Cara Buat e-SPT Badan Yang Wajib PP 46 Nihil

Berikut ini cara menginput SPT Tahunan PPh Badan untuk perusahaan yang kewajibannya PP 46 atau final 1% atas omset. Beberapa langkah pada tutorial ini seperti cara pasang eSPT, menambahkan database dan pengisian profil sudah dipos pada artikel sebelumnya yaitu artikel pertama dan kedua. Jadi akan ada tahapan yang akan saya loncati agar panduan disini hanya berisi langkah-langkah yang memang baru saja dicoba.

Agar mudah memahami langkah-langkah pembuatan CSV untuk e-SPT Tahunan PPh Badan, maka dianjurkan panduan artikel sebelumnya dapat dibaca kembali, tetapi kalau sudah jago mari langsung lihat di bawah aja.

 

Bahan dan Persiapan

Untuk tutorial kali ini yang perlu disiapkan adalah

  • Aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan dan databasenya
  • Laporan keuangan untuk simulasi (laba rugi dan neraca)

Kemudian untuk agar tahun buku 2015 mucul di SPT Tahun Pajak 2015, maka update dulu tahun buku di menu Profil Wajib Pajak dan rubah ke Januari 2015 s.d. Desember 2015, caranya:

  1. Klik Utility
  2. Profil Wajib Pajak
  3. Klik Ubah
  4. Klik Tahun Buku dan ubah ke Jan-2015
  5. Klik Simpan
  6. Klik Tutup

Buat SPT

Pengantar ilutrasinya adalah: PT Coba-Coba dihimbau oleh KPP untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Badan 2015, WP merespon dengan melaporkan SPT dan ada omset yang terutang PPh Final Pasal 4 Ayat (2) sebesar 1% karena besaran omset tahun 2014 masih <4.8M.

Dari kasus di atas yang harus dilakukan adalah membuat SPT Tahun 2015 terlebih dahulu dan buka SPT-nya untuk kemudian kita isikan laporan keuangannya. Silahkan dibaca 2 artikel sebelum ini jika lupa atau belum tahu cara membuat SPT/database.

Kutipan Elemen Laporan Keuangan

Berikutnya yang agak lumayan kayaknya memang susah yaitu mengisi kutipan elemen laporan keuangan. Contoh laporan keuangan perusahaan dagang saya ambil dari blog akuntansi dengan merubah judul dan periode sebagai bahan panduan artikel ini. Isikan tab untuk laporan laba rugi dan neracanya. Tidak semua akun di laporan keuangan bisa diakomodasi di akun eSPT, jadi masukkan di kelompok akun yang sesuai sehingga nilai posisi akhirnya sama dan seimbang. Sebagai panduan saya lampirkan lapkeu dengan nomor referensi yang merujuk ke nomor urutan akun di eSPT.

Isian Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final

Dalam kasus di atas, PT Coba-Coba untuk tahun pajak 2015 mempunyai kewajiban menyetor PPh Final sebesar 1% atas omset (PP 46), sudah disetor dan atas omset dan pajaknya harus direkam di lampiran IV (menu SPT PPh >> Lampiran IV …). cara pengisiannya seperti pada contoh di atas.

  1. Klik tombol Jenis Penghasilan
  2. Klik Tambah (kalo sudah di klik “Tambah” akan berganti menjadi tombol “Batal”)
  3. Isikan Jenis Penghasilan (bebas aja, bisa juga diisi PP 46 saja)
  4. Isikan omsetnya/ DPP
  5. Isikan Tarif 1%
  6. Otomatis nilai PPh Terutang akan muncul
  7. Klik Simpan
  8. Klik Keluar
  9. Klik Simpan lagi
  10. dan Tutup

Do It Yourself

Selesai melakukan langkah-langkah di atas, berikutnya langkah-langkah sisa yang sudah saya berikan panduannya di 2 artikel sebelumnya a.n.

  • Buka lampiran V dan VI, diisi nama pengurusnya
  • Buka halaman induk SPT, contreng lampiran yang diperlukan, isikan tanggal pembuatan SPT, karena nihil maka tidak perlu isi SSP
  • Buat CSV dan lapor SPT

Selesai, selamat menjelang pulang kerja

 

Contoh lapkeu dari sini

5 replies
  1. kingdom
    kingdom says:

    kenapa ya, spt 1771 tidak bisa kirim lewat online ya

    apakah karena datanya nihil semua jadi masih belum bisa pake efilling, perusahaan kami baru buka jadi blm punya transaksi sama skl, apakah hal tsb blm bisa pake efilling

     

     

    Balas
  2. egi
    egi says:

    Selamat sore Pak Dwi,

    Artikel nya sangat membantu sekali. Pak saya mau tanya, saya mau buat e-spt badan PP 46 tahun 2016. Pada saat pengisian E-SPT pph badan ini, kalo saya simpulkan untuk tahun 2016 jika msh terkena pp 46 ini untuk Lampiran I yang disi hanya point 4 (Penghasilan yg dikenakan PPh final & tidak termasuk objek pajak), Lampiran II & III tidak diisi alias kosong? Lalu di SPT Induk bagian A-D kosong juga gak pak? begitukah Pak Dwi? karena sudah tidak ada penghasilan netto fiskal ya pak? mohon jawabannya ya pak…terima kasih

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *