NPWP Bagi Yang Lagi Nganggur

Semalam di grup Whatsapp kawan sedaerah ada yang kirim skrinsut tangkapan layar sebuah blog pajak. Mirip dengan blog ini, juga dikelola seorang fiskus alias PNS di KPP juga. Setelah blogwalking ada topik sederhana yang menarik saya untuk mengulas ulang yaitu cara mendaftar NPWP untuk pengangguran. Saya tidak membahas bagaimana cara dapat kerja tapi bagaimana cara mendapatkan NPWP bagi perorangan yang yang belum mempunyai pekerjaan dan akan digunakan untuk mencari pekerjaan.

NPWP untuk Siapa?

UU KUP mewajibkan NPWP bagi orang yang sudah memenuhi syarat subyektif dan syarat obyektif. Arti kata dan disitu adalah syarat akumulatif artinya jika memenuhi kedua syarat maka wajib punya NPWP. Syarat subyektif artinya WNI atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Sedangkan syarat obyektif artinya sudah mempunyai penghasilan (baik < atau > PTKP) atau ditunjuk sebagai pemungut/pemotong pajak.

Dalam hal perorangan belum mempunyai pekerjaan (misal mahasiswa atau calon pelamar kerja) maka tetap dibolehkan mempunyai NPWP tetapi bergantung kembali pada kebijakan di KPP setempat. Misal di kantor saya, pengajuan NPWP pribadi untuk pelamar kerja dibolehkan tetapi di KPP lain ternyata harus disertai surat keterangan dari lurah atau calon perusahaan yg menjelaskan tujuan mendaftar NPWP atau status pekerjaan.

Jika pembaca disini mengalami hal yang sama, mau daftar NPWP pribadi untuk lamar kerja tetapi ditolak petugas loket TPT, silahkan bertanya ke helpdesk untuk solusi di KPP tersebut. Penolakan ini bisa dipahami, karena NPWP adalah identitas awal bahwa seseorang bisa dikatakan mempunyai penghasilan, yang nantinya akan menjadi database bagi KPP bahwa sebanyak NPWP itulah potensi ekonomi KPP (udah gak usah bicara statistik lagi).

Bagaimana Lapor SPT Tahunannya

Ini adalah kondisi tidak ideal yang bisa dialami. Misal sudah punya NPWP tetapi ternyata gagal diterima bekerja hingga tibalah waktunya lapor SPT tahunan, selanjutnya bagaimana kewajiban pajaknya. Lapor SPT tahunan PPh OP wajib bagi yang sudah ber-NPWP, hanya saja apa yang harus dilaporkan jika gak ada penghasilan. Ilustrasi ini semoga memberikan penjelasan.

Contoh kasus:

Mas Uyab terdaftar NPWP dengan status pekerjaan sebagai Freelancer/pekerja lepas, faktanya dia belum mempunyai pekerjaan, semua penghasilan berasal dari orang tua karena hidupnya masih numpang ortu. Bagaimana lapor SPT-nya?

Jawab:

Freelancer lebih pas menggunakan SPT formulir 1770, karena penghasilan mandiri tidak ada dan semua kebutuhan disokong orang tua, maka isikan sumbangan/bantuan biaya hidup dari ortu selama setahun pada lampiran 1770-III Bagian B. PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK pada baris Bantuan/Sumbangan/Hibah.

Demikian artikel ringkas ini, semoga bermanfaat.

Reblog dari artikel ini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *