Tata Cara Penerimaan & Pengolahan SPT Tahunan (Per-29/PJ/2014)

Selamat siang pengunjung sekalian.

Setelah kemarin saya berbagi template/formulir SPT tahunan excel terbaru (1771, 1770, 1770S, 1770SS) sekarang masih nyambung juga topiknya yaitu tata cara pelaporannya ke KPP. Peraturannya diterbitkan melalui Per-29/PJ/2014 tentang Tata Cara Penerimaan & Pengolahan SPT Tahunan yang berlaku sejak 1 Januari 2015 nanti. Masih mirip-mirip dikit dengan peraturan terdahulu yaitu Per-26/PJ/2012. Apa saja poin pentingnya, akan saya coba rangkum dibawah ini.

CARA WP MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN

Ada 4 cara penyampaian SPT Tahunan, yaitu : (Pasal 2 ayat (1) PER-29/PJ/2014)

  1. Secara Langsung
    Penyampaian SPT Tahunan secara langsung dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

    1. Melalui TPT KPP;
      Penyampaian SPT Tahunan harus disampaikan di TPT KPP tempat WP terdaftar dalam hal : (Pasal 2 ayat (3) PER-29/PJ/2014)

      • SPT Tahunan LB;
      • SPT Tahunan pembetulan;
      • SPT Tahunan yang disampaikan setelah batas waktu penyampaian SPT; dan/atau
      • SPT Tahunan dalam bentuk e-SPT
    2. Melalui Pojok pajak/mobil pajak/dropbox dimana saja
      Yang dapat disampaikan adalah untuk SPT Tahunan selain : SPT Tahunan LB, SPT Tahunan pembetulan, atau SPT Tahunan yang disampaikan setelah batas waktu penyampaian SPT, dan SPT Tahunan dalam bentuk e-SPT. Dengan kata lain SPT Tahunan PPh OP normal tepat waktu atau SPT OP normal 2014Penyampaian SPT Tahunan secara langsung dilakukan tidak dalam amplop atau kemasan lainnya (Pasal 2 ayat (4) PER-29/PJ/2014)
  2. Melalui Pos Dengan Bukti Pengiriman Surat Ke KPP Tempat WP Terdaftar
    Penyampaian SPT Tahunan melalui pos dilakukan dalam amplop tertutup yang telah dilekati/ditempeli lembar informasi amplop SPT Tahunan (format terlampir di lampiran 1 PER-29/PJ/2014) yang berisi data sebagai berikut: (Pasal 2 ayat (5) PER-29/PJ/2014)

    1. Nama Wajib Pajak;
    2. NPWP;
    3. Tahun Pajak;
    4. Status SPT (Nihil/Kurang Bayar/Lebih Bayar);
    5. Jenis SPT (SPT Tahunan/SPT Tahunan Pembetulan Ke- …);
    6. Nomor Telepon;
    7. Pernyataan; dan
    8. Tanda Tangan WP.
  3. Melalui Perusahaan Jasa Ekspedisi Atau Kurir Dengan Bukti Pengiriman Surat Ke KPP Tempat WP Terdaftar
    Penyampaian SPT Tahunan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dilakukan dalam amplop tertutup yang telah dilekati lembar informasi amplop SPT Tahunan (format terlampir di lampiran 1 PER-29/PJ/2014) yang berisi data sebagai berikut: (Pasal 2 ayat (5) PER-29/PJ/2014)

    1. Nama Wajib Pajak;
    2. NPWP;
    3. Tahun Pajak;
    4. Status SPT (Nihil/Kurang Bayar/Lebih Bayar);
    5. Jenis SPT (SPT Tahunan/SPT Tahunan Pembetulan Ke- …);
    6. Nomor Telepon;
    7. Pernyataan; dan
    8. Tanda Tangan WP.
  4. E-filing
    e-Filing atau pengisian SPT online bisa dilakukan melalui website DJP (www.pajak.go.id & gratis) atau penyedia jasa ASP pihak ketiga yang ditunjuk DJP (berbayar). ASP yang ditunjuk oleh DJP adalah:

    1. http://www.pajakku.com
    2. http://www.laporpajak.com
    3. http://www.spt.co.id

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

  1. Selain cara pelaporan dengan e-filing (langsung, pos, kurir), KPP akan mengecek validitas NPWP, jika NPWP tidak valid/salah tulis/tidak terdaftar maka KPP akan memberikan pemberitahukan kepada WP. (Pasal 3 ayat (1) & (2) PER-29/PJ/2014)
  2. Kapan penentuan tanggal penyampaian SPT tahunan seandainya SPT tahunan sudah lengkap?
    • Tanggal di tanda terima dalam hal SPT disampaikan secara langsung (ke TPT, mobil, pajak, dropbox, pojok pajak) (Pasal 5 ayat (3).a PER-29/PJ/2014)
    • Tanda bukti dan tanggal kirim surat seandainya dikirim melalui pos/ekspedisi/kurir. (Pasal 5 ayat (6) PER-29/PJ/2014)
    • Tanggal pada Bukti Penerimaan Elektronik/BPE yang masuk di e-mail saat menggunakan e-filing
  3. Jika SPT tahunan disampaikan langsung ke KPP terdaftar & dinyatakan tidak lengkap maka SPT akan dikembalikan dan WP akan diberikan Lembar Penelitian SPT Tahunan agar melengkapi kembali SPT-nya
  4. Jika SPT tahunan dikirim via pos/ekspedisi/kurir & dinyatakan tidak lengkap maka WP akan dikirimi Surat Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan dan Formulir Jawaban Atas Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan. WP harus merespon dan melengkapi dalam 30 hari sejak tanggal diterima (tanggal cap pos). Jika tidak dilengkapi maka dianggap tidak menyampaikan SPT dan bisa dikenakan denda.
  5. Bagaimana kriteria SPT tahunan dianggap lengkap? Bisa dilihat di lampiran Per-29/PJ/2014

Per-19/PJ/2014 Cara penyampaian SPT tahunan 2014

Mohon maaf pengunjung sekalian, karena kesibukan jelang tutup tahun jadi jarang merespon tanggapan dari pengunjung sekalian, begitu senggang dan tahu pasti saya bantu 🙂

8 replies
  1. R. Nugroho
    R. Nugroho says:

    selamat malam pak dwi yang saya hormati
    mohon informasi adanya kontradiksi yang saya hadapi tentang pajak PPh pribadi anggota koperasi dari penerimaan SHU koperasi berkaitan pemotongannya.
    Kontradiksi yang terjadi yaitu dalam kasus sebagai berikut :
    a. Pasal 23 ayat (4) huruf (f) UU 36/2008 menyatakan bahwa sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya bukan obyek pemotongan pajak. ( artinya siapa yang membayarkan SHU koperasi kepada tidak harus memotong pajaknya )
    b. Pasal 2 peraturan Menteri Keuangan 111/2010 menyatakan bahwa pihak yang membayarkan SHU ditunjuk sebagai pemotong pajak .
    c. akibatnya terjadi kebingungan pada pengurus, menurut pasal 23 ayat (4) tidak mempunyai kewajiban menjadi pemotong PPh pribadi anggota yang menerima SHU tapi menurut pasal 2 PMK 111/2010 harus menjadi pemotong PPh pribadi bagi anggota yang menerima SHU
    Mengapa terjadi kontradiksi antara UU 36/2008 dng PMK 111/2010.
    mohon penjelasan ?
    terima kasih atas perhatian dan perkenan pak Dwi.
    R. Nugroho
    Sekretaris I PKPRI Kab/Kota Kediri

    Reply
  2. meddy
    meddy says:

    @ admin : Mungkin perlu ditambahkan, sesuai dengan Pasal 2 ayat (3) PER-29/PJ/2014, yang harus melakukan penyampaian SPT Tahunan di TPT KPP Wajib Pajak terdaftar :

    SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan

    Reply
  3. ari sudono
    ari sudono says:

    sangat membantu sekali pak, selama ini laporan pajak tahunan saya percayakan kepada konsultan pajak,
    kalau tau segampang ini mah mending sendiri aja

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Terima kasih pak Ari, selama wajib pajak sendiri ingin belajar tentunya banyak cara buat bisa, namun sebagian pengusaha tetap mempercayakan ke konsultan pajak resmi sehingga fokus pengusaha tetap ke bisnisnya. Tapi memang lebih baik wajib pajak juga ikut tahu walaupun hanya dasar-dasarnya.

      Reply
  4. tips trik
    tips trik says:

    Wah si agan konsultan pajak ya?? kebetulan ane mau belajar juga nih,,, secara pajak d prusahaan ane masih diurusin sama orang luar semua,,, ditunggu kunjungan baliknya gan…

    Reply
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Supandy
      Latar belakang umum aturan pajak berubah (nggak hanya pajak aja) karena menyesuaikan dengan perubahan kondisi masyarakat. Seperti pada kenaikan PTKP munculnya pajak 1% untuk memudahkan hitungan pajak atas usaha dsb. Pada hukum pidana juga ditemui perubahan dan di bidang lainnya juga.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan komentar Anda disini..