Bagaimana Pelaporan SPT Masa PPh 21 Desember 2014

Sebelum mulai ngeblog di awal tahun ini saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2015 dan selamat tahun lama 2014. Pada bulan Januari 2015 ini artinya adalah waktunya untuk membuat laporan SPT masa PPh 21 desember, karena jatuh tempo pelaporan SPT PPh 21 desember 2014 adalah tanggal 20 Januari 2015 maka semoga sudah ada persiapan untuk penyusunannya dan bisa dilanjutkan dengan tahapan pembuatan bukti potong 1721-A1/A2. Yak mari di review apa aja yang perlu disiapkan dan dilakukan.

  1. Siapkan kertas kerja perhitungan PPh 21 2014
  2. Input hasil hitungan di e-SPT PPh 21 Desember 2014
  3. Setorkan PPh 21 Kurang bayar Desember 2014
  4. Laporkan SPT PPh 21 Desember 2014

1. Siapkan kertas kerja perhitungan PPh 21 2014

Kertas kerja ini hanyalah istilah dan Wajib Pajak bisa menggunakan berbagai macam model kertas kerja untuk menghitung PPh 21. Salah satu contoh kertas kerja yang bisa digunakan untuk menghitung PPh 21 seperti pada artikel ini yang filenya bisa diunduh di link ini. Namun jika Wajib Pajak sudah mempunyai aplikasi pajak sendiri dari pihak ketiga maka itu dibolehkan karena yang terpenting adalah prosedur penghitungannya sudah tepat. Hal yang membedakan pada perhitungan PPh 21 masa desember dibandingkan dengan masa pajak bulan lainnya adalah jika pada perhitungan masa pajak lain penghasilannya disetahunkan dulu ( bisa lihat di contoh ini dan ini), sedangkan pada masa pajak desember penghasilan yang dihitung adalah penghasilan nyata yang didapat selama dia bekerja sepanjang tahun tersebut. Saya simulasikan secara sederhana.

Contoh:

Pak Anto bekerja di PT Antonius sebagai direktur dan dianggap sebagai karyawan juga sehingga tiap bulannya sejak jan-des 2014 terima gaji dan bayar pensiun, hitung PPh 21 des dengan informasi sebagai berikut dan status K/0 dan selama jan-nov sudah dipotong PPh 21 dengan jumlah total Rp.500.000

No Bulan Gaji Iuran Pensiun
1 Jan 3.000.000 100.000
2 Feb 3.000.000 100.000
3 Mar 3.000.000 100.000
4 Apr 3.000.000 100.000
5 Mei 3.000.000 100.000
6 Jun 3.000.000 100.000
7 Jul 4.000.000 100.000
8 Aug 4.000.000 100.000
9 Sep 4.000.000 100.000
10 Okt 4.000.000 100.000
11 Nov 4.000.000 100.000
12 Des 4.000.000 100.000

Jawab:

Untuk hitungan des, maka data penghasilan sudah lengkap selama setahun/12 bulan sehingga penghasilannya tidak perlu disetahunkan tapi langsung direkap setahun dan dihitung sesuai Per-31/PJ/2012

Penghasilan:

Gaji setahun 42.000.000

Pengurangan:

a. Biaya jabatan 5% x 42.000.000=2.100.000

b. Iuran pensiun setahun 1.200.000

Penghasilan Bersih/Neto Setahun:

42.000.000-2.100.000-1.200.000=Rp.38.700.000

PTKP setahun

Status K/0 =26.325.000

Penghasilan kena pajak setahun

38.700.000-26.325.000=12.375.000

PPh 21 terutang setahun

Karena masih dibawah 50jt maka kena hanya 5% yaitu 12.375.000 x 5% = 618.750

Maka PPh 21 yang harus dipotong untuk desember

PPh 21 setahun – PPh 21 Jan s.d Nov = 618.750.000-500.000=118.750

Sehingga dari contoh perhitungan diatas PPh 21 des yg dipotong adalah 118.750 sedangkan nilai 618.750 adalah jumlah yg dipotong selama tahun 2014 yang nantinya muncul pada bukti potong 1721-A2 yang dibuat PT Antonius. nah bagaimna jika pak Anton mulai bekerjanya sejak Oktober, maka penghasilan yg dihitung setahun adalah sejak oktober-desember saja.

2. Input Hasil Hitungan di e-SPT PPh 21 Desember 2014

Setelah Anda selesai menghitung PPh 21 desember maka Anda akan tahu berapa yang yang harus disetor untuk masa pajak desember dan untuk input PPh 21 masa desember di e-SPT PPh 21 juga tidak berbeda dengan masa pajak lainnnya, sehingga setelah diinput maka pada halaman induk 1721 akan tertampil seperti gambar di bawah ini

induk des

Bedakan dengan format SPT masa PPh 21 sebelum tahun 2014, nilai 11.000.000 diatas bukanlah biaya gaji setahun tapi hanya biaya gaji desember saja dan PPh 21 diatas sebesar 550.000 juga atas biaya gaji desember saja namun cara untuk menghitunganya masih sama seperti saat kita menghitung PPh 21 desember pada format SPT PPh 21 yang lama (Per-32/PJ/2009).

3. Setorkan PPh 21 Kurang Bayar Desember 2014

Tidak ada trik khusus ini, selesai setor input pada menu Isi SPT >> Daftar SSP/Pbk (1721-IV). Gimana cara saya setor sementara besok sudah tanggal 20 Januari? Bisa gunakan ATM, internet banking yang setorannya menggunakan kode billing atau gunakan layanan perpajakan terintegrasi yang disediakan pihak ketiga (e-tax).

SSP PPh 21 Des

4. Laporkan SPT PPh 21 Desember 2014

Ada 2 jenis laporan, yang pertama yang menggunakan e-SPT PPh 21 dan bagi WP pelapor dengan hardcopy/manual. Untuk yg e-SPT PPh 21 cukup print file induk 1721 dan buat CSV-nya, simpel kan? (yg ruwet bagian ngitungnya kok). Sedangkan bagi pelapor manual selain cetak file induk 1721 juga cetak 1721-I, 1721-II, 1721-III, 1721-IV dalam hal ada pemotongan PPh 21.

 

1721-I-Desember 2014-12-23_124227 2014-12-23_124843

 

Selain itu khusus di desember bagi Wajib Pajak cabang dan joint operation juga wajib mengisi dan mencetak (bagi pelapor manual) formulir Daftar Biaya 1721-V DAFTAR BIAYA KHUSUS DESEMBER

Demikian pak bu, artikel ini dibuat dengan tergesa-gesa dan jangan segan untuk berdiskusi karena bisa saja saya yang salah menyampaikan. Mohon maaf akhir tahun kemarin saya jarang online karena berbagai hal yang tidak bisa dirinci. Di tahun ini saya akan coba lebih aktif lagi ngeblog di tahun ini dan semoga nggak bolong-bolong lagi kayak kemarin. 🙂

43 replies
  1. emanuela
    emanuela says:

    selamat sore pak, mau tanya pengisian pph 21 hadiah di spt nya itu apakah di input manual di bagian 4f atau bagaimana ya pak? mohon bantuan nya. thanks

    Balas
  2. titik nur
    titik nur says:

    Selamat sore pak
    mau nanya untuk lampiran mengenai daftar biaya 1721-V itu menghitungnya untuk bulan desember saja atau setahun ya pak ?

    Terimakasih

    Balas
  3. fuzh achmad
    fuzh achmad says:

    Selamat Pagi Pak Dwi,

    Bagaimana cara menghitung PPh 21 masa Des berdasarkan peraturan terbaru Per-16/PJ/2016.
    Dengan asumsi gaji karyawan sbb :
    Gaji Jan s/d Des = 4jt.
    THR bulan Juni = 4jt
    Bonus bulan Des = 2jt
    Karyawan tsb baru mempunyai NPWP bulan Juni 2016.

    Tolong di jawab yaa Pak, terima kasih 🙂

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Saya coba jawab tapi itungan setahun aja ya di des.
      Penghasilan setahun (gaji setahun + THR + bonus)= (4×12)+4+2=54 juta
      PTKP misal TK/0 54 juta
      Penghasilan kena pajak =0 alias gak kena pajak

      Balas
  4. rheaa
    rheaa says:

    Selamat Siang Pak Dwi,
    Mohon infonya, bagaimana mengisi espt pph 21 dengan ptkp yang baru?
    untuk per desember, atau biarkan di print mengikuti saja sistem yang lama, dan kita cukup membawa hitungan manual kita ke KPP?

    Terimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi Saudara Rheaa
      Untuk tata cara penghitungan PPh 21 dan input datanya di e-SPT PPh 21 masih sama dengan artikel ini, hanya saja sebelum input yang desember, pastikan dulu yang masa pajak 1-6 yang menggunakan PTKP lama dibetulkan terlebih dahulu.

      Balas
      • Emmy Martianty
        Emmy Martianty says:

        Siang mas,
        Untuk masa pajak 1-6 yang diperbaiki menggunakan PTKP baru apakah perlu dilaporkan juga SPT nya? jadi N+1?

        Terima Kasih.

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Selamat sore Bu Emmy
          Jika masa pajak 1-6 sudah pernah dilaporkan dengan PTKP lama, maka lakukan pembetulan (N+1). Jika belum pernah lapor maka langsung saja laporkan dengan PTKP baru.

          Balas
  5. putri zaisari olivia
    putri zaisari olivia says:

    Pak saya mau tanya kalo bukan pegawa tetap tapi diatas PTKP dan ga punya npwp apa dia tetep dipotong pph nya pak?dan kebetulan perusahaan baru mulai di september dan penggajian di november baru mulai operasi?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam Mbak Putri
      Asumsinya karyawan tidak tetap yang belum ber-NPWP dan baru digaji di bulan November. Kurang lebih itungannya seperti ini nih.

      • Gaji nov = 6.000.000
      • Gaji setahun = 6.000.000 x 2 bulan = 12.000.000
      • dikurangi PTKP (misal TK/0) = 54.000.000
      • Penghasilan kena pajak jadinya minus karena penghasilan disetahunkan < PTKP

      Otomatis gak kena potongan PPh 21

      Balas
  6. I susilawati
    I susilawati says:

    Pa dwi, suami saya pedagang membuat npwp d tahun 2013.tanpa sepengetahuan saya Ternyata selma tiga tahun beliau tdk byr pajaknya jadi cuma bayar di awal saja.saat ini kami mau mengajuksn kredit kembali yg memerlukan laporan spt pph 21.
    Dan kami pun sekarang sudah pindah domisili.
    Apa langkah2 yg harus kami ambil?
    Berapa budget yg harus kami siapkn?
    Terimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Ibu Susi
      Karena sudah pindah domisili tetapi NPWP masih terdaftar di KPP lama, maka dapat lakukan langkah sebagai berikut:

      • Hubungi petugas di KPP lama tanyakan status NPWP saat ini sudah dihapus atau non efektif atau masih aktif
      • Jika masih aktif atau non efektif maka konsultasikan ke AR terkait apa saja kewajiban dari awal terdaftar hingga saat ini yang masih belum dipenuhi, agar dipenuhi terlebih dulu
      • Pemenuhan kewajiban yang belum dipenuhi di masa lampau dapat dihapus juga dengan mengikuti program TA/amnesti pajak
      • Untuk pindah domisili dapat mengajukan ke KPP lama dengan mengisi formulir pindah NPWP dengan lampiran terkait
      • Biayanya?? 0 alias nihil atawa gratis, kecuali jika ada pajak yang kurang bayar tentu harus dibayar dulu ke kas negara

      Terima kasih

      Balas
  7. Destrianti Daloma
    Destrianti Daloma says:

    melanjuti pertanyaan saya tadi Pak, boleh kasih contoh perhitungan kertas kerja PPh Pasal 21 apabila dalam setahun ada THR, bagaimana pph pasal 21-nya dibulan desember pak ?

    Balas
  8. Destrianti Daloma
    Destrianti Daloma says:

    Hallo Pak Dwi boleh saya tanya,

    saya masih bingung mengenai perhitungan kertas kerja pph pasal 21, dari contoh yang bapak kasih diatas penghasilan jan – des, nah kalau ada THR dibulan Juni sebesar nilai gaji juga, apa iya nanti saat dibuat pph pasal 21 dibulan desember akan lebih bayar ?

    Balas
  9. okto71
    okto71 says:

    Selamat Sore Pak Dwi Utomo, Mohon bantuannya untuk pembuatan bukti potong pph 21 untuk pegawai tetap di e SPT untuk masa bulan Januari 2015. Saya bingung, karena ada karyawan yang meminta bukti potong tersebut. Perusahaan kami baru mempunyai NPWP bulan Desember 2014 jadi Bukti potong untuk bulan desember 2014 masih nihil. untuk Januari 2015 ini ada potongan PPH 21 sebesar 180.716.

    Mohon pencerahannya, baru belajar PPH 21.
    Trimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Okto
      Perusahaan bapak terdaftar di desember 2014, artinya sejak desember sudah harus lapor SPT masa PPh 21. Dan jika di desember ada karyawan yg terima gaji diatas PTKP maka perushaan juga harus melakukan pemotongan PPh 21 masa desember. Namun jika hanya penghasilan desember kemungkinan besar memang PPh 21-nya juga nihil karena bruto setahun masih <PTKP. Walaupun begitu pak Okto tetap buat 1721-A1 sekalipun nihil dan berikanlah bupot tersebut ke karyawan tersebut sebagai lampiran untuk menyampaikan SPT tahunannya. Untuk masa januari 2015 dst tetap dilapor seperti biasa.

      Balas
      • okto71
        okto71 says:

        Baik trimakasih Pak. Untuk bulan januari 2015 cara membuatkan bukti potong di e SPT karyawan tetap bagaimana Pak ? Di menu Daftar Bukti Potong yg bisa di edit (input data) hanya unyuk formulir 1721-II dan 1721-III. A1 dan A2 tidak bisa di pilih…
        Mohon pencerahannya, trimakasih

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Selamat sore pak Okto
          Bukti potong karyawan tetap hanya dibuat setelah tutup buku dan setahun sekali. Bupot yg dibuat tiap bulan adalah bagi karyawan tidak tetap atau penerima penghasilan PPh 21 final saja.

          Balas
          • okto71
            okto71 says:

            Siappp, trimakasih atas penjelasannya Pak Dwi.

            Ada yang saya tanyakan lagi, Dibulan desember kami masih nihil untuk pembayaran PPH 21, Namun di bulan itu kami ada kesalahan perhitungan, dibulan itu kami ada pembayaran Rp 1.349.071. Saat Pelaporan ke Kantor Pajak di SPT Induk (e SPT) Point 13 (KELEBIHAN PENYETORAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 DARI) Saya menginput nominal Rp 1.349.071 dan mencentang Masa Pajak Bulan 12 tahun 2014. Dan di e SPT di Daftar SSP/PBK (1721 IV) Saya lupa untuk mengisi No NTPN atas pembyaran tersebut di atas.

            Yang ingin Saya tanyakan, apakah Pelaporan kami tersebut benar atau salah?
            Apakah perlu di lakukan pembetulan dan Bagaimana Pelaporan kami untuk Masa Januari 2015 (atas kompensasi Rp 1.349.071) ??

            Trimakasih sebelumnya Pak

            Balas
  10. Henry
    Henry says:

    Mau tanya nih Pak. mengenai Bukti Pemotongan PPh 21 Tidak Final. NPWP Pemotong yang di bagian bawah itu sebenarnya NPWP nya PT (badan usaha) atau NPWP Direktur / Kuasa yah ?

    Misalnya Anto seorang konsultan manajemen memberikan Jasa Konsultan kepada PT. ABC. Waktu melakukan pembayaran, PT ABC telah memotong PPh 21 sebesar 2,5%.
    Untuk Bukti Potong nya bagaimana yah ? Nama & NPWP yang di bagian bawah Bukti Potong PPh 21 tidak final apakah Nama & NPWP PT.ABC atau Nama & NPWP Direktur-nya PT ABC ?

    Kalau misalnya pakai Nama & Direktur PT.ABC, maka waktu lapor PPh 21 Tahunan Pribadi si ANTO, 1770, Anto akan melaporkan Bukti Potong dari PT.ABC dan mencantumkan NPWP Pemotong = NPWP Direktur ??

    Terima kasih sebelumnya ….

    Best Regards,
    Henry

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Hen
      Sesuai lampiran Per-14/PJ/2013 Penandatanganan bukti pemotongan dilakukan oleh Pemotong/Pimpinan/ Pihak yang ditunjuk atau kuasa. Jika oleh kuasa tentunya harus dibuatkan surat kuasa sebagai sarana tertib administrasi

      Balas
  11. Timotius
    Timotius says:

    Permisi saya mau tanya,

    Saya masih bingung mengenai pelaporan pph 21 untuk bulan desember, apakah benar seperti langkah-langkah yang saya lakukan sebagai berikut:

    Membuat perhitungan PPh 21 setahun secara manual.
    Membuat 1721-A1 untuk setahun pada e-spt sesuai dengan perhitungan PPh 21 setahun.
    Membuat SPT untuk masa pajak Desember dengan penghasilan bruto untuk bulan Desember saja.

    Apakah langkah-langkah yang saya lakukan sudah benar, jika sudah mengapa pajak terutang pada 1721 induk bulan desember dengan pajak terutang untuk masa setahun di bagi 12 angka atau nilai nya berbeda?

    Mohon bantuannya secepatnya. Untuk sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf sudah merepotkannya dan saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Timotius
      Jika penghasilan setahun kemudian PPh 21-nya dibagi 12 bulan pasti berbeda dengan hitungan PPh 21 yg setahun dikurangkan dengan PPh 21 jan-nov. Karena besaran PPh 21 jan-nov bisa berubah-rubah sesuai kondisi penghasilan yg diterima. Sehingga yg benar adalah PPh 12 setahun dikurangkan dengan PPh 21 jan-nov karena itu nilai riilnya.

      Balas
      • tiara
        tiara says:

        Selamat Pagi, Jadi intinya saat di SPT Induk Nilai Bruto itu hanya gaji bulan desember dan untuk PPh Terutangnya adalah jumlah selisih Jan – Nov .
        Bgini bukan ya pak..

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Selamat sore Bu
          Iya nilai bruto pada SPT PPh 21 desember adalah biaya gaji desember dan PPh 21 terutangnya adalah selisih dari PPh 21 setahun dikurangi PPh 21 jan s.d. nov

          Balas
  12. NIng
    NIng says:

    Dear Pa Dwi,

    Mohon maaf ingin tanya, kalau kita sudah buat perhitungan Jan-Des’2014 dan ternyata setelah di akumulasi hitungan kita sebenarnya pajak Pph 21 nya LB (misal 6 juta), apakah LB tersebut bisa di kompensasi ke tahun berikutnya?

    mengigat di induk nya, dari yang pa dwi jelaskan saya menyimaknya itu gaji dan PPh bulan desember.

    Mohon di jawab , makasih banyak, salam sukses

    Balas
      • nie
        nie says:

        untuk yang 1721-I bulan desember dan 172-I 1 tahun pajak ada contoh nya gak pak yang menunjukkan adanya kelebihan pembayaran pada karyawan tersebut.

        misalnya pph 21 yang sudah dibayar 719.947 setelah dihitung dengan PTKP baru menjadi 520.060 sehingga lebih bayar (199.887) bagaimana saya membuat SPT Induk dan Bukti potongnya? pernah saya baca kalo untuk bukti potong buat saja yang 520.060 na sehingga nihil. (tidak ada lebih bayar). trus di induknya yang (199.887) saya kompensasikan ke januari 2017 bisa pak/

        Balas
          • Anastasia
            Anastasia says:

            Sore Pak Dwi,
            mau tanya, bagaimana cara pelaporan PPh 21 jika ada kelebihan bayar dari tahun sebelumnya. Sehingga pph 21 bulan februari 2017 ini kami pungut dari karyawan, tetapi tidak kami setor ke pajak/kas negara.
            Mohon bantuannya…

            Balas
  13. Timotius
    Timotius says:

    Pak, saya mau tanya. Untuk pelaporan pph 21 saya masih agak bingung cara menggunakan e-spt.
    Untuk pelaporan bulan desember 2014 khan untuk 1721-I dibuat dua kali yaitu untuk masa desember itu sendiri dan yang kedua untuk masa tahunan.
    Tapi pada untuk 1721 induk khan hanya bisa dicetak yang masa desember saja jadi untuk yang masa tahunan 1721 nya bagaimana ya?
    Lalu apakah nilai pph terutang tahunan yang dibagi 12 harus sama dengan yang ada di 1721 induk untuk masa desember ?
    Mohon pencerahannya pak

    Terima kasih sebelumnya.

    Balas
  14. Lisa
    Lisa says:

    Pak , saya mau tanya seandainya saya tidak keburu melapor hari ini .Dendanya per hari apa gimana ya ?
    Terima Kasih info nya , saya sangat terbantu sekali di saat AR sy sedang sibuk sendiri..hahaha

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Lisa
      Denda atas keterlambatan penyampaian SPT Masa PPh 21 sebesar Rp.100.000,- ini dihitung sekali kejadian artinya mau terlambat 1 hari atau 5 bulan dendanya tetap 100rb atas tidak masuknya SPT. Sedangkan jika saat lapor nanti ada PPh 21 yang terlambat disetor juga maka dendanya 2%/bulan, misal ibu baru lapor dan setor tgl 10 bulan depan artinya terlambat 1 bulan jadi kena 100rb+(2%xPPh 21 des).
      Untuk menyiasati sebaiknya ibu Lisa buat saja SPT PPh 21 desember nihil saja dan laporkan sebelum jam 4 sore maka ibu Lisa terhindar dari denda telat lapor yg sebesar Rp.100.000,-

      Balas
  15. rika
    rika says:

    yaaa ampyun min… postingan ini udah ditunggu2 dari kemarin2… mau tanya min, kan pajak masa tiap bulan itu ngitungnya dari gaji bulanan yg disetahunkan. setelah disetahunkan ternyata ada beberapa bln yg kena pajak… eehhh pas dihitung actual dari gaji januari sampai desember ternyata gag kena pajak… gimana dong min??? kan beberapa bln kmarin udah kepotong pajak… gag besar sih cuma berapa ribu pajaknya, tapi kan tetep ajah mengganjal. plisss bantuin min…

    Balas
  16. rika
    rika says:

    yaaa ampyun min… postingan yg ini udah ditunggin dr kamren2…
    min, mau tanya??? urgent. plisss dibales yaaa…
    kan pajak masa yg tiap bulan, ngitung pajaknya disetahunkan. waktu disetahunkan ada bbrp bln yg dipotong pajaknya…
    eeehhh pas ngitung pajaknya actual jan-des ternyata gag ada pajaknya??? gmn dong??? kan udah terlanjur dipotong bulan2 kmaren???

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang sis Rika
      Bisa jadi memang seperti itu yang terjadi biasanya karena karyawan gak bekerja 12 bulan, jika demikian maka khusus yang desember si karyawan nggak ekna potongan pajak karena pengahailan netonya <PTKP, dan ngaruhnya nanti di bukti potong 1721-A1/A2 munculnya LB dan KPP-lah yang kan mengembalika ke karyawan yang bersangkutan.

      Balas
  17. Luthfi
    Luthfi says:

    Pak Dwi,

    Kalau pelaporannya masih manual (non e-spt) form2 apa saja yang digunakan.
    Jika Perusahaan baru memperkerjakan karyawan di OKT 2014, bagaimana pelaporannya.
    untuk masa yg OKT – NOV sudah dilaporkan.
    Lalu Nomor Bukti Pemotongan tersebut didapat dari mana ya?
    (maaf saya masih sangat awam)
    Terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Luthfi

      • Jika ada pemotongan PPh 21 maka cetak induk, 1721-I, 1721-II, 1721-III, 1721-IV, sesuaikan ya pak jika nggak ada pemotongan pada pegawai tidak tetap maka nggak usah dicetak yg 1721-II
      • Pada masa Okt & Nov tetap dihitung PPh 21-nya dengan menyetahunkan penghasilan di masing-masing bulan, sedangkan pada masa des dihitung dengan nilai penghasilan sebenarnya pada tahun itu (3 bulan), kemungkinan lebih setor nantinya.
      • Bukti potong 1721-A1/A2 ya maksudnya? Diisi dengan nomor bukti pemotongan PPh Pasal 21 atau Pasal 26 dengan format penulisan:
        1 . 3 – mm . yy – xxxxxxx. mm : diisi masa pajak; yy : diisi dua digit terakhir dari tahun pajak; xxxxxxx : diisi nomor urut.
      Balas
      • Luthfi
        Luthfi says:

        Pak Dwi,

        Kalau lebih setor bagaimana ya ?
        Agar kelebihannya dikembalikan ke perusahaan.

        Terima Kasih

        Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *