Patch e-SPT PPh Pasal 21 V 2.4 (Update PTKP 2016)

e-SPT PPh Pasal 21 2.4

Selamat siang pengunjung setia blog amsyong. Setelah lama saya cuekin dengan berbagai alasan, akhirnya saya nyoba untuk berbagi lagi konten seputar pajak di blog yang sudah usang ini. Banyak peristiwa penting yang terlewat untuk dibahas jadinya saya minta maaf lahir dan batin semoga bisa saling kritik buat perbaikan. Udahan basa-basinya, kali ini saya akan postingkan tentang patch e-SPT PPh Pasal 21 versi 2.4. Program untuk pembaruan aplikasi e-SPT ini memang agak telat datangnya, terutama untuk mengatasi perubahan PTKP terbaru yang berlaku sejak Januari 2016.Sebagai pengingat PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak yang berlaku saat ini adalah sesuai 101/PMK.010/2016 tentang PENYESUAIAN BESARNYA PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK dengan besaran per tahunnya Rp54.000.000,00 (lima puluh empat juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi dan jika dirinci adalah:

Status WP PTKP per tahun
TK/0  54.000.000
TK/1 58.500.000
TK/2 63.000.000
TK/3 67.500.000
K/0 58.500.000
K/1 63.000.000
K/2 67.500.000
K/3 72.000.000
K/I/0 112.500.000
K/I/1 117.000.000
K/I/2 121.500.000
K/I/3 126.000.000

Saat PMK tentang perubahan PTKP berlaku, maka referensi PTKP di aplikasi juga harus dirubah agar sesuai dengan PTKP terbaru. Keluhan yang muncul dari WP adalah, merubah bagian referensi pada aplikasi ternyata tidak bisa dilakukan langsung melalui e-SPT seperti pada ulasan saya sebelumnya. Pada patch 2.4 perubahan/changelog yang ada adalah:

  1. Perubahan PTKP (2016) terkait perubahan peraturan
  2. Perbaikan perhitungan pada bukti potong
  3. Penambahan warning pada pembuatan/penyimpanan SPT
  4. Perubahan versi menjadi V2.4.0.0

about-e-spt-pph-21-2-4

Cara Patch e-SPT PPh Pasal 21 ke 2.4

  1. Unduh file patch 2.4-nya, linknya di akhir postingan. File ada 2 jenis ada yang hanya patchnya saja ada juga yang single installer. Jika Anda sudah mempunyai aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 versi 2.2/2.3 terpasang di PC/laptop maka cukup lakukan update dengan patchnya saja. Tetapi jika Anda belum memasang aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 maka pasang saja yg versi single installer 2.4 tanpa perlu di patch lagi karena installernya sudah versi 2.4.
  2. Untuk panduan pemasangan yang single installer bisa baca artikel ini karena sama saja. Untuk yg ingin apply patchnya saja adalah dengan mengekstrak dulu file Patch2.4.0.0.zip kemudian buka folder files dan kopilah file espt2114.exe dan Help e-SPT Masa 21-26 2014.chm dan paste/timpa/overwrite di direktori e-SPT biasanya di C:\Program Files (x86)\DJP\e-SPT Masa 21-26 2014 jika windowsnya 64 bit.
    patch2-4-0-0 singleinstallere-spt2126_v2-4 file-patch-e-spt-pph-21
  3. Selesai, seharusnya saat aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 dibuka versinya sudah menjadi 2.4 dan Anda bisa buka menu referensi PTKP untuk update PTKP-nya. Ada teman yang bertanya kenapa tidak lakukan prosedur klik kanan & run as admin pada file Patch2.exe, sebenernya langkah ini sudah saya coba tetapi gagal melihat direktori e-SPT jadinya pakailah cara timpa langsung dan ternyata bisa.

Semoga bermanfaat 😀

Single Installer e-SPT PPh 21 V 2.4

Patch2.4.0.0.zip

PMK 101 tentang Perubahan PTKP 2016

33 replies
  1. Buyung
    Buyung says:

    Selamat malam Pak Dwi,

    Saya mau tanya perihal solusi utk espt pph 21 yang “close program” secara tiba tiba.

     

    Terima kasih.

    Salam

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Buyung
      Tidak bisa dipastikan penyebabnya pak, jika prograam lain selain espt juga mengalami hal yang sama bisa jadi dari OS WIndows ada file yang corrupt. Untuk tahu pasti bisa dilihat setelah terjadi close program apakah ada notifikasi error disitu

      Balas
  2. sa'ad
    sa'ad says:

    Mantap Gan, pas copas langsung bisa ver 2.4 nya

    jalanin patch malah gagal mulu….

     

    thanks infonya ya

    Balas
  3. Yenny
    Yenny says:

    Selamat Pagi Pak…
    Saya sudah coba install aplikasi singleinstaller nya, tapi di suruh download farmework nya, udah saya download, tapi muncul keterangan :

    Setup has detected that the file ‘C:\Users\DINKOP\AppData\Local\Temp\VSD19E6.tmp\Crystal Reports for .NET Framework 4.0\CRRuntime_32bit_13_0_15.msi’ has changed since it was initially published.

    gimana cara ngatasinnya ya Pak??

    Balas
    • Dirman
      Dirman says:

      masalah saya sama pak….

      komputer saya 64 bit

      sa udah coba install crystal report yg ada di link atas tapi tetap sj tidak bisa terinstal..pak

      gimana ada solusi yg lain????.

      Balas
      • Ade
        Ade says:

        Selamat siang Pak,

        permasalahan saya sama seperti yg diatas. Tapi setelah instal crystal report dari link yg Bapak berikan masih tetap tidak bisa , muncul :

        Setup has detected that the file ‘C:\Users\DINKOP\AppData\Local\Temp\VSD19E6.tmp\Crystal Reports for .NET Framework 4.0\CRRuntime_32bit_13_0_15.msi’ has changed since it was initially published.

        Mohon solusinya.

         

        Terimakasih

        Balas
  4. FIKAL
    FIKAL says:

    Selamat Siang Pak Dwi,, bagaimana cara mengatasi error saat menginput data pph yang dipungut 0, karna yang yang memungut dan menyetorkan pph adalah BUD, terimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Fikal
      Mungkin maksudnya cara input SSP PPh 21 yang dipungut pemerintah ya, isilah angka yang Ditanggung Pemerintah (DTP) pada menu isian SSP-nya.

      Balas
  5. Henza Kana
    Henza Kana says:

    Slmt pagi pak Handy…salam kenal

    saya sudah instal e-spt masa pph 21 v.2.4 tapi ketika dieksekusi file espt2114.exe nya muncul pesan error

    espt2114.exe – Application Error
    The application was unable to start correctly (0xc000007b). Click OK to close the application.

    Mohon bantuannya…thx

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Henza
      Sy bukan Pak Handy :p
      Error di atas biasanya karena windowsnya yang bermasalah, biasanya karena virus atau net framework yang belum terinstall. Solusinya setelah scan antivirus coba pasang lagi, jika gagal silahkan dicoba di PC windows lain.

      Balas
  6. Aldo
    Aldo says:

    Selamat Pagi Pak Dwi, Saya mau bertanya, bagaimana cara mengatasi error pada v2.4 saat mencetak form satu tahun pajak, has stop working mohon bantuannya pak sebelumnya tidak masalah trimskasih

    Balas
      • angga
        angga says:

        print preview bukti potong dapat tampil dengan baik. namun tiap saya ingin menctak formulir SPT, selalu program has stop working. mohon bantuannya

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Silahkan instal kembali crystal report 32bit dan 64 bit pak. Atau coba dipasang di PC lain, jika di PC lain berhasil mungkin ada file sistem windows yang hilang/corrupt

          Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Pak Adi
      Saya belum tahu caranya pak, sudah saya coba di database tetapi tidak ada kolomnya. Sebaiknya diimpor saja untuk karyawan K/I jika perlu.

      Balas
      • adiskandar
        adiskandar says:

        Saya sudah coba impor CSV. Tetapi hanya karyawan yang status K/I langsung error pada waktu meng impor. Error log nya mengatakan status nya salah dan hanya bisa TK, K atau HB.

        Ada rekan yang mengatakan, status K/I perhitungan nya pada saat lapor pajak pribadi dan di A1, statusnya K. Jika begitu perlakuan nya, ada karyawan K/I yang Lebih Bayar. Ini dikarenakan penghasilan Isteri nya masih dibawah PTKP.

        Balas
  7. Handy Rusandi
    Handy Rusandi says:

    Selamat siang pak Dwi, saya coba update espt menjadi versi 2.4. namun saat sudah proses update dan saya copykan file esptnya, ternyata saat pilih database muncul notifikasi “silahkan pilih database yag sudah di patch”.
    sedangkan pada versi 2.4 tersebut tidak muncul untuk menu patch database seperti patch sebelumnya (versi 2.3)

    Balas
  8. Lili Rusani
    Lili Rusani says:

    saya mau tanya gimana caranya pengisian di A1 di aplikais e-espt ,,dengan keterangan karyawan yang kewajiban pajaknya di mulai setelah permulaan tahun pajak.
    Contoh : A bekerja di suatu perusahan sejak jan 2015 dan A mengalami kenaikan gaji pada bulan maret 16 sehingga A harus membayar pph21 mulai bulan maret 16,termasuk kategori yg mana ?
    1.di pindah kekantor pusat atau cabang lainnya dengan pemberi kerja yang sama
    2.pegawai baru mulai bekerja
    3.pindahan dari kantor pusat/cabang
    trims

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi Bu Lili
      Pertanyaannya bias, jadi ini intepretasi saya.
      Pegawai A bekerja sejak Jan 2015 dan naik gaji sejak Maret 2016. Jika demikian atas masa Januari s.d. Desember 2015 dihitung seperti biasa. Sedangkan saat ada kenaikan gaji, jika kenaikan gaji berlaku surut maka dihitung lagi tamabahan atas rapel dari Jan s.d. Feb. Terus ini kok tiba-tiba ada kata pindah, makanya saya bingung, kapan dan dari mana dan ke mana pindahnya.

      Balas
  9. Handy Rusandi
    Handy Rusandi says:

    saya ingin menanyakan mengenai referensi tarif Pasal 17 dalam espt PPh 21-26 versi 2.4.0.0 dimana tercantum :
    0 – 50.000.001 = 5%
    50.000.000 s.d 250.000.001 = 15%
    250.000.000 s.d 500.000.001 = 25%
    500.000.000 ke atas = 30%

    yang menjadi pertanyaan jika asumsi Ph netto adalah = 1.474.370.000 maka jika dihit secara manual :
    50.000.000 x 5% = 2.500.000
    250.000.000 x 15% = 37.500.000
    500.000.000 x 25% = 125.000.000
    674.000.000 x 30% = 202.311.000
    PPh terutang = 367.311.000

    namun jika dalam aplikasi espt PPh 21-26 versi 2.4.0.0 = PPh terutang sebesar 387.311.000
    dari hasil perhitungan aplikasi espt tersebut masih menggunakan tarif :
    50.000.000 x 5% = 2.500.000
    200.000.000 x 15% = 30.000.000
    250.000.000 x 25% = 62.500.000
    974.370.000 x 30% = 292.311.000
    PPh terutang = 387.311.000

    Mohon informasi atas perbedaan terhadap kedua perhitungan tersebut.

    terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang Pak Handy
      Sesuai lapisan tarif di atas jika dibaca maka:

      • 50 juta kena 5%
      • 200 juta kena 15%
      • 250 juta kena 25%
      • selebihnya kena 30%

      Di perhitungan Pak Handy tidak memisahkan layernya, pada layer 2 yang nilainya 50 juta-250 juta artinya penghasilan kena pajak yang dikenakan 15% adalah 200 jutanya, karena yg 50 juta pertama sudah dikenakan 5%. Dengan demikian perhitungan di e-SPT PPh 21 sudah benar.

      Salam

      Balas
  10. Dudun Hamdullah
    Dudun Hamdullah says:

    makasih banyak gan inponya. setuju dgn agan, klo patch dijalankan, disana cm ada satu pilihan folder sedangkan ketika diklik patch dia minta dua folder yg harus dibrowse.
    jadi aplikasi patchnya blm sempurna kecuali dgn proses copy paste.

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *