PPN Atas Insentif/Bonus Dari Main Dealer Ke Dealer/Distributor

6
6666

Ketika mendengar kata “dealer” pikiran saya langsung mengasosiasikan dengan frase dealer motor atau dealer mobil. Umumnya memang itu yang jamak ada disekitar kita. Dealer yang ada di kota/kabupaten adalah bagian dari dealer besar sehingga proses bisnis dan target ditetapkan oleh induk semangnya si main dealer. Ketika si dealer cabang berhasil memenuhi target penjualan maka biasanya akan ada bonus yang diterima, nah bagaimana perlakuan PPN-nya atas bonus/insentif yang diterima? Simak pada artikel ini.

INSENTIF/BONUS KARENA BEKERJA MELAMPAUI TARGET

Perdagangan insentif adalah penghargaan yang diberikan terhadap suatu subjek karena kinerja yang melampaui suatu standar yang telah ditetapkan.

PENGENAAN PPN-NYA :

Atas pemberian bonus/insentif/hadiah/penghargaan dari main dealer kepada dealer/distributor sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan lainnya atau imbalan prestasi terutang PPN.

Dalam hal bonus/insentif/hadiah/penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk Barang Kena Pajak, maka atas pemberian bonus/insentif/hadiah/penghargaan tersebut termasuk dalam kategori pemberian cuma-cuma dan atas penyerahannya terutang PPN dan PPnBM, serta harus diterbitkan Faktur Pajak.

PENGENAAN PPh-NYA :

Kondisi ini masuk ke kategori penghasilan berupa hadiah/penghargaan, sehingga ketentuannya :

[yes_list]
  • Dalam hal penerima penghasilan adalah orang pribadi Wajib Pajak dalam negeri, dikenakan PPh Pasal 21 sebesar tarif Pasal 17 UU No. 36 Tahun 2008

Contoh Penghitungan PPh Pasal 21
Sony Amaros adalah seorang atlet bulutangkis professional Indonesia yang bertempat tinggal di Jakarta. la  menjuarai turnamen Indonesia Grand Prix Gold  dan memperoleh hadiah sebesar Rp200.000.000,00. PPh Pasal 21 yang terutang atas hadiah turnamen Indonesia Grand Prix Gold  tersebut adalah:
5% x Rp50.000.000,00       = Rp 2.500.000,00
15% x Rp150.000.000,00   = Rp 22.500.000,00
Sehingga totalnya Rp 25.000.000,00

  • Dalam hal penerima penghasilan adalah Wajib Pajak luar negeri selain BUT, dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%  dari jumlah bruto dengan memperhatikan ketentuan dalam P3B yang berlaku
  • Dalam hal penerima penghasilan adalah Wajib Pajak badan termasuk BUT, dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 15% dari jumlah penghasilan bruto
[/yes_list]

Referensi artikel tentang pajak final hadiah, undian dan pajak tidak final hadiah undian

 

 

6 KOMENTAR

  1. Terimakasih atas artikelnya Pak Dwi, mau tanya jika Bonus/insentif/hadiah/penghargaan dalam bentuk barang apakah terhutang PPh 23/21 ?.
    Jika terhutang bagaimana prosedur pemotongannya. Terimakasih sebelumnya Pak.

  2. Yth pak Dwi, sy juga mau tanyakan spt yg penanya sebelumnya tanyakan tp blm terjawab.. kalau insentifnya berupa uang bgmn ppn terutangnya? trimakasih…

  3. penjelasan mengenai perhitungan PPNnya gmna pak. ?? yang jadi permasalahan kan perhitungan PPNnya. jika termasuk dalam pemberian cuma-cuma, bagaimana menetukan laba brutonya.?? mohon penjelasannya pak 🙂

  4. Artikel yang keren om Dwi. Maap ada yang saya belum jelas. Atas kalimat ini lho..

    “Atas pemberian bonus/insentif/hadiah/penghargaan dari main dealer kepada dealer/distributor sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan lainnya atau imbalan prestasi terutang PPN.”

    Apakah yang dimaksud bonus/ insentif di sini adalah selain barang? maksud saya, apakah pemberian sebagai bonus/ insentif juga dikenakan PPN?

    tuerimakuasiii sebelumnyaa. huhehuhe

    • Bonus/insentif/hadiah/penghargaan disini harusnya adalah barang pak, karena jika berbentuk uang maka tidak terutang PPN. Gitu ya maksud pertanyaan pak ucups?

Tinggalkan Balasan ke faiz Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.