Cara Input SSP Lebih Setor PPh 21 dan Pengkompensasiannya

Seperti halnya pada PPN, di SPT Masa PPh 21 juga dikenal kompensasi, yaitu memindahkan sisa lebih bayar atas PPh 21 dari masa sebelumnya ke PPh 21 Kurang masa pajak berikutnya. Pada contoh kasus dibawah akan saya gunakan contoh sederhana, dimana pada masa pajak Juli WP terlanjur setor 1.000.000 padahal seharusnya PPh 21 yang harus dibayar adalah 800.000 saja. Dan si WP ingin atas kelebihan 200.000 tersebut dipindahkan ke masa pajak berikutnya. Kasus lebih setor ini bisa juga diatasi dengan mengajukan pemindahbkuan, namun artinya prosesnya bakalan lebih lama selesainya dibandingkan dengan kompensasi. Kalau ada yang lebih cepat ngapain pilih yang lama.

Kondisi Awal Lebih Bayar

SPT_PPh_21_lebih_setor.png

Pada masa Juli 2014, PPh 21 terutang untuk PT. Anti Amsyong adalah Rp.800.000. Namun perusahaan salah menyetor nilai pada SSP, yang tersetor adalah Rp. 1.000.000. Perusahaan ingin leih bayar tersebut dikompensasikan/dialihkan untuk menutupi PPh 21 yang terutang di masa Agustus 2014. pada masa Agustus PPh 21 yang terutang juga Rp.800.000 sehingga maunya mereka cukup setor Rp.600.000 saja di SSP PPh 21 masa Agustus 2014. Nah bagaimana cara pelaporannya?. Sebelumnya kita lihat dulu perekaman di e-SPT PPh 21 masa Juli 2014.

Pengisian Pada Perhitungan PPh di Induk SPT

media_1410501409800.png

Untuk penginputan pada pajak pegawai tetap masih sama, perbedaannya adalah pada menu SPT Induk (1721), dengan rincian sebagi berikut:

  1. Isi nilai Rp.200.000 pada baris 13 dan klik pada kotak masa pajak yang ada lebih bayar. dalam hal ini contreng di masa juli kemudian ketik tahun pajak 2014
  2. Jika udah bisa langsung masuk di bagian E. Pernyataan dan TTd Pemotong untuk isi tempat pembuatan SPT dan klik simpan dan bisa untuk di cetak

Tampilan Pracetak Induk 1721 Masa Agustus 2014

media_1410501986154.png

Perekaman SSP Masa Agustus 2014

media_1410502262730.png

Jika dilihat pada menu SPT Induk di e-SPT PPh 21, jumlah yang terutang adalah Rp.800.000 namun saat diinput di Daftar SSP jumlah kurang bayar adalah Rp.600.000. Nilainya memang berbeda karena nilai kurang bayar di SSP adalah yang memang seharusnya terutang artinya nilai setelah mendapat kompensasi dari masa Juli 2014. Untuk perekaman SSP-nya sendiri masih sama seperti biasanya.

Pembuatan CSV Masa Pajak Agustus 2014

Komparasi_CSV.png

 

Cukup Mudah bukan? Selamat berakhir pekan bagi pengunjung semuanya. 🙂

 

34 replies
  1. Fathir
    Fathir says:

    Pak Dwi saya mau bertanya ttg SPT Lebih Bayar.

    1. Jika ingin melakukan perbaikan SPT Masa namun setelah dihitung ulang statusya jadi “lebih bayar”, apakah diperkenankan bila kita mengabaikan status LB tsb dan tidak melakukan klaim/kompensasi untuk perbaikan/pembetulan LB sebagaimana mestinya.

    2. Apakah diperkenankan menerbitkan bukti potong A1 yang isinya berbeda dengan yg telah dilaporkan ke Kantor Pajak. Misalnya : Si Fulan (metode grossup) => jumlah PPh terhutang yg telah dilaporkan ke KPP Rp.1.000.000 (Tunjangan Pajak=Rp.1.000.000), namun karena ada salah hitung maka dlm bukti potong A1 jumlah PPh terhutang direvisi sesuai yang sebenarnya menjadi Rp.900.000 (Tunjangan Pajak=Rp.900.000).

    Apakah implikasi yang akan timbul dari 2 hal tersebut diatas bagi Perusahaan & Pegawai.

    Terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Fathir

      1. LB sebenarnya hak WP, seharusnya itu diklaim/komopensasi dan negara wajib mengembalikan jika diminta restitusi dengan syarat sudah memenuhi ketentuan. Itu jawaban normatifnya pak, jika berbeda pendapat sebaiknya langsung ke AR bapak saja, karena lebih mengetahui kondisinya
      2. Jika diketahui seperti tersebut, KPP akan menghimbau si pegawai untuk membetulkan SPT dengan alasan terjadi perbedaan pemotongan, biasanya pegawai akan menghubungi perusahaan untuk dibuatkan bukti potong yang benar. Selama tidak ada pajak kurang bayar tentunya tidak ada sanksi, hanya saja administrasinya jadi ribet karena harus betulkan dan boros waktu saja.
      Balas
  2. Irhamna
    Irhamna says:

    Mohon saran Pak Dwi

    Saya akan melakukan pembetulan SPT Masa Des-2016 yg telah dilaporkan karena ada kekeliruan dalam pencatatan penghasilan (dicatat lebih besar dari yg seharusnya) dan hal ini berakibat SPT Masa/Tahunan jadi “lebih bayar” sebesar 50-jutaan dan harus dikompensasikan pada bulan berikutnya. Pertanyaan : Apakah setelah dilakukan pembetulan pihak Perusahaan kami akan diperiksa oleh Kantor Pajak, karena adanya koreksi penghasilan & PPh yang telah dilaporkan sebelumnya

    Salam

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika pembetulan tersebut berdasarkan perhitungan data faktual dan memang menghasilkan lebih bayar maka ketika diperiksa ataupun dihimbau tinggal tunjukkan saja perhitungannya tentu tidak akan ada sanksi dalam hal ini. Kondisi berbeda misalkan setelah dibetulkan menjadi kurang bayar, maka nanti akan ada sanksi 2% x bulan keterlambatan x jumlah setoran kurang bayar

      Balas
  3. Anton Purba
    Anton Purba says:

    Saya mau tanya nih pak,
    casenya :
    1. Karena ada perubahan PTKP tahun lalu, di bulan jan-mei pph 21nya lebih bayar, tapi belum dikompensasikan.
    2. dibulan juni – nov terjadi kurang bayar, karena salah hitung.
    yang mau saya tanyakan,
    1. Gimana ya cara koreksinya? apakah saya bisa mmengkompensasikan kelebihan pph Jan – mei ke bulan juni??
    2. jikapun bisa, kurang bayar dibulan juni masih kurang dari kompensasi yang terjadi dibulan jan-mei.
    3. dari case2 diatas, bagaimanakah perlakuan yang harus saya buat untuk pph 21 akhir tahun.

    please tolong, karena saya bingung.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi Pak Anton
      Pada petunjuk/aturannya karena pemberlakuan PTKP 2016 maka pada masa pajak 1-6 dibetulkan dan jika ada kelebihan bisa dikompensasikan ke masa pajak 7-12. WP bisa memilih apakah akan dikompensasikan ke masa 7 atau ke 12 semua. Ada yg kurang jelas pak?

      Balas
  4. Anna
    Anna says:

    Selamat Siang Pak Dwi,

    Mohon pencerahannya utk masalah lebih bayar Pph 21 yang terlanjur lebih bayar sepanjang tahun 2016 krn masih pakai perhitungan PTKP 2015. Apakah LB tsb bisa dikompesasikan langsung ke 2017 atau sebaiknya ke desember 2016 ? Terimakasih banyak.

    Balas
  5. henni
    henni says:

    selamat pagi bapak dwi,

    bisa dibantu bapak masalah lebih bayar untuk pph 21 tahun 2015 dikompesasikan ke bulan februari 2017

    terimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Bu Henni
      Gak salah letik tahun ya. Pada isian halaman induk di baris 18 ada kolom untuk memindahkan lebih setor ke masa dan tahun pajak tertentu sesuai pilihan WP, termasuk 2017

      Balas
  6. fani
    fani says:

    selamat sore pak, saya mau tanya kalo untuk pph 21 masa desember jika ada lbih bayar bs dikompenasikan gaa kebulan jan 2017 nya ?

    Balas
  7. Ulan
    Ulan says:

    Siang Pak…
    Mohon sarannya, berkenaan dengan adanya batasan baru PTKP maka spt masa pph ps 21 kami bulan Januari – Juni 2015 terjadi LB. Bila pembetulan dan kompensasi LBnya saya masukan pada spt masa bulan Desember 2015 sedangkan untuk masa Juli – November saya buat nihil, apakah itu bisa dibenarkan ?
    Terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sesuai dengan perdirjen yang menjelaskan teknis pembetulannya, maka atas jan-jun tetap dibetulkan sesuai dengan perhitungan PTKP baru, jika memang ada LB maka bisa juga dikumpulkan semua ke masa pajak desember 2015. Apakah bisa nihil untuk jan-nov? tergantung dengan perhitungannya, jika memang menghasilkan nihil ya silahkan saja laporkan SPTnya dengan kondisi nihil.

      Balas
  8. prastiwi
    prastiwi says:

    Selamat sore pak ,
    Saya mau bertanya tentang PPh pasal 21 , PTKP terbaru th 2015 ditetapkan bulan Juli 2015 namun diberlakukan dari bulan januari2015 ,,,perlukah pembetulan SPT masa dari bulan januari sampai bulan Juli yang telah dilaporkan?
    Dan juga apabila terjadi lebih bayar pada akhir tahun dapatkah dikompensasikan ke tahun berikutnya atau restitusi??

    Balas
    • Farida Gusvyanti
      Farida Gusvyanti says:

      Pak/Ibu Prastiwi.

      Saya juga coba buat pembetulan dari bulan Januari-Juni dan otomatis Lebih Bayar (LB), LB Jan-Juni saya kompensasikan ke masa Juli.
      Tetapi tadi saya lapor pajak ke KPP tidak bisa, katanya sistem pusatnya belum tersedia untuk lebih bayar.

      Balas
      • Dwi Utomo
        Dwi Utomo says:

        Terima kasih atas tambahan infonya ibu farida, saya tambahkan sedikit terkait BPS yang WP terima setelah melakukan pembetulan SPT PPh 21. Walaupun dari perhitungan dan pelaporan WP atas SPT PPh 21 tersebut menyatakan lebih setor/bayar maka pada hasil cetakan BPS/tanda terima SPT yang muncul bukan angka lebih setor tetapi tetap angka kurang bayar yaitu angka KB atas pembetulan tsb. Jika dibaca sekilas maka seolah-olah SPT tsb masih kurang bayar, tetapi sebenarnya jika dibaca pada induk SPT PPh 21 itu sndiri dan dari CSV yang dibuat WP, petugas pajak tetap membacanya sebagai kurang bayar dan ada LB yang dikompensasikan ke masa pajak lain.

        Balas
  9. okto71
    okto71 says:

    Selamat siang,

    Mohon arahannya, di masa pajak Desember 2014 kami baru membuat NPWP utk cabang kami. Dibulan itu setelah saya input data ke e SPT, pajak yang dibayar ternyata mashi Nihil padahal sebelum saya menginput data ke e SPT sudah melakkan pembayaran Rp 1.300.000, (karena kesalahan perhitungan manual). Di SPT januari tersebut di SPT induk point 13 saya menginput nomonl Rp 1.300.000 sehingga point 15 lebih setor.

    Yang saya ingin tanyakan apakah pelaporan SPT kami yg bulan Desember sudah benar ??. untuk pelaporan PPH 21 masa Desember 2014 apakah perlu melakukan PBK atas Pajak yg telah dibayar tersebut utk dikompensasikan ke Januari 2015 ?? untuk masa januari 2015 pajak yg harus di bayar Rp 1.450.000,-.

    Trimakasih

    Balas
    • Wina
      Wina says:

      Kasus saya sama seperti P’Okto. Mohon jawaban P’Dwi untuk masa Desember apakah perlu dilakukan Pbk atas kelebihan pajak yang disetor? dan form pengajuan Pbk seperti apa?

      Terima kasih

      Balas
  10. gaby
    gaby says:

    Pagi Pak Dwi,
    saya mau tanya apabila masa desember 2014 ni saya lebih bayar karena kesalahan hitung,
    apakah dapat dikompensasikan masa januari 2015?? lalu apakah caranya sama waktu input e-sptnya??

    karena saya tanya rekan2 saya ada yang bisa ada yang tidak.. saya bingung Pak,
    Mohon Penjelasannya,
    Terima Kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan Gaby, jika setelah dilakukan pembetulan jadinya LB maka bisa dikompensasikan ke masa januari 2015. pada e-SPT PPh 21 di SPT Induk di bagian B.2 tinggal arahkan aja jumlah kompensasi ke januari 2015, pada baris 18

      Balas
      • gaby
        gaby says:

        Apakah saya perlu melakukan pembetulan di masa desember Pak??
        atau tetap saya laporkan seperti awal??
        lalu yg saya takutkan nanti ada pemeriksaan yg menyeluruh karena lebih bayar pada masa desember..
        mohon pencerahannya Pak..

        Balas
  11. Nuansa Dewangga
    Nuansa Dewangga says:

    Pak dwi, saya mau tanya.
    untuk penginputan kurang bayar bagaimana ya.?

    saya di bulan januari ada kurang bayar, nah tutorialnya bagaimana pak.? mohon bimbingan nya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam pak/bu
      Misalkan ada kurang bayar sejumlah 1.000.000 dan sudah disetor dengan SSP 411121-100 maka masuk ke menu Isi SPT >> daftar SSP/Pbk (1721-IV klik Tambah dan input data SSP tersebut dan klik simpan kalo udah. Baru kemudian buat CSV-nya

      Balas
      • Asya
        Asya says:

        Dear Pa Dwi,

        Saya punya kasus sama seperti itu:
        Setor pph 21, tanggal 10 Sebesar = Rp. 39.668
        Setelah saya mau input spt, ternyata ada kesalahan jumlah setor, yang Seharusnya Rp. 39.688 (selisih/kurang 20) bagaimana dg hal ini, apakah saya harus setor lagi Rp. 20 (kode 411121 / 100), dan apabila saya setor kekurangan tersebut, di atas tanggal 10 apakah dikenakan denda? Terima kasih

        Balas
  12. linda lestari
    linda lestari says:

    selamat pagi pak,
    bisakah lebih setornya dikompensasi ke 2 masa pajak berikutnya? karena setelah di kompensasi di masa pajak berikutnya masih terjadi lebih bayar.
    terima kasih.

    Balas
  13. denny
    denny says:

    Pak Dwi saya mau tanya, perusahaan saya terdapat salah hitung pph 21 atas komisaris sehingga terjadi kelebihan dan kekurangan setor PPH 21 contoh : bulan feb SPT pph 21 normal KB 2jt telah di setor dan di lapor setelah di cek ternyata harusnya KB nya itu 2,5jt, dan di bulan April SPT pph 21 normal KB 3jt telah di setor dan di lapor setelah di cek ternyata KBnya hanya 2jt.

    Pertanyaan saya:
    1. apakah LB di bulan April tersebut dapat dapat di kompensasikan untuk pembetulan SPT bulan Feb yang setelah pengecekan ternyata kurang bayar?
    2. jika kondisi seperti ini apa yang harus kami lakukan?

    Terimakasih Pak Dwi mohon bantuannya

    Best Regards,
    Denny

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Kompensasi itu sifatnya menutup kekurangan pajak di masa mendatangnya pak, bisa bulan berikutnya ataupun bulan tertentu ke depannya. Sehingga

      1. Untuk bulan februari bisa dibuat SPT pembetulan dengan menambahkan setoran 500rb atas kurang bayarnya.
      2. Dan di April dibuat SPT pembetulan dengan contoh kasus seperti pada artikel blog diatas

      Otomatis untuk lebih setor di bulan april 1 juta tidak bisa dipindahkan mundur ke februari, namun bisa untuk masa mei dst.

      Cheers

      Balas
      • handy
        handy says:

        jika kasus seperti pak denny tersebut jika terjadi KB apakah saat pembayaran KB bulan februari sebesar 500rb akan dikenakan denda ataukah tidak ?

        terima kasih

        Balas
  14. wahyono
    wahyono says:

    terima ksih utk pencerahannya

    Bila cara yg bapak sampaikan dalam artikel ini memang dapat ditempuh tentu akan sangat memudahkan WP. Tapi yg jadi pertanyaan saya, bagaimana menampilkan LB tersebut dikompensasi dalam SPT Masa PPh 21 masa Juli 2014? Apakah jadi tidak aneh kita langsung memasukkan kompensasi dalam SPT Agustus, sementara dalam SPT induk bulan Juli kita tidak bisa melihat ada kelebihan bayar Rp200.000 yang akan dikompensasi ke Agustus 2014.

    Apakah hal ini tidak masalah pak dari sisi administrasi pajak?
    Mohon pencerahannya.

    salam
    Wahyono

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi pak Yono
      Dari sisi tampilan induk saja memang tidak bisa dilihat jika ada lebih setor, karena yang mungkin terjadi adalah nihil atau kurang setor, namun karena penyampaian e-SPT PPh 21 ini sifatnya konsisten dengan melaporkan CSV maka bagi petugas pajak bisa melihat kronologisnya dengan memeriksa laporan dari wajib yang masuk, tentunya bisa dilacak dan ditelusur.

      Salam

      Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *