,

Tata Cara Penyampaian SPT Tahunan 2016

Mumpung masih di awal tahun 2017 ini, akan saya bagikan ulang tentang tata cara penyampaian atau pelaporan SPT Tahunan baik untuk Orang Pribadi (OP) ataupun Badan (CV, PT, Yayasan, BUT dsb). Kewajiban penyampaian SPT tahunan ini berlaku untuk WP yang sudah punya NPWP, jika baru di tahun 2017 ini punya NPWP-nya maka tidak perlu lapor SPT tahunan.

Bentuk Formulir SPT Tahunan

Saya ulas secara singkat saja.

  1. SPT 1771: digunakan untuk WP berbadan hukum (CV, PT, Yayasan, Bentuk Usaha Tetap (BUT), persekutuan, asosiasi, parpol, koperasi dsb)
  2. SPT 1770: digunakan untuk usahawan, mempunyai penghasilan dari dalam/luar negeri atau penghasilan lebih dari satu pemberi kerja
  3. SPT 1770 S: digunakan karyawan/pegawai murni, atau penghasilan lebih dari 1 pemberi kerja
  4. SPT 1770 SS: digunakan untuk karyawan/pegawai dengan penghasilan kotor setahun ≤ 60 juta

Catatan: S singkatan dari “Sederhana”, SS singkatan dari “Sangat Sederhana”. Untuk Formulir 1770 dan 1770 S walaupun mempunyai isian yang mirip tetapi untuk fleksibilitas usahawan lebih cocok pakai 1770 sedangkan yang penghasilan pokoknya dari pekerjaan/karayawan lebih pas menggunakan 1770 S.

Persiapan Sebelum Buat SPT

Validasi NPWP

KPP yang menerima SPT Tahunan akan mengecek NPWP Wajib Pajak valid atau tidak.

Hasil Pengecekan Validitas NPWP menyatakan NPWP tidak valid dalam hal:

  1. Belum dilakukan aktivasi pada aplikasi pendaftaran Wajib Pajak;
  2. Telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif;
  3. Telah diterbitan Surat Penghapusan NPWP; atau
  4. Penyebab lainnya yang menyebabkan NPWP tidak sesuai dengan data pada sistem informasi milik DJP

Jika hasilnya seperti huruf a dan huruf b (belum aktif atau Wajib Pajak Non Efektif), KPP penerima SPT Tahunan melakukan Proses Validasi NPWP, namun jika hasilnya seperti huruf c dan huruf d, KPP Penerima SPT Tahunan tidak dapat melakukan Proses Validasi NPWP dan SPT Tahunan dikembalikan kepada Wajib Pajak. Solusi untuk C adalah daftar baru NPWP, kecuali dari KPP dapat membatalkan penghapusan.

Nah, mumpung masih lama, ada baiknya Wajib Pajak melakukan pengecekkan ke KPP terdekat apakah NPWP-nya valid atau tidak, sebelum menyampaikan SPT tahunan. Untuk yang menggunakan e-filing, otomatis NPWP-nya divalidasi oleh sistem informasi milik DJP.

Kemana SPT Tahunan Bisa Disampaikan?

Yang pasti ke kantor pajaklah, tetapi kan ada banyak macamnya, ada kantor pajak tempat dulu bapak ibu daftar NPWP, ada KPP yang deket tempat kerja/kuliah, ada KP2KP, ada mobil pajak, kantor pusat DJP dll. Disini akan dipilah sesuai dengan jenis SPT (1771, 1770, 1770 S/SS), status (Normal atau pembetulan) dan kriteria (Nihil, KB, LB).

Catatan: Status normal artinya SPT baru pertama kali untuk tahun pajak tersebut disampaikan, pembetulan artinya SPT tersebut adalah pembetulan dari SPT sebelumnya. Nihil artinya setelah dihitung, pajak tahunannya adalah 0 rupiah, KB untuk kriteria ada bayar sehingga harus dibayar dulu sebelum lapor, LB artinya lebih bayar jadi pajak yang dipotong/dibayar lebih dari pajak yang terutang.

Cara Penyampaian

Berikut cara penyampaian SPT Tahunan:

1. Secara Langsung

Langsung artinya ya berkas/file SPT diantar langsung ke lokasi.

Tempat penerimaannya:

  • KPP WP terdaftar dan KPP lainnya termasuk KP2KP atau
  • pojok pajak, mobil pajak, atau tempat khusus penerimaan SPT Tahunan.

Jenis SPT yang diterima:

  • 1770 S & 1770 SS ( nihil atau KB dan belum jatuh tempo)

tetapi ada juga jenis SPT yang harus-mau nggak mau-kudu-wajib disampaikan ke KPP WP terdaftar, nggak bisa di KPP lainnya yaitu untuk SPT:

  1. SPT TahunanPPh Badan (1771)
  2. SPT 1770;
  3. SPT Tahunan Pembetulan, untuk semua formulir;
  4. SPT 1770 S dan SPT 1770 SS yang kondisinya:
    • statusnya LB;
    • disampaikan setelah batas waktu penyampaian SPT (atau SPT telat); dan
    • disampaikan dalam bentuk e-SPT Tahunan (CSV).

2. Dikirim POS

dialamatkan ke KPP WP terdaftar dengan bukti pengiriman surat/resi pos dilampirkan ke KPP tempat WP terdaftar;

3. Dikirim melalui jasa ekspedisi/kurir

dengan ketentuan:

  • Dikirim ke alamat KPP WP terdaftar
  • Bukti pengiriman surat/resi pos dilampirkan
  • SPT dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan ditempeli lembar informasi amplop SPT Tahunan (template tempelan ada di bawah).
  • Tanda bukti dan tanggal pengiriman surat dianggap sebagai tanda bukti dan tanggal penerimaan SPT, artinya kalo kirimnya telat ya jadinya SPT telat, tapi kalo kirimnya on time tapi tiba di KPP nya telat akan dianggap tepat waktu/tidak telat.

4. Saluran Tertentu

yang ditetapkan DJP, meliputi:

  • laman DJP yaitu di https://djponline.pajak.go.id (gratis);
  • laman penyalur SPT elektronik atau ASP (yang ini ada yang berbayar) yang ditunjuk resmi oleh DJP antara lain:
    • www.spt.co.id
    • www.pajakku.com
    • https://eform.bri.co.id/efiling
    • www.online-pajak.com;
  • saluran suara digital yang ditetapkan oleh DJP untuk WP tertentu;
  • jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan WP dan
  • saluran lain yang ditetapkan oleh DJP.

Catatan:

  • Atas SPT 1770 S/SS LB tidak dapat disampaikan melalui saluran tertentu (e-Filing), namun harus disampaikan secara langsung ke TPT KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikirim melalui pos/perusahaan jasa ekspedisi/jasa kurir ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.
  • Jika pada tahun sebelumnya WP telah menyampaikan SPT 1770 S/SS melalui e-Filing, dan tahun ini WP akan menyampaikan SPT Tahunan 1770 S/SS LB maka dapat disampaikan dalam bentuk e-SPT Tahunan 1770 SS atau 1770 S dan disampaikan secara langsung ke TPT KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.

Secara bagan tulisan di atas dapat diringkas seperti di bawah ini

Ada kalanya SPT udah disusun tapi belum selesai juga, silahkan ajukan perpanjangan waktu penyampaian SPT tahunan, selengkapnya pernah dibahas disini

Dasar Hukum:

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-01/PJ/2016 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan, unduh disini

Lembar Informasi Amplop SPT Tahunan, unduh disini

Referensi:

  1. Pajak.go.id
  2. Catatan Ekstens

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *