PPh Pasal 22 Dari Pedagang Pengumpul

PPh 22 Pedagang Pengumpul-pengepul

Pada industri atau eksportir pada sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan cenderung mengolah bahan-bahan industri pada jumlah besar, mereka membeli material tersebut biasanya pada pedgang pengumpul. Misalkan industri pembuatan tepung tapioka membeli singkong dari pedagang pengumpul (saya kadang bingung yg bener pengumpul atau pengepul). Pada saat membeli dari pedagang pengumpul tersebut si industri/eksportir harus memungut PPh 22 dengan besaran 0,25% dari harga pembelian sebelum PPN. Nah bagaimana mekanismenya, akan diurai sebagai berikut

SIAPAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PEDAGANG PENGUMPUL?

Pedagang pengumpul adalah badan atau orang pribadi yang kegiatan usahanya mengumpulkan hasil kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan; dan menjual hasil tersebut kepada badan usaha industri dan eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan.

SIAPA YANG MENJADI PEMUNGUT PPH 22?

Ketentuan sejak 24 Februari 2013. Pemungut PPh Pasal 22 adalah Industri dan eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan, atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan industrinya atau ekspornya. (Pasal 1 ayat (1) huruf i PMK-224/PMK.011/2012)

BERAPA TARIFNYA ?

  • Besarnya pungutan PPh Pasal 22 ditetapkan atas pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor oleh badan usaha industri atau eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan, sebesar 0,25% dari harga pembelian tidak termasuk PPN. (Pasal 2 ayat (1) huruf f PMK-175/PMK.011/2013)
  • Besarnya tarif pemungutan yang diterapkan terhadap WP yang tidak memiliki NPWP adalah lebih tinggi 100% daripada tarif yang diterapkan terhadap WP yang dapat menunjukkan NPWP (Pasal 2 ayat 3 PMK-175/PMK.011/2013).

APAKAH PPh 22 INI BISA DIJADIKAN KREDIT PAJAK PADA SPT TAHUNAN?

Pemungutan PPh Pasal 22 ini bersifat tidak final sehingga dapat diperhitungkan sebagai pembayaran PPh/kredit pajak dalam tahun berjalan bagi Wajib Pajak yang dipungut. (Pasal 9 ayat (1) huruf f PMK-224/PMK.011/2012)

JIKA PEDAGANG PENGUMPUL ADALAH WP PP 46 BERARTI TIDAK DIPUNGUT PPh 22 DONG?

Selama sudah punya SKB PPh 22 dan menyerahkan legalisir SKB PPh 22 ke industri/eksportir maka tidak wajib dipungut PPh 22

BERAPA KODE AKUN PAJAK PADA SSP PPh 22?

MAP: 411122 KJS: 100 (lampiran per-38/pj/2009)

KAPAN SAAT DILAKUKAN PEMUNGUTAN?

PPh Pasal 22 atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul terutang dan dipungut pada saat pembelian (Pasal 4 ayat (6) PMK-224/PMK.011/2012).

BAGAIMANA CARA PEMUNGUTANNYA?

  • Pemungutan PPh Pasal 22 oleh pemungut pajak (dalam hal ini industri/eksportir) wajib disetor oleh pemungut ke kas negara melalui Kantor Pos, bank devisa, atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan SSP. (Pasal 5 ayat (3) PMK-224/PMK.011/2012)
  • Pemungut pajak wajib menerbitkan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dalam rangkap 3 (tiga), yaitu: (Pasal 6 ayat (2) PMK-224/PMK.011/2012)
  • Lembar kesatu untuk Wajib Pajak yang dipungut;
  • Lembar kedua sebagai lampiran laporan bulanan kepada KPP (dilampirkan pada SPT Masa PPh Pasal 22); dan
  • Lembar ketiga sebagai arsip pemungut pajak yang bersangkutan.

BAGAIMANA CARA DAN SAAT PENYETORAN DAN PELAPORANNYA?

  • Penyetoran PPh ini dilakukan secara kolektif dengan menggunakan formulir SSP paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan takwim berikutnya, ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro.
  • Pelaporan wajib dilakukan Pemungut Pajak setiap bulan kepada KPP paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak berakhir dengan SPT Masa PPh Pasal 22 yang dilampiri Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dan lembar ketiga SSP.
    (PMK-80/PMK.03/2010)

Download Leaflet PPh 22 Pedagang Pengumpul

4 replies
  1. Johan Kurnia
    Johan Kurnia says:

    Baik pak. Jadi kesimpulannya PT. A harus memungut PPh Psl. 22 dari CV. X.
    Terima kasih banyak atas responnya pak.

    Reply
  2. Johan Kurnia
    Johan Kurnia says:

    Selamat pagi Pak Dwi.
    Misalkan sawit atau TBS (tandan buah segar) yang dibeli industri PT. A dari sebuah badan anggaplah CV. X
    Apakah PT. A ini wajib memungut pph 22 atas CV. X?
    *Dengan catatan CV. X hanyalah bertindak sebagai “perantara” yang membeli TBS tersebut dari pengumpul lalu dilemparkan ke industri PT. A?
    Terima kasihh pak.

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Johan
      Pada aturan tersebut yg ditunjuk sebagai pemungut adalah industri atau pengolah bahan bakunya. Sepemahaman saya CV. X tetaplah statusnya sebagai pedagang pengumpul, karena dia yg mengumpulkan (walau mungkin hanya dari 1 sumber) dan menjual ke industri tsb. Saya menganalogikan CV. X sebagai pengumpul tingkat akhir yg posisinya antara pedagang pengumpul (yg lain) dan industri.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..