Cara Membuat SPT Tahunan PPh OP 2013 Terkait PP 46

Selamat siang pembaca budiman, awali minggu ini dengan semangat tinggi walaupun gajian udah lewat 😀
Artikel kali ini adalah follow up dari beberapa pengunjung yang bertanya bagaimana cara menyusun/mengisi SPT Tahunan PPh 2013 karena untuk jul-des 2013 sudah dikenakan PPh Final 1% (PP 46). Untuk itu saya buatkan simulasi pengisian SPT Tahunan PPh OP 2013 dimana WP tersebut ikut penerapan PP 46 & materi kali ini angkanya berasal dari artikel saya sebelumnya tentang cara menghitung SPT Tahunan PPh OP terkait PP 46. Di akhir artikel akan saya bagikan file excel sebagai dasar rujukan bagi pembaca semua

Persiapkan Lampiran Pendukung SPT (Norma/laba-rugi)

Prinsip dasar mengerjakan SPT adalah dengan memindahkan angka dari lampiran SPT ke Induk SPT. Sementara lampiran SPT bisa diisi dengan mengambil angka dari dokumen usaha WP.
Ada 2 dokumen yang umum diperlukan:

  1. Rekapitulasi Penghasilan Bruto bagi WP yang melakukan pencatatan
  2. Laporan Laba Rugi bagi WP yang melakukan pembukuan. Untuk WP yang pembukuan juga menyiapkan neraca dan laporan penyusutan harta

Untuk kasus dimana WP menerapkan PP 46 pada bulan Juli 2013 dst, maka laba rugi yang diminta juga adalah laba-rugi semester 1.

Hitunglah Pajak Tahunan Kurang Bayar

media_1384138107893.png

Untuk artikel ini saya ulas hitungan bagi usahawan P. Rudi (dagang) yang menerapkan PP 46, screenshoot diatas saya ambil dari artikel sebelumnya yang membahas cara menghitung pajak tahunan 2013. lakukan hal serupa.

Identifikasi Formulir SPT Mana Yang Tepat

media_1384138401018.png

Saya pilih Form SPT PPh OP 1770 karena dalam contoh, pak Rudi hanya bekerja sebagai usahawan saja

isilah Pada Bagian Omset Yang Dikenakan PPh Final 1%

media_1384141412253.png

Untuk omset final jul-des 2013 diisi pada form 1770-III bagian A No. 16 PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

Isi Penghasilan Jan-Jun Yang Dihitung Dengan Norma

media_1384141555975.png

Dari rekapitulasi peredaran bruto 2013, hitunglahhanya untuk omset januari-juni yang dikenakan dengan norma

Hitunglah Dengan Tarif PPh Umum Untuk Omset Semester 1 2013

media_1384141807014.png

Hasil akhir lebih bayar sebesar Rp.647.500 sesuai dengan hitungan pada artikel sebelumnya

 

Cukup mudah bukan 🙂 Jika ada kesalahan pada artikel ini silahkan sampaikan krtitik Anda di kolom komentar bawah. Besok akan saya postingkan untuk pengisian SPT Tahunan PPh Badan 2013

Download Excel Simulasi Pengisian 1770 OP 2013

Download PDF Simulasi Pengisian 1770 OP 2013

[button type=”bd_button btn_middle” url=”http://amsyong.com/wp-content/uploads/2014/04/Slide-Pengisian-SPT-Tahunan-Badan-dan-OP-PP-No-46-2013.pdf” target=”on” button_color_fon=”#3fc2da” button_text_color=”#FFFFFF” ] SPT OP/Badan PP 46[/button]

 

104 replies
  1. dudun
    dudun says:

    Selamat sore pak Dwi,

    sungguh bagus sekali artikel bapak ini, sayangnya saya baru baca skrg2 ini (apr 2017).

    terkait pp 46 pph final 1%, sperti dijelaskan sbelumnya dari DPP omzet. nah… masalahnya sy ini pedagang eceran/grosir dimana ppn sudah termasuk dalam hrg jual (include), apakah hrs sy keluarkan dl ppn nya (hrg jual / 1,1) ? baru dapat dpp nya dan dikali 1%?

    mohon pencerahannya pak dwi, makasih banyak

    Balas
  2. Susanto
    Susanto says:

    Selamat pagi Bapak Dwi Utomo,
    saya ingin bertanya. dengan adanya PP 46/2013 apakah perhitungan setoran masa pada umumnya masih dapat diperlakukan untuk tahun 2014 ? dan alasannya bagaimana pak. Terima kasih. 🙂

    Balas
  3. aspari
    aspari says:

    AssWW Bos . Sy mau tanya pengisian SPT. 1770 yang bentuk SPT Tahunannya tidak mengakomodir PP 46 – 2013

    Kami sudah melunasi perpajakannya dg bayar Final yg 1 %. PP 46 2013 ( hanya itu ) dan tak punya pekerjaan lain selain pedagang pengecer (( Klu 52326 )

    Bagaimana cara pengisian SPT 1770 nya. Apakah dikosongkan saja dan langsung tanda tangan saja pada Halaman 1 , Lamp – I , II , III . Serta DaftarJlh Pengh – Pembay PPh 25.

    Terimakasih ya Bos

    Balas
  4. Lala
    Lala says:

    Malam Pak,
    Kalau saya tidak bayar PPH Final 1% itu, dan setelah saya kalkulasi ternyata penghasilan saya masih
    lebih kecil dari PTKP, itu tidak apa ?
    Dan kalau suami saya tidak ada usaha, tapi ada npwp, apakah tetap harus lapor ?
    Form apakah yang harus saya pakai ?
    Untuk usaha bikin kue ulang tahun rumahan, saya dikenakan norma berapa %, dan KLU nya apa pak ?
    Terima kasih banyak atas bantuannya.
    Sehat Selalu Pak.

    Balas
  5. Sri Murdianti
    Sri Murdianti says:

    Selamat Siang,

    Apa bisa SPT PPh ps 25 OP dihitung dengan tarif norma dan tarif final 1% sebagai catatan jan-des 2014 kami sudah mengangsur pph ps 25 OP.
    kalou bisa bagaimana cara perhitungannya?

    Balas
  6. natallya
    natallya says:

    yang mau saya tanyakan adalah kalo penghasilan kita di kenakan PP46 final 1% maka pengisian di SPT Tahunan cuma di 1770-III no.16 akan tetapi jika kita punya suami/istri yang beda npwp dengan kita dan pelaporan spt tersendiri…maka perhitungan PH – MT gimana?

    Balas
  7. QARMA
    QARMA says:

    Numpang tanya ni mas,,, itu pengisian nya antara spt jan-jun dan spt jul-des 2013 nya boleh di dalam satu formulir gitu apa harus di pisah ya masih bingung ni soalnya? jadi maksud saya yg jan-jun di buat formulirnya sendiri dan jul-des di buat formulirnya sendiri juga,, jadi ada 2 gitu atau apa boleh langsung dalam satu formulir soalnya kan jul-des 2013 sudah pake pp 46 yg 1% itu,,mohon bantuanya ni mas makasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Untuk pengisiannya cukup dengan 1 formulir saja pak, karena nanti pemisahannya pada 1771-I dan terlihat disitu pengurangan atas omset semester 2 yg sudah final

      Balas
  8. Ogie Nurdiana
    Ogie Nurdiana says:

    mohon bantuannya.
    npwp saya jenis jasa dengan kode nomor 82300 (55%), berkas apa saja yang harus saya butuhkan untuk pelaporan ke KPP ? dan penghasilan saya di bawah PTKP. apa saya harus bayar pajak atau tidak? mohon penjelasan detailnya.

    Balas
  9. Pak klo,Pelaporan SPT Tahunan OP 2014 ,omset 1% bagaimana caranya ,bisa minta tolong kasih contoh dan form apa saja yang diisi.tq
    Pak klo,Pelaporan SPT Tahunan OP 2014 ,omset 1% bagaimana caranya ,bisa minta tolong kasih contoh dan form apa saja yang diisi.tq says:

    Komentar: Pak bisa,kasih contoh cara buat SPT Tahunan 2014 ( OP ) 2770,Saya punya toko omset 1 % form apa saja yang diisi ,thanks

    Balas
  10. ridwan
    ridwan says:

    mas mau tanya, kl npwp baru punya maret 2014, maret-desember sudah bayar pake 1%, cara ngisi kekurangan pada januari-februari gimana?

    Balas
  11. Darma Sanjaya
    Darma Sanjaya says:

    Selamat Sore Pak Dwi.

    Jika Ada NPWP yang terbit pada bulan April 2014, untuk perhitungan omset jan - mar 2014 (Sebelum terbit NPWP) mengunakan norma atau pph final 1% Pak ?. Sebab saya kemaren tanya ke Kring Pajak mengenai hal ini dan dijawab untuk omset jan - mar 2014 harus dibayar pph final 1% nya Pak dan perhitungannya final semua 1 Tahun full. Harus mengikuti yang mana Pak ?

    Terima Kasih.

    Darma S.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat sore pak Darma
      Merujuk pada PMK-107/PMK/2011 pasal 3 ayat (5) Dalam hal Wajib Pajak baru terdaftar sejak berlakunya Peraturan Menteri ini, pengenaan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) didasarkan pada jumlah peredaran bruto pada bulan pertama diperolehnya penghasilan dari usaha yang disetahunkan.

      Pak Darma setahunkan saja (x 12 bln) omset januarinya jika melebihin 4.8M maka angsur PPh 25 seharusnya. Jika masih di kategori pengusaha kecil menengah maka jawabannya akan sesuai dengan yg dari kring pajak.

      Balas
  12. Imelda
    Imelda says:

    Salam kenal pak, saya mau tanya. Saya wp op dengan norma. Dan tahun 2014 ini kan sdh full menggunakan 1%. Nah, dalam penghitungan SPT. norma nya (20 %) msh terpakai gak ya? cara pengisiannya sama seperti ilustrasi di atas? terima kasih pak.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Salam kenal juga bu Imelda
      Untuk WP OP yg udah full 1% bayarnya maka nggak lagi menggunakan norma, cukup isi hal 1770-III bag.A no. 16 dan isian daftar harta, utang dan keluarga. Yak miriplah dengan contoh diatas hanya yg ibu isi udah setahun penuh.

      Balas
      • Daniel
        Daniel says:

        Ingin tanya juga, untuk formulir 1770 yang diisi bagian mananya saja ya? atau semua dikosongkan dan hanya mengisi hal 1770-III bag.A no. 16 dan 1770-IV? untuk halaman pertama 1770 hanya mengisi identitas dan pernyataan? begitu juga 1770-II dan 1770-III diisi identitas seperti nama dan npwp saja, sisanya dikosongkan? Jikalau ada contohnya mgkin bisa lebih jelas lagi. Thanks

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Khusus pada tahun pajak 2013, maka atas omset januari-juni 2013 masih dikenakan norma sehingga dimasukkannya pada 1770-I hal. 2 bag. B, sedangkan untuk omset jul-des yang sudah disetor 1% final masuk di 1770-III.

          Balas
      • Daniel
        Daniel says:

        Jikalau memang benar tampakny saya salah isi, karena form 1770-I hal 2 bag B saya isikan norma dengan “1%”, kemudian hasil perkaliannya saya dipindahkan ke 1770 bag A poin 1(penghasilan neto).
        Jadi istilahnya di form 1770 bag A poin 1 saya isikan dengan total pajak yg saya sudah bayar dgn pp46 dari jan-des 2014.
        Sebelumnya saya masih pakai norma 20%, jadi saya kira hanya cukup menggantinya dengan 1%, tapi saya bingung sendiri begitu mengisi form 1770nya, jadi aneh…
        Karena sudah lama pakai pp25, jadi bingung sendiri sekarang.
        Untuk formulir belum saya serahkan kerana msh bingung, dan tampaknya harus minta formulir 1770 baru lagi. Tidak boleh dicoret-coret kan?

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Menyambung dari jawaban di pertanyaan pak daniel sebelumnya, untuk lampiran SPT lain identitas (Nama, NPWP, tahun) juga diisi, sedangkan pada 1770-IV diisi juga data harta, utang dan keluarga. Jika pak Daniel masih bingung bisa minta dibimbing AR disana dan sangat bisa minta formulir atau cetak baru lagi.

          Terima kasih

          Balas
          • Daniel
            Daniel says:

            Terima kasih banyak atas infonya pak dwi, Maaf saya hanya ingin sedikit diperjelas lagi, jadi maksudnya untuk spt tahun pajak 2014 ini (yang sudah full pakai pp46 dari jan-des 2014) untuk form 1770,1770-I,1770-II cukup hanya mengisi identitasnya saja. Dan Untuk form 1770-III diisi kan pula bagian A no.16 dan form 1770-IV diisikan juga data harta, utang dan keluarga kan? Berikut juga dengan mengisi lampiran daftar peredaran bruto dan pembayaran pph final (pp 46) perbulannya.
            Kalau sudah benar begitu saya akan print formulirnya dan tulis ulang lagi saja.

            Balas
  13. Ridwan Ramli
    Ridwan Ramli says:

    Pak Dwi, sebelumx makasih atas info perpajakannya. Langsung saja, sy masih kurang memahami spt tahunan di atas, khususnya nilai PPh Terutang pada Form 1770-III (Rp. 13.000.000) dengan nilai PPh Terutang pada Induk SPT 1770 (Rp. 17.747.500). Bagaimana keterkaitan kedua PPh terutang di atas dan yang mana sebenarnya PPh Terutang yang harus dibayarkan? Thanks …

    Balas
  14. ajimi bento
    ajimi bento says:

    selamat sore mas dwi.. saya ingin menanyakan mengenai SPT tahunan OP selaku pemilik CV (sumber penghasilan hanya dari CV, tidak ada penghasilan lainnya), seandainya prive yang diambil dalam setahun 60 juta, apakah di SPT hanya ditulis 60 juta dalam kolom B no.3? dan apakah tidak perlu lagi membayar PPH 21/29? terima kasih mas dwi atas jawabannya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan AJi
      Iya benar cukup tulis 60jt pada 1770 III B.3. Jika ada daftar pembagian/pengambilan prive maka lampirkan juga daftarnya.
      Ada artikel terkait pertanyaan rekan Aji, bisa dibaca disini

      Balas
      • ajimi bento
        ajimi bento says:

        terima kasih mas dwi atas pencerahannya.. website mas dwi sangat membantu kami para pelaku usaha (ber NPWP) dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. sudi kirannya Dirjen Pajak mengucurkan dana nya untuk menata website ini lebih bagus lagi.. wassalam

        Balas
  15. willy
    willy says:

    Komentar:
    Pagi pak…. Mau tanya bagaimana cara membuat spt tahunan pph op 2014 terkait pp 46?
    Apakah masih menggunakan formulir 1770 untuk pengisian spt tahunan pph op 2014 terkait pp 47….. Terima kasih

    Balas
  16. essen
    essen says:

    Malam pak,
    Ini sya mau nanya soal pp46

    ,
    Jika saya WP OP pekerja bebas sebagai agen pengumpul salah 1 komoditi..
    Bagaimana saya menyusun Spt tahunan saya jika saya tdk melwbihi 4.8M dan bgaimana jika saya melebihi 4.8M ?dan apa saja yg perlu saya lampirkan dalam pelaporan spt tahunan.
    Mohon petunjuknya pak?

    Terima kasih.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat malam rekan Essen
      Yang dimaksud agen yg dikecualikan dari PP 46 adalah agen agen asuransi, agen iklan dan distributor MLM. Sehingga kewajibannya adalah bapak membuat pencatatan bulanan atas penjualan kotor komoditi dalam sebulan lalu kemudian setorkan pajak 1%-nya. Catatan 12 bulan tsb nanti dilampirkan pada SPT Tahunan PPh OP.

      Balas
      • essen
        essen says:

        Terima kasih pak atas balasanya..kalau penghasilan >4.8M berarti saya pake perhitungan biasa?dgn pembukuan dan persenya sesuai pasal 17 tarif bertingkat pak?
        Bagaimana jiaka syaa tdk menyetor per bulan dan syaa byrkan skaligus diakhir tahun..apakah boleh?

        untuk pp46 bagaimana jika usahanya msih dlm keadaan rugi..pph finl bknya tdk bs dikreditkan?

        Terima kasih.

        Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Jika >4.8 maka benar dengan perkalian tarif PPh pasal 17/ perhitungan biasa. Untuk angsuran PPh 25 ataupun pajak final 1% disetornya tiap bulan pak, kecuali PP 46 nihil maka tidak perlu setor namun PPh 25 nihil wajib lapor SSP nihil, jika nanti diketahui ada setoran yg telat maka bisa dikenakan denda bunga @% atas telat setornya. Dalam hal rugi selama masih ada penjualan maka tetap setor pak.

          Balas
  17. ammar
    ammar says:

    perusahaan kami PT X menyewakan mobil dimulai dari Januari 2013, omset selama Jan-Jun 2013 Rp. 250.000.000, dan total selama tahun 2013 Jan-Des omzet Rp. 573.520.000. kami sama sekali belum peernah menyetor pajak pph psl 25. Bagaimana caranya kami melaporkan atau membuat SPT PPh Badan terkait dengan PP-46 ? Terima kasih atas jawabannya

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam pak Ammar
      Saat menyewakan mobil, pak Ammar dipotong nggak PPh 23-nya?
      Secara umum untuk omset bulanan dari juli-des harus disetor dulu pajak 1%-nya kemudian bapak hitung dengan tarif PPh umum untuk laba per juni 2013. Silahkan temui AR-nya pak, jika kesulitan.

      Balas
  18. Arief
    Arief says:

    Jikalau omzet bulan januari-juni (6 bln) tidak disetahunkan, pasti akan lebih bayar, karena PTKP yg digunakan adalah PTKP setahun (bukan PTKP 6 bln), bagaimana menurut anda?

    Balas
  19. Hari
    Hari says:

    Pagi Pak, apakah kalau kita menyumbang panti asuhan bisa menjadi pengurangan pajak? panti asuhan tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah daerah setempat.sumbangan tersebut dalam bentuk 2.5% dari penghasilan saya yang saya setor tiap bulannya.

    Balas
  20. Andry
    Andry says:

    Halo, salam kenal. terimkasih sebelumnya atas artikelnya. sangat membantu :). sebelum saya mengajukan pertanyaan ini sebetulnya saya sudah baca komentar dan pertanyaan sebelumnya tentang kebablasan penggunaan pph 25 di bulan juli dan agustus. namun masih agak bingung implementasinya. jadi sebagai contoh saja…bukan nominal yang sesungguhnya.
    Pajak yang saya bayar untuk bulan juli dan agustus setiap bulannya adalah 250.000 per bulan. padahal jika menggunakan pajak final 1 persen saya seharusnya membayar 300.000 dan 400.000 karena kebetulan pada bulan itu penjualan meningkat banyak. jadi saya mengalami kurang bayar pada bulan juli dan agustus.
    jadi pertanyaan saya adalah:
    1. apakah seharusnya formulir 1770 tetap diisi menggunakan data bulan 1-6 atau bulan 1-8?
    2. apakah seharusnya formulir 1770-III menggunakan data bulan 6-12 atau bulan 9-12?
    3. jika jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah formulir 1770 tetap memakai data bulan 1-6 dan formulir 1770-III memakai data bulan 7-12……maka kurang bayar tersebut harus ditaruh dimana? terimakasih banyak sebelumnya. salam

    Balas
    • Andry
      Andry says:

      tadi saya berhasil menelfon kring pajak di 500200 dan dijelaskan kalau pertanyaan saya yang point 1 harus menggunakan data di bulan 1-6 dan point 2 menggunakan data di bulan 7-12. untuk point 3 dijelaskan:
      – saya masih punya kewajiban untuk membayar pph final 1% di bulan juli dan agustus.
      – ssp bulan juli dan agustus yang telah saya bayarkan dengan menggunakan pasal 25 dapat menjadi kredit pajak di baris 17a formulir 1770 jika saya tidak ingin melakukan pemindahbukuan.

      jika saya ada kekeliruan tolong diberitahu ya. makasih 🙂

      salam

      Balas
  21. sherly margareth
    sherly margareth says:

    sore pa dwi, saya masih bingung tentang penghitungan pph op terkait pp 46. kalo memang omset yg pakai utk penghitungan semester 1 jan -jun berati semua biaya” yg di masukan jga berarti dari jan – jun saja ya pa dwi?? utk pembayaran pph 25 sudah saya bayarkan hinggah desember. kebetulan saya mengunakan penghitungan pembukuan . bisa tolong di contohin ga ya pa penghitungannya dan pengsian formulirnya pa. Thanks

    Balas
  22. Nova
    Nova says:

    Halo Pak, bagaimana kasusnya jika baru memulai usaha Januari 2013 dan belum pernah melakukan pembayaran pph 25 dari Januari-Juni 2013 lalu juga belum pernah melakukan pembayaran PPH final 1% dari Juli-Des 2013 ?

    Trims

    Balas
  23. Yulianto
    Yulianto says:

    Pk Dwi untuk perhitungan SPT Tahunan yang hanya menghitung omset Jan-Jun 2013 apakah omsetnya disetahunkan atau tidak ya soalnya kalau disetahunkan itu akan menemukan angka kurang bayar tapi jika tidak disetahunkan akan menemukan angka lebih bayar cukup besar lebih dari 500 ribu

    Balas
      • Yulianto
        Yulianto says:

        Contoh dengan data yang diatas itu jika disetahunkan untuk omset 6 bulan 167 juta, 167 juta x 12/6 = 334 juta
        334 juta x 20% = 66.800.000 lalu dikurangi PTKP 28.350.000 =38.450.000. 38.450.000 x 5% = 1.922.500 (Penghasilan kena pajak 1 tahun) untuk 6 bulan jadi dikali 6/12 = 961.250 dan sudah bayar 900.000 jadi ditemukan kurang bayar 61.250
        Tapi kalau seperti contoh ditas tidak disetahunkan jadi lebih bayar 647.500.
        Jadi Pak Dwi saya harus mengikuti perhitungan yang tidak disteahunkan itu ya, yang jadinya lebih bayar

        Lalu bagaimana jika omset yang 6 bulan tidak disetahunkan jika di kali norma angkanya jauh lebih kecil dari PTKPnya

        Balas
  24. octa
    octa says:

    pak mau tanya itu kan omset itung nya dr jan-jun berarti ptkpnya jg hrs dibagi 2 atau gmn?sy melihat dr cth bpk itu tetap ptkp 1 thn. bukan kah jadi ga adil ya kan omset nya cm6bln. makasih ya pak 🙂

    Balas
  25. rully
    rully says:

    Malam Pak, tolong tanya, utk pengisian form spt thnan form 1770 kolom no. 21, perlu diisi lg ngga? Krn kan utk thn 2014 sdh tdk ada angsuran pph psl 25 lg?
    Terimakasih sebelumnya

    Balas
  26. luluk
    luluk says:

    terima kasih artekel bpk membantu sekali. klo lap spt menggunakan norma pajak dan untuk omzet jan-juni lebih bayar bisa dipindahbukukan ke pasal 4 (2) yg 1% sehubungan ketidakpahaman omzet juli-des blm disetor pph pasal 4 ayat 2 yg 1%, terima kasih pak. sukses selalu

    Balas
  27. hokyanto
    hokyanto says:

    selamat pagi pak Dwi , saya bingung pak mau tanya untuk mengisi SPT bagaimana kalau penghasilan netto (dg norma 51 persen) setelah dikurangi PTKP K/0 hasilnya minus ? krn PTKP setahun sdgkan penghasilan netto hanya 6 bulan, terima kasih banyak pak atas jawabannya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi pak Yanto
      Berarti terjadi lebih bayar pak, tulis saja angkanya dengan diberi tanda kurung seperti (Rp.400.000) atau diberi tanda minus.
      Perhitngannya memang seperti itu

      Balas
    • alui
      alui says:

      Pak Dwi Ilustrasi bapak cukup membantu tetapi atas pehitungan jan-jun terjadi lebih bayar sedangkan juli-des ada pajak perhutang, apakah yg di setor selisih kurangnya sj u? spt tahunannya? tq atas jawabannya

      Balas
  28. Amanda
    Amanda says:

    Malam Pak dwi,
    Terima kasih atas petunjuk pengisian SPT nya.
    Pak, saya mau tanya sehubungan dengan surat pemberitahuan penggunaan norma, apakah masih perlu dilampirkan lagi pada saat pelaporan SPT tahunan 2013?
    Mohon petunjuknya.
    Terimakasih pak.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Jika sebelumnya sudah pernah menyampaikan berarti gak usah bu. Sampaikan saja langsung tanpa pemberitahuan norma tetapi di SPT tahunannya sudah ada rekap bruto pasti diterima oleh KPP.

      Balas
  29. jo
    jo says:

    Pak kalau seandainya kelebihan bayar itu kita abaikan gak usah dipermasalahkan atau dengan kata lain ya…sudah saja biarkan……….. ga usah kita restitusi……… kalau begitu bagaimana pa ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Ketika pak Jo lapor SPT dan tertulis LB, maka secara otomatis akan diproses dengan penelitian/pemeriksaan agar pajak tsb bisa dikembalikan. Kecuali lapornya nihil/kurang bayar maka tidak ada restitusi

      Balas
  30. suryadi
    suryadi says:

    pak, saya usaha online shop dengan omset 7jt/bln, setelah saya hitung ternyata untuk bulan jan-jun 2013 tidak mencukupi PTKP 2013, lalu pajak terhutang menjadi nihil, dan lebih bayar, apakah lebih bayar itu nanti direstitusikan dlm pengembalian uang atau bagaimana ya?

    Balas
  31. Mika
    Mika says:

    Pagi Pak,
    Mohon bantuannya karna saya tidak mengerti sama sekali dengan pajak
    Sekarang saya bekerja diperusahaan yang baru berdiri sejak Oktober 2013 total karyawan 6orang.

    Dari Oktober s/d Desember 2013 saya belum melaporkan SPT PPh 21 Masa danTahunan. Untuk keterlambatan pelaporan SPT PPh 21 ini, apa yang harus saya persiapkan ? untuk penghasilan seluruh karyawan sudah melebihi PTKP dengan status “Kontrak” bagaimana cara pelaporan dan perhitungannya.
    Sejak Oktober 2013 s/d Januari 2014 perusahaan saya bekerja belum ada omzet penjualan bagaiman cara pelaporan dan perhitungan untuk PPh 1% Final (sesuai PP No. 46), PPh Pasal 4 (2), PPh 25, dan PPh 29 ? apakah pelaporan cukup diNihil kan ? Mohon bantuannya

    Mohon bantuannya Pak Budi, segala informasi yang bp berikan akan sangat membantu saya dalam bekerja
    Terima Kasih

    Balas
  32. anto
    anto says:

    Cukup mudah mmg menjabarkan.. kronologi perhitungan dari omzet sampe hasil akhir LEBIH BAYAR.. tapi efeknya yang cukup merepotkan setelah mau melakukan restitusi.. yaitu dengan di lakukan mekanisme PEMERIKSAAN OLEH PETUGAS PAJAK padahal kelebihan bayar ini di sebebkan oleh krn omzet yang di perhitungkan hanya jan -jun sedangkan ptkp yang di kurangin itu full x setahun yang otomatis pasti akan terjadi kelebihan bayar.. jd apabila kelebihan bayar ini mmg bisa langsung di klaim dan di kembalikan ya ok ok saja tapi kalo harus melalui mekanisme pemeriksaan ini sama saja dengan AKAL AKALAN PEMERINTAH MEMBUAT ATURAN BARU SUPAYA PARA WAJIB PAJAK MASUK JEBAKAN SAAT MENGISI SPT YANG NOTABENE akan menjadi Status LEBIH BAYAR dan Notabene akan di periksa.. sekian dan terima kasih.

    Balas
  33. Chandra
    Chandra says:

    sore pak…
    Berdasarkan ilustrasi yang bapak buat, berarti terjadi kelebihan bayar 647.500,- apakah laporannya begitu (nanti terkesannya kita meminta kembali kelebihan bayar tersebut, hingga membuat kita jadi diperiksa..), trims

    Balas
  34. Ninuk Mayantari
    Ninuk Mayantari says:

    Siang pak, salam kenal
    Mau tanya pak, kalau untuk WP OP yang terkena PP No 46 Metode Penghitungan dengan Pembukuan bagaimana pak cara menghitung PPh terutangnya untuk SPT Tahun 2013, terima kasih atas jawabannya

    Balas
    • Irfan Hartono
      Irfan Hartono says:

      Sedikit ilustrasi:
      Diketahui Laba bersih sebelum pajak 2013 sebesar Rp.480.000.000. Dan laba bersih 6 bulan (jan-jun) adalah Rp.200.000.000. Peredaran usaha/bruto 2013 sebesar Rp.5.000.000.000. Perusahaan ini juga membayar angsuran PPh 25 selama jan-jun dengan nilai 2.000.000/bulan. Maka hitung pajak di SPT Tahunan PPh 2013 dengan asumsi wajib PP 46?

      Jika menggunakan pembukuan, maka membuat Laporan Laba Rugi semester 1.
      Laba 6 bulan pertama Rp.200.000.000
      TarifPajak Terutang 2013 adalah
      5%X50.000.000 = 2.500.000
      15%X150.000.000 = 22.500.000
      Jumlah = 25.000.000

      Angsuran PPh 25 Badan jan-jun totalnya 12.000.000 (2jt*6bln)

      Pajak yang masih harus dibayar 25.000.000-12.000.000= Rp.13.000.000

      Balas
  35. morin
    morin says:

    Pak, mohon pencerahannya, saya sudah download contoh membuat spt 2013 op yang bapak buat. terima kasih, amat sangat membantu. tapi ada satu hal yang masih saya bingungkan yaitu PTKP di contoh spt yang bapak buat satuannya kan tahun, sedangkan perhitungan bruto/netto nya kan setengah tahun (jan-juni), bukankah seharusnya perhitungan PTKP nya juga dikonversikan menjadi setengah tahun? mohon informasinya pak. terima kasih banyak Pak…

    Balas
  36. muhammad tahir
    muhammad tahir says:

    pak saya orang awam soal pajak,apalagi aturannya terus berubah. Untuk itu saya minta tolong solusi masalah yang saya alami. Begini pak, saya punya toko bahan bangunan yg omzetnya masih kecil januari thn 2013 dan januari 2014 saya sudah bayar pph masa psl 25 op jan-des 2013 dan januari-des 2014. dengan kode 411125/100 jadi kesimpulannyan saya sudah bayar pph masa psal 25 op utk thn 2013 dan 2014 denan aturan lama jadi pertanyaan saya pak
    1.bagaimana saya menghitung/mengisi SPT thn 2013
    2 bagaimana pembayaran masa juli des 2013 dan jan-des 2014 yg terlanjur sy bayar dengan kode 411125/100
    atas bantuan bapak sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak

    Balas
  37. Ali
    Ali says:

    salam sejahtera.
    pak Dwi, sy mohon dikasih pencerahan, perusahaan saya PKP baru July 2013, penjualan 2013 dibawah 3 Milyard/thn, jadi saya kena pph 1% final.
    awal thn ini saya mau import barang, thn lalu pernah import sekali kena PPn 10% dan PPh 2,5%.
    saya pernah Tanya kring 500200, katanya utk thn 2014 spy gak kena pph 2,5% musti ajuin surat permohonan.
    pas awal tahun saya ajuin surat permohonan, selain B/L, Invoice, shipment dll, ternyata petugas pajak mengharuskan lampiran neraca r/l th 2013, ( petugas seperti gak tau aja kalau kami kesulitan selesaikan neraca 2013 dlm waktu 3 hari kerja) apakah bisa kami lampirkan saja peredaran penjualan selama thn 2013?
    kalau permohonan bebas PPH import tidak dikabulkan, apakah PPh import 2,5 % yg akan kami bayar bisa kami kompensasikan pada penjualan selama thn 2014.
    terima kasih atas pencerahannya.

    Balas
  38. Afna
    Afna says:

    Ternyata jawaban pertanyaan saya sudah ada di sini. Bila PTKP tidak boleh dibagi 2 karena cuma 6 bulan PPh 25, akan terjadi lebih bayar (LB). Tahun 2014 sudah tidak pakai PPh 25 lagi, LBnya boleh masuk PPh 4 (2)?

    Balas
  39. Afna
    Afna says:

    Pak, apakah PTKP tidak 50% dari seharusnya? Bukankah PPh 25 cuma 6 bulan. Sementara PTKP itu dalam 1 tahun. Bila dihitung pasti akan lebih bayar.

    Balas
  40. Bambang
    Bambang says:

    Pak Dwi, mau ikut tanya nih. Setelah dihitung ternyata PPh 25 saya nihil dan PP 46 Rp. 70.000,- per bulan. Masalahnya saya sudah bayar Rp. 40.000,- / bulan sejak Januari sampai November. Jadi saya lebih bayar. Apakah saya bisa pindah buku untuk pembayaran PP 46 bulan Desember dan Januari yg belum saya bayarkan? Pembayaran Januari kan masih bulan depan. Terima kasih.

    Balas
  41. William
    William says:

    Selamat malam Pak,
    Kami adalah WP OP yang sudah menyelenggarakan pembukan, Jul-Des 2013 kami kena PPh Final 1%. Omset kami tahun 2013 sudah melampaui 4,8 M. yang ingin kami tanyakan bagaimana perhitungan angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2014.
    Terima kasih.

    Salam,
    William A

    Balas
  42. Handayani
    Handayani says:

    Selamat malam Pak, Terima kasih infonya Pak. Saya tidak begitu menguasai pajak Pak, Mohon tanya kalau PPH Ps 23 Juli – Nopember apa bisa di perhitungkan di SPT Tahunan karena potongan 2 % tapi kami kena Pajak Final PP 46 Th. 2013 1 % , sehingga lebih bayar di Juli – Nopember, akan kami perhitungkan sebagai PPH Ps 25 Januari – Juni 2013, terima kasih atas jawabannya Pak, sehat selalu !

    Balas
    • Handayani
      Handayani says:

      Selamat Siang Pak, mohon jawabannya karena kebetulan mau mengajukan SKB dimana SPT harus dilaporkan dulu, terima kasih sebelumnya Pak, sehat selalu

      Balas
  43. iwan
    iwan says:

    salam pak dwi,
    mohonn penjelasan untuk pelaporan spt tahunan badan 2013 , perusahaan termasuk dalam pp 46 2013…pelaporannya jan-jun dengan format yang bapak ilustasikan….tetap gimana untuk pelaporan masa juli – des ? sedangkan omset masih dibawah 4,8 m…terima kasih sebelumnya….

    Balas
  44. sujatmiko
    sujatmiko says:

    selamat sore pak…mhn maaf sebelumnya sy sangat tidak mengerti tentang perpajakan,,,sy punya cv baru 1 thn, kebetulan dapat pekerjaan di perusahaan sawit untuk pembuatan rumah 3 unit nilainya 900 jt termasuk ppn, bangunan ini selesai selama 10 bulan( jan-okt). tiap invoice sy dipotong pph 23 2% dan sy buat faktur pajak, bagaimana caranya sy lapor yg 1% itu pak. trimaksih

    Balas
  45. yuli
    yuli says:

    Pak bisa tolong diberi contoh Jika juli-desembernya belum bayar yg 1%, PPh 25 yg terlanjur setor itu menjadi kredit pajak di SPT tahunan seperti apa ya? Dan apakah kita tetap mencantumkan omset jul-des di kolom pph final di lampiran III ?
    thanks.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat pagi bu Yuli
      Jika juli-des belum bayar 1% tetapi sudah terlanjur setor PPh 25 hingga desember, maka jika bu Yuli tidak mengajukan pemindahbukuan atas yg terlanjur setor tsb ke 1% tentunya PPh 25 tsb menjadi kredit pajak juga atas omset jan-jun. Lampiran 3 ya nggak bisa diisi/nihil karena ibu belum bayar/Pbk yg 1%, tetapi nantinya oleh kantor pajakakan dihimbau untuk membetulkan SPT tsb karena untuk masa juli-des 1% sifatnya wajib

      Balas
  46. zonyzoe
    zonyzoe says:

    mat malam pak, saya mau tanya masalah pasal 25 yang sudah terlanjur di setor dari januari 2013 sd agustus 2013 (jadi kelebihan setor 2 bulan yaitu juli dan agustus 2013) dan masalahnya apakah pasal 25 selama jan sd agustus 2013 bisa dikreditkan atau cuma jan sd jun 2013 saja yang bisa dikreditkan) sedangkan 2 bulan juli dan agustus 2013 yang terlanjur dibayar apakah bisa dikembalikan ke saya dan caranya bagaimana ,jika tidak bisa dikembalikan harus diapakan yang kelebihan bayar masa 2 bulan pasal 25 itu pak. mohon minta konfirmasinya kesaya (zonyzoe@yahoo.com)

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Selamat siang rekan
      Untuk yg terlanjur setor juli & agustus bisa diajukan pemindabukuan, atau jika tidak ingin ngajukan Pbk maka atas jul & aug bisa menjadi kredit pajak pada SPT tahunan juga. kalau diminta kembali tidak bisa rekan, kecuali SPT tahunannya nantinya LB.

      Balas
  47. sianty coe
    sianty coe says:

    Malam Pak,
    maaf sebelumnya jadi banyak tanya … jika sebelumnya penghasilan bruto di kalikan norma 20% kemudian di potong dengan ptkp dan hasilnya yang kemudian dijadikan penghasilan kena pajak tentunya angka yang harus kita bayar dengan angka besarnya pajak yang sekarang yang dari penghasilan bruto lgs dikalikan 1% akan sangat jauh berbeda hasilnya bukan pak ? karena penghasilan bruto masih mengandung didalamnya biaya usaha belum lagi ptkp yang dulu diperhitungkan sekarang tidak lagi ? dengan kata lain pajak yang sekarang kita harus bayarkan jauh lbh besar angkanya dari yang dulu biasa kita setor bukan pak ? atau apakah sebelum dikalikan dengan 1% penghasilan brutonya terlebih dahulu dikurangi dengan biaya2 atau tidak pak ?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi bu
      Untuk setoran bulanan memang dari omset kotor (tanpa mempertimbangkan biaya di bulan tsb) dikalikan tarif 1%. Sedangkan pada SPT tahunan khusus omset semester 1 masih dihitung dengan tarif PPh biasa. Disini contoh untuk hitungan pajak tahunan.

      Balas
  48. sianty coe
    sianty coe says:

    Malam Pak,
    Saya juga statusnya sama dengan Pak Edi yaitu terlambat mengetahui kalo ternyata sekarang diberlakukan pajak final 1% sehingga saya sudah melakukan penyetoran pph 25 dr jan-des 2013. dan selama ini saya tdk melakukan pembukuan jadi memakai sistem norma sebesar 20%. jadi saya harus bagaimana dalam melakukan pengisian spt 2013 ? apakah slip setoran pajak untuk pjk final 1% tiap bulannya berbeda dengan ssp yang biasa ya pak ? mohon penjelasannya dan terima kasih sebelumnya

    Balas
  49. sam
    sam says:

    wah sejak 2008 saya sebagai awam yg belajar bikin spt pribadi sangat terbantu dengan adanya blog ini
    sempat dipanggil kantor pajak untuk pembenaran spt di tahun 2010
    memang membingungkan perubahan aturan pajak dan pembuatan spt di indo ini… utamanya bagi orang awam akuntansi seperti saya

    gak tau apa maunya kepentingan penguasa
    sebagai rakyat kecil kita mah bayar pajak aja deh semoga gak dipersulit dan ribet aturan pengisian spt

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Terima kasih pak Sam
      Blog ini masih jauh dari sempurna, dan materi disini hanya rangkuman dasar, semoga ke depannya bisa semakin terbantu dan semakin mudah mengurus administrasi perpajaknnya. Jika masih ada kesulitan bisa menghubungi AR-nya pak atau bertanya juga di saluran pulsa lokal kring pajak 021500200

      Balas
  50. ferdinan
    ferdinan says:

    pak maaf mau tanya apa ptkpnya boleh dibagi dengan 12 dahulu baru dikalikan 6 supaya perhitungannya lbh masuk akal?

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Pagi pak Ferdi
      Tidak ada PTKP setangah tahun, dan hingga saat ini saya juga belum mendapatkan aturan terbaru apakah omsetnya harus dikalikan 2 atau PTKP-nya dibagi 2. Dari penjelasan petugas kring pajak sama dengan artikel diatas penerapannya. dan dari SE-42/PJ/2013 bagian F poin 11

      Peredaran usaha dihitung berdasarkan seluruh peredaran usaha
      selama Tahun Pajak 2013, tidak termasuk peredaran usaha pada Masa
      Pajak Juli 2013 sampai dengan Desember 2013 yang dikenai Pajak
      Penghasilan Pasal 4 ayat (2);

      Balas
  51. edi
    edi says:

    begini pak, kan dari jan – jun 2013, seharusnya masih dikenakan pph25, dan jul -des 2013 pp 46. tetapi berhubung saya tidak tau saya dari jan – des 2013 bayarnya pph pasal 25 saja. terus gimana yah cara revisinya? pelaporan SPT nya? thanks

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam pak Edi
      Jika juli-desembernya belum bayar yg 1%, boleh aja atas setoran PPh 25 jul-des dipindahbukukan ke PPh 1% jul-des. Namun jika pak Edi tidak ingin melakukan Pbk, maka diakhir tahun PPh 25 yg terlanjur setor itu menjadi kredit pajak di SPT tahunan.

      Balas
        • Dwi Utomo
          Dwi Utomo says:

          Selamat pagi pak Edi
          Susah sih nggak, yg bikin lama biasanya adalah permohonannya kurang lengkap serta WP tidak mencantumkan no contact person. No CP tsb dibutuhkan untuk mengkonfirmasi jika ada berkas yg keliru atau tidak lengkap. Kendala di sisi kantor pajak biasanya petugas sibuk atau sistem lagi ngadat. Permohonan yg sudah lengkap akan diproses dengan standar pemrosesan 28 hari.

          Balas
  52. adi
    adi says:

    Kok penghasilan semester I ga disetahunakan dulu pak ya..kan PTKP yang dipakai di SPT Tahunan PTKP setahun..

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Dulu saya mikirnya juga gitu, ternyata di SE-42 tidak menyebutkan penyetahunan omset. Dan setelah konfirmasi dengan teman di kring pajak juga menjelaskan tidak perlu disetahunkan.

      Balas

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] OP 2013 dimana WP tersebut ikut penerapan PP 46 & materi kali ini angkanya berasal dari artikel Download Cara Membuat SPT Tahunan PPh OP 2013 Terkait PP 46 … | […]

  2. […] saya bahas. Menurut saya contohnya sudah lebih kompleks dari artikel versi saya sendiri baik yang Orang Pribadi ataupun Badan, tapi pada akhirnya materi ini akan bermanfaat bagi Anda-anda semua, dan jangan […]

  3. […] tapi mau berbagi artikel (lagi-lagi) tentang SPT Tahunan PPh OP. Dulu sudah saya postingkan yang SPT Tahunan PPh OP PP 46, namun contohnya disitu adalah bagi pengguna norma. Sekarang saya mau bagikan untuk SPT OP namun […]

  4. […] Mudah bukan? Silahkan dipahami, bisa jadi saya ada salah hitung atau salah tulis Cara memindahkan hitungan diatas ke SPT Tahunan PPh OP & Badan Bisa baca disini […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *