Sekilas Tentang Nota Retur & Nota Pembatalan

Nota retur pembatalan

Selamat siang pengunjung sekalian. Saya bingung mau buat paragraf pembukanya, pastinya mendekati lebaran kantor makin sepi ditinggal teman-teman yang mudik, saya mah masih lusa depan. Okelah materi nota retur & nota pembatalan ini saya ambil dari P2Humas, saya lengkapi dengan gambar cara pengisian dan link unduhan yang file aslinya saya dapat dari ortax. Semoga bermanfaat dan selamat mendekati hari raya idul fitri. Dikuatin puasanya, nanggung tinggal dikit masbro. 🙂

Dapatkah diterbitkan nota retur/nota pembatalan atas FP yang tidak memuat keterangan nama dan NPWP pembeli?

Tidak bisa.  Hal tersebut sesuai dengan:

Pasal 4 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010:

Nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus mencantumkan:

  • Nomor urut nota retur;
  • Nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
  • Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak Pembeli;
  • Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Kena Pajak Penjual;
  • Jenis barang, jumlah harga jual Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
  • Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena Pajak yang dikembalikan, atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
  • Penjualan atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dikembalikan;
  • Tanggal pembuatan nota retur; dan
  • Nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota retur.

 

Pasal 4 ayat (8) huruf a PMK-65/PMK.03/2010:

Pengembalian Barang Kena Pajak dianggap tidak terjadi dalam hal:

nota retur tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2);

 

 

Pasal 5 ayat (2) PMK-65/PMK.03/2010:

Nota pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus mencantumkan:

  • nomor nota pembatalan;
  • nomor nota pembatalan;
  • nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak Penerima Jasa;
  • nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Kena Pajak Pemberi Jasa Kena Pajak;
  • jenis jasa dan jumlah penggantian Jasa Kena Pajak yang dibatalkan;
  • Pajak Pertambahan Nilai atas Jasa Kena Pajak yang dibatalkan;
  • tanggal pembuatan nota pembatalan; dan
  • nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota pembatalan.

 

Pasal 5 ayat (8) huruf a PMK-65/PMK.03/2010:

Pembatalan Jasa Kena Pajak dianggap tidak terjadi dalam hal:

nota pembatalan tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2);

Angka 3 huruf c SE-131/PJ/2010:

Dengan demikian, nota retur atas pengembalian Barang Kena Pajak atau nota pembatalan atas pembatalan penyerahan Jasa Kena Pajak yang Faktur Pajak atas penyerahannya tidak mencantumkan identitas Pembeli atau Penerima Jasa, tidak dapat dipergunakan sebagai pengurang Pajak Keluaran bagi Pengusaha Kena Pajak Penjual atau Pemberi Jasa Kena Pajak.

 

 

Bagaimana solusi atas permasalahan diatas?

Penjual membuat FP Pengganti terlebih dahulu atas FP yang tidak memuat keterangan nama dan NPWP Pembeli tersebut. Kemudian Pembeli membuat nota retur atas FP Pengganti yang telah dibuat oleh Penjual.

Hal tersebut sesuai dengan:

 

Pasal 15 ayat (1) PER-24/PJ/2012 stdd PER-08/PJ/2013:

Atas Faktur Pajak yang rusak, salah dalam pengisian, atau salah dalam penulisan, sehingga tidak memuat keterangan yang lengkap, jelas, dan benar, PKP yang menerbitkan Faktur Pajak tersebut dapat menerbitkan Faktur Pajak pengganti yang tata caranya diatur dalam Lampiran VI huruf A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

 

Pasal 4 ayat (1) PMK-65/PMK.03/2010:

Dalam hal terjadi Pengembalian Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Pembeli harus membuat dan menyampaikan nota retur kepada Pengusaha Kena Pajak Penjual.

Bagi yang pengen punya template nota retur ataupun nota pembatalan dalam file excel bisa klik link salah satu di bawah ini. Saya mengucapkan terimakasih untuk pak Gunawan Wibisono atas templatenya yang sudah diupload di ortax.

Nota Retur & Nota Pembatalan

Download Nota Retur/Batal Excel

Download Nota Retur/Batal via Ortax

Download

 

 

5 replies
  1. agus priyanto
    agus priyanto says:

    Sore PA,
    saya ada masalah sedikit butuh pencerahan,
    begini, saya cetak invoice dan faktur pajak bulan Oktober 2014 misal dengan no. 030.003-14.00000001, FP Keluaran dan sudah saya laporkan di bulan Oktober2014,
    tapi ternyata rekan saya mencetak lagi FP Keluaran dengan no yang sama, tapi dibulan Desember 2014 dan ternyata FP Keluaran tersebut yang menjadi acuan penagihan ke lawan transaksi.
    saya mohon infonya, bagaimana solusi nya , apakah FP keluran Masa oktober tersebut dibatalkan, tapi bagaimanan karena nomer yang digunakan di Desember sama ( Ctt: sisa Nomer Faktur tahun 2014 sudah saya kembalikan)

    terimakasih
    Agus P

    Balas
  2. mujiyanto
    mujiyanto says:

    saya mau tanya saja, permasalahan saya sebagai berikut : saya penjual jasa dan jasa tersebut dikenakan PPN 10%, tetapi saat saya menerima pembayaran tidak penuh, karena ada jasa yang dianggap oleh pembeli refund sementara saya dibayar PPN nya berasal dari tagihan sebelum refund, bagaimana cara membuat nota retur tersebut ?

    Tq

    Balas
  3. bedjo sugiyanto
    bedjo sugiyanto says:

    utk nota pembatalan yg diatur No. 65/PMK.03/2010 sudah dicabut oleh No. PER-24/PJ.2012 sehingga Nota Pematalan/Retur tidak berlaku lagi Pak.
    Mohon penjelasanya ya.

    Terimakasih,

    Bedjo

    Balas
  4. ANDRI
    ANDRI says:

    misal pada nota retur untuk nilai ppn yg dikembalikan kita isi minus boleh tidak?apakah ada point dlm PMK-65/PMK.03/2010 yg mengatur hal tsb, thanks mohon feedbacknya..

    Balas
  5. ANDRI
    ANDRI says:

    untuk nilai ppn klo di isi angka minus boleh tidak ya?karena kan nanti di spm kita kan meminuskan pajak keluaran sesuai nilai nota retur?

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *