Posts

Seri e-SPT PPh 21/26 2014 – Cara Install & Update ke 2.1

Selamat siang pembaca sekalian, bulan Januari 2014 sudah hampir berkahir yang artinya pada bulan Februari 2014 kita akan melaksanakan pelaporan PPh 21 dengan e-SPT/aplikasi, walaupun saat ini WP yg wajib menggunakannya masih dalam batasan/kriteria tertentu. Sembari istirahat siang, saya susunkan panduan penggunaan e-SPT PPh 21/26 mulai dari cara pasang hingga pencetakan SPT-nya tersebut secara bertahap tentunya. Jadi simak terus semoga bermanfaat.

Untuk unduh/download aplikasi ini bisa baca di artikel sebelumnya. Atau jika ada diantara pembaca yang mau bisa datang ke KPP atau KP2KP terdekat untuk minta installer yang disediakan secara gratis juga disana.

Read more

Sharing Format Excel SPT PPh 21 Untuk 2014 (PER-14/PJ/2013)

Sebelum ngepost kali ini, sekali lagi ijinkan saya untuk meminta maaf atas belum dijawabnya pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Jujur saja, saya menyempatkan ngepost malam ini (masih di kantor nih ada lembur) karena ada file bagus yang pasti berguna buat pembaca sekalian. Apakah itu? File Softcopy SPT Masa PPh 21 sesuai Per-14/PJ/2013 dalam bentuk EXCEL. Sekalipun nantinya pembaca bisa mencetak SPT PPh 21 dari aplikasi e-SPT tetapi tidak semua WP pengguna e-SPT PPh 21  atau tidak semua WP wajib menggunakan aplikasi tersebut.  Ke depannya saya berencana untuk menyelipkan rumus pada excel tersebut sehingga memudahkan pemakaiannya, walaupun nggak tahu kapan bisanya :mrgreen: Read more

Seri e-SPT PPN 1111 Masalah dan Solusi e-SPT (Update Baru ke-3)

Untuk ketiga kalinya saya postingkan kumpulan masalah/problem dalam penggunaan aplikasi e-SPT dan cara mengatasinya. Tabel bagian atas untuk masalah dan solusi e-SPT PPN sedangkan tabel paruh kebawah untuk penanganganan e-SPT secara umum

Sumber informasi ini dari LASIS, sebuah layanan daring internal khusus menampung masalah atas aplikasi resmi dari DJP. Kredit khusus untuk P2Humas (always), Tim Lasis, rekan-rekan di forum masjid DJP

Ada juga artikel yang saya rangkum sebelumnya tentang FAQs e-SPT PPN bisa dicek di link dibawah ini:

Read more

Seri e-SPT PPN 1111 – 7. Cara Membuat SPT Pembetulan

SPT Pembetulan adalah SPT yang disampaikan kembali yang berisi perubahan data, entah apakah itu jumlah pajak yang disetor atau data lainnya yang berbeda dengan SPT sebelumnya. SPT Pembetulan disampaikan dengan dilampiri SPT sebelumnya, jika pembetulan pertama maka dilampiri dengan SPT Normal. Di e-SPT PPN 1111 pembetulan bisa dilakukan dengan mudah, salah satu yang penting adalah identifikasi perubahan tersebut apakah memang benar ke masa PPN yang seharusnya atau tidak.

Tutorial kali ini masih menyambung dari 2 tutorial sebelumnya yaitu
Cara Mengisi Pajak Masukan
Cara Mengisi Pajak Keluaran

Dan transaksi yang dilakukan pembetulan kali ini juga masih berkaitan dengan 2 artikel sebelumnya, jadi silahkan simak juga di tutorial sebelumnya.

Read more

Seri e-SPT PPN 1111 – 6. Cara Input Pajak Keluaran

Postingan ini masih satu rangkaian dari postingan sebelumnya tentang cara mengisi faktur pajak masukan. Sekarang cara mengisi faktur pajak keluaran di e-SPT PPN 1111. Salah satu yang harus sudah dipunyai PKP sebelum mengisi pajak keluaran adalah nomor faktur elektronik. Karena faktur pajak yang diterbitkan harus sudah menggunakan nomor faktur yang dijatah dari DJP.

Contoh transaksinya sebagai berikut di bulan agustus 2013:

  • 8 Agustus 2013 menjual 2 unit printer kepada Koh Guan (NPWP 06.418.161.3-953.000) sebesar Rp 30.000.000 dengan nomor faktur 010.900-13.22200001
  • 15 Agustus 2013 Koh Guan mengembalikan 1 unit printer senilai Rp 15.000.000 dengan nomor nota retur SNR-00012
  • Selama bulan Agustus melakukan penjualan eceran produk lain (Faktur Pajak Digunggung) senilai Rp 40.000.000

Posting Data faktur Pajak Keluaran

media_1380008345263.png

Seri e-SPT PPN 1111 – 5. Cara Input Pajak Masukan

Pada prinsipnya pajak masukan muncul ketika ada barang masuk ke gudang pembeli, umumnya karena pembelian dan beberapa jenis transaksi lainnya. Dan pada e-SPT PPN 1111 versi 1.5 untuk penginputan pajak masukan tidak berbeda dengan versi sebelumnya. Biar cepat paham dan bisa segera praktek, akan saya berikan contoh dengan kasus pembelian pembelian barang.

Transaksinya terjadi pada bulan Agustus seperti berikut:

  • 5 Agustus 2013 membeli 5 printer seharga Rp 50.000.000 dari PT Tekindo Jaya (NPWP 02.513.145.9-953.000) dengan nomor faktur 010.900-13.00000043
  • 10 Agustus 2013 mengembalikan 1 unit printer kepada PT Tekindo Jaya seharga Rp 10.000.000 dengan nomor nota retur NR-00005

Langkah-Langkah Pengisiannya:

Buka Menu Pajak Masukan

media_1379979697058.png