,

BKP Strategis Bebas PPN Setelah Uji Materiil MA (SE-24/PJ/2014)

PKP Kepala Sawit

Pada bulan kemarin sebelum lebaran MA mengeluarkan putusan atas uji materi salah satu ketentuan PPN terkait barang strategis bebas PPN. Yang mengajukan uji materi Kadin Indonesia Vs Presiden RI. Pada putusan MA memenangkan Kadin sehingga ada peraturan yang harus berubah dan akibatnya ada daftar BKP yang sebelumnya bebas PPN sekarang menjadi kena PPN dan sebaliknya, khususnya disini adalah BKP strategis di sektor pertanian.

Efek putusan MA 70 P/HUM/2013 ini adalah pencabutan Pasal 1 ayat (1) huruf c, Pasal 1 ayat (2) huruf a, Pasal 2 ayat (1) huruf f, dan Pasal 2 ayat (2) huruf c PP 31 TAHUN 2007. Bagi yang belum baca pasal tersebut adalah Barang hasil pertanian atau adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan (dulu sebelum putusan MA) statusnya dibebaskan dari pengenaan PPN.

Karena putusan MA sudah inkracht maka sekarang menjadi BKP. Otomatis bagi pengusaha komoditi pertanian yang dulunya tidak repot-repot-repot dengan PPN, terhitung sejak 22 Juli 2014 harus mulai menginventarisir transaksinya karena sudah ada pengenaan PPN.  Artinya jika Anda dulunya adalah pengusaha yang beromset >4.8M maka wajib mengajukan permohonan sebagai PKP, karena omsetnya sudah melebihi. Namun jika Anda omsetnya <4.8M maka masih bisa memilih menjadi PKP atau bukan PKP. Bagi WP perusahaan yang memilih sebagai PKP makawajib menggunakan e-SPT PPN untuk pelaporan SPT Masanya, dan membuat faktur pajak untuk setiap penyerahan BKP ke sesama PKP.

Tapi putusan MA ini tidak serta merta menjadikan BKP sektor pertanian, perkebunan, kehutanan menjadi kena PPN semua, ada juga yang masih tetap dibebaskan.  Secara jenis komoditi implikasinya adalah sebagai berikut:

Pengaruh Perpajakan atas Putusan MA

Berdasarkan Putusan MA nomor 70P/HUM/2013, maka implikasi perpajakannya adalah : (Butir E angka 2 SE-24/PJ/2014)

  1. Barang hasil pertanian berupa buah-buahan dan sayur-sayuran sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran PP 31 Tahun 2007 termasuk barang yang tidak dikenakan PPN (Bukan Barang Kena Pajak) sesuai Pasal 4A ayat (2) huruf b UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 sehingga atas penyerahan, impor, maupun ekspornya tidak dikenai PPN (perincian jenis barang terlampir di lampiran SE-24/PJ/2014).
  2. Barang hasil pertanian lain yang tidak ditetapkan dalam Lampiran PP 31 Tahun 2007, yaitu beras, gabah, jagung, sagu dan kedelai adalah barang yang tidak dikenakan PPN (Bukan Barang Kena Pajak) sesuai Pasal 4A ayat (2) huruf b UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 sehingga atas penyerahan, impor, maupun ekspornya tidak dikenai PPN (perincian jenis barang terlampir di lampiran SE-24/PJ/2014)
  3. Barang hasil pertanian yang merupakan hasil perkebunan, tanaman hias dan obat, tanaman pangan, dan hasil hutan sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran PP 31 Tahun 2007 yang semula dibebaskan dari pengenaan PPN berubah menjadi dikenakan PPN sehingga atas penyerahan dan impornya dikenai PPN dengan tarif 10%, sedangkan atas ekspornya dikenai PPN dengan tarif 0% (perincian jenis barang terlampir di lampiran SE-24/PJ/2014)

Ketentuan Terkait Pajak Masukan Bagi Penjual BKP Yang Dibebaskan

Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BKP dan/atau perolehan JKP yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN tidak dapat dikreditkan.(Pasal 16B ayat (3) UU No.42 Tahun 2009)

Ketentuan Bagi BKP Strategis Yang Diekspor (SE-95/PJ/2010)

  1. BKP Tertentu dan/atau JKPk Tertentu dan/atau BKP Tertentu yang bersifat strategis yang diekspor tetap dikenai PPN dengan tarif 0%
  2. PPN yang dibayar oleh PKP untuk menghasilkan BKP Tertentu dan/atau JKP Tertentu dan/atau BKP Tertentu yang bersifat strategis yang diekspor tetap dapat dikreditkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Ilustrasi Kasus A

CV. Beras Kepala sudah ber NPWP dan melakukan usaha jual beli beras. Hanya jual beli beras. Dan di tahun 2013 omsetnya sudah 10M (miliar bukan ember). Wajibkah PKP? Dan jika memilih PKP bagaimana pelaporan di SPT Masa PPN-nya?

Jawab Kasus A

Sesuai dengan PMK 197, yg wajib mengukuhkan diri sebagai PKP adalah WP yg omsetnya >4.8M namun omset tersebut harus atas BKP/JKP. Karena beras bukan BKP, maka boleh untuk tidak menjadi PKP. Seandainya memilih sebagai PKP, maka atas transaksinya tidak wajib membuat faktur pajak, dan untuk pengisian SPT masa PPNnya sebagai berikut PKP Beras Kepala

Ilustrasi Kasus B

PT. Kepala Sawit mempunyai kebun sawit dan menghasilkan tandan buah segar untuk dijual serta menjual cangkang dan ampas untuk pakan ternak. Setelah putusan MA ini apakah wajib PKP dan bagaimana pelaporan di SPT Msa PPN-nya?

Jawab Kasus B

Omset PT ini <4.8M tahun lalu, sehingga bisa memilih untuk tidak menjadi PKP. Namun jika memilih PKP, maka setelah dikukuhkan menjadi PKP, wajib membuat faktur pajak atas penjualan TBS dan cangkang dan menggunakan e-SPT Masa PPN dengan isian di SPT masa PPN-nya sebagai berikut:

PKP Kepala Sawit

 

Download SE-24/PJ/2014

Download Lampiran SE-24/PJ/2014

 

 

4 replies
  1. siti
    siti says:

    untuk jenis barang berupa hasil pertanian (buah-buahan) namun tidak ada di dalam lampiran SE24 PJ 2014, apakah merupakan BKP atau non BKP sesuai pasal 4a ayat 2 huruf b. ?
    terimakasih

    Reply
  2. siti
    siti says:

    untuk jenis barang buah-buahan tapi tidak ada di lampiran SE 24 pj 2014, apakah merupakan non bkp.? atau merupakan BKP atau mendapatkan fasilitas PPN dibebaskan?
    terimakasih

    Reply
  3. ian
    ian says:

    wah makasih sudah dijelaskan dengan gamblang pak

    mau ralat itu link download se 24 nya salah pak, jadinya malah download nota pembatalan retur pak.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..