Cara Menghitung Anguran PPh Pasal 25 WP Baru

Kali ini saya sajikan olah artikel lama dari Tax Knowledge Base internal DJP (TKB-DJP) yaitu tentang cara menghitung angsuran PPh Pasal 25 baik untuk WP OP ataupun WP Badan. Untuk WP OP baru, jika memang usahanya kena PP 46 maka tidak ada angsuran PPh Pasal 25, tetapi untuk WP badan yang baru berdiri maka perlu menunggu 1 tahun Sejak Masa Operasi (SMO) untuk tahu omsetnya sudah melebihi 4.8M atau belum dan selama menunggu SMO tersebut kewajibannya adalah angsuran PPh Pasal 25.

Pengertian WP Baru

Wajib Pajak Baru adalah Wajib Pajak orang pribadi dan badan yang baru pertama kali memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dalam tahun pajak berjalan.

Cara Hitung Besar Angsuran PPh Pasal 25 Untuk WP OP Baru

Cara di bawah ini khusus untuk WP OP kewajibannya yang non PP 46 (1%) seperti pekerja bebas. Besarnya angsuran PPh Pasal 25 adalah sebesar PPh yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas penghasilan neto sebulan yang disetahunkan setelah dikurangi terlebih dahulu dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak , kemudian dibagi 12 (dua belas). (Pasal 2 ayat (3) PMK-255/PMK.03/2008)

Untuk menentukan besaran penghasilan neto adalah dengan melihat pembukuannya, tetapi jika tidak menggunakan pembukuan atau menggunakan pembukuan tetapi tidak dapat diketahui penghasilan netonya maka menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atas peredaran bruto.

Contoh Penghitungan Untuk WP OP yang menggunakan pembukuan

Tuan  Alfatah seorang pengarang sekaligus motivator (TK/0) terdaftar sebagai Wajib Pajak pada KPP A tanggal 1 Februari 2015.   Menurut pembukuan dalam bulan Februari 2015 sebesar Rp. 30.000.000,00 dan penghasilan neto (laba fiscal) dapat dihitung berdasarkan pembukuan sebesar Rp. 10.000.000,00. Besarnya PPh pasal 25 bulan Februari 2015 sebagai berikut :

Penghasilan Neto 2-2015 = 10.000.000
Penghasilan Neto disetahunkan (12×30.000.000) = 120.000.000
PTKP 2015 (TK/0) = 36.000.000  (-)
Penghasilan Kena Pajak = 84.000.000
PPh terutang (5%x50juta)+(15%x34juta) = 7.600.000
Angsuran PPh ((1/12)x7.600.000) = 633.333

Untuk WP Badan Baru

Besarnya angsuran PPh Pasal 25 adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas penghasilan neto sebulan yang disetahunkan, dibagi 12 (dua belas). (Pasal 2 ayat (1) PMK-255/PMK.03/2008)

Contoh penghitungan untuk WP Badan Baru

PT. Dewi Asri terdaftar sebagai Wajib Pajak Badan Dalam Negeri pada KPP C tanggal 1 Februari 2010. Peredaran atau penerimaan bruto menurut pembukuan dalam bulan Februari 2010 sebesar Rp. 100.000.000,00 dan penghasilan neto (laba fiskal) dapat dihitung berdasarkan pembukuan sebesar Rp. 30.000.000,00. Besarnya PPh pasal 25 bulan Februari 2010 sebagai berikut :

Penghasilan neto/laba fiskal 2-2010 = 30.000.000
Penghasilan neto disetahunkan (12×30.000.000) = 360.000.000
PPh terutang ((50%x25%)x360.000.000) = 45.000.000
Angsuran PPh 2-2010 ((1/12)x45.000.000) = 3.750.000

Untuk WP Baru Berupa WP Badan Yang Mempunyai Kewajiban Membuat Laporan Berkala

Besarnya angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas proyeksi laba-rugi fiskal pada laporan berkala pertama yang disetahunkan, dibagi 12 (dua belas).

DASAR HUKUM

PMK-208/PMK.03/2009 (berlaku sejak 10 Desember 2009) tentang perubahan PMK-255/PMK.03/2008 (berlaku sejak 1 Januari 2009) tentang penghitungan besarnya angsuran PPh dalam tahun berjalan yang harus dibayar sendiri oleh WP baru, bank, SGU dengan hak opsi, BUMN, BUMD, Wajib Pajak Masuk Bursa, dan WP lainnya yang berdasarkan ketentuan diharuskan membuat laporan keuangan berkala termasuk WP OPPT

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *