PPN Atas Penjualan di Kamar Obat Rumah Sakit

Di UU PPN jelas disebut bahwa yang namanya jasa kesehatan tidak dikenakan PPN. Sekilas aja, jasa kesehatan itu antara lain jasa dokter (baik dokter manusia atau hewan), bidan (dukun bayi juga), akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, jasa tes lab kesehatan, sanatorium (layanan untuk penyakit kronis jangka panjang), klinik bersalin dsb. Tetapi hampir selalu pemberian jasa kesehatan dibarengi dengan pemberian obat. Kalo punya apotik apotek dan PKP maka jelas atas jualan obat ke konsumen terutang PPN, tetapi jika apoteknya melekat atau jadi kesatuan dengan rumah sakit (RS) maka harus dipilah-pilah PPN-nya.

Jenis Layanan Rawat

Saya bingung ngomong tentang medis, karena begron SMA-kuliah mbahasnya akuntansi terus. Mungkin gini, pasien yang masuk RS akan ditindaklanjuti dengan layanan:

Rawat Jalan

adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap. Keuntungannya, pasien tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menginap (opname)

Rawat Inap (Opname)

adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit

Rawat Gawat Darurat

Layanan yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving)

Kembali ke topik pajak, atas tindakan rawat di atas, bisa jadi ada pemberian obat ke pasien oleh dokter/RS. Tetapi PPN atas penyerahan obat ke pasien hanya terutang pada jenis rawat jalan saja. Karena pada rawat inap dan UGD, obat adalah satu kesatuan dengan jasa kesehatan/dokter sehingga obat rawat inap dan gawat darurat tidak dikenakan PPN.

Perhitungan PPN Obat

Jika pada kamar obat/instalasi farma di RS sistem penjualan obat sudah mengakomodasi pemisahan nota obat rawat jalan dan rawat inap, tentu akan mudah untuk dicari berapa PPN atas penjualan obat, tinggal kalikan saja dengan 10% atas obat rawat jalan. Jika tidak dipisah alias campur aduk omsetnya, nah ini yang ruwet. Seandainya dilakukan pemeriksaan pajak atas PPN, maka akan dicari persentase mendekati ideal berapa porsi antara obat rawat jalan n rawat inap, tetapi WP tetap akan diminta memisahkan lagi. Mungkin bapak ibu pernah mendengar ada surat edaran yang menyatakan bahwa PPN atas kamar obat yg omsetnya campur-baur dikenakan 2% dari totalnya. Angka 2% bukanlah dasar hukum , hanya asumsi awal saja, bisa saja nanti pemeriksa dari hasil uji sampel menetapkan lebih tinggi atau lebih rendah dari 2%. Pengenaan PPN obat atas rawat jalan yang benar tentu harus berdasarkan pencatatan yang rapi. Jadi memilah omset obat rawat jalan itu penting agar pengenaan PPN tidak salah alamat sasaran.

Pelaporan PPN Obat

Kamar obat yang menjual obat rawat jalan dianggap sebagai transaksi eceran, karena dijual di lokasi, dibayar spontan (tanpa ada perjanjian/kontrak), dijual langsung ke konsumen bukan sebagai distributor. Sehingga jumlah penjualan obat rawat jalan dapat dimasukkan di Penyerahan Dalam Negeri dengan Faktur Pajak yang Digunggung di lampiran AB pada efaktur, yang nantinya akan berpindah ke induk PPN 1111. Tapi apakah boleh diterbitkan faktur pajak untuk setiap penjualan obat? ya boleh aja misal mau dijual ke sesama PKP tetapi untuk penjualan ke pasien rawat jalan asal kasirnya gak puyeng buatin satu-satu juga gpp hehe..

 

Siapa Yang Jadi PKP

Apabila apotek/kamar obat/instalasi farma di rumah sakit merupakan satu kesatuan dengan rumah sakit itu sendiri, maka yang ditunjuk sebagai PKP adalah rumah sakit yang bersangkutan dan penyerahan yang terutang PPN adalah penyerahan obat-obatan yang dilakukan oleh apotik tersebut.

Semoga bermanfaat

Referensi:
  1. SE-11/PJ.52/1998 hal PPN atas Penggantian Biaya Obat di Rumah Sakit
  2. SE-17/PJ.52/1998 hal Penyempurnaan SE Ditjen Pajak No.: SE-11/PJ.52/1998 Tanggal 27 Mei 1998 Perihal PPN atas Penggantian Biaya Obat di Rumah Sakit
  3. SE-06/PJ.52/2000 hal PPN Atas Penggantian Obat Di Rumah Sakit
  4. Blog Novianti Faozan
  5. Wikipedia
  6. Tax Base internal
2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *