Cara Buat CSV SPT Tahunan PPh Badan Nihil

Selamat siang pembaca sekalian. Masih lanjutan dari tutorial sebelumnya yang membahas cara pasang dan menambahkan database eSPT PPh Badan, kali ini lanjut ke cara teknis pengisian SPT PPh Badan tetapi untuk yang nihil aja. Arti PPh badan nihil, bisa berarti perusahaan memang tidak ada kegiatan sama sekali sepanjang tahun lalu atau ada kegiatan tetapi pajaknya final semua dan bisa jadi ada kegiatan tetapi setelah dihitung-hitung ternyata pajak kurang bayarnya jadi Rp0,00.
Contoh kasus ini lebih untuk perusahaan yang tidak ada penghasilan sepanjang tahun sehingga tidak ada pendapatan ataupun beban yang tertanggung. Biasanya terjadi pada perusahaan-perusahaan skala kecil mengah yang ngandalin usahanya dari tender proyek pemda dan mungkin lagi apes jadi gak dapat kerjaan dan idle alias nganggur.

Persiapan dan Bahan

Jika kondisi perusahaan nganggur, maka setidaknya siapkan:

  • Laporan keuangan setidaknya neraca dan/atau laporan penyusutan harta
  • eSPT Tahunan PPh Badan dan databasenya
  • eFin atau login eFiling

Isi Profil Wajib Pajak

Jika semua bahan sudah siap, ikuti langkah berikut:

  1. Buka aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan dan buka database WP
  2. Jika DB masih baru maka Anda akan diminta isikan NPWP terlebih dahulu
  3. Setelah isi NPWP maka muncul isian menu Profil Wajib Pajak, isi selengkapnya baik pada halaman 1 dan 2
  4. Jika sudah klik Simpan

Buat SPT

Setelah menyimpan profil WP, maka akan muncul kotak dialog login e-SPT, silahkan isi untuk

  • Username: administrator
  • Password: 123

Kemudian untuk buat SPT, klik

  1. Program
  2. Buat SPT Baru
  3. Pilih tahun pajak dan status, disini status normal atau pembetulan ke-0
  4. Buat

Buka SPT

Setelah buat SPT, berikutnya buka SPT-nya. Caranya:

  1. Klik Program >> Buka SPT Yang Ada
  2. Pilih tahun pajak
  3. Pilih Buka SPT Untuk Diedit Kembali/Revisi
  4. OK

Isikan Laporan Keuangan

Langkah berikutnya, seperti mengisi berkas SPT fisik pada umumnya, pengisian SPT dimulai dari bagian lampiran-lampiran terlebih dahulu dan bagian induk SPT yang terakhir. Lampiran pertama yang diisi adalah Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan. Pada transkrip ini berisi ringkasan akun-akun untuk laporan neraca dan laporan laba rugi. Nama-nama akunnya sudah ditetapkan jadi jika ada nama akun yang berbeda dengan laporan keuangan, maka disesuaikan/dikelompokkan sesuai kategorinya, sehingga hasil akhirnya sama dan balance.

Contoh pengisian neraca:

  1. Klik SPT PPh
  2. Pilih Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan
  3. Klik tab Neraca-Aktiva dan Neraca-Kewajiban
  4. Isilah akun-akun yang sesuai
  5. Jika sudah terisi semua dan balance, klik SImpan

Isian Lampiran V & VI

Lampiran berikutnya setelah transkrip laporan keuangan adalah mengisi lampiran V & VI. Walaupun belum tentu pada lampiran VI terutama ada isiannya, tetapi minimal harus dibuka dan tidak harus diisi kemudian klik simpan, karena kalo gak gitu nanti CSV-nya nggak bisa dibuat. Menu lampiran i-VI bisa diakses melalui SPT PPh >> Lampiran >> pilih lampiran yang mau diisi

Contoh pengisian Lampiran V (isi daftar pemegan saham dulu, kemudian daftar pengurus)

  1. Klik Baru
  2. Isikan data pemegang saham
  3. Klik Simpan, begitu seterusnya
  4. Untuk menambah daftar pengurus, klik Baru
  5. Kemudian isikan data pengurus sesuai akte perusahaan yg terkini, setelah klik simpan maka data isian muncul di list
  6. Jika sudah semua isiannya klik Tutup

Pada lampiran VI karena tidak ada data penyertaan modal pada afiliasi maka cukup saya buka dan tutup saja formulirnya. Akses melalui SPT PPh >> Lampiran >> Lampiran VI (Daftar penyertaan modal …) >> setelah form terbuka klik Tutup

Lampiran Khusus dan SSP

Pada menu SPT PPH terdapat juga menu lampiran khusus dan SSP, lampiran ini bisa diisi dan juga tidak perlu diisi. Diisi jika memang ada data terkait saja. Pada kasus ini saya lewati aja, nanti akan ada artikel tingkat lanjut yang melibatkan isian lampiran ini.

Isian Induk SPT

Isian pamungkas eSPT Badan kali ini adalah mengisi induk SPT, caranya cukup mudah karena disini banyak isian nihilnya, buka saja di:

  1. SPT PPh
  2. SPT PPh Wajib Pajak Badan
  3. Pada tab Pembukuan, ada isian status diaudit, nama auditor (jika ada) dan nama konsultan pajak (jika pakai), saya pilih tidak diaudit dan lainnya kosongi
  4. Pada tab A-C, C-D, E-G saya lewati karena nihil, langsung ke tab Bag. H
  5. Pada contrengan Lampiran saya pilih contrengan yang perlu saja
  6. Pilih tanggal laporan
  7. Klik Simpan terlebih dulu
  8. Klik cetak jika ingin dicetak file induknya, terutama yang mau lapor SPT Badan ke KPP maka wajib cetak induk SPT dan bawa CSV
  9. Tutup, karena dah kelar

Buat File CSV

Ini yang penting, waktunya bikin CSV. Jika mau lapor SPT Badan ke KPP pake eSPT maka yang perlu dibawa adalah cetakan induk SPT Badan dan file CSV, tetapi jika ingin lapornya pake efiling maka upload CSV-nya. Saya lebih suka via efiling karena tidak wajib cetak Induknya dan tidak perlu minta tanda tangan bos n stempel. Cara buatnya:

  1. Klik SPT Tools
  2. Lapor Data SPT ke KPP
  3. Arahkan explorer ke tempat database disimpan, biasanya di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 64 bit
  4. Klik Tampilkan Data
  5. Data muncul
  6. Pilih tahun pajak dan akan muncul ringkasan PPh kurang/lebih bayar
  7. Create File dan simpan file CSV di folder yang diinginkan

File CSV jangan dirubah namanya, biar rapi buatkan folder misal dengan nama CSV SPT Badan PT Coba-Coba Normal Nihil 2016 atau nama lain yang informatif dan taruh CSV didalamnya

Laporkan Segera

Berikutnya tinggal laporan, terserah Anda mau lapor ke KPP langsung atau via efiling djponline atau menggunakan jasa ASP pihak ketiga, pastikan jangan sampai telat (batas waktunya 30-04-2017) atau akhir bulan ke-4 setalah tutup tahun pajak) karena sanksinya Rp1000.000,00 untuk keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh badan. Tunggu apalagi segera dicicil laporannya, masih ada 2-3 bulan sebelum jatuh tempo.
Semoga bermanfaat, selamat hari Jumat dan selamat menjelang akhir pekan 😀

Note: Artikel berikutnya rencananya masih cara isi e-SPT Tahunan PPh Badan tapi untuk perusahaan yang membayar pajak 1% alias PP 46, jadi langkah-langkah dasar diatas harus sudah mahir, karena yg berikutnya cuma tambahan sana sini aja

39 replies
  1. achmad
    achmad says:

    Siang pak bro…contoh neraca diatas utk kas 15.000.000 acuannya berdasarkan apa pak brow….kalau misal utk cv saya di siup tertera kekayaan bersih Rp.250.000.000 apakah acuan dr situ pak….mohon pencerahannya….terima kasih sebelumnya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Sore gan
      Pada contoh diatas menunjukkan saldo kas artinya hanya uang saja, biasanya akan dibedakan dengan uang di bank. Sementara kekayaan bersih pada akta adalah kumppulan aset dari berbagai macam dikurangi dengan kewajiban yang menjadi modal awal CV berdiri.

      Balas
  2. sri rizki
    sri rizki says:

    Selamat sore… saya mau bertanya bagaimana membuat laporan spt tahunan bagi CV yang lama tidak bertransaksi. (CV nya mandek)

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang
      Seperti pada contoh artikel di atas, setidaknya siapkan laporan neraca yang menyatakan posisi harta dan utang yang masih ada. Untuk pelaporannya menggunakan aplikasi eSPT PPh Badan.

      Balas
  3. Refri andy
    Refri andy says:

    Prj17712009

    The parameter is incorrect
    Yg muncul setelah create file pak…gimana solusinya. Trims

    Balas
  4. kingdom
    kingdom says:

    kalo perusahaan yg laporan nihil karena ga ada kegiatan, apakah bisa lapor lewat efilling
    karena saya dah coba berberapa x tidak bisa karena SPT kurang lengkap

    Balas
  5. sella
    sella says:

    Selamat malam pak Dwi,

    Saya mau kirim e-spt badan, saya sudah lampirkan file csv & lampiran pdf tetapi saat saya klik “start upload” langsung keluar notifikasi “INFO File Csv gagal di proses”.

    saya sudah coba ulang input e-spt nya, tetapi selalu gagal pada proses di DJPOnline saat “start upload”

    Mohon pencerahannya pak, mengingat besok sudah hari terakhir lapor spt badan 🙁

     

     

     

    Balas
  6. sismawati
    sismawati says:

    saya mau tanya, saya sudah lapor PPh Badan dan sudah dapat Lampiran Warna Kuning..
    waktu Lapor tidak diminta csv nya padahal saya buat. Tapi lampiran doang yang di ambil mereka. apakah itu sudah cukup?

    Balas
  7. Yanu Arianto
    Yanu Arianto says:

    Mau Tanya jika pelaporan pajak tahunan badan sudah dengan e-spt apakah fisik lampiran sptnya juga harus dibawa ke kpp? apakah atau unduk saja seperti ppn?

    Balas
  8. Rahman
    Rahman says:

    Mungkin agk telat buat bertanya, apa perlu dilampirkan surat pernyataan tidak ada kegiatan di SPT nya? Kl perusahaan sdh ikut amnesti apakah akan bermasalah bila perusahaan tersebut tidak ada kegiatan?..

    Balas
  9. apris suhendra
    apris suhendra says:

    bisa saya di bantu pak gimana cara pengisian laporan laba rugi dan neraca tahun 2016

    perusahaan saya masih baru pak…

    Bulan oktober 2016 baru ada NPWP nya

    bgmn cara membuat laporan laba rugi nya dan neraca nya

    Balas
  10. Ivan
    Ivan says:

    untuk upload pdf, itu harus digabung (combine) semua ya lampiran I-VI dan juga lampiran Lap.Keu Perusahaan??

    Balas
  11. Angger
    Angger says:

    apakah ketika lapor online untuk spt nihil perlu mencantumkan neraca dan laporan laba rugi?

    dan apakah laporan tersebut perlu ditandatangani dan di scan?

    Balas
  12. dharma
    dharma says:

    mas dwi, apakah perusahaan yg msh nihil sudah cukup hanya melaporkan spt tahunan saja, tanpa perlu melaporkan spt masa(bulanan)..

    terimakasih

    Balas
  13. bhie
    bhie says:

    permisi min….mau tanya kalau kita sudah mengirimkan lewat djp..kemudian bpsnya nanti didapatkan dari email atau kita ke kpp lg untuk mendapatkan bps setelah mengirimkan lewat online…

    mohon pencerahannya..trims sebelumnya.

    Balas
  14. Jowi
    Jowi says:

    Saya mau nanya Pak/Bu

    Saya dan teman ada mendirikan PT pada thn 2016 bln Juni , Tapi PT ini belum beraktifitas sama sekali yaitu masih nihil .

    Selama Juni 2016 – Des 2016 saya ada melaporkan SPT Masa dengan status nihil krn belum ada operasi.

    Lalu Jan 2017 – April 2017 saya belum melaporkan SPT Masanya berhubung sedang di luar kota dan Belum memiliki E-FILLING.

    Lalu saya dengar dari teman bahwa harus melaporkan SPT Tahunan dan berhubung saya pas tidak berada di KPP tempat saya terdaftar ,

    1. Apakah Pelaporan SPT Tahunannya bisa lewat Pos ??

    2. Lalu saya mau nanya lagi berhubung PT ini masih belum beroperasi sama sekali , Apakah dalam pelaporan SPT Tahunannya perlu dilampirkan Laba Rugi , Neraca perusahaan krn PT ini belum beroperasi sama sekali.

    3. Apakah Bapak/Ibu memiliki contoh pengisian manual untuk SPT Tahunan Nihil Badan , bisa minta contohnya tidak .

    Terima Kasih

    Balas
  15. Devi Novianti
    Devi Novianti says:

    Padahal setelah cek di aplikasi e-spt tahunan pph data telah terinput, mohon pencerahannya

    Balas
    • Devi Novianti
      Devi Novianti says:

      File csv telah berhasil dibuat ,namun setelah di laporkan ke KPP, kata penelitinya file csv nya belum lengkap kurang di lampiran 1771-II namun setelah cek di aplikasi e-spt data lampiran 1771-II telah terinput, mohon pencerahannya pak..

      Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika pajak badan ada kurang bayar (411126-200) maka diinput dulu data SSP-nya. kemudian tinggal pilih tahun pajak di menu create file, harusnya aktif/on

      Balas
      • Ayu
        Ayu says:

        Selamat malam pak,,  saya mau tanya pph badan tempat saya bekerja kurang bayar,,  tp pada saat akan input ssp,  tombol simpan nya tidak bisa di klik,,  mohon pencerahannya

        Balas
      • Ermin
        Ermin says:

        Apakah nihil artinya tidak ada pajak yang ditagihkan? Alias pajak Rp. 0 ?

        Jika demikian, pada halaman SSP yang diminta NTPN dari bank bagaimana mengisi nya? Karena tidak ada transaksi dengan bank untuk pembayaran pajak?

        Balas
  16. jack
    jack says:

    saya sudah sukses create file csv, tapi saya tidak menemukan file csv tsb sesuai dengan lokasi folder yg di informasikan. yg ada hanya file .mbd

    mohon petunjuk.

    Balas
  17. fafa
    fafa says:

    apakah laporan spt tahunan badan nihil yang sudah pake csv harus dicetak semua lampiran2 nya dan dibawa ke kpp? mohon petunjuk nya pak, trimakasih..

    Balas
  18. arya
    arya says:

    dalam kasus ini cv saya mendapat pengadaan barang, pph dan ppn saya udah di potong sama lawan transaksi apakah spt tahunan saya kurang bayar atau bisa di nihilkan. mohon pencerahan y mas.. soal contoh dia atas tidak ada laporan rugi laba y.

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *