Kuasa Atau Konsultan Pajak? Percayakan pada Yang Tepat (2 of 2)

Artikel ini masih lanjutan dari artikel sebelumnya. Posisi kuasa dalam gal pengurusan pajak sangat diperhatikan legalitasnya. Saya sendiri pernah menolak seseorang yang mengaku kuasa dari WP karena dia tidak bisa menunjukkan surat kuasa. Semoga bisa menjadi tambahan wawasan bagi pembaca semua.

Syarat Untuk Menjadi Seorang Kuasa

  • Seorang kuasa meliputi konsultan pajak dan bukan konsultan pajak. (Pasal 49 ayat (2) PP 74 Tahun 2011)
  • Seorang kuasa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:  (Pasal 49 ayat (3) PP 74 Tahun 2011) dan (Pasal 2 ayat (2) PMK-22/PMK.03/2008)
    Read more

Kuasa Atau Konsultan Pajak? Percayakan pada Yang Tepat (1 of 2)

Selamat siang sodara-sodara di blog pajak yang amsyong ini 😀

Artikel berseri untuk kali ini pas untuk Anda para pengusaha, enterpreneur, direktur dan apapunlah sebutannya yang sedang getol-getolnya menjalankan bisnis tapi nggak pengen repot ngurus pajaknya. Nggak pengen repot disini bukan berarti nggak pengen bayar, tapi untuk urusan hitung-hitungan atau administrasi perpjakan biar orang lain ajalah yang handle. DJP pun oke-oke aja ketika wajib pajak diwakili orang lain, namun tetap harus mengacu pada peraturan yang berlaku dan tidak semua orang bisa jadi wakil. Pentingnya wakil wajib pajak ini bisa dianalogikan seperti peran pengacara pada kasus hukum pidana. Intinya jangan sembarangan mengalihkan wewenang administrasi pajak pada semua orang, karena pada pendelegasian wewenang tersebut mengikat hak dan kewajiban yang bisa saja berimbas buruk pada bisnis Anda. Well, simak rangkuman artikel dibawah ini.

Read more

Pembulatan Angka Dalam Administrasi Perpajakan

Ini info ringan tetapi bisa jadi berguna bagi sebagian pembaca

Pembulatan dalam pajak sangat sederhana tetapi sering wajib pajak keliru dalam menerapkannya.  Secara umum ada 2 jenis pembulatan untuk tujuannya.

 

Pembulatan untuk penulisan Penghasilan Kena Pajak pada SPT Tahunan

Penghasilan Kena Pajak dibulatkan ke bawah hingga ribuan penuh. Misalnya Penghasilan Kena Pajak Rp 16.061.943,00. Maka untuk perhitungan tarif, penghasilan kena pajak dibulatkan menjadi Rp 16.061.000.

Read more

Seri e-SPT PPN 1111 Masalah dan Solusi e-SPT (Update Baru ke-3)

Untuk ketiga kalinya saya postingkan kumpulan masalah/problem dalam penggunaan aplikasi e-SPT dan cara mengatasinya. Tabel bagian atas untuk masalah dan solusi e-SPT PPN sedangkan tabel paruh kebawah untuk penanganganan e-SPT secara umum

Sumber informasi ini dari LASIS, sebuah layanan daring internal khusus menampung masalah atas aplikasi resmi dari DJP. Kredit khusus untuk P2Humas (always), Tim Lasis, rekan-rekan di forum masjid DJP

Ada juga artikel yang saya rangkum sebelumnya tentang FAQs e-SPT PPN bisa dicek di link dibawah ini:

Read more

Seri e-SPT PPN 1111 – 7. Cara Membuat SPT Pembetulan

SPT Pembetulan adalah SPT yang disampaikan kembali yang berisi perubahan data, entah apakah itu jumlah pajak yang disetor atau data lainnya yang berbeda dengan SPT sebelumnya. SPT Pembetulan disampaikan dengan dilampiri SPT sebelumnya, jika pembetulan pertama maka dilampiri dengan SPT Normal. Di e-SPT PPN 1111 pembetulan bisa dilakukan dengan mudah, salah satu yang penting adalah identifikasi perubahan tersebut apakah memang benar ke masa PPN yang seharusnya atau tidak.

Tutorial kali ini masih menyambung dari 2 tutorial sebelumnya yaitu
Cara Mengisi Pajak Masukan
Cara Mengisi Pajak Keluaran

Dan transaksi yang dilakukan pembetulan kali ini juga masih berkaitan dengan 2 artikel sebelumnya, jadi silahkan simak juga di tutorial sebelumnya.

Read more

Seri e-SPT PPN 1111 – 6. Cara Input Pajak Keluaran

Postingan ini masih satu rangkaian dari postingan sebelumnya tentang cara mengisi faktur pajak masukan. Sekarang cara mengisi faktur pajak keluaran di e-SPT PPN 1111. Salah satu yang harus sudah dipunyai PKP sebelum mengisi pajak keluaran adalah nomor faktur elektronik. Karena faktur pajak yang diterbitkan harus sudah menggunakan nomor faktur yang dijatah dari DJP.

Contoh transaksinya sebagai berikut di bulan agustus 2013:

  • 8 Agustus 2013 menjual 2 unit printer kepada Koh Guan (NPWP 06.418.161.3-953.000) sebesar Rp 30.000.000 dengan nomor faktur 010.900-13.22200001
  • 15 Agustus 2013 Koh Guan mengembalikan 1 unit printer senilai Rp 15.000.000 dengan nomor nota retur SNR-00012
  • Selama bulan Agustus melakukan penjualan eceran produk lain (Faktur Pajak Digunggung) senilai Rp 40.000.000

Posting Data faktur Pajak Keluaran

media_1380008345263.png