Bagaimana Biaya Promosi Yang Wajar Yang Bisa Menjadi Beban

Daftar nominatif biaya promosi

Pada elemen laporan keungan laba rugi, adakalanya muncul biaya yang harus dikeluarkan demi menjaga penjualan atas suatu barang atau jasa, namanya biaya promosi. Pada SPT Tahunan PPh badan di form 1771-II pada nomor 10 juga disediakan tempat khusus untuk biaya promosi atau pemasaran. Bagaimana dan apa yang bisa dianggap sebagai biaya promosi dan bagaimana cara mendokumentasikan atas pengeluaran biaya tersebut sehingga bisa diakui sebagai beban usaha? Cekidot n happy weekend 🙂

APA ITU BIAYA PROMOSI?

Biaya Promosi adalah bagian dari biaya penjualan yang dikeluarkan oleh Wajib Pajak dalam rangka memperkenalkan dan/atau menganjurkan pemakaian suatu produk baik langsung maupun tidak langsung untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan penjualan (Pasal 1 PMK-02/PMK.03/2010)

APA SYARAT BIAYA PROMOSI BISA DIJADIKAN BEBAN USAHA?

Biaya Promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (SE-9/PJ./2010 butir 2 huruf a) :

  • Untuk mempertahankan dan atau meningkatkan penjualan;
  • Dikeluarkan secara wajar; dan
  • Menurut adat kebiasaan pedagang yang baik.

APA SAJA YANG TERMASUK BAGIAN DARI BIAYA PROMOSI?

Besarnya Biaya Promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto merupakan akumulasi dari jumlah: (Pasal 2 PMK-02/PMK.03/2010)

  • Biaya periklanan di media elektronik, media cetak, dan/atau media lainnya;
  • Biaya pameran produk;
  • Biaya pengenalan produk baru; dan/atau
  • Biaya sponsorship yang berkaitan dengan promosi produk.

APA SAJA YANG BUKAN TERMASUK BIAYA PROMOSI ?

Tidak termasuk Biaya Promosi adalah: (Pasal 3 PMK-02/PMK.03/2010)

pemberian imbalan berupa uang dan/atau fasilitas, dengan nama dan dalam bentuk apapun, kepada pihak lain yang tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan kegiatan promosi.

Biaya Promosi untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan yang telah dikenai pajak bersifat final.

BAGAIMANA TERKAIT PROMOSI DALAM BENTUK SAMPEL PRODUK?

Dalam hal promosi dilakukan dalam bentuk pemberian sampel produk, Besarnya biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar harga pokok sampel produk yang diberikan, sepanjang/dengan catatan belum dibebankan dalam perhitungan harga pokok penjualan.  (Pasal 4 PMK-02/PMK.03/2010)

Kemudian atas pembagian sampel produk harus dicatat/dilaporkan dalam pengisian lampiran PMK-02/PMK.03/2010 mengenai Daftar Nominatif, kolom Keterangan harus diisi dengan mencantumkan Nama Kegiatan dan Lokasinya Butir 2 huruf c angka 1 SE-9/PJ/2010

BIAYA PROMOSI YANG DIKELUARKAN KEPADA PIHAK LAIN DAN KEWAJIBAN MEMBUAT DAFTAR NOMINATIF

Maksud dari pernyataan kepada pihak lain adalah dikeluarkan sebagai sponshorship

Biaya promosi yang dikeluarkan kepada pihak lain dan merupakan objek pemotongan Pajak Penghasilan wajib dilakukan pemotongan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  (Pasal 5 PMK-02/PMK.03/2010)

Wajib Pajak wajib membuat daftar nominatif sesuai format lampiran PMK-02/PMK.03/2010 atas pengeluaran Biaya Promosi yang dikeluarkan kepada pihak lain  (Pasal 6 ayat (1) PMK-02/PMK.03/2010)

Daftar nominatif paling sedikit harus memuat data penerima berupa:  (Pasal 6 ayat (2) PMK-02/PMK.03/2010)

  • Nama,
  • Nomor Pokok Wajib Pajak,
  • Alamat, tanggal,
  • Bentuk dan jenis biaya,
  • Besarnya biaya,
  • Nomor bukti pemotongan dan
  • Besarnya Pajak Penghasilan yang dipotong.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT PENGISIAN DAFTAR NOMINATIF?

Pada saat pengisian lampiran PMK-02/PMK.03/2010 mengenai Daftar Nominatif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (Butir 2 huruf C SE-9/PJ/2010)

  • Dalam hal pemberian sampel, kolom Keterangan harus diisi dengan mencantumkan Nama Kegiatan dan Lokasinya
  • Dalam hal Biaya Promosi dikeluarkan dalam bentuk sponsorship, kolom Keterangan harus diisi dengan informasi kontrak dan/atau perjanjian sponsorship secara lengkap, termasuk nomor dan tanggal kontrak;
  • Dalam hal Biaya Promosi dilakukan dalam bentuk selain sponsorship dan kegiatan promosi tersebut dilakukan berdasarkan suatu kontrak dan/atau perjanjian, maka Wajib Pajak harus mencantumkan informasi kontrak dan/atau perjanjian secara lengkap dalam kolom Keterangan, termasuk nomor dan tanggal kontrak.
  • Daftar nominatif dilaporkan sebagai lampiran saat Wajib Pajak menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan.  (Pasal 6 ayat (4) PMK-02/PMK.03/2010)
  • Dalam hal ketentuan mengenai daftar nominatif ini tidak dipenuhi, Biaya Promosi tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.  (Pasal 6 ayat (5) PMK-02/PMK.03/2010)

Contoh Pengisian Daftar Nominatif:

PT. Air Rasa Air ingin mengadakan acara pengenalan produk baru mereka yaitu Air Degan Dalam Kemasan, acara diadakan di TMII dan menyewa jasa penyewaan tenda dari PT. Tenda Biru, akhirnya dibayarlah senilai 20jt untuk biaya sewa tersebut, maka bagaimana cara buat daftar nominatifnya, oya PPh yg muncul berarti PPh 23 ya senilai 400rb/2%

Daftar nominatif biaya promosi

Dan nanti akan masuk di SPT Tahunan badan

Biaya Promosi pada SPT Tahunan

DASAR HUKUM

  • Pasal 6 ayat (1) huruf a angka 7 UU Nomor 36 Tahun 2008 (berlaku sejak 1 Januari 2009) tentang perubahan keempat atas UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
  • PMK-02/PMK.03/2010 (berlaku sejak 1 Januari 2009) tentang biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto

UNDUH PMK DAN DAFTAR NOMINATIF

4 replies
  1. agung
    agung says:

    mohon bantuannya

    apabila dalam pengisian daftar nominatif ada PPn nya apakah bisa dimasukan ke biaya, karna yang ditampilkan hanya Pph nya saja.

    terima kasih

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *