,

Pedoman Teknis Perhitungan PPh 21 Untuk PTKP 2015

Setelah ditunggu 1 bulan lamanya sejak PTKP 2015 diumumkan akhirnya, petunjuk teknis perhitungan (atau penghitungan kali ya yang sesuai EYD) atas PPh 21 dan PTKP 2015 keluar. Per-32/PJ/2015 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, jasa dan Kegiatan Orang Pribadi. Perdirjen ditandatngani hari jumat kemarin tanggal 7-8-2015. Sebelum itu keluar, sudah terbit juga siaran pers dari Direktur P2Humas tanggal 27-7-2015 yang isinya memberikan gambaran pembetulan SPT Masa PPh 21 Januari-Juni 2015. Keduanya saling berkaitan dan bisa diunduh di akhir artikel. Lets cekidot.

Bagaiamana Perlakuan Untuk SPT Masa PPh 21 Jan-Jun 2015?

Pada Siaran Pers disampaikan bahwa atas perubahan PTKP dari yang semula 24,3jt menjadi 36jt mengakibatkan beberapa konsekuensi untuk sisi Wajib Pajak yaitu:

  1. Penghitungan PPh Pasal 21 terutang untuk Masa Pajak Juli s.d. Desember 2015 dihitung dengan menggunakan PTKP baru;
  2. PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Januari s.d. Juni 2015 yang telah dihitung, disetor dan dilaporkan dengan menggunakan PTKP lama dilakukan pembetulan dengan menggunakan PTKP baru.
  3. Dalam hal terdapat kelebihan setor akibat pembetulan penghitungan pemotongan PPh
    Pasal 21 Masa Pajak Januari s.d. Juni 2015, dan agar manfaat kenaikan PTKP tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas maka pemberi kerja mengkompensasikan kelebihan setor tersebut terhadap PPh Pasal 21 Masa Pajak Juli s.d. Desember 2015.

Pada uraian diatas bisa disimpulkan bahwa atas SPT Masa PPh Pasal 21 Masa Pajak Januari-Juni 2015 harus dihitung ulang dengan menggunakan PTKP baru. Nah ketika pada masa pajak tersebut menghasilkan lebih bayar (LB) maka atas LB tersebut bisa dikompensasikan ke masa pajak juli s.d desember 2015. Inget PPh 21 hanya bisa dikompensasi, berbeda dengan PPN yang bisa direstitusi juga. Isi siaran pers ini ditegaskan lagi pada Perdirjen nomor 32/PJ/2015 pada bab X Ketentuan Peralihan Pasal 27 yang isinya.

Dengan berlakunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.011/2015 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak, maka penghitungan PPh Pasal 21 untuk Tahun Pajak 2015 berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. penghitungan dan penyetoran PPh Pasal 21 serta pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Juli sampai dengan Desember 2015 dihitung dengan menggunakan Penghasilan Tidak Kena Pajak berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan
    Nomor 122/PMK.010/2015;
  2. PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Januari sampai dengan Juni 2015 yang telah dihitung, disetor, dan dilaporkan dengan menggunakan Penghasilan Tidak Kena Pajak berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012 dilakukan pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21, dan dalam hal terdapat kelebihan setor, maka dapat dikompensasikan mulai Masa Pajak Juli 2015 sampai dengan Desember 2015; dan
  3. penghitungan PPh Pasal 21 terutang pada pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21 Masa Pajak Januari sampai dengan Juni 2015 sebagaimana dimaksud pada angka 2 dilakukan berdasarkan Peraturan ini.

Pada huruf b saya bisa juga mengartikan bahwa dari LB yang muncul akibat pembetulan PPh 21 di jan-jun bisa saja saya kompensasikan pada masa pajak desember semua, karena tidak diatur harus dari masa apa ke masa apa, yang penting LB dari semester 1 kompensai ke masa pajak di semester 2.

Semoga bermanfaat, selamat berdiskusi dan akan segera menyusul artikel terkait PPh 21nya juga ini.

Siaran Pers PTKP 2015

Perdirjen 32/PJ/2015 cara hitung PPh 21

30 replies
  1. Derma
    Derma says:

    Pagi Pak Dwi
    Saya mau tanya kalau SPT pph 21 pada akhir tahun lebih bayar apakah diperiksa atau bisa langsung dikompensasikan ke tahun berikutnya?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Bu Derma
      Untuk SPT PPh 21 desember 2015 jika terdapat kelebihan bisa dikompensikan ke masa pajak berikutnya (jan 2016) tidak ada restitusi untuk SPT Masa PPh 21

      Balas
  2. Nanda
    Nanda says:

    saya hitung pake ptkp baru malah jatohnya nihil semua terus kalo mau lebih bayar ga bakalan ada habisnya nih soalnya ga bakalan nerkutrang krn nihil,, heran aku sma PMK ini .. kenapa sih ga di awal tahun aja,, mustinya ikut brevet pajak A-B dlu nih yg buat aturan

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak/bu Nanda
      Jika memang dari penghitungan ulang dengan PTKP baru menghasilkan nihil dan memang demikian adanya maka lebih bayar tersebut menjadi hak bagi Wajib Pajak untuk mengkompensasikannya. Dari sisi administrasi relatif merepotkan WP tetapi dengan hak LB yang ada tentunya bisa jadi saldo tabungan untuk pajak berikutnya.

      Balas
  3. Mariyana
    Mariyana says:

    pak dwi , masa jan – jun setelah ada ptkp baru pastinya menjadi lebih bayar .
    saya telah mereview contoh perhitunga pembetulan di postingan bapak berikutnya ,namun dalam contoh tersebut hanya pembetulan januari yang dikompensasikan ke juli ?
    bagaimana dengan feb – jun ?
    jika saya tidak melakukan pembetulan jan – jun , namun hanya mengkompensasikan kelebihan nya saja dibulan juli/ agustus apakah bsa ?

    Balas
  4. Tuti
    Tuti says:

    Pagi pa…
    Mau tanya kalo pph 21 yang saya buat dari januari sd juni menjadi nihil dengan menggunakan tarif ptkp baru. Setelah dihitung sampai akhir tahunpun bakal nihil. Apakah ssp yang sudah terlanjur saya bayar dari jan-juni bisa dipindahbukukan ke objek pajak lain, misalnya PPN ? Atau harus tetap ke PPH 21?
    Terima kasih sebelumnya pa.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Tuti
      untuk PPh 21 setelah dilakukan pembetulan dapat dikompensasikan ke masa pajak PPh 21 yang lain sesuai pada Perdirjen 32/PJ/2015 pada pasal 27. Kata dapat disini bisa diartikan boleh tidak dikompensasikan, jika memang menghendaki Pbk maka bisa dipindahkan ke masa pajak lain.

      Balas
  5. Osten Sianipar
    Osten Sianipar says:

    Tanya Pak saya sudah melakukan perhitungan sampai dengan juli dan teryata masih lebih bayar pada bulan agustus
    Tanya pada lebih bayar bulan juli cvs tidak bisa disimpan bagaimana melaporkannya kalau tidak ada cvs
    terima kasih

    Balas
  6. Osten Sianipar
    Osten Sianipar says:

    sudah lakukan pembetulan sampai dengan juni tapi pada bulan juli masih lebih bayar dan setelah saya simpan dalam bentuk CSV bulan juli dan tidak menyimpan dalam bentuk CSV
    mohon bantuannya

    Balas
  7. Adjie
    Adjie says:

    Numpang tanya om,
    1. Ketika kompensasi sampai dengan Desember 15 ternyata masih ada kelebihan, apakah bisa dikompensasikan juga ke januari 2016 dst ? trims

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Adjie
      Iya jika sampai dengan masa pajak desember masih ada kelebihan/LB PPh 21 maka bisa dikompensasikan ke masa pajak Januari 2016, karena memang tidak bisa direstitusi.

      Balas
      • Adjie
        Adjie says:

        Trims pak Dwi….karena di ktr saya kalau dikompensasi bisa untuk 2 tahun ke depan..dgn ptkp lama sekitar 2 jt/bln…ketika dihitung ptkp baru hanya 500 rb an/bln..kalau bisa dikompensasi s/d habis lebih bayarnya syukurlah ..mudah2an ktr pajak tak mempersulit… 🙂 Trims atas infonya

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Sama-sama pak Adjie, yang terpenting adalah kertas kerja penghitungannya sudah terdokumentasi dengan baik tentunya tidak akan jadi masalah dan mudah jadinya.

          Balas
  8. nanang
    nanang says:

    Maaf tanya kalau PPN sekarang ada peraturan barukah atau tidak soalnya saya dengar dengar untuk tarif PPN dikenakan untuk 2 juta keatas atau masih tetap 1 juta keatas, terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang pak Jaka, tidak ada tools khusus, karena komposisi pegawai di masing masing usaha berbeda, jika sebelumnya sudah punya kertas kerja dengan PTKP lama, maka cukup digandakan dan diganti dengan PTKP baru. Di beberapa artikel saya pernah lampirkan contoh kertas kerja tetapi masih belum say revisi ke PTKP baru.

      Balas
  9. yeni
    yeni says:

    Siang pak
    terima kasih atas infonya tentang pembetulan PPH 21 untuk PTKP 2015
    Pak mau tanya, bisa gak pak klo untuk PPh pasal 21 masa januari s/d juni 2015 yang telah dihitung,disetor dan dilaporkan di kompensasikan ke bulan juli 2015 semuanya jadi tidak perlu di kompensasikan ke bulan desember??
    mohon bantuannya pak

    Balas
  10. Hida
    Hida says:

    Pak bagaimana dengan perhitungan yang npwp istrinya ikut suami. Apakah di suami langsung kena K/I/xx atau masih K/xx?

    Balas
  11. iankesuma
    iankesuma says:

    pak bagaimana dengan yang pembayarannya sudah melewati pajak terutangnya jika dengan ptkp baru?

    misal wp K/2 dengan gaji 4 juta, pada ptkp lama memiliki pph terutang 761.250 sehingga sebulannya dia setor 63.438 sebulannya., sedangkan dengan ptkp baru pph terutangnya hanya 30.000 setahun. tentu sudah sangat lebih bayar untuk tahun ini. dan tidak perlu bayar lagi sampai akhir tahun.

    jadi juga percuma untuk di kompensasi lagi, karena pasti lebih bayar sampai akhir tahun.

    bagaimana menyikapi hal ini pak?

    Balas
    • Adjie
      Adjie says:

      kalau setelah kompensasi s/d desember masih lebih apakah bisa kompensasi ke tahun depan pak? trims

      Balas
      • Faisal
        Faisal says:

        pada dasarnya kelebihan pembayaran pajak bisa dikompensasikan terus menerus sampai habis termasuk apakah itu untuk tahun pajak berikutnya

        Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *