus untuk saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan?

Contohnya Pemborong bangunan, biasanya ini digunakan untuk proyek jangka panjang.

 

 

2 replies
  1. sanny
    sanny says:

    Siang Pak..
    Saya dapat fp dgn kode 080 di Juli, tapi dibuatkan pengganti dgn kode 011. Yg menjadi pertanyaan bagaimana caranya mengganti kode tsb di e-spt PPN, sementara kode 011 untuk menggantikan kode 010, bukan 080… Mohon bantuannya Pak..

    Terima kasih…

    Balas
  2. Danar Sugiantoro
    Danar Sugiantoro says:

    Siang Pak,

    Perusahaan kami terdapat transaksi valas,(mata uang asing)
    Untuk penjurnalan menggunakan kurs kmk baik saat pembelian maupun penjualan krn pertimbangan pencatatan kurs pajak(kmk), untuk di akhir periode , saldo yg belum closed kami kurs dengan kurs tengah BI, apakah seperti ini caranya,? atau ada cara yg lain yg sesuai dengan SAK?

    Thanks,

    Danar Sugiantoro

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *