Masih Bingung Dengan PP 46, Baca Penegasannya Disini

Penegasan tentang pajak 1%

Selamat pagi di awal bulan oktober pengunjung sekalian. Seminggu lagi bakalan merayakan hari raya kurban, jadi mumpung gaji masih di tangan, mantapkan niat untuk ikut berkurban :). Pagi ini saya “nemu” edaran dari pak Dirjen tentang penegasan PP 46 yaitu SE-32/PJ/2014 tentang . Seperti biasanya kalau ada aturan baru biasanya saya cari padanannya di internet, entah itu ortax atau situs lainnya namun kok belum dapet, nyari sumber lain maksudnya biar saya bisa saya bisa nyalin ke blog ini, tapi okelah saya sarikan aja dari edaran ini dan bagi yang butuh edaran lengkapnya bisa unduh di akhir artikel ini. Sekali lagi ini hanya Surat Edaran yang sifatnya adalah memperjelas atau sebagai panduan turunan dari aturan yang lebih kuat diatasnya dan tentunya tidak ada hal baru karena sifatnya hanya menguraikan atas permasalahan yang sama.

Penegsan PPh final 1%

Yang dijelaskan lebih lanujut pada SE-32/PJ/2014 antara lain:

  1. Pengertian satu tahun sejak saat mulai operasi komersil
  2. Dasar pengenaan PP 46 pada bank, BPR, koperasi simpin, lembaga pmberi pinjaman
  3. Perlakuan pajak penghasilan bagi WP pengguna Reksa Dana
  4. Perlakuan pajak penghasilan bagi WPPejabat Pembuat Akta Tanah (disimpulkan bahwa mempunyai kesamaan dengan notaris, sehingga dikecualikan dari PP 46)
  5. Penegasan bahwa tidak wajib lapor SPT Masa PPh 4 ayat (2) jika di SSP sudah ada NTPN

Tulisan pada gambar terlalu kecil? Unduh aja edaran lengkapnya dibawah ini 🙂

Per-25/PJ/2014

Unduh revisi PP 36 terkait Bank Perkreditan Rakyat (SE-38/PJ/2014)

SE-38/PJ/2014 revisi SE-32/PJ/2014

15 replies
  1. Flora
    Flora says:

    Selamat Pagi Pa Dwi,,

    Boleh saya bertanya??… Untuk Wajib Pajak yg memiliki peredaran Bruto dibawah 4.800.000.000 kan sdh bayar PPh Final 1% tiap Bulan. Berarti akhir tahun kan tidak dihitung lagi PPh pasal 29,, apakah Wajib Pajak tetap harus lapor SPT Tahunan?? Terimakasih sebelumnya.

    Flora.

    Balas
  2. Ares
    Ares says:

    Siang pak,
    1. Untuk SKB PPh23 yang telah di keluarkan KPP di tahun 2014, apakah masih bisa di gunakan untuk tahun 2015? Jika tidak, apakah kami juga harus mengurus SKB PPh23 yang baru, sedangkan SPT tahunan belum di laporkan.

    Saya masih bingung dengan SKB yang telah di legalisir oleh KPP. Apakah SKB yang telah di legalisir tersebut harus dilaporkan oleh klien kami ke KPP tempat mereka terdaftar? kapan batas waktu pelaporannya? dan apakah ada sanksi atas telat lapor ke KPP tersebut?

    thanks pak

    Balas
  3. otnay
    otnay says:

    Siang Mas Dwi
    Saya masih bingung dg istilah “belum beroperasi secara komersial (pasal 2 ayat 5 PMK 107)” meskipun sdh ada penegasan dg SE 32 ini, apalagi setelah dihubungkan pasal 3 ayat 5 KMK 107 ada istilah “penghasilan yg disetahunkan).
    Apakah Pasal 2 ayat 5 PMK 107 tersebut dimaksukan untuk WP sdh berdiri sebelum PP 46 berlaku namun belum ada penjualan/omset, sehingga untuk menentukan omset rielnya harus menunggu 1 tahun beroparasi ? Sedangkan untuk WP yg baru terdaftar sejak berlakunya PMK 107 (pasal 3 ayat 5) peredaran brutonya dihitung dg cara disetahunkan ?
    Kalau memang demikian, mengapa untuk WP yg belum beroperasi secara komersial setelah dapat omset kok tidak disetahunkan saja ? MEMBINGUNGKAN !

    Balas
  4. vico
    vico says:

    terimakasih pak Dwi Utomo..
    maaf tempo hari itu, browsing di Gadget, posting komentar tapi ga muncul, sampe dicoba 2x tetep ga muncul 😀
    ternyata semua muncul dan langsung dijawab.. hehehe
    intinya, point angka 8 huruf e ya!
    jika PPh final pasal 4(2) nihil (alias tidak beroperasi/ tidak ada kegiatan/barang tidak ada yang laku)
    maka tidak perlu lapor SPT Masa PPh pasal 4(2)…

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Untuk pengunjung baru berkomentar untuk pertama kalinya memang gak langung muncul pak, berikutnya langsung muncul :).
      Iya untuk yg nihil memang tidak diwajibkan setor pak dan tidak perlu lapor juga.

      Balas
  5. ucrrit
    ucrrit says:

    Perusahaan saya beroperasi pd bln april 2014 baru ad kegiatan jual beli..tp pengukuhan dr kpp tgl 31 des 2013..saya disuruh bayar pph 1% selama april 2014 sampai dgn ckg…saya bingung apakah tdk nunggu selama 1thn dulu ya secara komersial ny…mohon penjelasannya.apakah saya berkewajiban mmbayar pph 1% tsb atau baru ditaun 2015 saya berkewajiban pph 1% dgn melihat omzet saya slma taun 2014?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Ucrit
      Jika asumsi Saat Mulai Operasi/SMO adalah April 2014 (artinya disini adalah walaupun sudah punya NPWP sejak dulu, namun tidak pernah ada kegiatan penjualan hingga April 2014), maka setahunnya hingga Maret 2015, kemudian diketahuilah berapa omset riilnya. Saya cenderung nunggu setahun dulu dan saat ini setor angsuran PPh 25. Dasarnya bisa dilihat di PMK 107/PMK.11/2013 dengan urutan pasal 2 ayat (1) dan (2)a >> pasal 5.a >> pasal 7 ayat (1)

      Balas
      • wisnu kurniawan
        wisnu kurniawan says:

        mas dwi pake ini ya…

        SURAT EDARAN
        NOMOR SE-32/PJ/2014

        TENTANG

        PENEGASAN PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2013
        TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI USAHA YANG DITERIMA ATAU
        DIPEROLEH WAJIB PAJAK YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU

        Balas
  6. vico
    vico says:

    Kalo misalkan ada WP yang ada kegiatan usaha, namun enggan untuk menyetorkan PPh final ini, apakah dia bisa kena sanksi tidak/terlambat lapor yaitu Rp 100.000 / bulan??

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Vico
      Jika di kemudian hari diketahui seperti demikian dengan maka KPP berhak menerbitkan STP atas keterlambatan setor dan terlambat lapor sesuai tanggal validasi NTPN

      Balas
  7. vico
    vico says:

    Mau memperjelas nih pak Amsyong..
    Kalo WP setor PPh final pp46 namun tidak mendapat NTPN, mzka wajib lapor SPT Masa PPh 4(2) paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.
    Kemudian jika dia menyetor terlambat, yaitu misal tanggal 16 baru setor, maka dia bisa kena sanksi 2% keterlambatan, dan jika WP setor tanggal 21, maka ditambah sanksi terlambat lapor yaitu 100.000..
    Betul begitu gak pak?

    Balas

Trackbacks & Pingbacks

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *