Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (PER – 26/PJ/2014)

Selamat siang pengunjung yang budiman

Lama sekali saya tak bersua alias ngabsen. Ini “gara-gara” ada anak istri yang datang ke Timika. Saya langsung menikmati peran sebagai ayah bagi anak saya yang masih berusia 4 bulan saat ini alias masih bayi lucu-lucunya, akibatnya disisi lain saya jadi jarang ngenet di depan laptop karena tersita buat main-main sama keluarga. Okelah cukup paragraf pembukanya. Saya juga diingetin istri jangan kelamaan absen ngeblog kasian yg lagi nyari solusi. Baik, artikel kali ini masih seperti yang dulu yaitu tentang billing system.

Bagi yang bingung tentang billing system atau kode billing, akan saya jelaskan secara sederhana yaitu kode (biasanya berupa 15 digit angka) dihasilkan dari aplikasi billing DJP, kode itulah yang nantinya akan kita gunakan sebagai referensi untuk melakukan pembayaran pajak, pembayaran pajaknya sendiri nggak harus datang ke bank/pos bisa juga dengan aplikasi e-banking (seperti internet banking Mandiri, BNI, BCA dsb) atau dengan bayar via ATM dengan memasukkan kode billing tsb di ATM. Yang pastinya

PER – 26/PJ/2014 tentang Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik yang terbit tgl 13 oktober 2014 sifatnya hanya mempertegas dan memperjelas bagaimana cara dan kedudukan cara pembayaran pajak dengan kode billing yang disamakan dengan model penyetoran manual (Isi SSP & setor di bank/pos). Beberapa poin saya sarikan dari aturan ini dalam bentuk list.

  • Kode billing bisa diterbitkan untuk pembayaran seluruh jenis pajak (PPh, PPN, Bea Meterai) namun tidak bisa untuk pajak dalam rangka impor yang diadministrasikan pembayarannya oleh Biller Direktorat
    Jenderal Bea dan Cukai dan pajak yang tata cara pembayarannya diatur secara khusus. (Pasal 2 ayat (2) huruf a & b)
  • Pembayaran bisa dengan rupiah ataupun USD asalkan sudah punya ijin pembukuan dalam bahasa inggris dan mata uang $. (Pasal 2 ayat (3) & (4)
  • Kode billing tersebut bisa digunakan untuk referensi membayar melalui Teller Bank/Pos Persepsi, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Internet Banking dan EDC. (Pasal 2 ayat (2) huruf a & b)
  • Atas pembayaran tsb akan diterbitkan BPN (Bukti Penerimaan Negara) dalam bentuk antara lain dokumen bukti pembayaran, struk, dokumen elektronik dan teraan BPN. (Pasal 2 ayat (2) huruf a & b)
  • BPN tsb dipersamakan kedudukannya dengan SSP & SSP PBB. (Pasal 2 ayat (2) huruf a & b)

Sebenarnya untuk bayar pajak via e-banking tidak hanya dengan penerbitan billing system, dari pihak perbankan juga menyediakan layanan pembayaran pajak dengan aplikasi yang dibuat oleh masing-masing bank, seperti Mandiri Tax Gateway dll, BRI e-tax, BNI e-TAx dan sebagainya. Sehingga tergantung selera apakah mau menggunakan fasilitas dari DJP atau puas dengan inovasi dari perbankan nggak ada masalah, yang penting kan pajaknya masuk ke kas negara dan Wajib Pajak mendapat bukti setor yang sah untuk keperluan administrasi perpajakan.

 

Segitu aja ya, selengkapnya bisa unduh file PER – 26/PJ/2014 dan panduan tata cara setor pajak dengan kode billing dan internet banking.

Per-26/PJ/2014 Buku Panduan Billing System dari DJP
5 replies
  1. Gieyanka
    Gieyanka says:

    Selamat sore,…

    Mohon cara pembuatan SPT Badan tahun 2013 dan perhitungannya terkait dengan PP46 dan bagaimanakah dengan PPh 2% yang telah dipotong oleh klien apakah bisa dikreditkan ?

    Terima kasih dan salam

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan
      Bisa lihat beberapa contohnya di artikel ini dan ini. Untuk PPh 23 yang terlanjur dipotong karena tidak punya SKB PPh maka tetap menjadi kredit pajak dan harus dikreditkan.

      Balas
  2. Andi
    Andi says:

    Ke depannya pajak spt PPH P4 ayat 2, PPN, semua bisa lewat online ya Pak? Apa perlu registrasi dulu ke KPP terdekat jika menggunakan sistem DJP?

    Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] besok sudah tanggal 20 Januari? Bisa gunakan ATM, internet banking yang setorannya menggunakan kode billing atau gunakan layanan perpajakan terintegrasi yang disediakan pihak ketiga […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *