Buku Oasis Pemotongan/Pemungutan PPh 2013

Selamat siang pengunjung sekalian

Bagi yang demen mampir di web DJP pasti udah tahu ada e-book yang mengulas tentang pemotongan pemungutan PPh. Di luar negeri isitlah pemotongan dan pemungutan dikenal dengan witholding tax, intinya sih sama-sama ada penghasilan yang berkurang karena ada pajak yang diambil cuma siapa yg motong dan mungut menjadi beda lagi karena ada ketentuang siapa yg jadi pemotong dan siapa yg jadi pemungut. Bukti bahwa kita telah dipotong pajak adalah Bukti Potong untuk PPh (21 & 23) . Bukti bahwa kita telah dipungut adalah SSP untuk PPh Pasal 22 dan faktur pajak untuk PPN. Baik bukti potong maupun faktur pajak merupakan bukti bahwa kita telah membayar pajak. Karena itu bukti potong dan faktur pajak bisa dikreditkan.Saya yakin pasti ada sebagian yg bingung bedanya pemotongan dan pemungutan? Saya coba rangkum dari berbagai sumber.

No Perbedaan Pemotongan Pemungutan
1 Dari sisi jenis pajak Digunakan untuk PPh 21 (Pemotongan atas penghasilan berupa gaji, honorarium), PPh 23 (Pemotongan atas penghasilan berupa hasil imbalan jasa, royalti, dividen,dll) , dan juga PPh 26 (Pemotongan atas penghasilan bagi WP Luar Negeri). Digunakan untuk PPh 22 (pemungutan atas penjualan ke bendaharawan APBN/D, impor, dll) dan untuk PPN
2 Dari sisi Objek Pemotongan pajak pada umumnya dikenakan atas penghasilan yang memang akan menjadi penghasilan bagi si penerima,cth : gaji, imbalan jasa, dan dividen Pemungutan pada umumnya dikenakan atas sesuatu yang belum tentu penghasilan bagi penerima uang, karena objek pemungutan bisa jadi berupa Penjualan, bisa juga berupa Pembelian, cth : PPh 22 atas impor barang, PPh 22 atas pembelian BBM
3 Dari sisi subjek (eksekutor) Pemotong pajak pada umumnya tidak spesifik, yaitu pemberi kerja, bendaharawan pemerintah atas gaji, dan penyelenggara kegiatan Pemungut pajak sifatnya lebih spesifik, karena ditunjuk oleh Menkeu, yaitu Bendaharawan pemerintah, Badan tertentu, DJBC, dll (PER 57/2010)
4 Dari sisi Pengisian SSP Kolom NPWP pada saat pengisian SSP diisi dengan NPWP Pemotong Pajak. Hal ini penting agar dapat dilakukan ekualisasi antara biaya yang telah dikeluarkan oleh pemotong dengan pajak yang telah dipotong karena kewajiban pemotongan dan penyetoran telah dilimpahkan pada pemotong pajak. Kolom NPWP pada saat pengisian SSP diisi dengan NPWP Pihak yang dipungut.
5 Contoh jenis pajaknya PPh 21, PPh 23, PPh 26, PPh 4 ayat (2), PPh 15 PPh 22, PPh 4 ayat (2), PPN

Untuk contoh ilustrasi transaksi pemotongan & pemungutan dari berbagai jenis pajak khususnya PPh bisa langung saja download Buku Oasis Pemotongan/Pemungutan PPh 2013 di bawah ini. Jangan lupa saran dan kritik jika ada yang keliru 🙂

Buku Oasis Pemotongan & Pemungutan PPh Revisi 2013

Buku Oasis Pot/Put PPh Link DJP Buku Oasis Pot/Put PPh link DJP

Referensi:

Untuk unduh buku Bendahara Mahir Pajak Bisa dibaca disini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..