Update & Revisi Cara Mengisi SPT Tahunan PPh Badan PP 46

Sebelum menuju isi postingan saya kutipkan “tanda cinta” ya pertanyaan ya ketidaksetujuan dari pengunjung atas salah satu artikel saya

[tabgroup] [tab title=”Tab 1″]Klik tab 2, 3 dst untuk membaca reaksi pengunjung[/tab] [tab title=”Tab 2″]

Yth Pak Dwi,

Saya tidak setuju atas tulisan bapak yang tidak mengisi omset Juli-Desember 2013 di form 1771-I. Menurut saya, form 1771-I tetap harus diisi dengan penghasilan setahun (tidak 6 bulan), namun semua penghasilan dan biaya di Juli-Desember 2013 terkait PP 46 ini dikoreksi fiskal sepenuhnya.

Penghasilan –> dikoreksi negatif 100% (pada form 1771-I no 4 – Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan Yang Tidak Termasuk Objek Pajak)

Biaya –> dikoreksi positif 100% (pada form 1771-I no 4 – Penyesuaian Fiskal Positif)

asumsi tidak ada koreksi fiskal lain

Sehingga penghasilan neto fiskal sehubungan dengan PP 46 (Juli-Desember 2013) menjadi nol. Dan yang tersisa adalah penghasilan yang kena tarif pasal 17, yang akan masuk/pindah ke form induk.

Tentunya bapak mengetahui bahwasanya biaya sehubungan dengan penghasilan yang bersifat final juga tidak boleh dibiayakan, bukan?

Demikian pendapat saya pak. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih.

Sukses selalu untuk bapak dan tim. Blog ini sungguh sangat bermanfaat.

PS: Anyway, saya setuju bahwa laporan keuangan 6 bulan perlu dibuat agar dapat mengklasifikasikan jenis penghasilan. Ini sungguh mencerahkan.

by Pajak Mania

Follow [social_link type=”twitter” url=”https://twitter.com/PajakMania” target=”on” ]PajakMania[/social_link] [/tab] [tab title=”Tab 3″]

Dear Pak Dwi,

Terkait Pengisian SPT Tahunan Badan, informasi yang saya dapatkan dari kring pajak adalah pada 1771-1 lampiran 1 penghasilan neto komersial dalam negeri atau tepatnya angka 1, 2 dan 3 di isi penghasilan masa jan-des dan bukan masa jan-jun saja spt contoh yang pak dwi buatkan diatas.

Sementara angka 4 (penghasilan yang dikenakan pph final dan yang tidak termasuk objek pajak) merupakan akumulasi Laba bersih Jul-Des.

Nah setelah coba saya input. hasil penghasilan neto fiskal tidak sesuai dengan penghasilan neto fiskal di laporan laba rugi periode jan-juni saya.

Mohon pencerahannya, apakah benar cara pengisiannya seperti yang di contohkan oleh pak dwi di atas karena lebih logis juga menurut saya. dimana yang di input di lampiran 1 hanya utk periode jan-jun

atau memang ada ketentuan dari peraturan perpajakan bahwa SPT Tahunan 1771 pada lampiran 1 yang di masukkan adalah peredaran usaha, hpp dan biaya periode 1 tahun.

Saya tunggu pencerahannya segera pak dwi.

Salam… by Santy

[/tab] [tab title=”Tab 4″]Yang menjadi pertanyaan saya untuk Laporan Pajak Tahun 2013 :
1. Laporan Keuangan yang dipergunakan untuk mengisi Lampiran 8A-2 apakah menggunakan Laporan Keuangan per 31 Juni 2013 atau tetap menggunakan Laporan Keuangan per 31 Desember 2013 ?
2. Sama juga dengan Formulir 1771 I juga menggunakan Laporan Keuangan yang sampai kapan Pak.
3. Pak boleh minta contoh untuk pelaporan SPT Tahunan 2013 untuk Badan dan PPh Final terkait PP.46
Teriam kasih sebelum dan sesudahnya atas info dan pencerahan yang akan Bapak berikan. by Ades[/tab] [tab title=”Tab 4″]dan beberapa pertanyaan dan kritik serupa lewat email pribadi langsung[/tab] [/tabgroup]

Kesalahan saya kemarin adalah hanya menginput nominal dari  laporan laba rugi yg per juni saja ke SPT Tahunan, seharusnya saya mengambil angkanya dari laporan laba rugi setahun. Jauh-jauh hari sebelum masuk 2014 memang sudah banyak pertanyaan serupa dari pembaca bagaimana nantinya tentang pengisian SPT tahunan badan mengingat hanya omset jan-jun saja yang dihitung dengan tarif umum. Dan sekarang saya sudah update baik untuk perhitungan serta cara pengisiannya ke SPT Tahunan PPh badan.  Update artikel kali ini juga menjelaskan cara pengisian di form 1771-II.  Seperti biasa, jangan lupa untuk melayangkan komentar, pertanyaan, kritik ataupun berbagi solusi.

[button type=”bd_button btn_small” url=”http://amsyong.com/2013/09/perhitungan-spt-tahunan-pph-opbadan-2013-terkait-pp-46/” target=”on” button_color_fon=”#f39c12″ button_text_color=”#ffffff” ]Hitung PPh Badan PP 46[/button]

[button type=”bd_button btn_small” url=”http://amsyong.com/2013/11/cara-membuat-spt-tahunan-pph-badan-2013-terkait-pp-46/” target=”on” button_color_fon=”#f39c12″ button_text_color=”#ffffff” ]Buat SPT Tahunan Badan[/button]

 

9 replies
  1. fristikawati
    fristikawati says:

    pak mau tanya kalo untuk penghitungan pph badan 1771 th.2014 yang menggunakan omzet 1% bagaimana cara membuat laporan tahunannya. Tolong kasih pencerahan atau share link petunjukknya pak. Semua peredaran usahanya sudah bayar pph 1%. Makasih pak

    Balas
  2. fen
    fen says:

    SALAM>>>

    SAYA BARU BERGABUNG DALAM DUNIA PERPAJAKAN. MOHON PETUNJUK PENGISIAN SPT TAHUNAN BADAN BERGERAK DIBIDANG PERDAGANGAN BESAR

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Ya di artikel diatas itu pak contoh dari perdagangan besar, cuma rincian akun di laporan keuangan tidak saya rinci. Silahkan dijadikan referensi dasar.

      Balas
  3. j31717y
    j31717y says:

    Pak Dwi,
    Saya Bru tau info ttg pp 46.
    Saya mau tanya kalau saya pkp dan omset sampai des 2013 kurang dr 4,8M, saya kena pph 1%? Saya sudah lapor spt tahunan dengan perhitungan tarif dan melampirkan laporan keuangan. Bagaimana saya merubah spt tahunan sya?
    Dan sanksi apa yang saya dapat? Terima kasih bantuannya.

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Malam rekan j31717y (ini manggilnya apa ya)
      Selamat sebelumnya tas pelaporan SPT Tahunan dan sudah terhindar dari sanksi terlambat lapor 🙂
      Jika memang yakin ada salah penerapan tarif nanti bisanya oleh KPP akan dihimbau untukmelakukan pembetulan, namun jika berinisiatif untuk menghitung ulang pajaknya silahkan kontak AR mestinya kalau nggak sibuk akan idbantu langkah-langkah untuk melakukan pembetulan SPT.

      Balas
    • j31717y
      j31717y says:

      Dear Pak Dwi,
      Mau tanya lagi pak, Apakah pph yg saya bayarkan untuk kekurangan tahun 2013 bisa di pindah bukukan ke pph final?

      Balas
  4. Devy Endry
    Devy Endry says:

    Pak Dwi,
    yang dimaksud omset ini apa ya ? Apakah berupa penerimaan uang pembayaran atau nilai kontrak ?
    Misalnya perusahaan saya pada november 2013 menerima order sebesar 400 jt.
    Tetapi sesuai perjanjian saya dibayar per termin, katakan lah perbulan, misalnya november 2013 terima pembayaran 100jt, desember 2013 75 jt, januari 2014, 125 jt dan feb 2014 100 jt.
    yang manakah yang akan masuk ke lapoaran SPT th 2013 ? pp46 yang saya bayarkan bulan Nov 2013 1 jt, des 2013, 1,75 jan 2014 1,25 jt dan feb 2013 1 jt

    Mohon pencerahan, total omset th 2013 dibawah 2 M. terima kasih

    Balas
    • Dwi Utomo
      Dwi Utomo says:

      Dalam pajak saat ada deal kesepakatan transaksi sebenarnya itu sudah diakui sebagai omset, risikonya WP nombokin dulu 1%-nya. Jika sistemnya cash basis maka dibayar sesuai termin pembayaran. Seharusnya 4jt sekaligus, silahkan minta penjelasan AR bapak apakah boleh dicicil saja sesuai arus kas masuk, karena mungkin ada kebijakan lain.

      Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *