,

Sekali Lagi, Pelaporan Harta TA pada SPT Tahunan

Baru saja dapat kiriman dari bos sebuah salindia (slideshow) yang isinya tentang pelaporan data yang diikutkan amnesti pajak di SPT Tahunan PPh. Dalam hal ini khususnya SPT Tahunan 2016. Beberapa waktu lalu sudah pernah saya postingkan juga tentang cara pelaporan harta TA pada SPT tahunan, nah yang kali ini suplemen yang lebih lengkap dan dirilis oleh teman-teman Direktorat Peraturan Perpajakan II (Dit. PP II).

Tidak berbeda dengan artikel sebelumnya, poin-poin utamanya adalah:

  • Seluruh harta dan utang dalam Surat Pernyataan Harta (SPH) dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Tahun Pajak diperolehnya Surat Keterangan (Lampiran IV SPT 1770 atau Lampiran II SPT 1770 S)
  • Ditambah dengan harta dan utang yang diperoleh pada Tahun Pajak 2016
  • Harta dilaporkan sebesar nilai perolehan, sedangkan utang dilaporkan sebesar pokok sisa utang pada akhir tahun
  • Nilai wajar harta dalam SPH dicatat sebagai nilai perolehan dalam SPT Tahunan PPh

Dari jenis formulir yang paling bisa digunakan adalah 1770 dan 1770-S karena pada formulir 1770-SS tidak disediakan rincian daftar harta dan utang.

Khusus Harta TA Pada SPT WP Badan

Kewajiban Menyelenggarakan Pembukuan, Perlakuan Atas Penyusutan Harta

Sesuai Pasal 45 PMK-118/PMK.03/2016 tentang tentang pelaksanaan UU Amnesti Pajak, bagi Wajib Pajak yang mengikuti Pengampunan Pajak dan diwajibkan menyelenggarakan pembukuan menurut ketentuan Undang-Undang KUP

  • Harus membukukan selisih antara nilai Harta bersih yang disampaikan dalam Surat Pernyataan dikurangi dengan nilai Harta bersih yang telah dilaporkan oleh Wajib Pajak dalam SPT PPh Terakhir, sebagai tambahan atas saldo laba ditahan dalam neraca.
  • Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan berupa aktiva tidak berwujud, tidak dapat diamortisasi untuk tujuan perpajakan.
  • Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan berupa aktiva berwujud, tidak dapat disusutkan untuk tujuan perpajakan.
  • Tambahan harta dan utang yang membentuk nilai harta bersih yang dilaporkan dalam SPH dan telah diterbitkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak diperlakukan sebagai perolehan harta baru dan peroiehan utang baru Wajib Pajak sesuai tanggal Surat Keterangan

Tambahan dari rekan Frangky. Sudah ada juga surat dari Dir. PP II yang berisi penegasan untuk tata cara pelaporan harta TA pada SPT melalui surat S-150/PJ.03/2017 tentang Penegasan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) terkait Penyampaian Surat Pemyataan Harta (SPH) untuk Pengampunan Pajak. Dapat diunduh di akhir artikel suratnya.

Demikian informasi sekilas tentang TA, jangan lewatkan kesempatan super langka untuk ikut pengampunan pajak, akan berakhir tanggal 31 Maret dan tidak akan ada perpanjangan waktu 😎

14 replies
  1. Darma Sanjaya
    Darma Sanjaya says:

    Selamat Pagi Pak. Mau tanya kalau memasukan SPH 23 Des 2016 dan mendapatkan Surat keterangan tax amnesty (SKT) tgl 4 januari 2017 pelaporan harta tambahannya ini pada SPT 2016 atau SPT 2017 Pak ?.

    Terima Kasih.

     

    Darma Sanjaya

    Balas
  2. Albert
    Albert says:

    Terima kasih untuk update peraturan perpajakannya. Input untuk slidenya itu saya pelajari ada perbedaan dengan Surat Penegasan Pelakuan Harta TA S-150, penghasilan sewa dari luar negeri (Australia) harusnya sama seperti penghasilan bunga tabungan/deposito di luar negeri kan? untuk klarifikasi.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Terkait hal tersebut ada beberapa pertanyaan serupa yang mampir, saya masih menunggu penjelasan dari direktorat PP II untuk klarifikasinya. Saya sendiri lebih setuju dengan contoh pada S-150. Terima kasih atas pengingatnya Pak Albert.

      Balas
    • luther
      luther says:

      Bagaimana merubah dari PTKP lama ke yang baru contohnya Misalkan kita K/3 pada format hanya Rp.48 Juta seharus 72 Juta.mohon bantuannya Mksh.Grace upon Grace

      Balas
  3. luther a karangan
    luther a karangan says:

    Bagaimana mengubah PTKP di Form Pdf. SPT 1770 Kalau pilihan kita K/3 =48.000.000. seharusnya 72.000.000,- kalau yang dalam form bhs inggris tepat. mohon bantuannya pak.dan terima kasih.

    Balas
  4. muchris91
    muchris91 says:

    siang, saya sudah terlanjur melaporkan SPT sebelum peraturan ini terbit. mau buat pembetulan lgi y? Trus, bagaimana dengan tata cara pengisian laporan penempatan harta tambahan? nilai harta diisi sesuai kondisi sekarang atau diisi sesuai SPH? bagaimana juga dengan tahun perolehannya?

    Balas
  5. frangky
    frangky says:

    Selamat Siang Pak Dwi,

    Saya mau berbagi informasi bahwa DJP telah menerbitkan Surat Penegasan Penyampaian SPT Tahunan terkait Penyampaian SPH TA (S-150/PJ.03/2017 tgl 01 Maret 2017).

    bisa di download disini: https://drive.google.com/open?id=0B4pTvXDXXb-Da2FKSVpIVG5LckE

    NB:
    tapi di surat S-150 ini, masih ada yang membingungkan bagi saya. Mudah2an nanti keluar lagi revisi surat penegasannya. hehehehe. (ngarep.com)

    Balas
      • frangky
        frangky says:

        sama-sama pak… saya juga baru dapat informasi ini dari rekan di IKPI hari ini. hehehe.

        Artikel2 yang bapak tulis sangat membantu saya. terima kasih sudah berbagi pengetahuan pajak pak.

        salam kenal. 🙂

        Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *