Referensi Tambahan Pengisian SPT Tahunan OP/Badan PP 46

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Hingga hari ini saya masih menerima pertanyaan-pertanyaan terkait pengisian SPT yg kena PP 46. Tidak bisa dipungkiri bahwa variasi usaha dan teknik pembukuan bisa menyebabkan perhitungan pajak tahunan menjadi bervariasi. Kemarin dari P2Humas DJP telah mempublish slide/bahan presentasi tentang pengisian SPT Tahunan yg menerapkan PP 46. Setelah saya baca dengan seksama (walau agak berkerinyit sana-sini) ternyata langkah dasar atau prinsipnya masih sama saja dengan yg pernah saya bahas. Menurut saya contohnya sudah lebih kompleks dari artikel versi saya sendiri baik yang Orang Pribadi ataupun Badan, tapi pada akhirnya materi ini akan bermanfaat bagi Anda-anda semua, dan jangan khawatir panduannya sudah dilengkapi dengan model hitungan dan penunjuk grafis yang memudahkan dalam memahami isi slide tersebut.

Berikut beberapa cuplikan isinya:

Preview SlideSaya yakin Anda masih bingung, daripada penasaran, download aja slidenya di tombol dibawah ini. Jangan segan berdiskusi untuk perpajakan yang lebih baik.

Download SPT PPh Badan/OP PP 46

Selain itu ada juga slide tentang cara menyetor PP 46/pajak 1% lewat ATM, slide ini lebih ringkas dan isinya masih sama dengan yg artikel lama yang serupa

Cara Setor 1% Dengan ATM

4 replies
  1. Edwin
    Edwin says:

    Pak Dwi yth,

    Bagaimana mengisi SPT 2014 utk WP omzet tertentu ini (PP46/2013) yang mengalami kerugian? Waktu 2013 sudah mengikuti/membayar PPh Final 1% dan tahun 2014 ternyata perusahaan merugi.

    Terima kasih banyak sebelumnya Pak.

    Balas
  2. ajimi bento
    ajimi bento says:

    mas dwi.. saya mau nanya mengenai SPT Tahunan Badan 2014 terkait PP 46. apabila income perusahaan dibawah 4,8M pertahunan dan terkena pph final 1 persen. bagaimana cara pengisian lamp 1771 induk, 1771 i,ii,ii,iv nya? apakah dikosongkan saja dan hanya mengisi lamp 1771 iv bagian A kolom 14? terimka kasih banyak mas dwi atas bantuannya.

    Balas
  3. renata
    renata says:

    Salam Pak Dwi,

    Mohon pencerahan pak..

    1.untuk kasus 2 pada perhitungan Rekonsiliasi Fiskal dan Penghitungan PPh terutang , pada point 4 keterangan Biaya usaha Juli-Des’13 sebesar 350.562.500 perhitungan angka tersebut dari mana pak?
    sementara di laporan L/R akhir tahun total biaya hanya 59 jt(asumsi 1 thn 59.000.000 – 408.437.500 (rincian biaya jan-jun)hasil nya -349.437.500

    2.saya punya kendala pak,pada masa jul-sept saya masih melakukan angsuran pph 25 sebesar 1.301.190(433.730 X 3 )
    dan sisa Pbk tersebut habis di masa Feb’14.

    jan – jun (433.730 x 6 = 2.602.380)
    Juli – Sept (433.730 x 3 = 1.301.190)
    Pbk dr bulan Juli – Des = 1.040.300 masih sisa 260.890
    jd sisa Pbk 260.890 saya pakai sampai bulan Feb’14

    yang jadi pertanyaan saya apakah sdh benar nominal yg dimasukan dlm kredit pajak 3.642.680(2.602.380+1.040.300 (masa Jul-Des))? dengan kondisi 260.890 itu di pbk di masa feb’14

    Terima Kasih Pak…

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *