Leaflet: Cara Hitung dan Lapor Pajak Jasa Konstruksi

Kembali saya ulas leaflet dari web pajak resmi yang berjudul “Tahukah Anda kewajiban perpajakan atas Jasa Konstruksi”. Leaflet ini sederhana isinya dan mudah dimengerti bagi pembaca khususnya yang bekerja di bagian keuangan perusahaan kontraktor.

Pengertian

  1. Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultansi pengawasan konstruksi;
  2. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

Tarif PPh pada jasa konstruksi bersifat final, yang artinya jika perusahaan

hanya memperoleh pekerjaan pada proyek konstruksi saja (perencana, pelaksana,pengawas) maka pada laporan SPT Tahunan PPh Badannya bisa dipastikan nihil nilai pajaknya. SPT Nihil pada konraktor jamak terjadi, walaupun begitu laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi, Penyusutan) wajib dilampirkan.

Ada beberapa tarif untuk jasa konstruksi, yang menjadikannya bervariasi adalah dilihat dari ada tidaknya kualifikasi usaha. Jika kontraktor tersebut mempunyai kualifikasi usaha maka langkah selanjutnya harus dilihat gradenya ada di tingkatan berapa gradenya dan terakhir lihat bentuk pekerjaan yang dilakukan.

Tarif PPh Final

Bagi yang Memiliki Klasifikasi Usaha

Bentuk Pekerjaan Klasifikasi Usaha Tarif Sifat
Pelaksanaan Konstruksi Kecil 2% (*) Final
Menengah dan Besar 3% (*) Final
Perencanaan dan Pengawasan Kecil, Menengah dan Besar 4% (*) Final

 

Bagi yang Tidak Memiliki Klasifikasi Usaha

Bentuk Pekerjaan Tarif Sifat
Pelaksanaan Konstruksi 4% (*) Final
Perencanaan dan Pengawasan 6% (*) Final

(*) dari jumlah/penerimaan pembayaran tidak termasuk PPN

(*) Kecil = Grade 1-4, Menengah = Grade 5, Besar = Grade 6-7

Kesimpulan: Bagi kontraktor/jasa pelaksana konstruksi yang tidak mempunyai kualifikasi usaha dikenakan tarif PPh Final lebih tinggi daripada yang mempunyai kualifikasi usaha. Info selengkapapnya tentang tata cara mendapatkan kualifikasi usaha dari Sertifikat Badan Usaha/SBU bisa dilihat disini

 

Tarif PPN

Baik yang mempunyai kualifikasi ataupun tidak, semua dikenakan sama yaitu 10%

Tata Cara Pemotongan

  1. Bila pengguna jasa adalah badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, bentuk usaha tetap atau Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak, dipotong oleh pengguna jasa pada saat pembayaran uang muka dan termin.
  2. Bila pengguna jasa adalah selain huruf a, disetor sendiri oleh penerima penghasilan pada saat pembayaran uang muka dan termin.

Tata Cara Pembayaran dan Pelaporan

  1. Dalam hal Pajak Penghasilan yang terutang melalui pemotongan, maka Pembayaran atau penyetoran pajak disetor ke bank persepsi atau kantor pos, paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir;
  2. Dalam hal Pajak Penghasilan terutang harus disetor sendiri oleh yang penyedia jasa, maka wajib menyetor ke bank persepsi atau kantor pos, paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa masa pajak berakhir;
  3. Wajib Pajak wajib menyampaikan laporan pemotongan dan atau penyetoran pajaknya melalui Surat Pemberitahuan Masa ke Kantor Pelayanan Pajak atau KP2KP, paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir.
  4. Dalam hal jatuh tempo penyetoran atau batas akhir pelaporan pajak bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, penyetoran atau pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Tata Cara Pengisian SSP

Untuk PPh: Kode Map 411128 Kode Jenis Setoran 409

Untuk PPN: Kode Map 411211 Kode Jenis Setoran 900

 

Download Leaflet: Cara Hitung dan Lapor Pajak Jasa Konstruksi

Semoga bermanfaat 😀

Kredit gambar: dedesithefallen.blogspot.com

 

47 replies
  1. cv. new brayan mukti
    cv. new brayan mukti says:

    tolong beri contoh pengisian efaktur untuk jasa konstruksi dengan nilai kontrak Rp.80.125.000,00

    Balas
  2. Riyadhul
    Riyadhul says:

    Malam Pak Dwi..

    Sy org awam dan yakin msh byk org” awam pajak tp dlm situasi hrs menangani pajak spt saya ini..penjelasannya bagus sekali tp berharap ada tutor susulan cara pengisian via e-faktur utk kasus di atas agar tdk bingung tahapannya..

    Terimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Pak
      Efaktur digubakan untuk pembuatan dan faktur pajak dan SPT masa PPN. Untuk artikel diatas adalah tentang PPh final pasal 4 ayat (2) yang menggunakan aplikasi e-SPT PPh Final Pasal 4 Ayat (2)

      Balas
  3. Eddy
    Eddy says:

    Siang Pak Dwi,

    Jika perusahaan konstruksi memperoleh omzet 5 milyar setahun, dimana 4 milyar diperoleh dari pelaksanaan proyek konstruksi, sedangkan 1 milyar sisanya diperoleh dari penjualan langsung bahan bangunan.

    Atas penjualan bahan bangunan 1 milyar tersebut dikenakan PP 46 atau PPh 25/29  ?

    Terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Pak Eddy
      Jika tahun lalu omset non konstruksi <4.8M maka atas penjualan bahan bangunan yg terpisah dan bukan dari bagian proyek konstruksi akan dikenakan PP 46 1%

      Balas
  4. Ridho
    Ridho says:

    mas mau tanya, kalau pph nya di potong sendiri bagai mana mengisi e-spt nya. mohon petunjuk nya mas. Thx.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Maksudnya untuk orang pribadi yang pekerjaannya sebagai konsultan proyek ya? Apakah bisa untuk OP mendapat sertifikasi sebagai konsultan proyek? Akan saya buatkan besok

      Balas
  5. Sety
    Sety says:

    kok kode ssp ppn 411211 dan 900, klo 1 npwp punya 2 usaha dagang & jasa konstruksi cara lapor sptnya gmn

    Balas
  6. dhikha
    dhikha says:

    mau menenyakan juga spt di atas apabila matarial dan jasa di pisah dari manakan potongan pph itu.?

    atau hanya dari jasa saja.
    atau dari dpp jasa dan material.

    terima kasih

    Balas
  7. Budi Haryanto
    Budi Haryanto says:

    Siang pak Dwi Utomo

    Saya berada di pulau terpencil di Sulawesi, saya kesulitan untuk mengisi item-item pajak tahunan perusahaan saya (Kontraktor). Perusahaan sudah berjalan 1,5 tahun tapi belum ada kegiatan sama sekali karena izin-izinnya baru selesai bulan ini. Bisa saya meminta copy-an form pajak tahunan khusus kontraktor bernilai nihil. Tanggapan bapak sangat saya harapkan. Amin

    Balas
  8. Ria
    Ria says:

    Pak Dwi…saya coba email ke alamat email bapak dwiut86@gmail tapi tidak valid. Bisa tolong minta nomor hp sja pak?urgent sya sementara kring pajak masih libur

    Balas
  9. juan carlo
    juan carlo says:

    saat termin dipotong ppn 10%,,,untuk pasal 4(2) apa ttp dikenkan pemotongan lagi sesuai grade perusahaan..???
    trims,,jawabannya

    Balas
  10. Febriyanto
    Febriyanto says:

    terus untuk potongan 10% pada saat termin itu dilaporkan bgmna?
    apakah PPH pasal 4 ayat 2 itu PPH itu lain lagi ya perhitungannya…apa diluar 10% itu?
    trims

    Balas
  11. Supriyono
    Supriyono says:

    Assalamu’alaikum Mas Dwi, mau nanya, untuk SPT tahun 2015 dimana omzet usahanya di atas 4,8 m sedangkan pemotongan pajaknya adalah PPH final jaskon dan juga PPH pasal 23, gimana cara ngitungnya ? Terima kasih, wassalam

    Balas
  12. tezarputra
    tezarputra says:

    pak saya mau tanya untuk menentukan angka imbalan jasa konstruksi itu bagai mana caranya, soalnya saya lagi input spt tahunan perusahaan melalui efilling, trima kasih atas bantuannya

    Balas
  13. tiwi
    tiwi says:

    Pak Dwi, kalau untuk perush kontruksi yg dikenai pph final semua penghasilannya, tetapi ada perbedaan penerapan laporan keuangan secara accrual, sedangkan untuk pemotongan ph js kontruksi kan cash basis.Jadi bukti potong nya tidak sama dengan Penghasilan dalam 1 tahun tsb, dikarenakan sebagian masih dalam bentuk piutang , dan belum dipotong pph 4(2).
    Sebagai contoh peredaran usaha 10m laba 500juta , sedangkan yg sudah dipotong PPH final 9M , sedangkan laporan keuangan berbentuk accrual dengan laba 500juta.
    Jadi bagaimana pengisian 1774-IV? apakah sebesar Peredaran usaha yang sudah dipotong PPh final ? misalka 9M x 2% = pph terutang 180jt. sedangkan pengisian 1771-I angka 4 bagaimana ya pak? apakah penghasilan yg dikenakan pph final dan tdk termasuk objek pajak adalah 500jt tsb?

    Balas
  14. shasty
    shasty says:

    Pak Dwi,

    kalau transaksi selain bendahara/wapu SSP PPN dan PPHnya atas nama siapa ya? dan bukti potong untuk penerima jasa berupa apa?

    Balas
  15. budi
    budi says:

    Ass..pak dwi sy mau tnya pk. Sy ada dpat pket dari dinas x ini dr dna aspirasi dewan yg di plot anggaran utk pket trsbut. 75 jt Sdangkan yg di msukkan dari dinas x trsbut dananya brbah mnjdi 67 yg sy tnyakan itu pmtongan apa nmnya pk…trmksh sblum nya…mhon bntuan nya pk.

    Balas
  16. vhenby
    vhenby says:

    mas dwi
    tahapawal kita mau buat spt itu apa
    saya kan magang
    ran pajak habistu saya disuruh mengisi spt
    untuk mendapatkan spt kita harus minta dulukan ke kantor pajak ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore Mbak Venny
      Tahap awal adalah menyiapkan laporan keuangannya dan berikutnya dokumen terkait pajak dan hitungan akumulasi pajaknya. Untuk formulir dapat diambil di KPP terdekat, formulir bisa dipilih dalam bentuk kertas, softcopy ataupun aplikasi. Untuh formulir juga bisa dari lama pajak.go.id

      Balas
  17. ratna
    ratna says:

    Pak dwi, apakah pd jasa konstruksi laba th berjalan bisa dikompensasikandg kerugian tahun sebelumnya. Bgm cara pengisian SPT tahunan utk pajak final dan non final? Mohon petunjuk praktis. Terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang bu Ratna
      Karena laba dari jasa kosntruksi sudah dikenakan PPh final, maka atas laba yang muncul tidak bisa dikompensasikan dengan kerugian tahun sebelumnya.
      Saya asumsikan SPT badan ya. Untuk jasa konstruksi/penghasilan final sudah disediakan tempat isian di 1771-IV. Sedangkan baik dari jaskon atau non jaskon semuanya diisikan di 1771-II, kemudian laba akumulasi dikurangkan dengan laba dari jaskon sehingga yang tersisa adalah laba non jaskon yang bisa dikenakan PPh pasal 29.

      Balas
  18. Danar Sugiantoro
    Danar Sugiantoro says:

    Dear Pak Dwi,

    Bila kontraktor memisahkan antaha Material dan Jasa, Apkah PPh Final Jasa kontruksinya dari Material + Jasa.

    Thanks,

    Danar Sugiantoro

    Balas
  19. Athino
    Athino says:

    Mohon koreksinya & jawabannya Pak…
    Perush dapat proyek jasa konstruksi (renovasi ruangan) dgn nilai kontrak 158jt sdh termasuk PPN.
    PPN yg dipungut perush sbesar : 10/110 x 158jt = 14.363.336,3622 => dibulatkan 14.400.000
    PPh ( DPP = 158jt – 14,4jt = 143,6jt )
    PPh = 2% x 143,6jt = 2.872.000
    – Apakah perhitungan PPN & PPh diatas sudah benar?
    – Bagaimana cara pembayaran PPN & PPh nya karena pembayaran proyek ini dilakukan dengan 4 termin (30%-30%-30%-10% )
    – Bagaimana cara pelaporannya.
    Terimakasih ats koreksi & jawabannya..

    Balas
  20. shely rizky
    shely rizky says:

    selamat sore, saya mau tanya, untuk perusahaan jasa konstruksi SPT tahunan nya apakah selalu nihil?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Tidak selalu nihil tergantung jenis usahanya, jika hanya usaha konstruksi semua/murni konstruksi maka pasti nihil karena hanya PPh 4 ayat (2) saja yg disetor

      Balas
  21. rudi
    rudi says:

    jika perusahaan jasa konstruksi peredaran usahanya melebihi Rp. 4,8 Milyar dan pph nya bersifat final apa laporan spt tahunannya nihil juga?

    Balas
  22. akila
    akila says:

    sore mas dwi..
    kalo perusahaan kontruksi ga wajib pp 46 kan ya? berarti tetap setor pph 25 badan ya mas?
    trims..

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi ibu Akila
      Iya jasa konstruksi tidak wajib PP 46, jika pada tahun lalu omsetnya final konstruksi semua maka tidak ada angsuran PPh 25, karena jasa konstruksi kan sudah final juga pajaknya.

      Balas
  23. Nourma
    Nourma says:

    Assalam,….Boleh Nanya Mas Dwi,Bagaimana caranya Menghitung SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN untuk formulir 1771 – I ? makasih sblomnya mas Dwi.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Waalaikum salam bu Nur
      Bisa lihat di artikel ini, ada contoh pengisian SPT Tahunan PPh badan khususnya yg terkait PP 46, disitu ada unduhan file excel SPT-nya juga.

      Balas
  24. wulandari
    wulandari says:

    boleh nanya nggak? saya pengen tau bedanya laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, dan konraktor itu terletak dimananya?
    trimakasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang bu Wulan
      Pada prinsipnya nggak ada bedanya antara laporan keuangan, biasanya yang jadi omset di konstruksi adalah nilai proyek tsb. Yg berbeda adalah pada selain konstruksi, labanya perlu dihitung lagi untuk mencari pajak badannya.

      Balas
  25. moneristo
    moneristo says:

    Pertanyaan.Kalau perusahaan mengalami kesulitan mendapatkan profit bahkan loss sehingga dikhawatirkan bangkrut.Apakah PPh badan tetap ?Mana lebih baik PPh nya dipaksakan tetapi berakibat bangkrut dan karyawannya nganggur atau PPh nya ditangguhnkan sampai perusahaan sehat tetapi karyawan dan perusahaan hidup terus

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Siang Pak Mone
      Pertanyaan ini mirip dengan “Milih mana ayam atau telur?” Jawabannya pasti milih ayam. Itulah sebabnya di DJP ada yang namanya fasilitas pengurangan angsuran PPh 25. Bahkan saat perusahaan tersebut merugi pada pajak tahunanannya, maka ada fasilitas untuk mengkompensasikan kerugian tsb.

      Balas
  26. yoyoi
    yoyoi says:

    “Tata Cara Pengisian SSP Untuk PPh: Kode Map 4111528 Kode Jenis Setoran 409”

    gak salah itu pak ???

    Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Anda kewajiban perpajakan atas Jasa Konstruksi”. Leaflet ini sederhana isinya dan mudah … Download Leaflet: Cara Hitung dan Lapor Pajak Jasa Konstruksi … | […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *